Di rumah dia hanyalah seorang ibu rumah tangga, yang kerjanya hanya mengurus suami dan rumah, karna mereka belum di karunia seorang anak,Suaminya adalah seorang Intel di kepolisian yang selalu harus siap siaga apabila ada tugas mendadak, yang membuat dia heran seberat apapun kasus yang dia hadapi selalu dengan mudah dia atasi karna ada seseorang yang selalu membantunya,tapi orang itu sangat misterius karna dia membantu secara diam - diam setelah semuanya beres dia langsung menghilang tanpa jejak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Arlan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 28
Tiga hari kemudian utusan dari perusahaan MJ group benar benar datang ke perusahaan mereka.Setelah mengetahui bahwa Elisabet ada di ruangannya dengan segera orang tersebut menuju ruangan Elisabet.
Sektretaris yang mengantarkan pria tersebut dengan sopan mempersilahkan dia masuk setelah ada izin dari sang bos.
"Selamat siang pak, silahkan duduk!" Ujar Elisabet memerintahkan sang pria untuk duduk di depannya.
Dengan segera pria tersebut duduk, lalu tanpa basa - basi dia langsung ke tujuan awalnya untuk datang ke perusahaan ini, sebab kalau dia gagal sang bos akan marah lagi.
"Bagaimana apakah CEO kalian setuju dengan proposal kami?" Tanyanya to the point.
"Oke silahkan periksa dulu, jika kalian setuju silahkan tanda tangan kontrak !" Ujar Elisabet dengan tenang dan elegan.
Si pria mengambil berkas yang di sodorkan Elisabet lalu dia membacanya dengan teliti setelah itu dengan segera dia menanda tangani surat kerjasama itu.
"Oke terimakasih sudah mau bekerjasama dengan perusahaan kami!" Ujar Elisabet sambil menjabat tangan pria tersebut.Setelah selesai dengan segera sang pria meninggalkan perusahaan MA group.
Setelah pria itu keluar Elisabet meraih handphonenya, lalu dia menelpon sang queen untuk memberi laporan.
"Ya katakan!" Ujar suara di sebrang sana.
"Queen, semua sudah beres sesuai yang queen perintahkan, tinggal nanti aku usahakan agar bisa masuk ke ruangan bos mereka untuk menempelkan kamera di sana!" Ujar Elisabet.
"Bagus dan ingat kerjakan dengan rapi, jangan sampai sebelum berhasil kita sudah ketahuan!" Ujar Al.
"Aman queen, aku akan lakukan Serapi mungkin!" Ujar Elisabet lagi.
"Ya sudah kerjakan tugas kalian dengan benar,nanti malam kita berkumpul di markas!" Ujar Al.
"Tapi queen, nanti malam aku mau balap!" Ujar Elisabet dengan suara yang manja.
"Oke lain kali saja kita ke markas, dan hati - hati jangan lupa hubungi Leo dan Joni untuk menemanimu!" Ujar Al.
Emangnya aku apa harus dikawal Mulu, aku juga bisa kali jaga diriku sendiri bagaimana pria mau tertarik kalau setiap aku keluar selalu ada cecunguk dua itu yang mengawal.
"El, jangan mengumpat kau itu ceroboh , tidak bisa kalau tidak di kawal bisa berbahaya untuk dirimu!" Ujar Al dan setelah itu dia mematikan telponnya.
Sementara Elisabet menekuk wajahnya keatas meja, dia heran mereka semua tidak pernah mau melepaskan dia untuk pergi sendiri, kalau tidak izin nanti lebih parah kalau ada apa - apa dengannya dia bisa di kuliti oleh queennya, tapi kalo izin pasti dua cecunguk di suruh ikut.
Ketika dia lagi kesal tiba - tiba sang sektretaris nya sudah ada di depannya dengan menyerahkan berkas yang akan di tanda tangani.
"Kau itu tidak bisa apa ketok pintu dulu!" Ujarnya pada sang sekretaris.
"Tadi aku sudah berapa kali mengetuk pintu, tapi nona tidak mendengar jadi aku langsung masuk saja!"Ujar sang sektretaris dengan takut, siapa yang tidak kenal dengan Elisabet sang asisten CEO, dingin dan galak tapi baik hati.
"Ya sudah ini kau antarkan keruangan tuan Leo biar dia tanda tangani!" Ujarnya menyerahkan berkas kerjasama dengan perusahaan MJ group.
"Baik nona, kalau begitu saya permisi dulu!" Ujarnya sambil menunduk hormat dan dengan segera dia keluar dari ruangan Elisabet karna dia tidak mau nanti bosnya lebih marah lagi.
Setelah sektretaris nya keluar telpon kantor berbunyi.
"Ya, ada apa?" Jawabnya lesu, karna dia sudah tahu yang menelpon pasti Leo dan sudah pasti Leo sudah di beritahu oleh queennya tentang balapan nanti malam.