NovelToon NovelToon
My Unique Boyfriend

My Unique Boyfriend

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Alter ego / Komedi / Tamat
Popularitas:199.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Astuty Nuraeni

Warning 17++
Banyak kata-kata kasar dan umpatan, harap bijak dalam memilih bacaan..

Nismala Andriani, seorang gadis yatim piatu yang tengah berjuang meraih mimpinya menjadi seorang Arsitektur Laskap, namun dia terpaksa harus berhenti dari kuliahnya karena keadaan ekonominya, dia mulai bekerja sebagai Cleaning Service disebuah perusahaan Arsitektur terkemuka dikota Jakarta.

Ditengah sulitnya menjalani kehidupan dan mengejar mimpinya, dia harus terjebak bersama Arthur, pemilik perusahaan tempatnya bekerja yang ternyata mempunyai lima kepribadian lain didalam tubuhnya dan membuat Nismala jatuh cinta terhadap salah satu kepribadian Arthur.

Bagaimana Mala, sapaan gadis berkacamata itu akan menghadapi kemelut dalam hidupnya?

Mampukah Mala menyelesaikan kuliahnya dan menjalani kisah cintanya yang rumit bersama Arthur?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astuty Nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 Pakde Karto

"Sopo kowe?"

Sebuah suara yang tidak asing ditelinga Mala, hanya saja intonasinya sedikit berbeda. Mala berbalik dan melihat penampilan Arthur yang sangat aneh, dia mengenakan kemeja lengan panjang bermotif lurik dan celana panjang berwarna hitam yang terlihat kebesaran, serta penutup kepala yang biasa digunakan oleh orang jawa atau yang kerap disebut blangkon.

(Visualnya bayangin sendiri ya🤣🤣)

"Cah ayu. Lho kok meneng wae?" Ucap laki-laki aneh yang kini berdiri dihadapan Mala.

"Siapa anda?" Tanya Mala gugup, dia sudah paham akan situasinya, saat ini pasti kepribadian lain Arthur yang tengah muncul, Mala harus waspada karena dia tidak tau siapa yang tengah dihadapinya.

"Aku." Laki-laki aneh itu menunjuk dirinya sendir. "Aku pakde Karto." Laki-laki itu mengulurkan tangannya kepada Mala, namun Mala tak bergeming, dia masih menganga tak percaya akan bertemu dengan kepribadian Arthur yang lain.

"Mbok yo nek ditanya sama orangtua itu dijawab, ndak sopan." Tegas laki-laki yang mengaku bernama pakde Karto itu.

"Saya Mala.." Mala ragu untuk memanggil nama laki-laki yang tengah berdiri didepannya dengan kedua telapak tangannya saling bertumpu didepan pahanya.

"Pakde Karto." Ulangnya, dia mengira Mala lupa dengan namanya, karena sedari tadi gadis itu hanya mematung. "Wlah piye iki, ayu-ayu kok budeggg." Imbuh pakde Karto seraya menggelengkan kepalanya.

Merasa dikatai budegg, Mala segera mengerjapkan matanya, dia kembali fokus pada uluran tangan pakde Karto yang masih menggantung diudara, gadis itu segera meraih tangan pakde Karto dan menyalaminya. "Mala." Ucap Mala memperkenalkan dirinya dengan singkat, sangat singkat.

Kriiik.. Krikkk, suara jangkrik itu kembali terdengar, pakde Karto segera meninggalkan Mala dan berlari menuju ruangan gelap itu lagi. Karena penasaran Mala mengekor dibelakang pakde Karto dan ikut masuk kedalam ruangan yang kini sudah terang karena lampu sudah dinyalakan.

Mala tertegun, matanya membulat sempurna melihat sebuah kotak besar yang berisikan puluhan ekor jangkrik, atau mungkin bukan puluhan lagi tapi ratusan, saking banyaknya Mala tidak akan sanggup jika menghitungnya satu-satu.

"Masuk cah ayu." Titah pakde lembut dengan logat jawanya yang begitu kental membuat kalimat itu sangat enak didengar oleh telinga Mala.

Mala masuk dengan perlahan dan mendekati pakde Karto yang tengah tersenyum puas melihat jangkrik peliharaanya.

"Anda memelihara semua ini? Tanya Mala dengan sedikit ragu, namun rasa penasarannya mendorong gadis itu untuk berani bertanya.

"Pakde, panggil aku pakde." Protes pakde Karto karena Mala tidak memanggil namanya.

"Iya pakde maaf. Apa pakde memelihara semua jangkrik ini?" Ulang Mala, gadis itu rupanya tertarik dengan jangkrik yang dipelihara didalam apartemen mewah.

"Iya." Jawab pakde singkat namun padat dan jelas.

