NovelToon NovelToon
Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:62.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Sejak SMA, Amelia Hartono diam-diam mencintai Evan Cristian. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali setelah lulus kuliah, Amelia mengira Tuhan akhirnya mengabulkan cintanya. Sebagai pewaris tunggal keluarga Hartono, Amelia yang polos dan kesepian menyerahkan seluruh kepercayaan kepada pria yang dicintainya.

Namun, cinta itu ternyata hanyalah jebakan.
Satu per satu aset perusahaan berpindah tangan. Pernikahan yang selama ini diyakininya sah ternyata palsu. Bahkan, bayi yang dikandung dan dilahirkannya dengan taruhan nyawa ternyata bukan darah dagingnya. Amelia hanyalah seorang ibu pengganti yang ditipu.

Di balik semua itu berdiri Evan Cristian dan istri sahnya, Carolin Baskara, model papan atas sekaligus putri keluarga konglomerat Baskara. Namun, saat semuanya hancur, Elang Anderson teman lamanya muncul kembali, pria yang diam-diam pernah jatuh cinta padanya kini membantunya.

"Kau boleh menangis hari ini, Amelia. Tapi besok, aku akan memastikan mereka yang menangis di hadapanmu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06

Sementara itu, Evan juga tampak memperhatikan wanita di depannya. Tatapannya menelusuri wajah Laras beberapa saat. Mungkin karena merasa pernah melihatnya. Atau mungkin hanya sekadar menilai kandidat yang datang ke rumahnya.

Namun, tidak ada tanda-tanda pengenalan di wajah pria itu. Operasi plastik yang dijalani Amelia benar-benar berhasil.

"Anda siapa?" tanya Evan akhirnya.

Laras menundukkan kepala sedikit. "Saya Laras Adipati, Pak. Saya datang karena mendapat panggilan wawancara."

"Oh." Evan tampak mengingat sesuatu.

"Ibu susu?"

"Iya, Pak."

Belum sempat percakapan mereka berlanjut, suara tangisan bayi tiba-tiba menggema dari dalam rumah.

Laras menundukkan kepala lebih dalam agar Evan tidak melihat perubahan ekspresinya. Sementara itu, Evan hanya menghela napas panjang.

Wajahnya terlihat lelah. "Bahkan pelayan pun tidak bisa menenangkannya."

Tangisan bayi kembali terdengar. Kali ini lebih keras dari sebelumnya. Evan memijat pelipisnya.

"Sudah dua bulan, tapi tetap saja sulit diurus."

Laras menggigit bagian dalam bibirnya. Kalimat itu terasa seperti pisau yang menusuk dadanya. Di wajahnya, Laras tetap memasang ekspresi tenang.

"Kalau begitu, saya harap bisa membantu."

Evan menatapnya sekilas, lalu mengangguk.

"Masuklah."

Pelayan lalu datang menghampiri Laras, setelah Evan pergi.

Laras melangkah melewati ambang pintu. Begitu kakinya memasuki rumah itu, suara tangisan sang bayi terdengar semakin jelas. Membuat langkahnya nyaris goyah. Tetapi ia segera menegakkan tubuhnya kembali.

Laras mengikuti langkah seorang pelayan menuju ruang tamu. Rumah keluarga Baskara jauh lebih megah daripada yang ia bayangkan. Langit-langit tinggi, perabotan mahal, dan berbagai lukisan bernilai fantastis menghiasi setiap sudut ruangan.

Namun, perhatian Laras sama sekali tidak tertuju pada kemewahan itu. Sejak memasuki rumah, fokusnya hanya satu, Putrinya. Tangisan bayi masih terdengar dari lantai atas.

Tangisan yang membuat hatinya terasa diremas berkali-kali. Pelayan yang berjalan di depannya menghela napas panjang.

"Sudah dua jam, Nona."

Laras menoleh. "Dua jam?"

Pelayan itu mengangguk. "Baby terus menangis. Waktu tidur sebentar tadi juga tidak lama. Setelah bangun langsung menangis lagi."

Nada suara wanita paruh baya itu terdengar lelah.

"Biasanya seperti itu?"

Pelayan mengangguk. "Belakangan ini semakin sering. Mungkin karena belum menemukan ibu susu yang cocok."

