NovelToon NovelToon
Untuk Kamu 2 ( Cinta Terindah )

Untuk Kamu 2 ( Cinta Terindah )

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: NaraY

Yara adalah seorang wanita cantik namun teramat lugu dan sedikit ceroboh karena didikan dari sang papa Randy juga kelembutan mama Naya ( Tokoh 'Untuk Kamu' ). Yara juga punya seorang adik yang begitu sayang padanya. Yang selalu melindunginya.

Berbanding terbalik dengan lelaki yang di temui Yara. Lelaki ini begitu tegas dalam hidupnya. Kehidupan masa lalunya yang kelam membuatnya berprofesi sama seperti papa Yara. Tidak ada masa kelam dalam hidupnya yang tidak pernah di cobanya. Mulai dari berantem, tawuran, mencuri, geng motor, menyentuh narkoba ( tanpa mengkonsumsi ), minum minuman keras, tato tidak permanen, dan Pecinta wanita. Dialah Rivaldi Alfario.

Hanya satu ulah kenakalannya yang tidak pernah dia coba. Hingga tanpa alasan mencintai Yara tanpa syarat dalam sifat kerasnya.


cover by pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Pesta rusuh

Rival tidur dengan pulasnya setelah lelah berolahraga malam. Badannya sangat letih hingga tidak dapat merasakan apapun lagi apalagi siang tadi, pekerjaan yang menumpuk untuk menyambut panglima membuat tenaga Rival terkuras total.

Yara yang masih meringkuk dalam pelukan Rival sama sekali tidak berani bergerak agar suaminya tidak terbangun. Ia hanya mengamati tiap lekuk wajah Rival yang begitu tampan menurutnya.

***

Beberapa Minggu kemudian

Rival sudah memakai seragam lorengnya dan baru selesai makan sepiring tahu telur kecap buatan Yara.

"Nanti mas jemput jam 10 ya dek" Rival terburu berangkat sambil memperhatikan jam tangannya.

"Nggak usah mas, aku nggak mau ke rumah sakit" ekspresi cemberut menghiasi wajah Yara.

"Kenapa sayang, obatmu sudah habis lho"

"Aku tidak mau obat lagi. Obatnya besar, aku nggak suka semua obat itu, lagipula aku jadi lebih gemuk karena hormon dari obat itu" ucap Yara.

Rival mengerti istrinya pasti sangat tersiksa selama ini. Belum lagi obat penyubur kandungan dari dokter selama beberapa bulan ini harus di konsumsi Yara.

"Ya sudah.. kita bicarakan nanti lagi ya sayang. Mas berangkat dulu" Yara mencium punggung tangan Rival dan di balas kecupan sayang Rival untuk Yara.

***

"Ijin Danki..ini ada undangan pernikahan saya di desa P. " Pratu Afis menyerahkan undangan pernikahan pada Rival.

"Waahh..tidak bisa naik mobil ya ini, akses jalannya kecil khan?" tanya Rival sambil membaca undangan yang baru saja di terimanya.

"Siap Danki" senyum Pratu Afis.

"Baiklah..saya akan mengajak istri saya kesana!"

-------

"Dek, hari Jum'at malam ada undangan Pratu Afis di desa P. Temani mas ya!!" ajak Rival setelah menemani Yara belanja dan berjalan hingga malam menjelang.

"Bukannya jalan kesana sangat sulit ya mas?" tanya Yara.

"Iya dek, kita naik motor saja kesana bersama yang lain, jadi tidak usah pakai bajumu yang seperti Superman itu" ucap Rival yang kali ini melarang Yara memakai gamis ke pesta pernikahan anak buahnya.

"Iya mas, aku paham" senyum Yara.

"Apa Zein akan ikut?"

"Tidak, Mutia sedang hamil" jawab Rival.

***

"Jalan ini gelap sekali, benar atau tidak ini jalannya?" tanya Rival sambil mengendarai motor pada seorang anak buah yang berada di sampingnya.

"Benar Danki" jawabnya

"Ok lanjut, saya ikuti jalanmu!!" motor melaju tidak terlalu kencang. Rival bisa melihat ada tanda "banyak hewan liar melintas"

Rival menjadi was-was karena saat ini ia menggonceng Yara di belakangnya.

"Mas, aku takut" Yara mengeratkan pelukannya di perut Rival, tentu saja Rival senang sambil senyum tidak jelas.

"Jangan lepaskan peganganmu, bisa bisa ada harimau lari di hadapanmu" Yara yang mendengar itu langsung merasa takut karena pada dasarnya ia memang penakut.

--------

Yara sudah sampai di tempat pesta dan duduk bersama ibu undangan yang lain menikmati hidangan dan pesta tersebut sedangkan Rival masih mengobrol bersama rekan yang lain di tempat yang berbeda.

Rival menerima segelas minuman khas setempat dan meneguknya sedikit.

Wah..ini panas sekali. Jangan sampai Yara meminum ini.. aku lupa bilang tadi.

Rival celingukan mencari Yara tapi ia belum bisa meninggalkan tempat itu karena tetua adat masih berbicara.

-------

"Ibu..silahkan di minum. Tamu yang datang harus minum dulu" orang tua mempelai memberi Yara segelas air dan Yara menerima air itu. Yara meminum langsung sampai habis tanpa tau dan berpikir dulu air apa yang sedang di minumnya.

