NovelToon NovelToon
Labuhan Hati Sang Alpha

Labuhan Hati Sang Alpha

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Ruang Ajaib
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

"Jangan tertipu dengan kelembutan kelopak bunga, karena di balik keindahannya ada duri yang bisa menembus jantungmu tanpa suara."

Putri Arabella Costa adalah perpaduan keanggunan bangsawan dan ketangguhan jiwa modern. Terlahir kembali sebagai putri bungsu Kerajaan Costa, Bella menolak diam di istana mewahnya dan memilih hidup bebas menyamar sebagai gadis biasa. Dia memiliki ruang dimensi berisi air kehidupan yang mampu menyembuhkan segala penyakit.

Lucian Alistair sosok pria yang dingin, dominan, memiliki insting bertarung serta indra penciuman yang tajam, menguasai garis depan militer, dan memiliki harga diri setinggi langit yang tidak bisa disentuh oleh sembarang orang.

Dua karakter kuat pemilik rahasia besar ini mendadak terikat dalam pernikahan tak terencana. Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Akankah kebuasan serigala bisa menaklukkan sang putri rahasia, atau justru sang Alpha yang akan bertekuk lutut di bawah kendali Arabella?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEMARAHAN LUCAS

"Apa lagi? Jangan bilang kamu mau minta peluk seperti semalam ya? Tidak ada jatah peluk kalau kamu tidak sakit!" potong Ara cepat sebelum Lucian sempat menyelesaikan kalimatnya, wajahnya mendadak memerah karena teringat kejadian bulan purnama kemarin.

Lucian tertawa rendah mendengar jawaban ketus Ara yang terdengar sangat menggemaskan itu, dia menghentikan tangannya, lalu menatap wajah Ara dari samping dengan pandangan sulit di artikan.

"Bukan soal itu, aku hanya ingin bertanya, apa kamu tidak pernah penasaran dengan masa laluku?" tanya Lucian, memancing reaksi Ara tentang identitas aslinya yang masih dirahasiakan di desa perbatasan Kerajaan Costa ini.

Ara menghentikan gerakannya memungut kayu, dia terdiam sejenak, menatap sepotong kayu di tangannya sebelum akhirnya menoleh dan menatap langsung ke dalam mata Lucian.

"Untuk apa aku penasaran? Kamu yang terkapar di kebun ku, dan hampir merusak tanaman kubis ku, kamu yang sekarat karena racun, dan sekarang kamu yang membantuku mencangkul kebun," jawab Ara dengan nada suara yang mendadak tenang namun terdengar sangat dewasa.

Ara melemparkan kayu terakhir ke dalam keranjang, lalu bangkit berdiri diikuti oleh Lucian yang menjulang tinggi di hadapannya.

"Bagiku, siapa pun kamu di luar sana, entah itu seorang bangsawan kaya atau buronan kelas kakap, saat ini kamu cuma pria menyebalkan yang numpang makan di rumahku. Jadi, tidak perlu repot-repot menceritakan masa lalu mu jika itu hanya akan membuat kepalamu sakit lagi," lanjut Ara sambil menepuk-nepuk debu tanah di gaun rumahannya, memberikan senyuman tipis.

Mendengar jawaban yang sama sekali tidak terduga itu, Lucian sempat terpaku di tempatnya berdiri selama beberapa detik, hati serigala nya terasa sangat hangat dan tersentuh oleh ketulusan yang dipancarkan oleh istri cerewet nya ini, gadis yang bahkan tidak tahu seberapa besar kekuasaan nama Alistair di luar sana.

Dan Lucian juga tidak tahu se besar apa latar belakang seorang Arabella Costa, Putri bungsu Raja Costa.

"Kamu benar-benar gadis yang aneh, Ara," gumam Lucian, sebuah senyuman tulus terukir indah di wajah tampannya.