Laras menundukkan pandangannya. Jari-jarinya perlahan mengepal. Ia tahu penyebab sebenarnya, bayi itu kehilangan ibunya. Kehilangan kehangatan yang selama sembilan bulan selalu menemaninya.

Sesampainya di ruang keluarga, Laras melihat Evan berdiri tidak jauh dari sebuah sofa. Pria itu tampak sedang berbicara dengan seorang pengasuh yang terlihat kewalahan.

Sementara dalam gendongannya, seorang bayi perempuan kecil terus menangis hingga wajah mungilnya memerah.

Napas Laras seketika tertahan, matanya langsung berkaca-kaca. Bayi yang selama dua bulan terakhir hanya bisa ia rindukan dalam mimpi. Bayi yang ia lahirkan dengan taruhan nyawa. Tubuh Laras hampir bergerak tanpa sadar. Hampir berlari menghampiri anaknya. Namun, ia segera menahan diri.

Pelayan di sampingnya kembali menghela napas.

"Baby memang sulit ditenangkan."

Laras memandangi bayi itu beberapa saat. Kemudian berkata pelan,

"Bolehkah saya menggendongnya?"

Semua orang langsung menoleh, termasuk Evan Pria itu jelas terlihat ragu. Tatapannya berpindah dari Laras kepada bayinya.

"Kau baru datang."

Laras mengangguk. "Saya tahu, tapi saya cukup terbiasa dengan bayi."

Evan masih terlihat berpikir. Namun, sebelum ia sempat menjawab, tangisan bayi itu kembali pecah lebih keras. Membuat pengasuh terlihat hampir putus asa. Pria itu akhirnya mengembuskan napas panjang.

"Lakukan saja."

Laras berusaha menahan gemetar di tangannya. Perlahan ia melangkah mendekat. Setiap langkah terasa begitu berat. Saat pengasuh menyerahkan bayi itu ke dalam pelukannya, jantung Laras berdegup begitu keras.

Anehnya, baru beberapa detik berada dalam pelukan Laras, tangisan bayi itu mulai melemah. Bayi kecil itu berkedip beberapa kali. Lalu menatap wajah Laras. Seolah sedang mengenali sesuatu. Mengenali kehangatan yang pernah menjadi dunianya selama sembilan bulan. Laras mengusap punggung kecil putrinya dengan lembut.

"Sayang..." Bisiknya tanpa sadar.

Namun, cukup pelan hingga tidak ada yang memperhatikannya. Kemudian ia mulai mengayunkan tubuh mungil itu perlahan. Sembari menyenandungkan lagu pengantar tidur yang dulu sering ia nyanyikan saat masih mengandung.

Suara Laras begitu lembut, begitu menenangkan. Dan yang paling mengejutkan, tangisan bayi itu benar-benar berhenti.

Semua orang terpaku. Pengasuh yang sejak tadi kewalahan sampai membelalakkan mata. Pelayan di samping Laras tampak tidak percaya.

"B-Berhenti menangis..." Bisiknya.

Sementara itu, bayi kecil dalam pelukan Laras mulai tenang. Bahkan, perlahan menyandarkan kepalanya ke dada wanita itu. Seolah menemukan tempat ternyaman di dunia. Laras menggigit bibir bagian dalam untuk menahan air matanya.

Di sisi lain, Evan memandangi pemandangan itu dengan ekspresi terkejut. Selama dua bulan terakhir, tidak ada seorang pun yang mampu membuat bayi itu setenang ini. Bahkan, Carolin sering kehilangan kesabaran hanya dalam hitungan menit.

Namun, wanita yang baru datang beberapa menit lalu justru berhasil melakukannya.

"Itu luar biasa." Ucapan itu keluar begitu saja dari mulut Evan.

Laras mengangkat wajahnya. Pria itu masih menatapnya dengan heran.

"Biasanya dia menangis jauh lebih lama."

Laras tersenyum tipis. "Bayi bisa merasakan ketenangan orang yang menggendongnya."

Jawabannya sederhana. Namun, entah mengapa membuat Evan semakin kagum.

