NovelToon NovelToon
Aku Kecanduan Mantan Istri

Aku Kecanduan Mantan Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: yuningsih titin

Kenan, CEO berkuasa, menjatuhkan talak pada Kinasih hanya untuk melindunginya. Tanpa ia tahu, wanita itu pergi membawa buah cinta mereka.

Kini Kinasih menjadi dokter muda yang berjuang sendirian, sementara Kenan terjebak dalam pernikahan hampa, hatinya tetap hanya untuk mantan istrinya itu.

Takdir mempertemukan mereka kembali. Kenan pun bertekad merebut kembali apa yang hilang, menghadapi cemburu buta istri barunya dan saingan baru yang ingin memiliki Kinasih. Akankah ia berhasil menebus kesalahan dan menyatukan keluarga mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuningsih titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan yang Membuat Kenan Terdiam

Ia mengantar Kinasih menuju sebuah kamar yang berada di ujung lorong. Sementara Reyna dan Doni sibuk memindahkan barang ke dalam.

“Rey.”

“Iya, Pak?”

“Kamar kamu di sebelah kamar Kinasih.”

“Siap, Pak.”

“Doni.”

“Iya, Pak.”

“Setelah semua barang selesai ditata, kamu boleh kembali ke kantor.”

“Baik, Pak.”

Kenan membuka pintu kamar. “Nash, ini kamar kamu.”

Kinasih masuk perlahan. Kamarnya begitu luas. Ranjang berukuran king size dengan sprei putih bersih, jendela besar yang menghadap kota, sofa kecil, televisi, hingga kamar mandi dalam yang mewah.

Kenan membantu Kinasih duduk di tepi ranjang. “Pelan.”

“Iya.”

Kinasih lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur. “Wah… empuk banget.”

Kenan ikut tersenyum. “Kalau capek ya tidur.”

Kinasih mengangguk. Kenan duduk di sisi ranjang. “Nash.”

“Iya?”

“Kalau butuh apa pun… tinggal panggil Reyna.”

“Lalu kalau Reyna lagi nggak ada?”

“Panggil aku. Kamarnya di seberang.”

Kinasih menatapnya. “Mas juga tinggal di sini?”

“Iya.”

“Pokoknya jangan sungkan.”

“Aku nggak enak.”

“Nggak usah mikir begitu.”

Kenan berdiri. “Ya udah.”

“Mau ke mana?”

“Aku ke ruang kerja dulu.”

“Oke.”

“Istirahat ya.”

“Iya.”

Kenan tersenyum tipis sebelum keluar dari kamar. *Klik.* Pintu tertutup perlahan. Ruangan kembali sunyi.

Kinasih mengembuskan napas panjang. “Ya Allah…”

Ia bangkit perlahan dari ranjang. Rasa penasarannya membuat ia berjalan pelan mengelilingi kamar. Pandangannya berhenti di sebuah meja rias.

Kinasih membeku. Di atas meja itu sudah tertata rapi berbagai perlengkapan perawatan wajah dan tubuh, mulai dari pelembap, tabir surya, pembersih wajah, hingga perlengkapan mandi yang masih baru.

“Ini… lengkap banget…”

Tak jauh dari sana berdiri lemari besar tiga pintu. Perlahan ia membukanya. Pintu pertama berisi pakaian hamil dengan berbagai model dan warna yang tersusun rapi. Pintu kedua dipenuhi pakaian sehari-hari yang ukurannya pas untuk dirinya. Pintu ketiga tergantung beberapa jas dokter yang masih terbungkus plastik pelindung.

Di bagian bawah lemari tersusun rapi beberapa tas kerja, sepatu datar yang nyaman dipakai, sandal rumah, hingga kotak berisi perlengkapan bayi.

Kinasih hanya terdiam. Matanya mulai berkaca-kaca. “Mas…”

Ia teringat rumah kontrakannya yang hangus terbakar. Semua pakaian, perlengkapan kuliah, jas dokter, hingga tas kesayangannya—hampir semuanya hilang dalam kebakaran itu. Namun dalam waktu yang begitu singkat, Kenan telah menyiapkan pengganti yang bahkan lebih lengkap dari yang pernah ia miliki.

Kinasih mengusap pelan salah satu jas dokter itu. Air matanya perlahan menetes. “Kenapa Mas selalu seperti ini…”

Ia tidak tahu harus merasa marah, kesal, atau bersyukur. Yang ia tahu, perhatian Kenan kembali menggoyahkan benteng yang selama ini berusaha ia bangun agar hatinya tetap tegar.

