NovelToon NovelToon
Joni Fighter

Joni Fighter

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Game
Popularitas:951
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jigur

Dunia telah berubah sejak terbukanya Arcane Nexus—sebuah celah dimensi misterius yang menghubungkan bumi dengan dunia monster yang ganas. Demi bertahan hidup, umat manusia mendirikan tiga akademi elit untuk melatih para petarung faksi (Brawler, Swordsman, Archer, dan Shaman) agar mampu menyelaraskan getaran energi Ki mereka, yang dikenal sebagai sistem RAN (Resonance of Arcane Nexus).
​Joni, seorang mahasiswa baru faksi Brawler di Kampus Sacred Gate, awalnya hanya ingin fokus berlatih demi meneruskan jejak mendiang ayahnya. Namun, ia justru terseret ke dalam pusaran konspirasi gelap yang melibatkan kekuatan korporasi raksasa, militer kampus saingan, hingga ambisi berbahaya yang mengancam kestabilan dinding dimensi. Di tengah ancaman duel hidup-mati melawan rivalnya yang menggunakan kekuatan terlarang, Joni harus menjalani penempaan ekstrem di kedalaman wilayah tak bertuan untuk membangkitkan resonansi murni tubuhnya dan mengungkap kebusukan yang terstruktur di puncak kekuasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jigur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Kehadiran tiga orang dari faksi Ninja itu seperti membawa hawa dingin yang menusuk. Kak Tian berjalan dengan langkah santai, kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana kargo hitamnya, sementara pandangannya langsung mengunci ke arah Laras.

"Laras," sapa Tian dengan suara yang dibuat selemah lembut mungkin, mengabaikan keberadaan Joni dan Gondrong di tempat itu. "Kebetulan banget ketemu di sini. Mau masuk dimensi juga siang ini?"

Laras menghentikan langkahnya. Ekspresi wajahnya yang tadi ceria dan penuh tawa saat membantu Joni menawar rompi, kini berubah menjadi datar dan formal. "Iya, Kak Tian. Ini lagi persiapan sama Bang Gondrong dan Kak Joni."

Mendengar nama Joni disebut, lirikan mata Tian langsung bergeser. Sepasang matanya menyipit, menatap rompi kulit badak tanah bekas yang baru saja melekat di tubuh Joni, lalu beralih ke Iron Gauntlet di kedua tangan Joni. Sebuah senyuman sinis terukir di sudut bibirnya yang tertutup masker kain setengah wajah.

"Oh... si Brawler Level 4 kemarin?" Tian terkekeh pelan, sengaja memandangi jam tangan status Joni. Begitu matanya menangkap angka '10' yang tertera di sana, alisnya sempat terangkat sedikit—terkejut karena dalam waktu singkat level Joni melompat cukup jauh—namun sedetik kemudian ekspresi meremehkan itu kembali.

"Udah Level 10 ternyata. Pantesan berani jalan bareng Laras lagi. Tapi ya... Level 10 di Zona Hijau itu masih sekadar remah-remah, Dek. Rompi bekas begitu mana kuat nahan serangan monster serigala bayangan," sindir Tian halus namun tajam.

Dua temannya di belakang ikut tertawa merendahkan.

Gondrong yang biasanya pecicilan dan hobi bercanda, kali ini melangkah maju setengah badan, memposisikan dirinya di depan Laras. "Hehehe... Kak Tian. Remah-remah begini yang kemarin bersihin gerombolan bandit di Zona Hijau, Kak. Lagian urusan rompi bekas apa baru, yang penting kan belinya pakai duit sendiri, bukan hasil nodong poin mahasiswa baru."

"Gondrong, gue nggak ada urusan sama lo," desis Tian, tatapannya menajam. Ia kembali menatap Laras. "Ras, mending lo ikut party divisi gue aja siang ini. Kami mau masuk ke batas Zona Kuning. EXP-nya jauh lebih deras, dan gue bisa jamin keselamatan lo seratus persen. Nggak kayak kalau lo satu party sama tipe Defense lambat yang cuma modal badan buat digebukin."

Laras menggenggam erat tongkat Qigong-nya. Ia menarik napas panjang, lalu menggelengkan kepala dengan tegas. "Makasih penawarannya, Kak Tian. Tapi aku udah punya party sendiri yang solid. Dan bagi aku, seorang Tanker yang berani berdiri di depan buat ngelindungin temennya itu jauh lebih berharga daripada ninja yang cuma tahu cara sembunyi di balik bayangan."

Jleb.

Kalimat tenang dari Laras barusan rasanya lebih mematikan daripada Heavy Punch milik Joni. Muka Tian langsung berubah agak tegang karena tengsin di depan anak buahnya.

