Berawal Dari sebuah kutukan. dari Hana yang mengutuk habis Tokoh kedua wanita bernama Elsa. Elsa (20thn) seorang gadis yang di jadikan jaminan hutang oleh orang tuanya. Elsa yang di dalam cerita di katakan terpaksa menikah menjadi istri kedua juragan Tama. pria tua. tak terima...pada akhirnya memilih berselingkuh pada bawahan Tama yang bernama Ardana. Nasib malang menimpa hana, gadis itu di tarik masuk oleh takdir, masuk kedalam buku Novel _The Jurag's Wife_ dan menjadi Tokoh Wanita yang sudah dia maki habis-habisan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Halaman 13
Ciuman mereka masih bertaut erat tanpa terputus. Perlahan, Tama melepaskan tautan bibirnya demi menghirup pasokan udara. Dia mengecup turun ke leher jenjang Elsa, memberi tanda kemerahan di sana, lalu turun tepat di bagian dua gundukan kenyal yang membelah dada istrinya. Tangan kekarnya berusaha keras mengeluarkan bulatan mengkal itu dari sarang pakaiannya. Begitu terbebas, Tama dengan lahap menyesap dan menghisapnya kuat, memicu desahan merdu yang sensual lolos dari bibir Elsa.
Hal itu membuat Tama semakin bersemangat. Tangannya bergerak turun ke bawah, menurunkan celana dalam milik Elsa hingga lolos dari kaki, lalu berniat menelusupkan satu jari tengahnya masuk ke dalam liang intim Elsa yang hangat.
Namun, tepat saat jari itu ingin menelisik lebih dalam, gerakan Tama tertahan. Elsa dengan cepat memegang pergelangan tangan kekar suaminya.
"Jangan, Om...!" ucap Elsa dengan mata yang menatap sayu penuh kabut gairah. Dadanya tersengal-sengal pendek.
Tama menghentikan gerakannya. Dia mendongak, menatap wajah Elsa dengan pandangan dingin dan datar yang pekat. "Kita sudah sejauh ini. Dan kamu... berniat menahanku?" ucap Tama, suaranya terdengar tidak suka karena aktivitasnya diinterupsi.
Elsa menggelengkan kepalanya perlahan, mencoba mengumpulkan sisa kesadarannya. "Maksudku... jangan pakai jari. Aku... aku masih segel, Om," bisik Elsa pelan, mengakui status raga aslinya yang memang belum pernah tersentuh oleh pria mana pun.
Mendengar pengakuan itu, Tama tersadar. Pria itu tampak terkejut, namun sedetik kemudian tatapan matanya melembut. Dia kembali merunduk, mencium bibir Elsa dengan lumatan yang jauh lebih lembut dan penuh afeksi daripada sebelumnya.
Jari tengah yang tadinya hendak menembus masuk pun urung dia lakukan. Kini, jemari kekar sang Juragan hanya bergerak perlahan, mengusap dan membelai lembut area sensitif luar milik Elsa yang ditumbuhi bulu-bulu halus, membiarkan istrinya itu menggeliat menikmati sentuhan dewasanya di atas meja makan.
"Ahh... Om... Aku enggak tahan lagi," desah Elsa lirih, menahan sensasi pekat yang membakar seluruh tubuhnya.
Tama yang sangat memahami kode itu segera menyusupkan kedua tangannya ke bawah kaki Elsa. Dia mengangkat tubuh mungil itu ke dalam gendongannya, membiarkan sepasang paha mulus Elsa melingkar erat di pinggang kokohnya. Ciuman mereka masih bertaut panas, saling membelit tanpa putus sepanjang langkah Tama yang bergerak lebar kembali menuju kamar utama.
Begitu berhasil masuk, dengan satu gerakan kaki, Tama menutup rapat dan mengunci pintu dari dalam. Dia tidak akan membiarkan siapa pun atau apa pun mengganggu mereka malam ini.
Tama membawa Elsa mendekati ranjang besar mereka, lalu membaringkan tubuh indah itu secara perlahan di atas kasur. Tanpa membuang waktu, tangan kekar Tama menyingkap kain batik bawahan milik Elsa ke atas, mengekspos area inti milik istrinya yang sudah basah sempurna. Jemarinya kembali mengusap lembut pusat kepekaan Elsa di sana.
"Ughh..." Elsa mendesah pasrah, kepalanya bergerak gelisah di atas bantal.
Tama memperhatikan wajah Elsa yang sudah memerah padam bak kepiting rebus akibat gairah yang memuncak. Pria itu menelan salivanya kasar. Didorong oleh insting dewasanya yang liar, Tama menundukkan kepalanya yang tegap. Dengan penuh kesadaran, dia mulai mengecap dan menghisap seluruh area intim milik Elsa.
Elsa, yang sepanjang raga aslinya maupun jiwa lamanya belum pernah merasakan sentuhan seintim itu, langsung tersentak hebat. Tubuhnya melengkung seketika. Sebuah lonjakan kenikmatan yang teramat besar mendesak kuat dari dalam tubuhnya, menuntut untuk dilepaskan. Saking hebatnya sensasi itu, Elsa bahkan tidak sadar kalau dia sudah berada di ambang batas.
"Ahhhhh!"