Wanita mana pun pasti akan terbawa perasaan saat mendapat perlakuan yang sangat baik dari pria tampan yang menjadi idola banyak wanita.
Perhatian, kemewahan dan semua hal yang diidamkan wanita, Meisya dapatkan dari Jack. Namun ada satu yang tidak Meisya dapatkan, yaitu pengakuan cinta.
Berulang kali Meisya mengungkapkan cintanya, tetapi tak juga mendapatkan balasan dari Jack, hingga akhirnya Jack menunjukan sesuatu yang menjadi jawaban atas semua pertanyaan Meisya selama ini.
Apakah itu? Ikuti kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Apartemen itu terasa kosong bahkan juga menjadi sunyi, kepergian Meisya adalah sebuah keputusan yang membuat Jack terpuruk tapi juga tidak bisa berbuat apa-apa, kesalahannya yang sudah mengacaukan ini semua. Perasaan nyaman ketika berada di dekat Meisya yang sekarang menyiksa diri dan juga hati Jack sendiri, padahal awalnya dia hanya ingin jika Meisya menggantikan peran Meira selama wanita itu mengalami koma, tapi yang terjadi, Jack terjebak dengan permainannya sendiri dan sekarang hatinya yang merasa kehilangan Meisya yang sudah meninggalkan banyak momen sehingga Jack sulit untuk melupakannya.
Jack terus saja meyakinkan dirinya, jika kepergian Meisya karena wanita itu sedang marah dan nanti akan kembali lagi ke apartemennya setelah Jack membujuk Meisya. Jack sudah tahu betul seperti apa karakter dan hal kecil yang disukai oleh Meisya dan juga yang tidak disukainya.
"Cepatlah kembali, Mei. Apartemen ini rasanya sangat sepi sekali jika kamu tidak ada." Gumam Jack, dia memejamkan kedua matanya ada yang sakit di lubuk hatinya yang terdalam ketika mengingat semua kenangan manisnya bersama dengan Meisya.
Tidak bisa Jack jabarkan satu persatu seperti apa bahagia dan juga senyuman dari Meisya yang membuat hati Jack menjadi tenang, rasa nyaman yang mendominan dari semua sikap yang selalu ditunjukkan Meisya kepadanya, sekarang Jack benar-benar merasa kehilangan, banyak sekali kehilangan hal apapun yang ada hubungannya dengan Meisya selama wanita itu tinggal bersamanya di apartemen.
Dari mulai hari pertama Jack bertemu dengan Meisya, kemudian dia tertarik karena wajah Meisya sangat mirip sekali dengan wajah Meira. Kemudian ide konyol itu pun muncul dan Jack memutuskan untuk membawa Meisya tinggal bersama dengannya di apartemen, sikap semua orang bahkan orang tuanya sendiri mengira bahwa Meisya adalah Meira.
Meisya menganggap semua orang bersikap baik dan ramah padanya karena dirinya adalah kekasih Jack, tapi tidak demikian. Mereka bersikap seperti itu karena Meisya adalah Meira, wanita yang menjadi tunangan Jack tapi tidak sadarkan diri setelah kecelakaan yang terjadi padanya. Meira diasingkan di salah satu rumah milik Jack karena kondisi wanita itu koma.
"Aku merindukanmu, Mei. Cepatlah kembali, apa kau tidak rindu padaku? Bukankah kau sering mengatakan cinta padaku? Tapi aku tidak pernah bisa." Jack benar-benar tidak berdaya dengan situasi seperti ini.
Sering sekali sahabatnya mengingatkan Jack, agar menyudahi permainan itu. Tapi Jack selalu mengatakan jika dia tidak akan pernah mencintai wanita selain Meira, tapi buktinya sekarang dia merasa kehilangan Meisya saat wanita itu memilih pergi dari apartemen Jack, setelah dia mengetahui tentang Meira yang ternyata komam, entah apa arti semuanya ketika wanita yang beberapa bulan terakhir ini tinggal bersama dengan Jack kemudian pergi membuat Jack kelimpungan.
Malam semakin larut, tapi Jack masih tetap duduk di sofa ruang tamu apartemen. Dia masih menunggu Meisya dan berharap wanita itu akan kembali lagi, tapi hingga pukul 01.00 dini hari. Tidak ada tanda-tanda Meisya kembali pulang ke apartemen.
"Kau sekarang tidur di mana, Mei? Cepatlah kembali, aku kesepian sendirian di sini." Jack kembali bergumam berharap jika Meisya benar-benar kembali dan sudah tidak marah lagi padanya.
