NovelToon NovelToon
Hanya Untuk Tuan Mafia

Hanya Untuk Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:614
Nilai: 5
Nama Author: Yann_Story

Kirana, seorang gadis yatim-piatu yang berakhir di bekerja di tempat seorang Tuan Muda dunia bawah yang terkenal dingin dan kejam, Derandra Arseto. Namun begitu, sebuah obsesi di hati Kirana seakan terpancing oleh sebuah tantangan baru...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Riak di Lantai Dasar

Kirana terkekeh riang, tawa ringannya memecah sisa-sisa ketegangan konflik di dalam kamar itu. Ia membungkuk hormat dengan sangat anggun. "Baik, Tuan Muda yang penuh gengsi. Selamat bekerja, dan jangan terlalu merindukan suapan saya," sahut Kirana dengan kedipan mata yang menggoda sebelum melangkah keluar dengan hati yang dipenuhi rasa kemenangan.

Langkah kaki Kirana yang ringan membawanya turun menuruni tangga marmer melingkar menuju lantai dasar. Di tangannya, nampan perak berisi mangkuk bubur yang telah kosong berkilau tertimpa cahaya lampu gantung kristal.

Sisa-sisa amarah Nona Tasya seolah masih tertinggal di udara koridor, namun bagi Kirana, itu tak lebih dari sekadar bumbu penyedap dalam misinya menaklukkan hati sang Tuan Muda.

Begitu menginjakkan kaki di area dapur utama, suasana sibuk langsung menyergapnya. Mbok Nah sedang sibuk memotong daging, sementara Sinta tengah mengelap deretan gelas perak dengan wajah yang masih menyiratkan sedikit ketakutan.

"Kirana!" bisik Sinta setengah berlari menghampirinya begitu melihat Kirana masuk. "Tadi... tadi Nona Tasya turun dengan muka merah padam. Dia bahkan menendang tempat sampah di lobi sebelum masuk ke mobilnya. Apa yang terjadi di atas? Kamu tidak diapa-apakan, kan?"

Kirana meletakkan nampan perak di atas meja konter dengan gerakan yang teratur dan santai. Ia terkekeh pelan, seolah yang baru saja dihadapinya hanyalah angin lalu. "Tidak ada apa-apa, Sinta. Nona Tasya hanya sedang tidak cocok dengan cuaca pagi ini. Suhu di lantai tiga memang agak terlalu dingin untuk gaun tipisnya."

"Kamu ini, masih saja bisa bercanda," Mbok Nah menimpali dari balik meja potong, menggeleng-gelengkan kepalanya namun ada senyum tipis di wajah sepuhnya. "Nona Tasya itu putri dari rekan bisnis paling penting Tuan Besar Arseto. Sifatnya memang angkuh dan keras kepala. Di rumah ini, tidak ada yang berani membantah permintaannya, bahkan Ibu Maya sekalipun sering kali memilih mengalah demi menjaga hubungan antar-keluarga."

Kirana mengambil sehelai kain bersih dan mulai membantu Sinta mengeringkan mangkuk-mangkuk porselen. Matanya yang bulat berkedip pintar, memancarkan kecerdasan yang tak terbantahkan.

"Hubungan bisnis adalah satu hal, Mbok. Tapi jika dia membawa keangkuhannya ke dalam kamar tidur seorang pria yang sedang menahan sakit akibat luka tembak, itu namanya tidak tahu situasi. Tuan Muda Adrian membutuhkan ketenangan, bukan drama panggung sandiwara."

Mbok Nah menghentikan pisau pemotongnya sebentar, menatap Kirana dengan pandangan mendalam. Sebagai orang lama di kediaman ini, ia bisa melihat bahwa Kirana bukan sekadar pelayan biasa yang bekerja demi upah bulanan. Keberanian, ketajaman otak, dan cara gadis itu memandang Adrian... semuanya terlalu intens.

"Kirana," ujar Mbok Nah dengan suara yang merendah, penuh perhatian keibuan. "Kamu gadis yang pintar dan sangat cantik. Tapi ingat, dunia tempat Tuan Muda berdiri itu dilapisi es yang sangat tipis. Di bawahnya ada jurang yang dalam dan gelap. Jangan sampai langkah beranimu justru membuatmu tergelincir ke dalamnya."

Kirana tersenyum manis, sebuah senyuman riang yang menyembunyikan tekad bajanya. "Terima kasih, Mbok. Tapi saya sudah terbiasa berjalan di atas kerikil tajam jalanan kota sejak kecil. Berjalan di atas es tipis... sepertinya akan menjadi tantangan yang sangat menarik."

Sore harinya, setelah memastikan Adrian tertidur pulas akibat pengaruh obat antibiotik gelombang kedua, Kirana kembali ke ruang kerja utama di lantai tiga. Tugasnya sore ini adalah merapikan tumpukan dokumen yang sempat berantakan akibat ditinggal terburu-buru oleh Adrian dan Hendra kemarin malam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!