NovelToon NovelToon
KAISAR 100.000 DUNIA

KAISAR 100.000 DUNIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tawaki

Kaisar Tertinggi sang Kaisar Xuan Wu penguasa 100.000 Dunia. Perang Terakhir itu menyebabkan Jiwa nya bereinkarnasi ke tubuh lemah seorang pemuda berna Lin Fan. Lin Fan pemuda dari keluarga Lin cabang. hidup keseharian nya selalu mendapat penyiksaan dari sepupu nya Lin Hao. Lin Fan dulu sudah mati yang ada sekarang adalah Lin Fan dengan jiwa Kaisar Xuan Wu. dengan pengetahuan masa lalu sebagai Kaisar dia mulai merangkak dari Bocah Sampah mejadi kultivator hebat di dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 : Konfrontasi dengan Lin Hao

Kabar tentang runtuhnya Tiang Oak Besi menyebar lebih cepat daripada api di musim kemarau. Sebelum matahari mencapai puncaknya, hampir setiap anggota muda Klan Lin di Kota Qingyun telah mendengar kisah "Sampah Lin" yang menjatuhkan tiang latihan dengan satu pukulan tangan kosong.

Bagi sebagian besar klan, ini dianggap sebagai kebetulan atau trik curang. Namun, bagi mereka yang menyaksikan langsung—terutama para pengikut Lin Hao—ini adalah ancaman eksistensial. Jika Lin Fan bisa bangkit, maka superioritas Lin Hao sebagai calon pewaris Cabang Utama menjadi dipertanyakan.

Di ruang pertemuan pribadi kediaman Cabang Utama, Lin Hao menghancurkan sebuah cangkir porselen mahal di tangannya. Pecahan keramik jatuh ke lantai marmer, bercampur dengan teh yang tumpah.

"Dia mempermalukanku!" raung Lin Hao,

wajahnya merah padam karena amarah. Di hadapannya berdiri dua orang: Si Banteng (preman Klan Zhao yang dulu mengintai Lin Fan) dan seorang pria berambut pirang kusut bernama Luo Feng, ahli racun rendahan yang sering disewa untuk tugas-tugas kotor.

"Tenang, Tuan Muda," kata Luo Feng

dengan suara serak, matanya yang kuning menyipit licik.

"Kemarahan hanya akan membuat keputusanmu buruk. Lin Fan itu... anomali. Tubuhnya rusak, tapi tekniknya aneh. Kita tidak bisa menghabisinya dengan kekuatan brutal saja, karena sekarang ada mata yang menonton. Paman Gu sudah terlibat."

"Lalu apa saranmu? Aku tidak bisa membiarkannya hidup tenang setelah menghina harga diriku." Lin Hao mendengus kasar.

Luo Feng tersenyum, memperlihatkan gigi-giginya yang berwarna kecokelatan.

"Kita tidak perlu membunuhnya. Kita hanya perlu membuatnya 'kecelakaan'. Besok, akan ada perburuan hewan spiritual kecil di Hutan Kabut Utara. Itu adalah bagian dari persiapan pra-akseptasi Akademi. Jika Lin Fan nekat ikut... well, hutan itu penuh dengan jebakan alami. Dan beberapa jebakan buatan manusia juga."

"Jebakan racun? Atau perangkap lubang?" Si Banteng bertanya tanya

"Keduanya," jawab Luo Feng.

"Saya telah menyiapkan Serbuk Tidur Naga yang dicampur dengan Getah Pemikat Binatang. Jika dia menghirupnya, dia akan pingsan. Dan saat dia pingsan, binatang buas tingkat rendah seperti Serigala Bayangan akan mencium darahnya. Tidak akan ada yang menyalahkan kita. Itu akan terlihat seperti ketidakberuntungan seorang pemula yang ceroboh."

"Bagus. Pastikan dia tidak pernah bangun lagi. Atau jika dia bangun, pastikan dia cacat seumur hidup sehingga bahkan obat dewa pun tidak bisa menyembuhkannya."

