Apa jadinya bila seseorang menawarkan kita untuk menikahi putrinya secara tiba-tiba??
Armand Wicaksana secara sadar menerima pernikahan dengan seorang wanita yang tengah hamil oleh kekasihnya yang tidak mau bertanggung jawab.
Meskipun sang istri, Carissa Wilhelmina selalu bersikap tidak baik padanya.
"Jika anak ini lahir, aku ingin kita bercerai" ucap Carissa.
"Terserah saja, aku ikuti permainanmu" balas Armand acuh sembari berjalan meninggalkan Carissa.
Akankan mereka bisa menjalankan rumah tangga yang sesungguhnya?
Ataukah justru Armand menyerah dengan sikap Carissa???
Yuk kepon novel baruku...
Happy reading....😘😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Oktana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merepotkan
Menyadari dari tadi tidak ada Armand, Abimanyu penasaran. Pasalnya ia merasa tidak ingin pulang dari rumah Indah.
"Bu, Armand kemana?" tanya Abimanyu sembari menyesap teh yang sudah dingin buatan Indah.
"Ke Swiss!" jawab Indah.
"Mau apa dia kesana? Lama gak di Swiss nya?" tanya Abimanyu.
"Kerja lah Pak, masa mau cari jodoh! Dua minggu dia di sana" jawab Indah.
"Yes, yes, yes aku bisa ke mari setiap hari dengan alasan ingin bertemu Azura. Bahaya kalau ada Armand, bisa-bisa aku di larang kemari. Dia kan benci sekali padaku" gumam Abimanyu.
"Kenapa senyam-senyum Pak?" tanya Indah heran.
"Oh tidak, saya hanya sedang membayangkan Azura sudah dewasa mengurusi perusahaan saya" balas Abimanyu berdusta.
Indah hanya ber Oh ria saja.
Azura yang sudah lelah bermain, tiba-tiba batita itu merebahkan tubuhnya di atas sofa kemudian tertidur.
"Azura tertidur" ucap Abimanyu.
"Dia memang tidak rewel kalau sudah mengantuk" jawab Indah.
Ia sebenarnya sudah ingin Abimanyu pergi dari rumahnya. Tetapi ia bingung harus dengan cara apa supaya pria di hadapannya pergi.
"Pak Abi, ini sudah sore" ucap Indah mengkode.
"Iya sudah sore! Bu Indah, saya lapar" ucapnya.
"Lah terus?" Indah heran.
"Ya masakin dong Bu, masa tidak mengerti" balas Abimanyu sembari merebahkan tubuhnya di atas sofa seperti yang di lakukan Azura.
"Ya ampun Pak, saya bukan pembantu anda loh, mending Pak Abi pulang deh" Indah pusing dengan ulah mantan besannya itu.
"Mengusir tamu itu tidak baik Bu" balas Abimanyu tidak tahu malu.
Ingin rasanya Indah menjambak rambut Abimanyu karena kesal.
"Tapi Pak Abi bukan tamu saya" balas Indah jutek.
"Armand tolong Ibu Mand, Ibu takut sama mantan mertua kamu" ucap Indah dalam hatinya.
"Ibu bawel deh! Ayo masak, Mas sudah lapar" ucap Abimanyu seperti ke istrinya sendiri.
"What, Mas? Dia menyebut dirinya Mas? Dasar gila" rutuk Indah dalam hati.
"Oke saya masak, tapi Bapak harus janji kalau sudah makan harus pulang" tegas Indah.
"Iya" balas Abimanyu.
Indah langsung berlalu ke dapur. Rencananya ia akan memasak bebek bumbu hitam khas Madura, dan bacem babat sapi.
"Kolestrol, kolestrol dah loe" umpat Indah dalam hatinya.
Ketika sedang memasak, Abimanyu tiba-tiba sudah duduk di kursi yang ada di dapur.
"Harum banget" puji Abimanyu.
"Ngapain Bapak kemari? Tunggu saja Pak di rumah" kesal Indah.
"Bu, dulu sewaktu Maminya Carissa masih hidup, saya sering melihat dia memasak. Melihat Ibu Indah memasak, saya jadi teringat mendiang istri saya, Ratih" tiba-tiba Abimanyu cerita masa-masa dengan istrinya.
"Kalau begitu cari lagi saja istri Pak" balas Indah.
"Sampai saat ini belum ada yang cocok, saya duda sudah 23 tahun Bu! Carissa itu hidup semaunya ya karena tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. Tapi sesudah dia menikah, dia cerita pada saya bahwa dia mendapatkan kasih sayang seorang ibu yang tulus dari Ibu Indah" ungkap Abimanyu dengan wajah sedih.
