NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Casanova.

Menikah Dengan Casanova.

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Nikah Kontrak / Playboy
Popularitas:523.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: selvi serman

Demi kesembuhan sang ibu tercinta, Mita terpaksa bersedia menerima tawaran dari Dirut rumah sakit untuk menikah dengan putranya yang terkenal Casanova.

Apakah Mita sanggup menjalani rumah tangga dengan pria Casanova yang terkenal suka gonta-ganti pasangan???

Dan akankah Damar menerima sepenuhnya pernikahannya dengan seorang gadis pilihan ayahnya??? seorang gadis biasa, terlebih lagi Damar pernah tak Sengaja bertemu dengan Mita di sebuah Club malam saat ia sedang bersenang-senang bersama dengan teman temannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembuktian, karena kenyataannya dia adalah putraku.

Pagi ini Damar bangun lebih awal dari biasanya. Sesuai dengan janjinya pada putranya, pagi ini Damar akan mengunjungi bocah tampan itu. Damar bahkan sengaja meminta asisten Randi untuk mewakili dirinya menghadiri meeting bersama klien di kota tersebut, demi menemui putranya.

Di koridor hotel Damar bertemu dengan Brian yang saat itu baru saja keluar dari kamar hotel tempatnya menginap.

"Apa kau tidak akan menghadiri meeting bersama klien pagi ini??." melihat Damar tidak mengenakan pakaian kerjanya, Brian lantas bertanya.

"Tidak, Asisten Randi yang akan menggantikan aku." Jawab Damar, Sebelum kembali melanjutkan langkahnya menuju ke arah lift, begitu pun dengan Brian yang berjalan di belakang langkah Damar.

Ting.

Pintu lift terbuka dan kedua pria tampan itu nampak memasuki kotak besi yang akan mengantarkan mereka ke lantai dasar.

Di dalam lift, Brian memperhatikan penampilan Damar dari atas hingga ke bawah. "Memangnya kau mau pergi ke mana???." tanya Brian pada Damar yang kini mengenakan pakaian casual nya.

"Aku ingin menemui putraku." tanpa menoleh Damar menjawab.

"Aku seperti masih belum percaya jika sekarang sahabatku ini sudah berstatus papa muda." kata Brian dengan nada menggoda sambil menepuk pundak Damar sekilas.

"jangankan dirimu, aku saja seperti belum percaya jika sekarang aku sudah memiliki seorang putra yang tampan, ketampanan putraku bahkan mengalahkan ketampanan papanya." kata Damar dengan penuh percaya diri. setiap kali membahas tentang putranya wajah Damar selalu saja nampak berseri seri, dan itu membuat Brian ikut senang melihatnya.

Setibanya di basemen hotel Damar dan Brian lantas berpisah dengan mengendarai mobil ketujuan masing-masing.

Di tengah perjalanan menuju rumah kontrakan Mita, Damar mampir sebentar ke toko mainan anak. Setelah mendapatkan sebuah mobil-mobilan remote yang cukup besar serta beberapa mainan lainnya, Damar pun kembali melanjutkan perjalanannya.

Setelah melanjutkan perjalanan kurang dari setengah jam kini mobil Damar tiba di depan tempat tinggal Mita.

Mendengar suara mesin mobil yang berhenti di depan rumah, Farrel bergegas keluar. Melihat keberadaan Damar yang baru saja turun dari mobilnya Farrel pun segera berlari kecil ke arah Damar.

"Om Amal." Farrel yang kini berlari ke arahnya lantas di sambut Damar dengan membawa bocah itu ke dalam gendongannya.

"Bagaimana kabar kamu anak ganteng???." Damar mengacak rambut putranya dengan gemas.

"Farrel.... Farrel....." terdengar suara yang tidak asing di telinganya mengalihkan perhatian Damar ke sumber suara, di mana Mita baru saja keluar dari dalam rumah untuk mencari keberadaan putranya. Mita yang tadinya sedang memasak di dapur lantas dibuat panik ketika tak lagi mendengar celotehan putranya di ruang tengah, itulah mengapa Mita yang hanya mengenakan baju kaos berwarna putih serta hot pant tersebut keluar dari dalam rumah untuk mencari keberadaan Farrel.

Glek.

Dengan susah payah Damar menelan salivanya melihat Mita dengan pakaian seperti saat ini. Tidak bisa di pungkiri bayangan istrinya itu tak mengenakan sehelai benang pun di hari itu masih teringat jelas di benak dan pikiran Damar.

"Mah, kok Om Amal nggak di suluh masuk???." celoteh Farrel ketika melihat ibunya hanya diam saja, tak kunjung mempersilahkan tamunya masuk ke dalam.

"Eh iya sayang, mama sampai lupa." kini pandangan Mita beralih pada Damar. "Silahkan masuk !!!." tutur Mita dan Damar pun mengangguk sambil mengulas senyum tipis. namun sepertinya senyuman Damar tak berarti apa-apa bagi Mita, terbukti wanita itu sama sekali tidak merespon senyuman Pria itu. meskipun begitu Damar sama sekali tak berkecil hati, mengingat seperti apa sikapnya sebelumnya pada wanita cantik dihadapannya itu.

Ya, Mita memang sangat cantik dan bentuk tubuhnya pun masih seperti gadis, bahkan banyak yang tak menyangka jika Mita merupakan seorang wanita yang telah memiliki seorang putra.

Kini perhatian Damar kembali pada Farrel "Kamu tunggu di sini sebentar ya, om akan segera kembali." Damar menurunkan Farrel dari gendongannya kemudian kembali beranjak menuju mobilnya. Tak berapa lama Damar kembali dengan sebuah mobil mobilan besar serta beberapa mainan lainnya di tangannya. "Ini buat kamu anak ganteng." kata Damar seraya meletakkan mobil mobilan besar tersebut ke lantai, lalu kemudian meminta Farrel untuk naik ke atasnya sebelum ia mulai mengendalikan mobil mobilan tersebut dengan remote control digenggamannya.