Lin Hao akhirnya tenang, senyuman jahat kembali muncul di wajahnya.

Sementara itu, di sudut pasar yang sepi, Lin Fan sedang melakukan transaksi penting.

Ia tidak menggunakan lima batu spirit yang dimenangkannya dari Lin Hao untuk membeli makanan enak atau pakaian baru. Ia membelanjakannya dengan sangat hati-hati. Dua batu spirit digunakan untuk membeli bahan ramuan dasar yang lebih berkualitas. Satu batu spirit disimpan sebagai dana darurat. Dan dua sisanya? Ia menggunakannya untuk membeli informasi.

Ia duduk di meja belakang sebuah warung mie gelap, berhadapan dengan seorang informan kecil bernama Tikus. Tikus adalah anak jalanan kurus yang tahu segala gosip di Kota Qingyun, dari urusan selingkuh istri pedagang hingga rute patroli penjaga kota.

"Jadi," kata Lin Fan, mendorong dua batu spirit melintasi meja.

"Aku ingin tahu semua tentang Luo Feng. Ahli racun yang bekerja untuk siapa saja yang membayar. Kebiasaannya, sumber bahan bakunya, dan siapa saja kliennya belakangan ini."

Tikus matanya berbinar melihat batu spirit itu. Ia dengan cepat menyembunyikannya ke dalam bajunya.

"Luo Feng?"

"Dia tikus got yang berbahaya, Tuan Muda. Dia sering membeli Akar Ular Hitam dan Jamur Berdarah dari pedagang gelap di Distrik Bawah. Belakangan ini, dia sering terlihat bertemu dengan seseorang dari Cabang Utama Klan Lin. Orang bertubuh besar, wajah sombong."

Lin Fan mengangguk. Konfirmasi. Lin Hao sudah bergerak. Dan dia menggunakan ahli racun.

"Apa lagi?" tanya Lin Fan.

"Oh, dan ada kabar lain," bisik Tikus, mendekatkan wajahnya.

"Besok akan ada perburuan di Hutan Kabut Utara. Banyak pemuda klan akan ikut. Katanya, ada hadiah khusus dari Dewan Kota bagi siapa saja yang membawa kepala Serigala Bayangan. Tapi... banyak yang bilang hutan itu sedang tidak stabil. Energi spiritual di sana kacau."

Lin Fan menyipitkan mata. Perburuan. Hadiah. Dan hutan yang tidak stabil. Ini adalah jebakan klasik. Lin Hao pasti berharap Lin Fan ikut agar bisa menjebaknya di tengah kekacauan.

Jika Lin Fan tidak ikut, ia akan dicap pengecut. Jika ia ikut, ia masuk ke sarang singa.

"Tikus" kata Lin Fan tiba-tiba.

"Apakah kau tahu di mana aku bisa menemukan Bunga Bulan Pucat? Yang tumbuh di tebing utara Hutan Kabut?"

Tikus terkejut.

"Bunga Bulan Pucat?"

"Itu bunga langka! Biasanya digunakan untuk menetralkan racun saraf ringan. Tapi kenapa kau bertanya? Itu tempat berbahaya."

"Karena aku punya rencana," jawab Lin Fan singkat.

Ia berdiri, meninggalkan sisa mie yang belum dimakan.

"Terima kasih atas informasinya. Jika kau mendengar sesuatu tentang pergerakan Luo Feng hari ini, temui aku di perpustakaan klan sore ini. Ada bonus untukmu."

Tikus mengangguk cepat, lalu menghilang ke dalam kerumunan pasar.

Lin Fan berjalan keluar warung, pikirannya bekerja keras. Ia tahu Lin Hao akan menggunakan racun. Maka, ia harus mempersiapkan antidotum. Bunga Bulan Pucat adalah bahan utama untuk Pil Penawar Racun Dasar, yang bisa ia buat malam ini.

Tapi itu bukan satu-satunya alasan ia pergi ke Hutan Kabut.

