Kisah Naya Ariska gadis muda dan cantik harus rela menjual tubuhnya kepada Pengusaha tampan dan terkenal sukses. Demi untuk membiayai ibunya yang Operasi karena penyakit kanker yang di derita ibunya.
Juna Ricard Permana. Pengusaha tampan dan terkenal sukses ini, lelaki pecinta one night stand. Baginya semua wanita sama. Hanya menginginkan uang dan kepuasan saja.
Tanpa di duga, ketika ia mengoyak kesucian gadis cantik yang rela menjual tubuhnya demi uang? membuat Juna merasakan getaran yang aneh yang tidak biasa.
Bagaimana kisah mereka? ikuti setiap episodenya ya.. hanya di Novel toon. 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Ziah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 28 Tawaran Kuliah di luar negri
"Ayo Raf kita makan dulu." ajak Juna pada Rafa.
"Iya kak." Juna pun membawa Rafa di salah satu Resto di Mall yang mereka kunjungi.
"Kamu mau pesan apa Raf?" tanya Juna.
Rafa melihat dan membaca menu makanan yang baru saja di berikan kepada pelayan Resto.
"Pesan saja Raf, apa pun yang ingin kamu makan. Jangan sungkan ya?" ucap Juna saat melihat Rafa seperti mau memesan makanan yang ia inginkan tapi takut untuk mengucapkan nya.
"Iya, kak Juna. Terimakasih." balas Rafa.
Setelah selesai makan mereka berbincang-bincang di Resto itu. "Raf, ada yang mau kakak bicarakan pada mu." ucap Juna serius.
"Kak Juna mau bicara apa?" tanya Rafa penasaran. "Ini apa kak?" tanya Rafa lagi karena Juna tiba-tiba saja memberikan amplop berwarna putih kepadanya.
"Rafa, apa kamu masih ingat saat kakak memberikan uang kapeda anak buah Rentenir?" tanya Juna.
"Masih kak. Kakak yang sudah menolong kami saat itu, dengan membayarkan utang kami kepada rentenir." jawab Rafa yang mengingat kejadian saat Juna yang menolong kakaknya yang hampir saja di bawah dengan anak buah Bang Teddy, Rentenir yang licik.
"Raf, amplop ini berisi uang dan itu pemberian kakak mu. Naya mencicilnya." Rafa menatap Juna masih tidak mengerti.
"Mencicil? maksudnya?!" tanya Rafa bingung.
"Begini Raf, kakak benar-benar ikhlas menolong kalian. Bahkan kakak gak ada niatan untuk meminta uang itu kembali pada kalian. Tapi, tadi Naya memberikan uang ini kepada kakak. Dia bilang uangnya untuk mencicil uang yang 50 juta itu. Kakak sudah menolaknya tapi Naya tetap kekeh mau mencicilnya." jelas Juna.
"Mungkin kak Naya memberikan atau menciicil uang itu, karena kak Naya tidak mau berhutang budi pada kak Juna. Kalau kak Naya mau nya seperti itu, biarkan saja kak, terima aja uangnya. Mungkin buat dia itu lebih baik." Ujar Rafa.
"Tidak Raf, karena kakak tidak menganggap bantuan kakak itu utang. Kakak tulus menolong kalian. Jadi uang ini kakak kasih ke kamu. Simpan uang ini, siapa tahu nantinya berguna untuk kalian. Setiap bulannya Naya akan membayarnya pada kakak dan kakak akan kembalikan padamu. Tapi kakak mohon jangan beritahu dengan Naya kalau kakak sudah mengembalikannya padamu." Juna meletakkan amplop tersebut ke tangan Rafa.
"Tapi kak_-"
"Rafa, jangan menolaknya." Sela Juna.
"Baiklah kak. Terimakasih Kakak, Rafa bersyukur bisa mengenal orang sebaik kak Juna." Ucap Rafa dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Juna yang melihat itu langsung beranjak dari kursinya dan pindah duduk kesamping Rafa.
"Hei, kenapa Raf? kenapa jadi sedih gitu?!" tanya Juna.
"Rafa gak nyangka kak, ternyata masih ada orang kaya yang baik seperti kak Juna." jawab Rafa sembari menghapus air matanya yang keluar dari sudut matanya.
