Setelah menerima donor mata dari kakak nya, Kanaya terpaksa harus menikah dengan laki-laki yang seharusnya menjadi kakak ipar nya sendiri, karena sang kakak meningal akibat kecelakaan yang di sebabkan oleh nya.
Kanaya adalah seorang gadis buta yang berusia dua puluh dua tahun, sejak kecil dia hanya tinggal dengan ibu dan kakak nya, "Aurel" sementara ayah nya sudah meninggal sejak Kanaya masih kecil.
Aurel yang seminggu lagi hendak melangsungkan pernikahan malah meningal karena menyelamatkan Kanaya adik nya yang hampir tertabrak mobil saat hendak menyebrang jalan.
Samuel yang kecewa terpaksa menikahi Kanaya atas permintaan terakhir Aurel, meskipun dia cukup membenci Kanaya karena Kanaya adalah penyebab meningal nya Aurel.
Bagaimana kisah Kanaya dan Samuel yang menikah karena unsur keterpaksaan? Bagaimana perlakuan Samuel kepada Kanaya wanita yang sangat dia benci ini? Ayo baca kisah mereka di sini bersama author Nadia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12
"Punya cucu apanya kak? Aku dengar-dengar anak mu sangat membencinya? Bagaimana mereka akan punya anak? Upss, maaf aku tidak bermaksud,"
Lagi-lagi pelakor itu mengeluarkan trik licik untuk membuat mama Zena emosi.
Namun mama Zena malah kembali menampilkan senyum nya dan berkata ...
"Aku dengar kau juga membeli perempuan yang sangat membutuhkan uang untuk kau jadikan menantu mu dan mesin penghasil anak untuk kau dan Morgan, upss, maaf aku hanya mendengar sedikit tentang berita hoaks itu ya," jelas mama Zena sambil tersenyum miring.
"Kau!"
Kini bukan kah mama Zena yang tersulut emosi, melainkan dirinya sendiri, karena ucapan mama Zena yang saat ini terlihat sangat tenang menghadapi dirinya, Ruby pun berdiri dari duduknya, tanpa basa-basi dia pun berjalan pergi meninggalkan Mansion mama Zena dengan jalan yang di hentak-hentakan ke lantai melampiaskan amarahnya.
"Mantap nyonya, dia sendiri yang malah seperti kebakaran jenggot," ucap pelayan mama Zena mengacungkan dua jempol nya.
"Bukan berarti aku tidak marah ya bi, aku benar-benar berusaha menahan amarah ku, ya sudah aku pergi dulu, ada hal penting yang harus aku lakukan," ucap mama Zena yang kemudian berdiri dari duduknya mengambil kunci mobil dan ponsel lalu kemudian meningal kan mansion.
"Wahh, para nyonya di keluarga kaya selalu melakukan urusan penting ternyata, sudah lah, lebih baik aku melanjutkan pekerjaan ku," ucap sang pelayan di buat bingung oleh majikannya.
Sementara itu ternyata mama Zena berangkat mengunakan mobil nya menuju rumah Naya.
"Aku tidak bisa membiarkan Ruby menginjak-injak harga diri ku, atau ada Samuel dia adalah wanita yang di nikahi karena sebuah kesalahan, aku tidak bisa membiarkan nya, aku harus menemui Naya," batin mama Zena.
Mama Zena pun mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi, agar bisa segera tiba di rumah menantu nya ya itu Naya.
Benar saja, tidak butuh waktu lama, mama Zena pun akhirnya tiba di rumah Naya, ia bergegas turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah Naya.
Beberapa menit pun berlalu.
"Apa? Pesta pemberian nama untuk cucu tiri mama?" tanya Naya kaget.
Saat ini Naya bdan mama Zena sedang duduk di sofa ruang tamu,dan mengobrol bersama.
"Iya, tapi mama benar-benar tidak tau jika kau sedang sakit, mengapa kau sampai jatuh?" tanya mama Zena sambil memegang kaki Naya.
"aku tidak hati-hati jadi aku jatuh, tapi mama tenang saja, aku akan pergi menghadiri pesta itu demi kalian, aku tidak akan membiarkan orang jahat mempermalukan kalian, aku juga sudah mengoleskan kaki ku dengan obat, jadi sudah tidak terlalu sakit," ucap Naya tetap berusaha terlihat baik-baik saja demi membantu mama Zena dan Samuel. Agar mereka tidak kehilangan muka.
"Sayang, kau sungguh benar baik-baik saja? Jangan memaksa kan diri mu," ucap mama Zena merasa tidak enak.
Namun Naya mengeleg kan kepala nya sambil tersenyum dia bahkan membuktikan kepada mama Zena bahwa dia bisa berdiri dengan tegak dan tidak terlihat sakit sedikit pun.