Sementara di apartemen, Kenan berdiri di ruang tengah bersama Reyna yang baru saja selesai menata beberapa barang terakhir.

“Rey.”

“Iya, Pak.”

Kenan menatap ke arah kamar tempat Kinasih beristirahat, lalu kembali mengalihkan pandangannya kepada Reyna.

“Mulai hari ini, kesehatan Kinasih jadi prioritas.”

“Siap, Pak.”

“Pastikan dia makan tepat waktu.”

“Iya, Pak.”

“Vitamin sama obatnya jangan sampai telat.”

“Sudah saya catat semuanya.”

“Kalau dia maksa kerja atau terlalu capek, langsung ingetin.”

“Baik.”

Kenan mengangguk pelan. “Satu lagi.”

“Apa, Pak?”

“Kalau ada keadaan darurat atau kondisi kesehatannya berubah, segera hubungi saya.”

“Siap.”

Reyna tersenyum kecil. “Tenang aja, Pak. Saya bakal jaga Dokter Kinasih sebaik mungkin.”

“Terima kasih.”

“Sudah jadi tanggung jawab saya.”

Kenan melirik sekali lagi ke arah pintu kamar. “Kalau dia bangun nanti, bilang aku ada di atas.”

“Iya, Pak.”

“Jangan paksa dia ngobrol kalau masih capek.”

“Baik.”

Setelah memastikan semuanya, Kenan mengambil ponsel dan dompetnya. “Aku ke atas dulu.”

“Silakan, Pak.”

Kenan keluar dari apartemen, lalu berjalan menuju lift. Beberapa saat kemudian, pintu lift terbuka di lantai atas. Ia melangkah menuju apartemen pribadinya yang berada tepat di lantai di atas.

*Klik.* Pintu terbuka. Kenan langsung masuk dan melepas jasnya sebelum berjalan menuju ruang kerja. Ruangan itu dipenuhi rak buku, meja kerja besar, dan sebuah laptop yang sudah menunggunya.

Ia duduk di kursi, membuka laptop, lalu mengecek beberapa laporan pekerjaan yang dikirim Doni. “Masih banyak juga…”

Kenan menghela napas pelan. Di saat yang sama, ponselnya bergetar. Pesan dari Reyna muncul.

«Reyna: Pak, Dokter Kinasih sudah istirahat. Saya lagi siapin makan malam dan beres-beres apartemen.»

Kenan membaca pesan itu sambil tersenyum tipis. «Kenan: Terima kasih. Kalau dia bangun, kabari saya.»

«Reyna: Siap, Pak.»

Kenan kemudian kembali membuka dokumen pekerjaannya. Sesekali pikirannya melayang ke apartemen di bawah, membayangkan Kinasih yang akhirnya bisa beristirahat dengan tenang setelah beberapa hari yang melelahkan.

Di bawah, Reyna sibuk memasak makan malam di dapur sambil sesekali mengecek kamar Kinasih. Melihat wanita itu masih tertidur nyenyak, Reyna tersenyum lega. “Semoga Dokter cepat pulih,” gumamnya pelan sebelum kembali melanjutkan pekerjaannya.

Sore itu, sinar matahari mulai menghangatkan balkon apartemen. Kinasih yang baru selesai beristirahat meraih ponselnya. Sebuah notifikasi pesan masuk muncul di layar dari Dokter Firdaus.

«Firdaus: Assalamualaikum, Nash. Gimana kabarnya hari ini? Udah lebih enakan?»

Kinasih tersenyum kecil lalu membalas. «Kinasih: Waalaikumsalam, Dok. Alhamdulillah jauh lebih baik.»

Tak lama kemudian balasan kembali masuk. «Firdaus: Syukurlah. Kalau kamu nggak capek, sore ini mau ketemu sebentar? Aku lagi di kafe depan apartemen. Nggak lama kok, cuma pengin lihat keadaan kamu langsung.»

Kinasih membaca pesan itu beberapa kali, lalu mengetik balasan. «Kinasih: Baik, Dok. Saya datang sebentar.»

«Firdaus: Aku tunggu.»