"Kamu tahu Raf, kakak tidak memiliki adik maupun kakak. Hidup kakak selama ini terasa sepi. Semenjak mama kakak pergi meninggalkan papa dan kakak demi lelaki lain. Tak lama dari itu papa meninggal, dan saat itu aku hanya hidup sendiri. Waktu itu kakak masih seumuran kamu. Kakak pun berjuang sendiri dan harus menjalankan usaha papa kakak di bidang Otomotif. Bayangkan seumuran kamu, kakak harus bekerja, dan kuliah bisnis agar kakak bisa mengembangkan usaha peninggalan almarhum Papa. Kakak juga tidak punya waktu untuk bermain bersama teman-teman." ucap Juna menceritakan masa lalunya. "Dan pada saat kakak bertemu kamu pertama kali, kak sangat senang. Kakak serasa punya adik." tambahnya lagi. Rafa yang mendengar masa lalu Juna tak menyangka hidupnya sangat berat seperti dirinya. "Kamu mau kan jadi adik kakak?!" Rafa terkejut dengan tawaran Juna padanya.
"Apa? kakak gak malu menjadikan Rafa sebagai adik kak Juna?" Juna tersenyum mendengar perkataan Rafa.
"Malu?" Rafa menganggukan kepalanya. "Enggak. ngapain malu! kakak malah senang kalau kamu mau menjadi adik kakak. Sebenarnya ada dua yang kakak inginkan." ucap Juna.
"keinginan apa kak?" Juna tersenyum menatap Rafa yang membuat Rafa malah bingung.
"Menjadikan kamu adik kakak dan_-" Juna menjeda ucapannya.
"Dan apa kak?"
"Dan.. menjadikan kakak kamu istri kakak." Rafa tersenyum mendengar Juna ingin menjadikan kakaknya sebagai istri dari leleki yang duduk di sampingnya.
"Bukannya kak Juna udah pernah bilang ke Rafa soal itu?!" Juna pun langsung tertawa.
"Iya, kakak tahu. Kakak hanya mengucapkannya lagi padamu." Rafa pun juga ikut tertawa.
"Rafa sangat senang dan bahagia kalau kakak Juna bersama kak Naya. Dengan begitu Rafa tidak akan cemas, sebab ada kak Juna yang akan selalu menjaga dan melindunginya." ucap Rafa.
"Oh iya Raf, ada satu lagi yang mau kakak sampaikan."
"Apa itu kak?" tanya Rafa.
"Kamu mau kuliah kan?!"
"Iya kak, Rafa mau kuliah." jawab Rafa.
"Raf, kakak mau menguliahkan kamu keluar negeri." tawar Juna.
"A-apa kuliah di luar negri?! Rafa gak salah dengarkan?!" tanya Rafa memastikan.
"Iya, kakak akan kuliahkan kamu keluar negri sampai selesai. Dan setelah selesai kakak akan masukan kamu di kantor, kak. Bila perlu kamu yang akan menjalankan Perusahan anak cabang yang kakak miliki. Belajarlah Raf, ambil jurusan bisnis ataupun Manajement. Itu pun jika kamu berminat mengambil jurusan bisnis. Jika tidak, kakak juga tidak memaksa kamu. Pilihlah jurusan yang kamu inginkan." Ada rasa senang di hati Rafa mendengar kuliah di luar negeri. Tapi ada rasa sedih, ia harus meninggalkan kakaknya.
"Sebenarnya Rafa mau aja jika ada kesempatan kuliah di luar negeri, tapi biaya disana kan sangat mahal kak.. tidak mungkin Rafa merepotkan kak Naya lagi." ucap Rafa sedikit sedih.
"Hei, jangan sedih. Kakak yang akan biayai keperluan mu disana. Kamu cukup belajar dengan giat, jangan pernah pikirkan soal biaya hidupmu disana." jelas Juna.
"Tapi kak, apa ini tidak terlalu berlebihan? terus gimana Rafa akan menjelaskan ke kak Naya untuk kuliah keluar negeri?" ucap Rafa antara bingung dan ragu.
"Bilang aja sama Naya, kalau kamu mendapatkan beasiswa kuliah di luar negri dan kesempatan ini tidak datang dua kali." jelas Juna memberi ide pada Rafa.
"Emm, Rafa akan pikirkan ini dulu kak. Masih ada waktu untuk memikirkan nya. Rafa juga harus bicarakan tentang ini ke kak Naya." Ucap Rafa akhirnya.
"Baiklah. Pikirkan dulu matang-matang dan ikuti kata hatimu. Jika sudah mendapatkan jawabannya, kamu kabari kakak. Biar kakak bisa persiapkan semuanya." sahut Juna.
Kemudian Rafa memeluk Juna, "terimakasih kak, atas semua kebaikan kakak Juna kepada Rafa dan kak Naya." ucap Rafa.
"Kakak melakukan itu, karena kakak sangat menyayangi kalian berdua." balas Juna membalas pelukan Rafa.
kayanya Naya hamil