NovelToon NovelToon
Alesha, Gadis Absurd.

Alesha, Gadis Absurd.

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Anshuu_

Arka tak pernah berniat ikut campur dengan kehidupan Alesha. Namun, karena gadis absurd itu adalah sepupu dari sahabatnya sendiri, mereka terus dipertemukan dalam berbagai keadaan. Tingkah Alesha yang tak pernah bisa ditebak sering kali membuat Arka hanya bisa menggelengkan kepala. Mulai dari masalah sepele hingga kekacauan yang menghebohkan sekolah, Alesha selalu punya cara untuk membuatnya ikut terseret. Mau tak mau, sebagai ketua OSIS, Arka harus berkali-kali turun tangan menghadapi ulah gadis yang paling sulit dipahami itu.

Siapa sangka, dari semua kekacauan tersebut, perlahan tumbuh perasaan yang tak pernah mereka rencanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anshuu_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11.

Jam pelajaran kembali berjalan seperti biasa. Alesha berusaha fokus memperhatikan penjelasan guru, meskipun sesekali matanya masih terlihat berat.

Dinda yang duduk di sebelahnya melirik curiga.

"Lo jangan tidur lagi, ya."

Alesha langsung menoleh.

"Gue kelihatan separah itu?"

"Iya."

Alesha menghela napas.

"Padahal gue cuma kurang tidur."

"Kenapa kurang tidur?"

Alesha terdiam sebentar.

"Semalam gue nemenin Pingky."

Dinda menatapnya bingung.

"Pingky?"

Alesha mengangguk.

"Bebek gue."

Dinda hanya bisa menatap Alesha tanpa berkata-kata.

"Kadang gue lupa kalau lo memang beda."

Alesha tersenyum bangga.

"Terima kasih."

"Itu bukan pujian."

Mereka berdua menahan tawa kecil.

Sementara itu, di kelas lain, Kevin sedang berbicara dengan Alvian dan Reza saat jam istirahat tiba.

"Eh, Vin."

"Hm?"

"Adik lo tadi nggak ada di kelas beberapa menit, kan?"

Kevin langsung menoleh.

"Kenapa?"

Reza menyeringai kecil.

"Katanya ada yang lihat dia di taman belakang."

Kevin terdiam.

"Taman belakang?"

Alvian mengangguk.

"Iya."

Wajah Kevin langsung berubah sedikit.

"Jangan bilang..."

Kevin langsung mengambil ponselnya, lalu melihat pesan yang masuk dari grup sekolah.

Beberapa detik ia hanya diam membaca.

"Kenapa, Vin?" tanya Alvian.

Kevin mengangkat pandangannya.

"Alesha ketahuan bolos."

Reza langsung membulatkan mata.

"Serius?"

"Iya."

Alvian menahan tawa.

"Baru hari kedua."

Kevin hanya menghela napas panjang.

"Dia memang selalu punya cara."

Arka yang baru saja datang ke kantin mendengar percakapan mereka.

"Alesha?"

Kevin menoleh.

"Lo tahu?"

Arka mengangguk singkat.

"Gue yang nemuin dia."

Reza langsung menatap Arka.

"Terus?"

"Sudah dihukum."

Kevin sedikit mengangkat alis.

"Hukumannya?"

Arka menjawab datar.

"Menulis laporan pelanggaran."

Kevin terdiam beberapa detik.

"Lumayan ringan."

Arka hanya mengambil minumannya.

"Dia jujur saat menulis alasannya."

Alvian langsung penasaran.

"Alasannya apa?"

Arka menjawab tanpa ekspresi.

"Ngantuk dan tertidur di taman."

Suasana langsung hening beberapa detik.

Lalu Reza dan Alvian tidak bisa menahan tawa.

"Ya ampun, itu benar-benar Alesha."

Kevin hanya menutup wajahnya sebentar.

"Saya harus bicara dengannya nanti."

Arka melirik Kevin sekilas.

"Jangan terlalu keras."

Kevin menatapnya.

"Kenapa?"

Arka terdiam sebentar sebelum menjawab.

"Dia bukan sengaja melanggar aturan. Dia hanya... ceroboh."

Kalimat itu membuat Kevin sedikit terdiam.

Jarang sekali Arka membela seseorang.

Kevin menatap Arka beberapa detik, sedikit heran mendengar ucapannya.

"Lo biasanya nggak pernah ikut campur urusan orang."

Arka hanya mengangkat bahu kecil.

"Karena dia berbeda."

Reza langsung menyeringai.

"Wah, baru kali ini gue dengar lo bilang seseorang berbeda."

Arka menatapnya datar.

"Jangan mulai."

Alvian tertawa kecil melihat ekspresi Arka.

Sementara itu, Kevin hanya menggeleng pelan. Ia sudah bisa membayangkan bagaimana Alesha akan bereaksi kalau tahu dirinya menjadi bahan pembicaraan.

Di kelas, Alesha tiba-tiba bersin.

"Hacim!"

Dinda menoleh.

"Lo sakit?"

Alesha menggeleng.

"Nggak. Kayaknya ada yang ngomongin gue."

Dinda tertawa kecil.

"Siapa tahu."

Alesha kembali fokus mencatat, tanpa tahu kalau kejadian kecilnya di taman sudah sampai ke telinga kakaknya.

Saat jam istirahat berikutnya, Kevin akhirnya memutuskan untuk menemui Alesha.

Begitu melihat kakaknya berdiri di depan kelas, Alesha langsung merasa ada yang tidak beres.

"Kak Kevin?"

Kevin hanya menatapnya.

"Kita perlu bicara."

Alesha langsung menelan ludah.