Tapi sekuat apapun dia berharap, tetap tidak akan mengembalikan Meisya ke apartemennya lagi. Keputusan final Meisya dengan tetap bekerja di kantor Jack tapi wanita itu tidak bisa jika harus tetap tinggal bersama Jack.
Jack tidak bisa melarang, ataupun menghalangi agar Meisya tidak pergi dari apartemennya. Tapi kesalahan besarnya yang membuat Jack hanya bisa diam menyaksikan wanita yang sudah banyak memberikan kenangan indah keluar melangkah dari apartemennya membawa semua barang-barangnya, meninggalkan barang-barang yang diberikan oleh Jack yang itu sama artinya jika wanita itu tidak ingin lagi bersamanya.
Jack tidak terima ketika semua barang yang pernah diberikannya kepada Meisya lalu dikembalikan lagi kepadanya, Meisya bukan sedang merajuk ataupun marah. Tapi wanita itu benar-benar kecewa dan juga sakit hati karena perbuatan Jack yang sudah memanfaatkannya untuk menjadi peran pengganti bagi Meira, wajah mereka berdua memang sangat mirip sekali hingga Jack jatuh pada permainannya sendiri yang mengakibatkan dirinya kehilangan yang teramat dalam ketika Meisya benar-benar tidak lagi kembali ke apartemennya.
"Aku harap ini hanyalah mimpi, dan besok ketika aku bangun kau sudah ada di dapur menyiapkan sarapan seperti biasanya. Kau tidak mungkin meninggal akan aku Meisya." Ini pertama kalinya Jack memanggil nama Meisya secara lengkap, dia biasanya memanggil wanita itu dengan nama Mei. Sama seperti panggilan Meira sebelum wanita itu koma.
Berulang kali cek tetap meyakinkan dirinya bahwa Meisya hanya pergi sebentar karena urusan pekerjaan, wanita itu pasti akan kembali bersama dengannya menghabiskan hari-hari indah penuh dengan kebahagiaan. Menikmati masa liburan ke manapun yang diinginkan oleh Meisya, bahkan Jack masih belum lupa momen romantis yang dilalui olehnya saat liburan ke puncak dan rasa bahagia itu belum pernah dirasakan oleh Jack selama menjalin hubungan dengan Meira.
Kenangan bersama Meisya begitu dalam sampai-sampai Jack tidak bisa mengusirnya atau mengenyahkan dalam pikirannya, bayangan wajah cantik Meisya, senyumnya yang indah menawan bahkan sikap manjanya membuat Jack benar-benar terbuai serta terpesona oleh wanita itu.
"Kembalilah, Mei. Kembalilah, pintu apartemen ini akan selalu terbuka untukmu." Kegundahan hati Jack hanya bisa dilakukan dengan bergumam memanggil serta berharap Meisya kembali tinggal bersamanya.
Meskipun harapan itu mungkin tidak akan pernah menjadi kenyataan, karena Meisya pasti tidak akan ingin lagi kembali tinggal bersama dengan pria yang sudah menipunya dan juga membohonginya, memanfaatkannya untuk keuntungan Jack sendiri.
Karena merasakan kehilangan yang teramat besar dan juga teramat dalam, membuat Jack memutuskan untuk pergi ke kamar dan tidur di sana, kamar yang biasa ditempati oleh Meisya selama wanita itu tinggal di apartemennya Jack.
Jack menutup tubuhnya dengan selimut yang selalu digunakan Meisya untuk menghangatkan tubuhnya, hati Jack rasanya berkecamuk antara rindu dan juga kehilangan. Dia mulai memejamkan matanya saat memeluk guling yang dalam imajinasi Jack itu adalah Meisya. Semua kenangan indah itu benar-benar menghilang, semuanya lenyap tanpa tersisa bahkan hanya meninggalkan aroma tubuh Meisya di kamar itu.
"Lihatlah, Mei. Saking rindunya aku padamu, mulai sekarang Aku akan tidur di kamarmu. Supaya kau bisa merasakan betapa aku merasa sangat merindukanmu dan menunggumu kembali pulang ke sini." Jack benar-benar merasa galau, hatinya terasa hampa ketika mulai menyadari sebuah kenyataan jika Meisya benar-benar pergi dari kehidupannya.
Perlahan mata Jack mulai terpejam, meskipun isi kepalanya dipenuhi oleh Meisya dan juga kenangan indah bersama wanita itu, tapi Jack benar-benar berharap kalau semua ini hanyalah mimpi dan akan kembali seperti semula ketika dia terbangun esok paginya.