"Biarkan saja aku aneh, yang penting aku tidak labil sepertimu! Sudah ah, cepat bawa keranjang kayu ini ke dapur, aku mau melanjutkan masak makan siang kita," perintah Ara ketus, buru-buru memalingkan wajahnya yang kembali menghangat karena tidak kuat menatap senyuman tulus Lucian yang terlalu menawan bagi kesehatan jantungnya.

"Siap dilaksanakan, Nyonya Ian," goda Lucian dengan nada usil, mengangkat keranjang, lalu mengekor di belakang Ara yang berjalan menghentak-hentakkan kakinya kesal menuju dapur.

Sementara itu, di kediaman Alistair yang megah, terjadi keributan.

Pintu gerbang depan yang dijaga ketat oleh pasukan elite kediaman Alistair dipaksa terbuka karena Lady Michelle datang membawa rombongan pelayan dan pengawal dari keluarga Earl Kendrick.

Gadis itu, dengan gaun mewah yang sengaja dibuat agak longgar di bagian perut, melangkah masuk ke ruang tamu utama seolah-olah dirinya sudah menjadi nyonya besar di rumah tersebut.

"Di mana Paman Lucas dan Bibi Jasmine? Aku datang untuk mengantarkan sup herbal penenang yang sengaja ku buat sendiri untuk Bibi," ucap Michelle dengan suara yang sengaja dikeraskan agar terdengar oleh seluruh pelayan kediaman Alistair.

BRAKK

Pintu ruang kerja lantai dua terbuka dengan keras.

Sosok Lucas Alistair berjalan turun dengan langkah lebar, dengan aura yang menyeramkan, hingga membuat para pengawal keluarga Earl yang mengawal Michelle langsung berlutut gemetar di lantai.

"Siapa yang mengizinkan wanita ular ini menginjakkan kakinya di lantai rumahku, hah?!" bentak Lucas, suaranya menggelegar memenuhi seisi ruangan mewah tersebut.

Matanya berkilat tajam, menatap Michelle dengan pandangan membunuh.

Suasana di dalam ruangan langsung mendadak terasa dingin dan mencekam.

Michelle sempat mundur satu langkah karena ketakutan setengah mati melihat tatapan mata Lucas, namun dia segera menguasai diri dan memegangi perutnya dengan dramatis.

"P-Paman Lucas... tolong jangan membentak ku seperti itu, aku sedang mengandung cucu dari keluarga Alistair, anak dari Kak Lucian, tidak baik bagi janin ini jika ibunya terkejut-"

"TUTUP MULUTMU, WANITA SIALAN!" potong Lucas dengan raungan rendah yang sangat mengerikan.

Dalam satu kedipan mata, tubuh kekar Lucas sudah melesat maju, tangan kirinya bergerak secepat kilat, mencengkeram kuat leher Lady Michelle hingga tubuh gadis bangsawan itu sedikit terangkat dari atas lantai.

"Ugh... P-Paman..." rintih Michelle, wajahnya langsung memerah padam dengan mata yang melotot panik karena pasokan udaranya terhenti seketika.

"Berani sekali kamu membawa nama putraku dalam kebohongan menjijikkan mu ini! Jangankan menyentuhmu, Lucian bahkan menganggap mu lebih rendah kotoran!" desis Lucas tepat di depan wajah Michelle, rahangnya mengeras sempurna dengan urat-urat di lehernya yang menegang.

Cengkeraman tangan Lucas semakin kuat, benar-benar tidak peduli dengan status Michelle sebagai putri seorang Earl, baginya, kehormatan keluarga Alistair dan kesehatan Jasmine jauh lebih berharga daripada nyawa wanita ular di hadapannya ini.

"Tu-Tuan Besar Lucas! Tolong lepaskan Lady kami! Dia bisa mati!" teriak salah satu pelayan Michelle dari lantai dengan suara ketakutan, tidak berani mendekat sama sekali karena takut lehernya ikut dipatahkan.

"Lucas, hentikan! Jangan kotori tanganmu dengan darah sampah seperti dia!" teriakan tegas dari arah lantai dua membuat gerakan tangan Lucas terhenti.

