Lin Yuan hanyalah seorang satpam biasa yang ingin menikmati hidup tenang setelah meninggalkan gelarnya sebagai Raja Tentara Bayaran paling mematikan.
Namun, hari-harinya berubah menjadi kacau ketika ia terjebak kesepakatan menjadi pacar palsu seorang CEO wanita sedingin es bernama Shen Yuxuan demi menggagalkan pertunangannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
Shen Yuxuan menarik napas panjang, berusaha menekan hasratnya untuk melempar asbak ke kepala pria ini.
"Baiklah, kontak fisik wajar hanya saat di depan umum, tidak lebih dari itu."
Shen Yuxuan terpaksa menyetujui poin pertama dengan hati yang berat.
"Syarat kedua, jangan pernah memerintahku seperti budak saat kita sedang berakting."
Lin Yuan melanjutkan syaratnya sambil menatap Shen Yuxuan dengan serius.
"Di depan orang lain, akulah laki-lakinya dan kau adalah wanita yang bersandar padaku."
Pernyataan ini langsung menghantam ego Shen Yuxuan sebagai seorang pemimpin tertinggi.
Dia terbiasa memberi perintah dan mendominasi semua pria di sekitarnya.
Menjadi wanita penurut yang bersandar pada pria berpakaian kusam ini terasa sangat merendahkan harga dirinya.
"Tuntutan mu itu terlalu banyak, Lin Yuan."
Shen Yuxuan menatap tajam pria di depannya dengan tatapan mematikan.
"Ingat posisimu, kau hanyalah bawahan yang aku bayar untuk jadi pacar palsuku."
Lin Yuan menguap lebar sambil meregangkan kedua tangannya ke atas.
"Kalau kau tidak setuju, ya sudah, batalin aja."
Lin Yuan berdiri dari sofa dan bersiap untuk berjalan menuju pintu keluar.
"Aku lebih suka tidur siang di area parkir daripada harus mati konyol demi bos yang arogan."
Langkah Lin Yuan terlihat sangat santai tanpa ada keraguan sedikit pun.
Satu langkah, dua langkah, tiga langkah.
"Tunggu."
Suara Shen Yuxuan akhirnya terdengar menghentikan langkah kaki Lin Yuan.
Lin Yuan menoleh ke belakang dengan senyum licik yang disembunyikan dengan baik.
"Ada apa lagi, Bos?"
Lin Yuan bertanya dengan nada polos seolah dia tidak tahu apa apa.
Shen Yuxuan mengepalkan kedua tangannya hingga kuku kukunya memutih.
Dia benar benar sangat membenci situasi di mana dia tidak memegang kendali penuh.
Namun dia tidak punya pilihan lain untuk saat ini karena pria ini adalah satu satunya kartu as yang bisa dia gunakan dengan cepat.
"Baiklah, aku setuju dengan syarat kedua."
Shen Yuxuan mengucapkan kata kata itu seolah sedang menelan duri tajam.
"Tapi jika kau berani melewati batas dan memanfaatkanku saat berakting, aku akan memotong anumu itu."
Lin Yuan kembali berjalan ke arah meja kaca dengan langkah ringan.
"Jangan khawatir, Nona Shen, seleraku pada wanita lumayan tinggi."
Lin Yuan mengambil pena dari atas meja dan menandatangani kertas kontrak itu dengan cepat.
"Meskipun kau cantik, sifat dingin milikmu itu sangat tidak romantis."
Cetak.
Lin Yuan meletakkan pena itu kembali ke meja setelah selesai memberikan tanda tangannya.
Urat kemarahan muncul di dahi mulus Shen Yuxuan mendengar hinaan langsung tersebut.
Belum pernah ada pria yang berani mengatakan hal seburuk itu tepat di depan wajahnya.
"Sekarang kesepakatannya sudah resmi."
Lin Yuan melipat kertas itu dan memasukkannya kembali ke dalam amplop.
"Kapan acara makan malam maut itu akan dilaksanakan?"
Shen Yuxuan mengambil amplop tersebut dan menyimpannya di laci meja dengan kasar.
"Jumat malam, di restoran mewah Paviliun Anggrek Biru."
Shen Yuxuan menatap Lin Yuan dengan pandangan meragukan mengamati seragam satpam lusuh yang dipakai pria itu.
"Aku akan menyuruh orang menyiapkan setelan jas yang pantas untukmu."
Shen Yuxuan menyilangkan kakinya yang jenjang dengan anggun.
"Aku tidak mau kau mempermalukanku dengan pakaian gembelmu itu."
Lin Yuan hanya tertawa kecil mendengar ejekan dari bos barunya.
"Santai saja, sayang, aku pasti akan membuatmu terlihat sangat membanggakan nanti."
Lin Yuan sengaja menggunakan panggilan sayang untuk memancing emosi Shen Yuxuan.
Brak.
Shen Yuxuan memukul meja kacanya dengan keras menahan rasa kesal.
"Keluar dari ruanganku sekarang juga sebelum aku berubah pikiran."
Shen Yuxuan menunjuk pintu keluar dengan jari telunjuknya yang gemetar.
"Sesuai perintahmu, kekasihku yang pemarah."
Lin Yuan memberi hormat ala militer sambil mengedipkan sebelah matanya.
Dia berbalik dan berjalan keluar dari ruangan kerja CEO itu dengan siulan pelan yang menyebalkan.
Blam.
Pintu ruangan ditutup dari luar meninggalkan Shen Yuxuan sendirian di dalam.
Shen Yuxuan memijat pelipisnya yang kini terasa semakin berdenyut keras.
Dia merasa baru saja mengundang seekor serigala berbulu domba masuk ke dalam rumahnya sendiri.
'Apa keputusanku menggunakan pria itu benar benar pilihan yang tepat?'
Shen Yuxuan membatin sambil menatap laci tempat dia menyimpan kontrak mereka.
Tiba tiba wajahnya merona merah saat teringat syarat pertama yang diajukan oleh pria itu.
Memegang tangan dan merangkul pinggang adalah sesuatu yang belum pernah dilakukan pria manapun padanya.
"Pria brengsek, tidak tahu malu."
Shen Yuxuan mengumpat pelan memecah keheningan ruangannya.
Di luar ruangan, Lin Yuan berjalan menuju lift dengan langkah sangat ringan.
Senyum puas tidak lepas dari wajahnya yang tampan namun terlihat sedikit berandalan.
'Dua puluh ribu yuan sebulan hanya untuk menjadi tameng keluarga kaya, bayaran yang lumayan untuk mantan tentara.'
Lin Yuan merogoh saku celananya dan mengeluarkan bungkus rokoknya yang lecek.
Dia merasa kehidupan barunya di kota ini tidak akan sebosan yang dia bayangkan sebelumnya.
Terutama dengan adanya bos cantik pemarah yang kini resmi menjadi pacar palsunya.
Ting.
Pintu lift terbuka dan Lin Yuan melangkah masuk dengan perasaan sangat gembira.
Dia harus kembali ke area parkir bawah tanah sebelum Kepala Keamanan Wang mencari gara gara lagi dengannya.
Namun Lin Yuan tidak tahu, masalah yang sebenarnya akan datang jauh lebih cepat dari acara makan malam hari Jumat.
Keluarga Zhao tidak pernah suka bermain bersih ketika ada sesuatu yang menghalangi jalan mereka.
Dan Lin Yuan baru saja meletakkan lehernya sendiri di atas papan potong mereka.