Karena keadaan keluarganya, Arimbi ingin membawa ibu dan neneknya pindah ke tempat baru yang di mana tidak ada orang yang tahu asal mereka. Tentu semua itu membutuhkan biaya yang cukup besar. Sampai suatu saat tawaran datang dari seorang gadis kaya yang menjanjikan uang yang menggiurkan, membuat Arimbi pergi ke kota dan nekat menerima tawaran itu. Apa yang selanjutnya terjadi dengan Arimbi gadis cantik dan polos yang berasal dari desa itu?
Hati-hati ya, ceritanya bikin sakit perut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anny Djumadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jadi Honeymoon
Begitu masuk ke dalam, Clara langsung menyambut Arimbi dengan akrab.
"Aku pinjam istri mu dulu ya!" ujar Clara pada Hugo yang berjalan di depan Arimbi dan langsung menarik lengan Arimbi. Padahal sudah jelas Arimbi dan Hugo tidak bergandengan tangan, tapi Clara sengaja meminta ijin.
"Nenek mu lucu bi, nenek gaul. Nenek milenium," ujar Clara tertawa.
Arimbi hanya tersenyum mendengar perkataan Clara, Rukmini memang mudah bergaul dengan siapa pun juga, hanya sayang saja karena Rukmini memiliki anak gadis gila dan saat ibu Arimbi hamil tanpa diketahui siapa yang sudah menghamilinya, Rukmini semakin menutup diri. Untung saja saat ke kota, Rukmini masih bisa meminta tolong ibu Ita, teman Rukmini untuk memperhatikan ibu Arimbi dan memberi makan. Karena itulah Rukmini tidak berani terlalu lama meninggalkan kampung, karena khawatir dengan keadaan. Ibu Arimbi.
"Eh.. Kok jadi kalem gitu?" tanya Clara curiga melihat sifat Arimbi yang menjadi diam.
"Hayo ngaku! Semalam kau diapain si Hugo?"tanya Clara berbisik di telinga Arimbi. Dengan cepat Arimbi menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Gak ngapa-ngapain kok!"
"Aish! Agresif dikit kenapa sih? Kau sudah pakai baju tidur yang aku berikan pada mu?" bisik Clara lagi. Arimbi pun menggelengkan kepalanya lagi.
"Kau pakai dong, kalau mau diapa-apain si Hugo! Gimana sih? Aku beli baju itu harganya gak murah lho! Kok malah kau sia-sia kan begitu saja!" omel Clara
"Aku malu Ra! Kau bayangkan saja, aku cuman pakai baju kaos saja disuruh kak Hugo jangan pakai baju yang menggoda! Kalau aku pakai baju tidur dari mu itu, bisa habis aku!" balas Arimbi yang juga berbisik, membuat Hugo yang dari tadi memperhatikan kedua gadis itu menjadi curiga..
"Gak pa pa dong dihabisi suami sendiri?" protes Clara lagi
"Maksud ku habis diomeli! Ke mana sih otak mu itu pikirannya?"' tanya Arimbi yang lama-lama gemas dengan Clara dan mencubit lengan Clara.
"Rara! Kok dari tadi kau menempel Arimbi terus? Tuh lihat kak Hugo sudah melotot!" canda ibu Clara yang sempat melihat Hugo yang dari tadi sama sekali tidak melepaskan pandangannya ke arah Arimbi dan Clara.
"Ih..pelit. Makanya kalau punya istri digandeng, jangan dibiarkan jalan sendiri!" protes Clara yang menyerahkan tangan Arimbi ke Hugo, tapi Hugo hanya mematung dan sama sekali tidak menyambut tangan Arimbi. Rukmini yang sejak tadi duduk, jadi tidak sabar dan mengira kalau Hugo hanya malu karena banyak yang melihat. Rukmini bangun dari duduknya dan menghampiri pasangan itu.
"Kalau sudah suami istri tidak perlu malu dilihat orang bergandengan tangan!" ujar Rukmini yang menarik tangan Hugo dan menautkan tangan Hugo ke Arimbi. Kali ini Hugo mau tidak mau menurut dan menggenggam tangan Arimbi. Rukmini pun tersenyum puas dan kembali ke tempat duduknya.