Sementara itu, pelayan yang berdiri di dekat mereka langsung berkata antusias, "Nona Laras cocok sekali menggendong Baby."

"Iya." Pengasuh ikut mengangguk. "Baby bahkan tidak pernah setenang ini."

Laras menundukkan pandangannya. Tatapannya kembali jatuh pada wajah kecil yang kini tertidur nyaman dalam pelukannya.

'Oke, langkah pertama berhasil. Sekarang tinggal membuat Evan percaya kalau aku bisa mengurus bayinya. Setelah itu baru kita bereskan dua orang itu,'

1
Lianty Itha Olivia
dlm cerita slalu byk org jahatnya
mimief
wkwkwkwk
aku ambil kuaci dulu Thor
mau liat keributan mereka.
panik ga,panik donk ah🤣
❥␠⃝ ͭ🍁MI💋🅛🅚-🅒🅘🅣🅡🅐👻ᴸᴷ
kayaknya setelah semua masalah selesai Laras melakukan operasi lagi kewajah Amelia lagi biar makin meyakinkan kasus yang menyeret mereka biar hukumannya makin berat
mimief: kyk nya ga deh
dr percakapan elang sama Laras kemarin
mang Amelia dibikin udah ga ada
mungkin hukuman mereka malah tambah berat
total 1 replies
Oma Gavin
mampusss kalian semua
SasSya
semua akan terkuak satu persatu
kalian bersekongkol untuk menipu dan merampok Amelia
Les Tary
ga kenal dari hongkong🤣🤣
Helen@Ellen@Len'z: 🤣🤣🤣🤣🤣loh kok dr hongkong
total 1 replies
mimief
gas keun
habisi jangan bersisa
biar mereka merasakan neraka dunia yg dulu mereka ciptakan buat dirimu
mimief: setujuu bangett
enak amet idup kyk ga punya dosa sm sekali 😌
total 2 replies
Les Tary
Carolina wajib nyusul Evan kepenjara dulu mereka berdua telah menghancurkan hati Amelia
Jaya Fandi
luaar biasa sekali kamu lang,,semoga engkau mendapatkan jodohbyg luaar biasa sprt mama ara
SasSya
Bagus!
memainkan peran begitu epic
sampai semua orang tidak ada yg Sadar 👍
Dewi Ansyari
Tunggu saja kamu Carolin dan Evan sebentar lagi balasan buat perbuatan kalian selama ini pada Amelia akan membayar harganya
Dewi Ansyari
Bagus Tian Baskara semakin kamu emosi ,makasih Laras lebih mudah mendapatkan semua haknya,dan juga keadilan untuknya yg sebagai Amelia akan mendapatkan hak atas semaunya 😔
Dewi Ansyari
Tunggu saja kehancuranmu Evan😡😡😡
Dewi Ansyari
Akhirnya Laras benar2 bisa bebas dari kandang harimau Rvan
merry
bgss tu seret Caroline juga dan klurga y kn istri tua evan otomatis nikmati hrta ya laras dan parah laras dijadiin wadah benih mrk itu termsk nipu dan tindakan ilegal terhdp laras,,,
merry
heran sm evan harta yg dia nikmatin ko gk sdr dri gt ya 🤔🤔🤔santai ajjh
Rarik Srihastuty
aku thor, pemasaran dengan cerita Kenzo
Aisyah Alfatih: nanti aku rilis ya, tamat elang... biar nggak keteter up nya 😬😬
total 1 replies
neny
carolin ini gmn ya,,apa2 mau nya langsung beres,,percuma dng jalan tenang pun semua nya akan terkuak,,dan siap2 ajh senyum kemenangan,senyum kekuasaan dan senyum kesombongan itu sebentar lg akan hilang,,tunggu ajh
neny
heheehee,,carolina,,emng siape elo,,helloo,,ibu kandung nya tuh amelia,,cek ajh ath ke lab,,lagian km jg sebnyar lg akan nyusul evan,,🤣🤣
Makin seru ajh nih,,
Aditya hp/ bunda Lia
gak sabaaarrrrrrr ... pake banget aku mau tau gimana si Evan sama si Carolin dan bapaknya pas tau kelakuan mereka sebenarnya dan itu menghancurkan semuanya ....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!