"Waduh... ketahuan juga."

Alesha berjalan mendekati Kevin dengan langkah pelan.

"Ada apa, Kak?"

Kevin menyilangkan tangan di depan dada.

"Gue dengar sesuatu."

Alesha langsung memasang wajah penasaran.

"Dengar apa?"

Kevin menatapnya datar.

"Katanya ada murid yang meninggalkan kelas saat jam pelajaran."

Alesha terdiam.

Beberapa detik kemudian, ia tersenyum kaku.

"Oh... yang itu."

Kevin mengangkat alis.

"Jadi benar?"

Alesha menggaruk pipinya.

"Hehe... iya."

Kevin menghela napas kecil.

"Les."

"Iya?"

"Baru hari kedua."

Alesha langsung menunduk.

"Maaf."

Melihat adiknya yang tiba-tiba diam, ekspresi Kevin sedikit melunak.

"Gue bukan marah karena lo tidur."

Alesha mengangkat wajahnya.

"Terus?"

"Yang bikin gue khawatir, lo pergi tanpa bilang siapa-siapa."

Alesha terdiam sebentar.

"Tapi gue cuma ke taman belakang."

"Itu tetap bukan tempat lo saat jam pelajaran."

Alesha mengangguk pelan.

"Iya, Kak."

Kevin mengusap kepala adiknya sebentar.

"Jangan diulang lagi."

Alesha langsung tersenyum.

"Janji."

Dari kejauhan, Reza yang kebetulan lewat bersama Alvian melihat mereka.

"Kevin kalau sama adiknya beda banget."

Alvian mengangguk.

"Iya. Kalau sama kita, mukanya kayak mau mengusir."

Sementara Arka yang berjalan di belakang mereka hanya mendengar tanpa berkomentar.

Namun, tanpa sadar, sudut bibirnya sedikit terangkat melihat tingkah Alesha.

Setelah berbicara dengan Kevin, Alesha kembali masuk ke kelasnya.

Dinda yang melihatnya langsung penasaran.

"Tadi Kevin manggil lo?"

Alesha mengangguk sambil duduk.

"Iya."

"Ngomongin apa?"

Alesha meletakkan dagunya di atas tangan.

"Soal kejadian di taman."

Dinda langsung menatapnya.

"Ketahuan?"

"Iya."

"Gimana? Dimarahin?"

Alesha menggeleng.

"Nggak. Cuma dinasihati."

Dinda tersenyum kecil.

"Berarti kakak lo baik."

Alesha mengangguk.

"Iya. Walaupun kadang nyebelin."

"Semua kakak kayaknya begitu."

Mereka pun tertawa kecil.

Sementara itu, di koridor sekolah, Arka sedang berjalan bersama Alvian dan Reza menuju ruang OSIS.

Reza tiba-tiba membuka suara.

"Ka."

"Hm?"

"Menurut lo Alesha itu orangnya gimana?"

Arka menatapnya sebentar.

"Kenapa tanya?"

"Nggak tahu. Dia beda."

Alvian ikut mengangguk.

"Iya. Biasanya murid baru masih jaim, tapi dia malah santai banget."

Arka diam beberapa saat, mengingat kejadian di taman tadi.

"Dia ceroboh."

Reza tertawa.

"Itu benar."

"Tapi..." Arka berhenti sebentar.

"Tapi apa?" tanya Alvian.

Arka hanya melanjutkan langkahnya.

"Dia jujur."

Reza dan Alvian saling berpandangan.

Mereka tahu, bagi Arka, mengakui hal kecil seperti itu sudah cukup jarang.

Sementara itu, Alesha yang berada di kelas sama sekali tidak tahu bahwa dirinya mulai menarik perhatian orang-orang di sekolah barunya.

Hari itu akhirnya berlalu tanpa kejadian besar lagi. Alesha berhasil mengikuti semua pelajaran sampai selesai tanpa mencoba kabur ke taman belakang.

Saat bel pulang berbunyi, ia langsung membereskan buku-bukunya.

Dinda yang melihatnya tersenyum.

"Hebat. Hari ini lo nggak tidur di taman."

Alesha menatapnya datar.

"Kenapa kedengarannya kayak prestasi besar?"

"Karena kemarin iya."

Alesha hanya menghela napas.

"Jangan diingat terus dong."

Dinda tertawa kecil.

Mereka pun berjalan keluar kelas bersama. Di koridor, Alesha kembali melihat banyak siswa yang mulai mengenalnya dan beberapa menyapanya.

"Les, pulang?"

"Iya."

"Sampai besok."

Alesha membalas sapaan mereka dengan senyum.

"Dia cepat banget akrab," gumam Dinda.

Alesha hanya tersenyum.

"Kan gue bilang, sekolah baru juga harus dinikmati."

Sesampainya di dekat gerbang, Kevin sudah menunggu seperti biasa. Kali ini Arka, Alvian, dan Reza juga masih berada di sana.

Begitu melihat Kevin, Alesha langsung berjalan mendekat.

"Kak."

Kevin menoleh.

"Hari ini nggak ada kejadian aneh?"

Alesha langsung berhenti.

"Hah?"

Reza yang mendengar langsung tertawa.

"Pertanyaan pertama langsung tuduhan."

Alesha memasang wajah tidak terima.

"Kak, gue itu anak baik."

Kevin menatapnya beberapa detik.

"Yakin?"

Alesha terdiam.

Arka yang berdiri di samping mereka hanya berkata singkat.

"Ragu."

Alesha langsung menoleh.

"Arka!"

Untuk pertama kalinya, Arka terlihat sedikit tersenyum melihat ekspresi kesal Alesha.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!