NovelToon NovelToon
Menikah Karena Jebakan

Menikah Karena Jebakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Nikahmuda / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:34.9k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Kegiatan kemping Pramuka yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi petaka, kala seseorang dengan sengaja mengubah arah tanda panah penunjuk jalan. Daniel dan Zeya tersesat hingga terpaksa bermalam di sebuah pondok tua. Demi bertahan dari dinginnya malam yang bisa menyebabkan hipotermia, mereka pun saling menghangatkan tubuh.

Pagi harinya, warga desa menemukan mereka dalam keadaan berpelukan. Tanpa mau mendengar penjelasan, keduanya langsung dibawa ke Balai Desa dan dipaksa menikah sesuai hukum adat yang berlaku.

Daniel dan Zeya mengira semuanya akan selesai setelah pernikahan itu. Namun, mereka kembali dikejutkan oleh aturan adat yang melarang pasangan pengantin meninggalkan desa sampai waktu yang ditentukan.

Terjebak dalam pernikahan yang tak terduga, Daniel dan Zeya harus menjalani hari-hari bersama di desa, apakah Daniel dan Zeya akan terpuruk atau justru bangkit memulai hidup baru mereka di sana?

Ikuti kisah mereka hanya di sini;
"Menikah Karena Jebakan"
karya Moms TZ, buka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam dari tempat kejadian tadi, taksi yang ditumpangi Daniel beserta rombongan akhirnya sampai juga di desa. Mobil berhenti tepat di depan Balai Desa.

Daniel segera merogoh dompetnya, lalu mengambil uang dan membayar ongkos kepada Pak Sopir. "Terima kasih sudah mengantar kami sampai sini, Pak."

"Sama-sama, Mas," jawab Pak Sopir, tetapi dia tampak terkejut saat menerima uang tersebut. "Mas, ini kebanyakan!"

"Nggak pa-pa," sahut Daniel sambil tersenyum. "Anggap saja rejeki buat Bapak."

Mendengar itu, sopir tersebut akhirnya menerima pemberian Daniel dengan rasa haru. "Terima kasih banyak, Mas."

Daniel hanya mengangguk pelan dan tersenyum tulus.

Pak Dadang lantas menepuk bahu Daniel. "Kalau begitu, kami pulang dulu ya, Nak."

"Iya, Pak. Sampai jumpa besok lagi," balas Daniel.

Pak Unang ikut mengangguk. "Kalian juga segera pulang dan istirahat. Hari ini pasti sangat melelahkan."

"Ini buat, Bapak." Daniel menyerahkan dua bungkus nasi padang yang dibelinya tadi kepada Pak Dadang dan Pak Unang.

"Wah...! Terima kasih banyak, Nak," ucap mereka serempak lalu berjalan meninggalkan Balai Desa menuju rumah masing-masing.

Sementara itu, Daniel langsung menggenggam tangan Zeya. "Ayo, kita pulang. Aku sudah lapar banget."

Zeya mengangguk, tangannya membalas genggaman suaminya sambil tersenyum hangat.

Tak lama kemudian, pasangan suami istri itu berjalan menyusuri jalanan desa yang hanya diterangi cahaya lampu rumah penduduk. Udara malam terasa begitu sejuk, jauh berbeda dengan hiruk-pikuk kota yang baru saja mereka tinggalkan.

Beberapa menit kemudian, keduanya tiba di rumah panggung sederhana yang kini menjadi tempat tinggal mereka.

Daniel membuka pintu, lalu mempersilakan istrinya masuk lebih dahulu. "Silakan, Nyonya."

Zeya terkekeh pelan. "Terima kasih, Tuan."

Daniel ikut tertawa kecil kemudian menutup pintu rapat.

"Aku mau mandi dulu," ujar Zeya sambil mengambil pakaian ganti.

Daniel mengangguk, lantas merebahkan dirinya di lantai kayu huniannya, kedua tangannya terentang di sisi kiri dan kanan tubuh. Meregangkan otot-ototnya setelah tadi berkelahi.

.

Sekitar dua puluh menit kemudian, keduanya telah duduk saling berhadapan dengan pakaian yang sudah berganti. Daniel mengambil satu bungkus nasi padang dari di atas meja kecil. Dia membukanya lalu diberikan pada Zeya. "Untukmu..."

Zeya menerimanya sambil tersenyum. "Makasih."

Kemudian Daniel membuka satu bungkus lagi untuk dirinya sendiri.

"Selamat makan..."