"Ya memang saya selalu memberikan cinta dan kasih sayang pada dia selayaknya seperti anak sendiri. Bahkan untuk sekedar mencuci satu piring kotor pun, saya dan Armand tidak mengizinkannya. Tetapi cinta dan sayang yang kami berikan padanya ternyata tidak lah cukup untuk ia bertahan dan akhirnya lari mengejar impiannya meninggalkan Azura yang masih merah. Saya telah di kecewakan. Saya kecewa sampai titik terdalam pada putri anda Pak, dan saya sakit melihat anak saya disakiti. Asal anda tahu, saya pernah memergoki Armand menangis dalam diam beberapa hati setelah istrinya lari di tambah anda yang menolak Azura, saya tidak bisa membayangkan bagaimana sakitnya Armand" ungkap Indah.
"Maaf untuk semua yang sudah Carissa dan saya lakukan, saya benar-benar menyesal sudah menolak Azura waktu itu. Saya memang egois, saya akui itu. " balas Abimanyu.
"Permintaan maaf anda di tolak" kesal Indah.
"Kok begitu?" tanya Abimanyu.
"Sekarang saya sedang tidak ingin memaafkan siapa-siapa, saya ingin makan saja" jawab Indah.
Mendengar itu Abimanyu langsung tergelak.
Indah dengan telaten mengambilkan nasi serta lauk ke atas piring.
"Segini cukup?" tanya Indah.
"Cukup Bu" balasnya.
Mereka berdua makan tanpa ada suara hanya dentingan sendok dan garpu beradu.
"Bu, boleh nambah nasinya?" tanya Abimanyu.
"Ya" balas Indah lalu menyendokkan nasi ke atas piring Abimanyu.
Sesudah makan, Abimanyu izin ke kamar mandi, di dalam ia menelepon Samsul sang supir pribadinya.
"Hallo Tuan" sapa Samsul.
"Sul, malam ini tak usah menjemput saya. Saya akan menginap di hotel" ucap Abimanyu.
"Baiklah Tuan" balas Samsul.
Sesudah menghubungi Samsul, Abimanyu segera keluar dari kamar mandi.
"Bu, Samsul tidak bisa menjemput saya karena dia bilang sedang sakit perut" Abimanyu berbohong.
"Jadi maksudnya bagaimana?" Indah sudah tidak enak perasaannya.
"Boleh ya saya menginap di rumah Ibu?" jawab Abimanyu.
Indah langsung melotot mendengar permintaan Absurd dari mantan besannya itu.
"Jangan Pak, sebaiknya Bapak pesan saja taksi online. Di rumah ini hanya saya dan Azura berdua, saya tidak mau ada fitnah apalagi saya ini janda dan anda seorang duda. Duh jangan Pak, pulang saja" Indah menolak permintaan Abimanyu.
"Saya tidak biasa naik taksi Bu, saya tidak cocok berada di dalam taksi online, boleh ya?" Abimanyu memohon.
"Tapi Pak....."
"Hmmm, dimana kamarnya Bu?" Abimanyu segera memotong pembicaraan Indah.
"Kamar tamu belum di bersihkan, tidur di kamar Armand saja" Indah terpaksa mengizinkan Abimanyu menginap.
"Terimakasih Bu, tapi saya belum mandi. Saya tidak biasa kalau tidur tidak bersih-bersih" ucap Abimanyu.
"Huuuhhh ngerepotin saja dasar aki-aki" gerutu Indah dalam hatinya.
"Ya mandi saja Pak, di dalam kamar Armand ada kamar mandi" balas Indah.
"Tapi saya tidak biasa mandi malam pakai air dingin Bu, saya suka sakit" ucapnya.
"Arghhhh menyebalkan" gerutu Indah.
"Tunggu sebentar saya didihkan dulu air" ucap Indah ia berjalan sembari menghentak-hentakan kakinya ke lantai saking kesalnya.
"Dasar merepotkan" Indah mencak-mencak.
Tak lama air pun sudah mendidih di dalam teko. Indah segera membawa teko itu kedalam kamar Armand lalu mengisikan air panasnya ke dalam ember besar yang dulu sering di pakai Carissa mandi.
"Dulu anaknya suka mandi pakai ember ini, sekarang bapaknya malah ikut-ikutan" kesal Indah.
"Bu sekalian siapkan baju tidur buat saya" pinta Abimanyu.
"Dia pikir aku pembantunya apa?" Indah semakin kesal.
Indah mencari-cari baju tidur milik Armand yang belum pernah di pakai lalu menyimpannya di atas ranjang bersama handuk bersih.
"Sudah siap paduka" ucap Indah sarkas.
"Terimakasih" balas Abimanyu.
Tak lama, Abimanyu keluar lagi.
"Bu, apa di rumah ini tidak ada bathub?" tanya Abimanyu setengah teriak.
"Tidak ada, saya tidak sekaya anda yang semua kamar mandi ada bathub nya" jawab Indah kesal.
"Terus mandinya gimana?" tanya Abimanyu.
"Terus saya harus mandiin anda begitu?" bentak Indah.
"Tidak Bu tidak! Tapi kalau mau ya saya sih oke saja" balas Abimanyu.
"Dasar gila" kesal Indah lalu pergi ke kamarnya.