Di kehidupan sebelumnya, Lin Fan ingat bahwa Hutan Kabut Utara memiliki sebuah gua tersembunyi yang hanya muncul ketika energi spiritual di area tersebut mengalami fluktuasi drastis—tepat seperti kondisi "tidak stabil" yang dikabarkan Tikus. Di dalam gua itu, terdapat sumber Air Spirit Murni tingkat rendah. Air itu tidak berguna untuk kultivasi tinggi, tapi sangat efektif untuk membersihkan residu racun dari tubuh dan mempercepat pemulihan meridian.

Lin Hao berpikir ia mengirim Lin Fan ke kuburan.

Padahal, Lin Fan sedang menuju ke tempat penyembuhan pribadinya.

Namun, ada satu masalah. Hutan Kabut dipenuhi monster. Dengan kekuatan fisik barunya, Lin Fan mungkin bisa melawan Serigala Biasa, tapi Serigala Bayangan? Itu adalah beast tingkat 1 awal yang bisa menggunakan ilusi.

Lin Fan menyentuh saku bajunya, merasakan tekstur kasar dari tiga pil "sampah" yang tersisa. Ia butuh senjata. Bukan pedang, bukan tombak. Tapi sesuatu yang bisa mengecoh indra binatang buas.

Ia berbelok ke arah toko peralatan bekas. Ia mencari sebuah lonceng tembaga tua yang retak. Bagi orang lain, itu sampah. Bagi Lin Fan, dengan sedikit modifikasi menggunakan Qi-nya, lonceng itu bisa menghasilkan frekuensi suara yang mengganggu keseimbangan indera pendengaran Serigala Bayangan, membatalkan ilusi mereka.

"Satu lonceng retak, lima koin tembaga," kata pedagang tua itu.

Lin Fan membayar, mengambil lonceng itu, dan mengikatnya di pinggangnya. Ia terlihat seperti pengemis yang mengumpulkan barang rongsokan. Tapi di balik penampilan itu, otak sang Kaisar sedang merancang pembunuhan balik.

Malam itu, Lin Fan tidak tidur. Ia meracik Pil Penawar Racun menggunakan Bunga Bulan Pucat yang ia beli secara diam-diam dari pedagang keliling (untuk menghindari jejak). Prosesnya lebih mudah kali ini karena ia sudah terbiasa dengan panas api tungku.

Ketika fajar menyingsing, Lin Fan memiliki:

Tiga pil penguat tulang (sisa).

Lima pil penawar racun dasar.

Lonceng tembaga retak yang telah dimodifikasi dengan resonansi Qi.

Pengetahuan tentang lokasi jebakan Lin Hao.

Ia memandang langit yang mulai terang. Wajahnya tenang, namun matanya tajam seperti elang.

"Kau ingin bermain di hutan, Hao?" gumam Lin Fan.

"Baiklah. Mari kita lihat siapa yang menjadi pemburu, dan siapa yang menjadi mangsa."

Ia mengenakan ransel sederhana, menyelipkan pisau pendek berkarat di ikat pinggangnya (hanya untuk show), dan melangkah keluar gubuk. Ibunya masih tidur, jadi ia meninggalkan catatan kecil:

*Pergi berlatih di hutan. Jangan khawatir. Aku akan pulang sebelum malam*

Langkah kakinya ringan saat ia menuju gerbang utara kota, di mana puluhan pemuda klan lainnya sudah berkumpul, siap untuk perburuan. Di antara mereka, Lin Hao berdiri dengan senyum lebar, matanya menyapu kerumunan, mencari korban utamanya.

Saat mata mereka bertemu, Lin Hao memberikan senyuman palsu yang manis. Lin Fan membalasnya dengan anggukan sopan.

Tidak ada yang tahu bahwa di balik senyuman Lin Fan, terdapat niat dingin untuk menghancurkan segala rencana licik sepupunya, satu per satu, di tengah kabut hutan yang tebal.

Permainan telah dimulai. Dan kali ini, Lin Fan memegang kartu as.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!