Mereka pun mulai menyantap makan malam dengan tenang. Sesekali hanya terdengar suara jangkrik dari luar rumah. Beberapa suap kemudian, Daniel menghentikan makannya, menatap wajah Zeya dengan raut serius.

Zeya pun ikut menghentikan makannya dan bertanya, "Ada apa?"

"Aku jadi kepikiran kejadian tadi," jawab Daniel. "Apa hanya kebetulan atau ada yang merencanakan?"

Zeya tampak berpikir. "Kalau menurutku hanya kebetulan saja. Mungkin di daerah situ memang rawan, mengingat tempatnya yang sepi dan jauh dari pemukiman warga."

"Aku sempat memperhatikan raut wajah Pak Dadang dan Pak Unang waktu kita membeli nasi tadi. Mereka berdua tampak gelisah. Lalu Pak Unang bilang, 'semoga tidak terjadi apa-apa, kita selamat sampai di rumah'," lanjutnya menambahkan.

Daniel mengembuskan napas pelan. "Kalau begitu, daerah sini memang tidak aman, ya. Apalagi buat pendatang."

"Semoga ke depannya daerah sini kembali aman setelah komplotan beg4l itu tertangkap," timpal Zeya.

"Aamiin..."

...

Di sisi lain, sopir taksi ternyata belum juga meninggalkan desa. Rasa takut membuatnya mengurungkan niat kembali ke kota malam itu juga. Dia memilih untuk tidur di mobilnya yang kini terparkir di depan masjid desa tersebut.

Selesai mandi dan sholat, pria itu duduk di teras masjid sambil memainkan ponselnya.

"Tadi benar-benar seperti adegan film," gumamnya pelan.

Tiba-tiba dia teringat sesuatu. Dengan penasaran diambilnya kartu memori dari kamera dashboard mobil, lalu memindahkan rekamannya ke ponsel. Meskipun tadi telah menyaksikannya secara langsung, tetapi kekaguman tampak jelas di matanya begitu melihat kembali rekaman aksi Daniel dan Zeya melumpuhkan lima beg4l dari awal hingga akhir.

"Yang kayak gini nih, yang harus diviralkan, biar orang-orang tahu dan percaya kalau masih ada orang yang baik dan peduli pada sesama."

Tanpa berpikir panjang, dia mengunggah cuplikan video tersebut ke media sosial.

"Penumpangku malam ini berhasil melumpuhkan lima beg4l sekaligus. Keren banget! Salut!" tulisnya pada keterangan video.

Tak lama setelah tombol unggah ditekan, notifikasi mulai bermunculan. Video itu perlahan menyebar dari satu akun ke akun lainnya, menarik perhatian ribuan warganet hanya dalam hitungan menit.

.

.

.

Sementara itu, di kediaman Dr. Rangga keheningan masih menyelimuti rumah besar tersebut. Sesekali terdengar isak tangis Bu Safira memecah kesunyian.

Tak jauh darinya, tampak Dr. Rangga duduk dengan kepala tertunduk. Kedua sikunya bertumpu di atas paha, sementara kedua tangannya saling bertaut menopang kening. Dia tetap membisu, seakan membiarkan segala beban memenuhi kepalanya.

"Mas, apa nggak ingin melakukan sesuatu?" tanya Bu Safira di sela isakannya.

Dr. Rangga mengangkat kepalanya, lalu menatap sang istri. "Apa maksudmu, Fira?"

"Apa dengan memasukkan Maura ke penjara, yakin bisa membuatnya berubah?" Sejenak Bu Safira menarik napas.

"Bagaimana kalau di sana nanti dia bertemu dengan penghuni sel yang malah membuatnya semakin menjadi? Dan kemungkinan itu bisa saja terjadi, Mas," ujar Bu Safira dengan segala pemikirannya.

Dr. Rangga terdiam mencoba mencerna perkataan istrinya. Hingga beberapa saat kemudian pria itu menghela napas panjang yang terasa berat. "Kamu benar, Fira. Aku harus melakukan sesuatu."

Pria itu lantas berdiri dari duduknya. "Kalau begitu, aku akan menghubungi pengacaraku."

Bu Safira mengangguk pelan. "Apa pun keputusanmu, aku akan mendukung, Mas," ucapnya sambil tersenyum tipis yang tak disadari oleh suaminya.

Dr. Rangga melangkah menuju ruang kerjanya. Dengan tangan yang sedikit gemetar, dia mengambil ponsel dari atas meja, lalu mencari nama seseorang di daftar kontak. Tak lama kemudian, panggilannya tersambung.

