Diculik dan dijadikan tawanan oleh seorang pria asing tanpa alasan yang jelas!
Itulah yang dialami oleh gadis mungil bernama Kyla Roselani, wanita berusia 18 tahun itu harus menerima nasib naas dan diculik oleh seseorang yang tak ia kenali. Kejadian itu membuat Kyla harus hidup dalam lubang penderitaan yang amat besar, ia ditahan dan dijadikan pelampiasan gairah oleh seorang pria tua bernama Arsen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. Amarah Arsen
Arsen akhirnya tiba di rumah barunya, ia tentu berniat untuk menemui Kyla disana dan memastikan kondisi gadis itu baik-baik saja. Tak lupa Arsen juga membawakan sejumlah makanan untuk Kyla di tangannya, sebab ia tahu kebiasaan gadis itu adalah mengemil.
Tanpa berpikir panjang, Arsen langsung bergegas masuk ke dalam rumah itu sesudah turun dari mobilnya. Ia datang seorang diri kesana, karena memang sebelumnya Laras telah pergi bersama Liam entah karena apa.
Arsen pun melangkah ke sekeliling rumah demi mencari sosok Kyla, ia pertama-tama bergerak menuju kamar gadis itu dan mengeceknya disana. Akan tetapi, kondisi kamar itu kosong dan tentunya tidak ada tanda-tanda Kyla disana. Lalu, ia pun beralih menuju dapur sambil bertanya pada pelayan yang ia tugaskan di rumah itu.
Mereka semua tidak ada yang tahu dimana keberadaan Kyla saat ini, sampai kemudian salah seorang kepala pengawal di rumah itu datang menemuinya lebih dulu. Ya orang itu hendak melaporkan padanya mengenai keberadaan Kyla, tentu saja kabar ini adalah yang ditunggu-tunggu oleh Arsen.
"Ada apa? Kamu tahu dimana Kyla, ha? Kamu kan saya tugaskan untuk jaga dia, pasti kamu tau dong dia dimana!" ujar Arsen.
"I-i-iya tuan, saya tau kok non Kyla ada dimana. Tadi itu beliau duduk di taman samping rumah tuan, beliau kelihatan merenung seperti sedang memikirkan sesuatu," ucap Jordi.
"Terus, sekarang dia masih disitu?" tanya Arsen kembali coba memastikannya.
Jordi menggeleng pelan sambil berkata, "Tidak tuan, non Kyla sudah tidak ada disana." ia langsung menundukkan wajahnya setelah itu dan sedikit gugup.
"Lalu kenapa kamu ceritain itu ke saya? Yang saya mau tau itu Kyla ada dimana sekarang!" sentak Arsen.
"Eee tadi non Kyla dibawa pergi sama pak Jester, tuan. Saya sudah berusaha menahan mereka, tetapi pak Jester gak mau dengerin saya tuan," ucap Jordi dengan gugup.
"Apa??" Arsen terkejut mendengarnya.
Saat itu juga Arsen mengepalkan kedua tangannya, rahangnya mengeras pertanda ia sangat emosi. Ia tentu tidak terima dengan apa yang dilakukan Jester, karena pria itu seenaknya saja membawa pergi Kyla tanpa izin darinya.
"Kurang ajar si Jester! Mentang-mentang saya baik sama dia, sekarang dia berani bersikap seenaknya kayak gini sama saya!" gumam Arsen dalam hatinya.
Tanpa berlama-lama lagi, Arsen segera pergi dari sana untuk menyusul Jester dan juga Kyla.
•
•
Sementara itu, Kyla baru tiba di rumah sakit tempat ibunya dirawat. Ia turun dari mobil yang ditumpanginya dan langsung berniat masuk ke dalam sana untuk segera menjenguk ibunya, apalagi sudah lama ia tidak melihat dan memastikan kondisi sang ibu sampai saat ini.
"Kyla, tunggu!" dengan cepat Jester bergerak dan menyusul Kyla di depan sana.
Ya Jester pun berhasil menahan pergerakan gadis itu, ia cengkram lengan Kyla dengan kuat dan meminta Kyla untuk bersabar saat ini. Bagaimanapun, Jester harus berhati-hati agar tidak ada keluarga dari Kyla yang melihatnya berada disana.
"Kamu jangan main masuk-masuk gitu aja dong! Kita harus hati-hati, kamu pakai dulu masker sama jaket ini supaya gak ada yang ngenalin kamu!" pinta Jester.
Kyla sontak mengernyitkan dahinya, "Maksudnya apa ini? Kenapa aku harus pake semua ini?" tanyanya keheranan.
"Udah jangan banyak tanya! Kamu pake aja semua ini, cepet! Kalau enggak, kita pulang ke rumah dan kamu gak bisa jenguk ibu kamu!" ucap Jester dengan tegas.
"Ish, iya iya aku pake deh!" Kyla pun terpaksa menuruti kemauan pria itu.
Akhirnya Kyla memakai jaket dan juga masker yang diberikan Jester, ia tentu tak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ia dapatkan kali ini. Setidaknya saat ini ia bisa menemui ibunya di dalam sana, karena ia sudah begitu cemas dengan kondisi ibunya yang sedang mengalami koma disana.
"Udah nih, ayo kita masuk mas!" ucap Kyla mengajak pria itu.
"Okay, yuk!" Jester menurut dan menggandeng tangan Kyla untuk masuk ke dalam rumah sakit.
Sesampainya di dalam, Jester pun membantu Kyla menemui ibunya yang masih dirawat di ruang khusus itu. Ya Jester berhasil meyakinkan dokter yang bertugas disana, bahwa Kyla adalah anak dari pasien yang dirawat di dalam sana. Sehingga, Kyla pun akhirnya diizinkan masuk meski harus mengenakan baju khusus.
Tanpa menunggu lama, tentu saja Kyla langsung masuk menemui ibunya dan terduduk di sampingnya. Ia pun meneteskan air mata, menatap wajah sang ibu yang terbaring koma disana. Rasanya ia begitu sedih saat ini, karena ibunya masih belum sadarkan sendiri sampai sekarang.
"Bu, ini aku Kyla. Ibu kenapa belum sadar juga? Padahal Kyla udah kangen banget sama ibu, Kyla mau ibu cepat sadar supaya bisa ngobrol lagi sama Kyla!" ucapnya lirih.
Di luar, Jester menunggu Kyla dengan perasaan cemasnya. Ia terus menatap sekitar sambil merasa panik kalau-kalau ada pihak keluarga dari Kyla yang datang kesana, tentunya hal itu bisa sangat berbahaya bagi dirinya dan juga Kyla.
"Hey kamu! Siapa kamu?" tiba-tiba saja, seseorang menegurnya dan membuatnya terkejut.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
lanjut part 2 ya Thor ❤️ untuk mi