"Makasih ya Om." wajah bocah itu nampak begitu ceria mendapatkan mainan dari Damar.

"Sama sama sayang. Apa Kamu bahagia???." pertanyaan Damar di jawab anggukan kepala oleh Farrel. "Bahagia banget, Om." ucapnya.

Melihat keceriaan yang terpancar dari wajah putranya membuat hati Damar terasa begitu hangat. "Papa juga bahagia jika kamu bahagia, nak." ungkap Damar, tentunya itu hanya terucap dalam hati pria itu.

"Lain kali tidak perlu memberikan mainan mahal seperti itu pada putraku!!!." peringat Mita saat mobil mobilan yang membawa tubuh mungil Farrel agak menjauh dari mereka.

"Anak kita." koreksi Damar, seakan tak suka jika Mita mengatakan Damar hanya putranya seorang.

Mendapat tatapan tak suka dari Mita, Damar lantas menyerahkan sebuah amplop coklat yang tadi sengaja di bawa olehnya pada ibu dari putranya itu.

"Apa ini???." wajah Mita berubah bingung.

"Bukalah, maka kau akan tahu isinya!." pinta Damar seraya memandang ke arah putranya yang sedang asyik menikmati mainan barunya.

"Bagaimana, apa kau masih akan tetap mengelak jika Farrel adalah putraku???." kata Damar setelah melihat Mita selesai membaca surat di dalam amplop coklat tersebut, Surat keterangan hasil tes DNA antara dirinya dan Farrel.

"Untuk apa kamu melakukan semua ini???." cetus Mita dengan wajah tenangnya. Mita masih berusaha menampilkan wajah tenangnya di hadapan Damar, meski kenyataannya rasa khawatir mulai melanda wanita itu.

"Untuk membuktikan padamu jika Farrel adalah darah dagingku dan aku juga berhak atas dirinya."

Ucapan Damar hampir saja membuat Mita kehabisan kesabarannya. "Apa maksud kamu?? Apa kamu berniat ingin merebutnya dariku??." suara Mita terdengar lirih karena tak ingin sampai percakapan mereka terdengar oleh Farrel.

Damar menarik sudut bibirnya ke samping hingga menciptakan sebuah senyum tipis. "Aku memang bukan suami yang baik, tapi aku juga bukan seorang ayah yang Jahat, tega memisahkan putranya dari ibu kandungnya sendiri." jawaban Damar bisa sedikit mengurangi ketakutan di hati Mita, namun begitu ia belum bisa sepenuhnya percaya dengan ucapan Damar.

"Mita....." cukup lama Damar menatap wajah cantik Mita dengan intens. "boleh aku meminta waktumu untuk membicarakan hal serius!!!." kalimat Damar lebih terdengar seperti permintaan bukan pertanyaan.

"Memangnya apa yang ingin anda bicarakan dengan saya??." tanya Mita Setelah terdiam cukup lama.

"Aku ingin membahas tentang hubungan rumah tangga kita." jawab Damar tanpa menyembunyikannya dari Mita.

"Memangnya apa lagi yang harus di bahas, bukankah setelah empat tahun berpisah sudah cukup untuk membuktikan seperti apa hubungan rumah tangga kita, lalu untuk apa lagi membahasnya kembali???." cetus Mita.

"Om....kenapa mobil mobilannya berhenti??." saking fokusnya dengan percakapannya dengan Mita, sampai sampai Damar tidak menyadari jika mobil mobilan Farrel telah mentok pada dinding.

"Maaf sayang ..." ucap Damar, lalu kemudian kembali fokus pada remote control di genggamannya.

Untuk mendukung karya recehku jangan lupa like, koment, vote, give, and subscribe ya sayang sayangku 😘😘😘😘😘 dan jangan lupa untuk memberikan ulasan 🥰🥰🥰🥰🥰🥰

1
Sevis
lnjut thprr🙏💪
Yallend Mungil
kenapa ngk di lanjut si...ceritanya🙏 ditunggu ni thor lanjut yah🙏🙏🙏
Sri Melati
novel nya seru bagus bnget,,,
Siti Solikah
kok ga tamat sih thor novelnya padahal seru loh
Nur HafniOctavia
luar biasa🤩
Febby fadila
selamat ya Anin 💖 arjun semoga debaynya sehat
Febby fadila
hmm coba tanyakan sama kak Anis gmn proses lahiran
Febby fadila
Nah Loh kayakx mau disentuh Mala gemetar si Anin 😂😂😂😂
Febby fadila
suamimu mau malam pertama di vila nin 😂😂😂😂
Febby fadila
sabar Anin akan indah pada waktux
Febby fadila
Anin blom apa kau sdah kasih kode 😂😂
Febby fadila
Tukan paksu tidur luar 😂😂😂😂
Febby fadila
kayakx malam ni pak su bakalan tidur diluar 😂😂😂
Febby fadila
wow Anis tegas banget ya
Febby fadila
aduu para pelakor knp sangat berseleweran siiii
Febby fadila
terima takdir aja Arjun lagian anin anak baik nggak akan ngerepotkan kamu
Febby fadila
wooo jodoh pak dokter daun muda 😁😁😁
Febby fadila
alhamdllah klw Arjun cepat sadar,,, keputusan yg baik dan bijak 👍👍👍👍
Febby fadila
semangat damar sdah mulai luluh tu neng geulisnya 😂😂😂
Febby fadila
dimanapun berada pasti aja ada yg iri dengki sama orang lain,,, heran dah kayak kita makan dengan beras mereka aja🙄😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!