Kinasih meletakkan ponselnya lalu berjalan menuju lemari. Beberapa menit kemudian ia keluar dari kamar dengan mengenakan dress panjang berwarna lembut yang nyaman untuk ibu hamil. Rambutnya diikat sederhana. Ia tampak segar meski wajahnya masih sedikit pucat.

Di dapur, Reyna sedang memotong buah. “Dok?”

Kinasih tersenyum. “Rey.”

“Mau ke mana cantik banget?”

Kinasih terkekeh pelan. “Aku mau ke kafe depan apartemen, ketemu Dokter Firdaus sebentar.”

Reyna mengangguk. “Baik, Dok.”

Kinasih mendekat. “Rey… tolong jangan bilang dulu sama Mas Kenan.”

Reyna tampak ragu. “Dok…”

“Cuma sebentar kok. Nanti kalau Pak Kenan nanya, bilang aja aku ke bawah cari udara segar.”

Reyna menghela napas pelan. “Baiklah. Tapi jangan lama-lama ya.”

“Iya.”

Kinasih pun berjalan pelan menuju lift. Saat pintu lift terbuka, ia justru berpapasan dengan Kenan yang baru keluar sambil membawa beberapa map.

Kenan tampak sedikit terkejut. “Nash?”

Kinasih berhenti. “Mas…”

“Mau ke mana?”

“Ehm… cuma mau ke kafe depan.”

“Sendiri?”

“Iya.”

Kenan langsung mengangguk. “Ya udah.”

Kinasih menghela napas lega. Namun sedetik kemudian, Kenan berkata, “Aku anter.”

Kinasih langsung menatapnya. “Nggak usah, kan dekat.”

“Nggak apa-apa.”

“Mas…”

“Aku cuma anter.”

Kinasih tersenyum canggung. “Nggak perlu, Mas.”

Kenan mengernyit. “Memangnya ada siapa di sana?”

Kinasih terdiam beberapa detik, lalu memilih berkata jujur. “Ada Dokter Firdaus. Dia ngajak aku ketemu sebentar.”

“Oh.”

“Jadi aku nggak enak kalau Mas ikut.”

1
Lasa Hardianti
Mampirr thor😌😍
yuningsih titin: makasih kak
total 1 replies
sunaryati jarum
Semoga Kenan bisa bertemu Kinasih
sunaryati jarum
Semoga Janjimu didukung keadaan
sunaryati jarum
Semoga orang tua Kenan merestui
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
haha.. kenan yg kena sikut deh
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
waduh... kok agak agaknyaaa...
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
masih beruntung kinasih nikah siri sama cowok ganteng, muda dan tajir. kalo dapetny aki2 gimana. 😄🤭
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
ternyata 200jt aja kurang ya😢 lanjuutt
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
nah kan jd keselek😄
yuningsih titin
makasih komentar nya kak
sunaryati jarum
Oh ternyata perjodohan itu keinginan darimu Kamila untuk dapat memiliki Kenan.Bodohnya Kenan menerima,atau memang tidak bisa menolak.
yuningsih titin: makasih komentar nya kak👍👍
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
miris sih. tp ini bukan hutang..krn sdh bertukar dengan harga diri
sunaryati jarum
Bagus saat- set tidak bertele-tele, begitu bada masalah langsung di atasi
sunaryati jarum
Pasti segera tertangkap pelakunya,apalagi jika Kenan ikut bertindak.
yuningsih titin: makasih komentar nya kak
total 1 replies
sunaryati jarum
Cinta tidak bisa dipaksakan Kamila, lagian Kenan tidak sedikitpun membuka hati untuk kamu, lepaskan saja pasti dapat suami yang tulus mencintaimu
sunaryati jarum
Kamu tidak tahu jika Kinasih dijaga orang - orangnya Kenan, yang tidak disadari Kinasih.Jadi kau hanya akan membuang uang sia- sia
yuningsih titin: makasih komentar nya kak👍👍👍
total 1 replies
sunaryati jarum
Semoga perceraian dengan Kamila lancar dan cepat selesai
sunaryati jarum
Kinasih mulai luluh ,nih
sunaryati jarum
Semoga urusan Kenan dengan Kamila segera selesai, sebenarnya kasihan Kamila jadi korban perjodohan bisnis yang tidak diharapkan Kenan, karena Kenan dipaksa tidak bisa menolak
sunaryati jarum
Dokter Firdaus untuk Amara saja.Dan Kenan berbaikan dengan Kinasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!