"Ayo, duduk sini!" ajak Hugo yang akhirnya menarik bangku untuk Arimbi.
"Terimakasih kak!" sahut Arimbi yang merasa serba salah, karena dia yakin Hugo melakukan itu dengan terpaksa karena keadaan. Hugo tidak berkata apa-apa, Hugo hanya ikut duduk di samping Arimbi. Pasangan itu sama sekali tidak sadar kalau tingkah laku mereka dari tadi diperhatikan oleh sepasang mata. Bastian merasa curiga melihat pasangan yang terlihat canggung itu, apalagi dia sudah pernah mendengar pertengkaran pasangan itu. Bagaimanapun penampilan Arimbi hari ini sudah membuat Bastian semakin tertarik. Bastian segera mengalihkan pandangannya dari Arimbi, ketika sadar kalau Hugo tengah menatap ke arahnya.
"Kau belum ke perusahaan percetakan itu?" tanya Hugo pada Bastian.
"Kata papa, tunggu kakak habis liburan saja. Kak Hugo gak pergi Honeymoon?" tanya Bastian dengan sengaja.
"Tidak, lain waktu saja! Soalnya banyak pekerjaan," sahut Hugo. Bastian semakin yakin kalau tebakannya mengenai hubungan Arimbi dan Hugo tidak baik ketika mendengar jawaban Hugo, tanpa sadar hatinya merasa senang ketika mengetahui sepertinya Hugo dan Arimbi tidak memiliki hubungan yang baik.
"Kok banyak kerjaan sih? Kan kak Hugo sudah diberi cuti seminggu oleh papa! Ayo bawa Arimbi pergi Honeymoon dong! Mana ada orang menikah gak pakai Honeymoon? Itu seperti masakan tanpa garam kak!" protes Clara menggunakan kesempatan itu.
"Iya Hugo, bawa Arimbi sekalian jalan-jalan. Bukankah kau juga sudah lama tidak pergi liburan? Tidak ada salahnya sekali-kali kau refreshing menggunakan kesempatan ini!" usul ibu Clara yang kali ini setuju dengan perkataan anaknya.
"Nanti kau dikatain Presdir pelit kak! Masa seorang Presdir nikahan gak pergi Honeymoon? Sungguh aneh!" protes Clara lagi.Hugo menatap semua yang berada di ruang itu bergantian.
Lagipula aku seminggu mau ngapain cuman berdua Arimbi di Apartemen? Benar juga, aku pergi refreshing saja, kami berdua ngapain di luar juga tidak ada yang tahu, pikir Hugo mempertimbangkan usul Clara dan ibunya itu.
"Baiklah, tapi cukup ke Raja Ampat atau Bali saja! Aku sedang malas ke luar negeri," putus Hugo akhirnya.
Bastian yang mendengar jawaban Hugo, tiba-tiba saja menyesal sudah menanyakan hal itu, padahal tadi tujuannya cuman mau menyelidiki hubungan Hugo dan Arimbi saja, dia tidak menyangka kalau pertanyaan nya benar-benar membuat Hugo akhirnya benar-benar pergi Honeymoon.
Mana ada kucing yang menolak diberi ikan? gerutu Bastian dalam hati sambil menatap tidak rela ke arah Arimbi yang terlihat biasa saja menanggapi ucapan Hugo. Lupa kalau dia sendiri tidak memiliki hak apapun atas Arimbi, dia hanya tahu hubungan Hugo dan Arimbi yang tidak bagus. Itu saja! Tapi apa saja yang dimiliki Hugo membuat Bastian merasa iri atas keberuntungan yang dimiliki Hugo, padahal mereka sama-sama anak Fernandez, hanya berbeda ibu saja!
Bersambung.............
Dear pembaca setia ku
Author minta maaf up nya tidak bisa teratur dan lancar, karena sering lembur kerja sampai malam. Yang mengikuti ceritanya jangan lupa di subscribe ya, jadi kalau up ada notifikasi pemberitahuannya karena author tidak bisa up dengan waktu yang sama.
Terimakasih buat yang sudah setia mendukung dan menunggu cerita ini🙏🥰🥰
aduh othor sayang, ku candu dengan cerita mu, sehat sehat biar up teratur 🫰❤️
semangat othor kesayangan