"Selamat malam, Dok. Ada yang bisa saya bantu?" Suara pria di seberang terdengar tenang.

"Maaf, malam-malam begini, mengganggu waktu Pak Arya," kata Dr. Rangga. "Saya membutuhkan bantuan Anda"

"Tentu, Dokter. Silakan," jawab Pak Arya tetap tenang.

Dr. Rangga menarik napas panjang sebelum menceritakan seluruh perkara yang menimpa putrinya. Tak satu pun ditutupi. Baginya, sebagai seorang ayah, dia memang ingin menyelamatkan Maura, tetapi bukan berarti menghilangkan tanggung jawab atas kesalahan yang telah diperbuat gadis itu.

Beberapa saat suasana hening.

"Kalau begitu, besok pagi saya akan mendampingi Anda ke kantor polisi," ujar Pak Arya. "Saya akan pelajari dulu berkas perkaranya. Jika syaratnya memungkinkan, kita bisa mengajukan penangguhan penahanan sehingga Nona Maura dapat menjalani proses hukum sebagai tahanan kota."

"Apa itu bisa dilakukan?" tanya Dr. Rangga penuh harap.

"Bisa diajukan. Namun, keputusan tetap berada di tangan penyidik dan pihak yang berwenang. Yang terpenting, kita menunjukkan bahwa Nona Maura akan kooperatif dan tidak melarikan diri. Anda juga bisa menjadi penjaminnya." lanjut Pak Arya.

Dr. Rangga mengembuskan napas lega. "Baik. Apa pun persyaratannya, saya akan memenuhinya."

"Kalau begitu, saya akan menyiapkan semua dokumen yang diperlukan. Besok jam delapan pagi saya jemput Anda di rumah."

"Terima kasih, Pak Arya."

Usai menutup sambungan telepon, Dr. Rangga memejamkan mata beberapa saat. "Semoga ini menjadi kesempatan terakhir bagimu, Maura," gumamnya lirih.

Dari balik pintu ruang kerja, Bu Safira memperhatikan suaminya dengan pandangan yang sulit ditebak. Entah apa yang direncanakannya.

1
Aditya hp/ bunda Lia
mereka menunda kuliah demi usaha mereka di desa yang terus berkembang
𝐈𝐬𝐭𝐲
mereka semangat dengan usaha barunya sehingga menunda kuliah, semoga mereka bisa sukses...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Patrick Khan
danil zeya gk kembali ke sekolah kah🤔🤔
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nanti sekolah lagi
total 1 replies
Patrick Khan
bahar kau ribet bgt sih🤣🤣🤣
Nar Sih
panen pertama berhasil juragan
Aditya hp/ bunda Lia
si Bahar dah tua di bui juga bukannya sadar malah tambah gila ... ini lagi anak buahnya sama2 gila
vj'z tri
hei Bambang lu B2 juga ambil kan ? hayooo ngaku 🫵/Slight/
vj'z tri
Alhamdulillah 🤲🤲🤲onah sadar
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤲🤲🤲🤲🤲
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
bahwa ... kata Moms jemurannya masih harus di gantung meski kemarau tapi belum kering gantung .. ya gantung .... 🤭
Aditya hp/ bunda Lia: biasa kan pas lagi seru dan pinisirin bingit ... gantung 😁
total 2 replies
Nar Sih
malu kan bu yuni 🤣slh sendiri punya mulud pedes klau ngomong
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
makanya jangan suka nyiyir dan julid kamu teh yuniiiiii .....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
dgn hadir nya zheya daniel di desa tersebut pssti lbih maju dan makmur
vania larasati
lanjutt
vania larasati
lanjut
Nar Sih
siap momz ,udah hadir disana👍🥰
Nar Sih
zhe dan maura udh semakin akur yaa,tmbh dekat satu dan yg lain nya ,
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: alhamdulillah
total 1 replies
Nar Sih
semoga ujian nya lancar dan bisa lulus dgn nilai terbaik ya daniel zhee☺️
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin mam
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
kirain karya baru lagi ternyata mbak ayang
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣 terkecoh
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
semangat ujiannya Niel ze
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih bund🫰
total 1 replies
Nar Sih
ahir nya hukuman yg pas untuk mu juragan bahar dan bnr kta ayah mu zhe ,hati,,dgn juragan bahar yg pasti gak akan diam sja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!