Jasmine berjalan turun dengan anggun, didampingi oleh Leo yang langsung memasang badan waspada, tatapan mata Jasmine menatap dingin ke arah Michelle yang sudah mulai lemas di cengkeraman suaminya.

Lucas mendengus kasar, lalu menghempaskan tubuh Michelle ke atas lantai dengan kasar hingga gadis itu terbatuk-batuk hebat sambil memegangi lehernya yang kini membiru.

"Uhuk! Uhuk! B-Bibi Jasmine...kak Lucian benar-benar berjanji padaku..." ucap Michelle dengan suara seraknya, masih mencoba melanjutkan aktingnya.

Jasmine berdiri di depan Michelle, menatapnya dari atas ke bawah dengan senyuman meremehkan.

"Jangan pernah memanggilku Bibi, Lady Michelle, ku rasa urat malumu bener-benar sudah putus, ya? Putraku bahkan tidak ada di ibu kota saat malam yang kamu klaim sebagai malam hubungan kalian. Mau aku panggilkan tabib istana sekarang untuk memeriksa kehamilan palsu mu itu?" ucap Jasmine tersenyum miring.

Mendengar tantangan dari Jasmine, wajah Michelle yang tadinya memerah langsung berubah menjadi pucat pasi, dia tahu betul jika tabib istana sampai turun tangan, seluruh kebohongannya akan terbongkar hari ini juga.

"S-Sakit... perutku mendadak sakit... Ayah... tolong aku..." racau Michelle, berpura-pura kesakitan demi menghindari interogasi lebih lanjut dari Luna keluarga Alistair tersebut.

"Bawa wanita sialan ini keluar dari sini sekarang juga! Sebelum aku temukan semua isi perut nya" perintah Lucas pada pasukan pengawalnya, suaranya terdengar sangat dingin dan tegas.

"Dan sampaikan pada Earl Kendrick, jika putri ularnya ini berani mendekati gerbang rumahku lagi, aku sendiri yang akan meratakan kediaman mereka dengan tanah!" lanjut Lucas tanpa ampun.

"Baik, Tuan Besar!" jawab para pengawal Alistair serempak.

1
ryuka
araaa kanu mending jujurr 🤭🤭🤭🤭
kaylla salsabella
hayooo kok dia " nya mau di jodohkan🤣🤣
kaylla salsabella
cara nya gimana🤔🤔
kaylla salsabella
pasti si raja
kaylla salsabella
ayo mine cepat sehat mine
kaylla salsabella
makin seru
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣 panik kan... kan🤣🤣🤣🤣
Ayu Oktaviani
jumpa lagi thor ,aq mmpir di karya baru mu,😘
Gaishan Ahzar
payah c Lucian lemah jg...bukanya buru2 nyari bukti kelakuan c Michelle malah makin kejebak kan jdinya,,
ryuka
ayoo Iaann kamu harus semangat nyari laki2 itu.. kakek juga mantan raja tapi malh ga bijak iikkhhh
kaylla salsabella
itu lady lady gagak gak kapok"
kaylla salsabella
nah lo
kaylla salsabella
wah pasti bakal kalang kabut nih si Ian
Gesang
lanjuuuut👍
kaylla salsabella
akhirnya nyampe juga
Pa Muhsid
eh tor baru inget di bab ini nasib Lucius kakaknya jasmine gimana yang berburu sampai di ujung negeri
kaylla salsabella: mungkin sudah nikah sama nona pemburu
total 1 replies
Wahyuningsih
klau up jgn lma2 thor tk enak menunggu... upnya yg buanyk n hrs tiap hri sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 n makacih tuk upnya
IG : hofi03_skrniii: siap cantik, stay tuned yaaa 🤍
total 1 replies
Wahyuningsih
mampus
MomRea
kuli kebun dan nona kubis 😄😄😄
IG : hofi03_skrniii: couple goals 💅🏻
total 1 replies
ryuka
yaahhh kepisah sonl ian sma ara 🤭🤭🤭🤭
IG : hofi03_skrniii: konflik tipis-tipis dulu ahh😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!