Setelah Yara minum itu yang dirasakan seketika adalah tenggorokannya seperti terbakar dan perutnya sangat panas, napas menjadi sulit dan pandangan menjadi berbayang bayang.

Yara mengambil ponselnya untuk menghubungi Rival, tapi jaringan hilang timbul bahkan hampir tidak ada. Yara semakin tidak tahan dengan rasanya.

"Om.. bisakah saya minta tolong di panggilkan suami saya di sebelah sana" Yara menarik tangan anak buah Rival yang melintas di hadapannya.

"Baik Bu" anak buah Rival perlahan menghampiri Rival yang sedang duduk dan membisikkan sesuatu di telinganya.

"Ijin Danki, sepertinya ibu sedang tidak sehat" Rival mengangguk sambil menengok dari dalam ruangan dan melihat Yara sudah nampak sesak dan gelisah di tempat duduknya. Rival memilih ijin meninggalkan tempat.

Rival berjalan mendekat pada Yara, di lihatnya gelas di hadapan Yara sudah kosong tak bersisa.

"Cckk..itu selang atau tenggorokan?? kenapa tidak di teliti dulu itu minuman apa..asal teguk saja. Kebiasaan ya kamu ini" Rival mendesah kasar. Yara hanya menatap Rival dengan pandangan nanar karena sudah tidak kuat lagi.

Rival akhirnya tidak tega melihat Yara segera pamit pulang. Anggota yang lain juga tidak ingin berlama lama dan mengikuti Danki untuk pulang.

-------

"Mas, aku mual" Yara menyandarkan kepalanya di punggung Rival.

"Kamu tidak kuat minum itu, lain kali jangan di ulang kecerobohan seperti ini" Rival mengelus kepala Yara yang bersandar di belakang punggungnya.

grusaaakk.. grusaaakk

Sinar dari motor menangkap bayangan ranting pohon dan semak yang bergoyang goyang. Rival fokus pada gerakan semak di hadapannya tapi tidak waspada dengan gerakan di sampingnya.

Tak lama dua ekor sapi yang besar muncul setengah berlari dari dalam semak. Rival tidak siap menghindar.

Bruuugghhh

Yara tertabrak tanduk sapi dan terjungkal ke tengah jalan. Empat motor juga ambruk tertabrak sapi dan Yara hampir tertimpa salah satu motor yang jatuh.

Rival yang jatuh segera bangkit dan mencari Yara. Para suami yang lain juga membantu istri mereka lebih dulu. Para istri tidak ada cidera yang mengkhawatirkan tapi tidak untuk Yara yang tidak bersuara

"Sayang..apa yang sakit" Rival mengangkat Yara ke pinggir jalan di temani lampu motor yang menyala. Rival melihat darah di jilbab Yara, kepalanya terbentur batu di jalanan.. napas Yara tidak stabil. Efek minuman tadi memperburuk keadaannya. Anggota lain membantu Rival.

Beberapa lama di sadarkan akhirnya Yara siuman. Yara mual dan pusing yang tidak bisa dikeluarkan, ia mencengkram lengan baju Rival.

"Jangan di tahan kalau sakit" cemas Rival. Karena kondisi Yara semakin menurun, mereka semua beranjak pulang.

.

.

1
Sari Ana
bukannya David cinta pertamanya ya??🤔🤔
Nuraisyah
David datang stlh menikah
Endang Kuswarin
Lumayan
Novi Lyani
part paling paling paling bikin aku 😭😭😭
ᴹᴮ𝓕𝓐𝓜✿ Hafizh N. F. F 💞
Luar biasa
Al Fatih
akhir kisah yg tak terduga,, 😭😭😭😭😭
Al Fatih
ya Allah.....,, mama Yara beneran pergi kah Kaka 😭
Al Fatih
apa itu Azizah anaknya Fahira yaaa,,,
Al Fatih
baru dari kisah papa mamanya Yara,, sekarang lanjut k kisahnya Yara...
BeQty
Luar biasa
Olivia Utri
bgs
mudahlia
wkwkwkkwkwkk
Anonim
👍
Windarti08
sumpah masih aja keluar nih air mata di bab ini😭😭😭
ceritanya bagus banget... keren aku suka Kak Nara 👍👍👍❤❤❤
Windarti08
part ini menguras air mata lebih banyak daripada part sebelumnya😭😭😭😭😭😭😭
tega sekali kau Thor... memisahkan Rival dengan Yara.
jadinya sad ending ya cerita ke 2 ini 😢
walaupun aku udah baca beberapa bab awal di cerita ke 3 yg udah tau klo Yara meninggal, tetap aja nangis dan ada rasa gak rela😭
Windarti08
ya Allah... bacanya sambil berlinang air mata 😭😭😭😭😭
Windarti08
Yara udah punya firasat mau pergi jauh.....
Windarti08
etdah bocah... ular welang dibilang belut... itu bukan mainanmu Cil.....🤦‍♀
dasar anak king cobra, gada takutnya sama ular🐍 😅😅
Windarti08
gak bisa bayangin, anak kecil mainan lingerie, dijadikan sayap Batman, dan lari-lari di dalam masjid🤣🤣🤣
Windarti08
haish... dikata gampang apa bikin wajik?🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!