Joni sendiri yang dari tadi diam, perlahan melangkah maju sejajar dengan Gondrong. Rompi kulit badak barunya terasa pas di dada. Ia menatap Tian lurus-lurus, teringat pesan emaknya semalam tentang harga diri seorang Brawler.

"Kak Tian," panggil Joni kalem, suaranya berat dan tenang. "Makasih ya atas 'perhatian' intelijen divisinya sampai ke telinga emak gue semalem. Rumah gue emang agak bolong dikit gara-gara itu, tapi tenang aja... pertahanan gue masih utuh. Malah sekarang makin tebel."

Joni mengepalkan tangan kanannya, membuat sambungan logam di Iron Gauntlet-nya berkerat pelan.

"Nanti kalau level gue udah selaras sama Kakak... kita tes di arena resmi ya. Biar kita tahu, mana yang beneran bisa ngelindungin, dan mana yang cuma bisa ngadu di belakang."

Mendengar tantangan terbuka dari seorang junior Level 10, suasana di antara mereka mendadak tegang. Dua teman Tian bahkan sudah menyentuh gagang belati di pinggang mereka, namun Tian mengangkat tangannya, menahan mereka. Di kampus, bertarung di luar arena resmi adalah pelanggaran berat yang bisa bikin mereka didepak dari akademi.

Tian menyeringai dingin dari balik maskernya. "Berani juga mulut lo sekarang ya, Brawler. Oke, gue pegang omongan lo. Kita lihat seberapa lama lo bisa bertahan hidup di Dimensi Monster siang ini dengan rompi rongsokan itu. Ayo cabut."

Tian membalikkan badannya dengan kasar, memimpin dua temannya berjalan menjauh menuju arah gerbang utama.

Setelah rombongan ninja itu benar-benar menghilang di tikungan jalan pasar, Gondrong langsung mengembuskan napas panjang. "Hehehe... buset dah, Jon. Lo beneran nantangin dia? Jantung gue serasa mau copot, untung ingus gue kagak keluar saking tegangnya."

Joni menurunkan kepalan tangannya, lalu nyengir kaku. "Ya... tuntutan profesi, Ndrong. Mandat dari singa betina rumah kagak boleh dilanggar. Kalau gue ciut, bisa-bisa sisa tembok rumah gue diratain sama Emak."

Laras berjalan mendekati Joni, matanya menatap Joni dengan campuran rasa khawatir dan kagum. "Kak Joni... Kakak beneran nggak apa-apa? Kak Tian itu udah Level 28. Dia salah satu yang tercepat di divisinya."

Joni menoleh ke arah Laras, lalu tersenyum tipis—kali ini senyumannya terlihat tulus tanpa ada maksud bercanda. "Nggak apa-apa, Ras. Kan gue udah janji tadi... gue bakal jadi lebih kuat. Lagian, rompi yang lo pilihin ini rasanya punya luck tinggi. Gue ngerasa bakal aman-aman aja selama lo yang jagain dari belakang."

Laras tertegun sejenak mendengarnya. Pipinya yang putih bersih perlahan kembali merona merah muda, kontras dengan seragam Qigong-nya yang putih. Dia memutar-mutar tongkatnya dengan gugup, mencoba menyembunyikan rasa salah tingkahnya untuk kedua kalinya hari itu.

"I-itu... ya udah! Ayo cepetan ke lapangan utama, portalnya pasti udah mau dibuka penuh!" seru Laras setengah gugup, lalu berjalan cepat mendahului mereka berdua sambil menutupi wajahnya yang makin anget.

Gondrong yang melihat adiknya salah tingkah langsung merangkul pundak Joni sambil cekikikan puas. "Hehehe... gila lo, Jon. Taktik Full Defense lo pelan-pelan malah ngejebol defense adek gue. Maju terus, calon adik ipar!"

"Berisik lo, Ndrong! Buruan jalan!" sahut Joni sambil tertawa kecil, melangkah bersama sahabatnya menuju petualangan hari kedua di Dimensi Monster yang dipastikan bakal jauh lebih menantang.

1
Semoli Ginon
eh asa bruise jr. 👍
Semoli Ginon
wkwkwkw keluarga koplak🤣
Semoli Ginon
wahahah. ngenes amat nasib lo jon😄
Semoli Ginon
oke seru juga lanjut👍
Semoli Ginon
uhuyy 😄
Semoli Ginon
ini kan faksi2 di game ran online jadul ya?
Semoli Ginon
🤭🤭🤭
Semoli Ginon
adub baru mulai udah mirip gua 🤭
Boqin Changing
jelek. masa MC nya namnya , joni
👁Zigur👁: lah ya suka2 ku lah..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!