Mama Zena yang melihat itu pun akhirnya lega, karena nanti malam Samuel dan Naya juga pasti akan bisa hadir di pesta pemberian nama untuk anak nya Morgan.
"Kalau begitu, bagaimana jika kau ikut mama ke salon agar nanti malam kau terlihat lebih cantik, kita juga akan membeli beberapa set pakaian baru untuk mu, sekaligus pergi ke tempat tukang pijat agar kau lebih sehat," Mama Zena terlihat sangat antusias dan Naya pun tidak bisa menolak nya, dia memutuskan untuk pergi bersama dengan mama Zena.
Meskipun sebenarnya dia sangat takut jika nanti Samuel tau dan marah melihat dia tidak ada di rumah saat pulang dari kantor.
Beberapa jam pun akhirnya berlalu, hari ini adalah hari yang cukup melelahkan bagi Naya, dia pergi ke mall untuk memilih beberapa gaun, sepatu dan juga tas, semua ini adalah permintaan mama Zena, dia juga pergi ke salon untuk menata rambut dan wajah untuk pesta nanti malam, tidak hanya itu sesuai janji mama Zena membawa nya ke tempat tukang pijat profesional dan kini kaki dan pinggang nya sudah sedikit nyaman tidak terasa sakit lagi.
Jam pun menujuk kan pukul 17.30 sore, dan Naya baru tiba di rumah dengan membawa banyak barang belanjaan.
"Dari mana saja kau?" tanya Samuel yang ternyata sudah pulang dan berdiri tepat di depan pintu saat Naya membuka pintu.
"Astaga!" Kaget Naya hampir saja jantung nya copot.
Samuel menatap Naya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
"Sudah punya uang untuk jalan-jalan sendiri ya? Dari mana kau dapat kan barang-barang banyak itu?" tanya Samuel mendekati Naya dan memojokkan nya ke pintu.
"Aa ... Aku, aku pergi bersama mama," jelas Naya ketakutan.
Samuel terdiam, dia memutar otak memikirkan apa yang barusan di ucap kan Naya, setelah beberapa menit, Samuel pun akhirnya bisa mengambil kesimpulan bahwa memang mama nya lah yang sudah membawa Naya, mungkin mama nya juga tau malam ini dirinya dan Naya akan pergi ke pesta pemberian nama untuk anak nya Morgan.
"Jangan, jangan pukul aku," ucap Naya terduduk dan meringkuk saat Samuel mengangkat tangan untuk melihat barang belanjaan nya Naya.
Samuel yang sama sekali tidak berniat untuk memukul pun sangat kaget dengan respon Naya yang benar-benar ketakutan sampai terduduk.
"Hey bodoh, apa kau sudah gila? Aku hanya ingin melihat,apa saja yang mama belikan untuk mu," ucap Samuel lagi.
Samuel berjongkok menatap Naya yang sedang meringkuk ketakutan itu dan kemudian memegang dagu nya. Samuel menatap mata Naya dengan tatapan dalam, rasanya kini tidak menatap siapapun kecuali Aurel yang sedang ketakutan, hal ini membuat Samuel tidak tega dan kemudian hilang kendali lalu menarik Naya ke dalam pelukan nya.
Grep ...
Ini adalah pelukan pertama yang di berikan oleh Samuel kepada Naya, jantung Naya berdegup kencang, merasa kehangatan dari pelukan laki-laki dingin tersebut.
Begitu juga dengan Samuel, entah kenapa dia mampu merasakan detak jantung Naya yang terasa seperti menarik dirinya untuk tidak melepaskan pelukan tersebut, tercipta rasa yang begitu nyaman saat dirinya merasakan detak jantung Naya.
"Apa ini? Apa yang aku lakukan?" batin Samuel yang mulai sadar akan apa yang sudah dia lakukan.
Samuel sontak melepaskan pelukan nya dan kembali berdiri.
Bersambung ....
benci nya loe sama Bina ya ada lah kata kata bijak bisa buat panutan jangan sableng tiap kata mengandung racun dunia haduuuhhh jadi bini loe rugi bandar Coyyyu suweerrr,,,salam waras muel,,
💪💪✌️
ga sekalian peluk nay si Aska 🤭
lama lagi pasti bisikin Naya pokonya kepedean loe ,,muel
ingat muel untuk menggeser kedudukan molen loe harus punya Anak dari wanita itu loe tau Nayla itu gadis baik,,,cuma saja sejak kecil tidak di perlakukan baik oleh orang tua nya apa mungkin Naya Anak tertukar ketika melahirkan atau Anak Adopsi,,, kenapa perbedaan nya jauh banget,,,Anak pertama di Anak mas kan tetapi Allah lebih paham keliatan nya maka cepat di ambil. tinggal lah Anak yang selalu di sisihkan sekarang punya suami rada sableng semoga muel berubah jadi satria baja hitam 😂😂😄😄gemes abis,,