"Tapi untuk apa pakde?"

"Untuk di adu."

"Di adu, bukankah biasanya ayam yang di adu pakde?" Mala semakin antusias untuk bertanya, anehnya gadis itu tidak merasa takut lagi berhadapan dengan pakde Karto.

"Jangkrik juga bisa di adu to, bocah jaman sekarang ndak paham beginian, padahal jaman dulu adu jangkrik sangat terkenal didaerah jawa. Di jogjakarta saja sampai terkenal dikalangan Kraton." Terang pakde Karto seolah-olah dia sudah hidup lama.

"Memangnya pakde Karto bukan bocah jaman sekarang?" Tanya Mala dengan hati-hati.

"Opo kowe itu ndak lihat pakde ini sudah tua, sudah sepuh, sudah bau tanah." Ucap pakde Karto menggebu-gebu.

"Bau tanah gimana jelas-jelas masih muda dan tampan begitu." Batin Mala yang akhirnya mengakui wajah tampan milik Arthur.

Pakde Karto, kepribadian lain Arthur yang menggambarkan dirinya sebagai laki-laki tua berusia 60 tahun, logat jawanya begitu medok namun halus didengar, hobbynya mengadu jangkrik bersama kenalannya. Sejauh ini, mungkin pakde Kartolah yang paling mudah diatur, kepribadian ini jarang muncul, pakde Karto akan muncul jika dia mendengar suara jangkriknya. Namun jangan salah, sekalinya pakde Karto muncul, dia akan sangat susah untuk ditidurkan lagi, apalagi kalau sudah berkumpul bersama teman-temannya untuk mengadu jangkrik.

Mala mengamati pakde Karto yang tengah memilih beberapa jangkriknya dan memasukannya kedalam sangkar yang terbuat dari kayu dengan kawat sebagai penutupnya, dibawah sangkar itu juga terdapat dua laci yang digunakan pakde Karto untuk menyimpan pakan jangkriknya.

Pakde Karto membawa sangkar itu dan keluar dari ruangannya, Mala menjadi panik saat melihat pakde Karto akan keluar dari apartemen itu. Mala mengejar pakde Karto dan berusaha membujuknya untuk tidak pergi, namun Mala bingung harus berbuat apa.

"Pakde mau kemana?" Ucap Mala, tubuhnya bersandar pada pintu sehingga pakde Karto tidak bisa keluar. Salah satu tangannya meraih ponselnya dan segera menghubungi Rafli.

"Mau ngadu jangkrik. Awas jangan didepan pintu, *ora ilok."

"Ora ilok* itu apa pakde?" Tanya Mala bingung.

"Ora ilok ya ora ilok, pokoknya anak prawan ndak boleh berdiri didepan pintu, nanti ndak jadi dilamar."

"Pacar saja Mala nggak punya pakde, apalagi yang mau ngelamar, pasti akal-akalan pakde aja kan biar bisa keluar."

"Mesakno, ayu-ayu kok durung payu. Awas to pakde mau lewat." Ujar pakde Karto seraya menarik tangan Mala agar menjauh dari pintu.

"Mala anterin ya pakde, pake mobil, biar cepet sampai tujuan, tapi pakde tunggu Mala ganti baju dulu, dan ini Mala bawa sebagai jaminannya." Mala merebut sangkar jangkrik itu dan membawanya masuk kedalam kamar.

"Mala,.bocah kurang aja." Teriak pakde Karto .

Didalam kamar Mala memeriksa ponselnya dan ternyata sudah terhubung dnegan Rafli.

"Halo, asisten Rafli."

"Biarkan saja dia pergi, kamu ikutlah bersama pakde Karto, aku akan menyusul kalian." Jelas Rafli yang sudah mengerti tentang situasinya.

Mendengar perintah Rafli, gadis itu segera bersiap lalu keluar dari kamarnya dengan membawa sangkar jangkrik pakde Karto. Diluar pakde Karto sedang mondar-mandir menunggu Mala, dia segera merebut sangkar jangkriknya begitu melihat Mala keluar.

"Pie arep due pacar, cah wedok kok ora iso dandan (Gimana mau punya pacar, anak gadis kok nggak bisa dandan)." Gumam pakde Karto, namun Mala hanya acuh karena dia tidak mengerti apa yang diucapkan oleh pakde Karto.

Mereka berjalan beriringan menuju basement, pakde Karto meletakan sangkar jangkriknya dijok belakang, sementara dia duduk didepan bersebelahan dengan Mala. Mala hanya pasrah melihat mobil mewah itu digunakan untuk mengangkut jangkrik, Mala hanya bisa berdoa semoga Artur tidak murka melihat mobil mewahnya ternistakan.

**BERSAMBUNG.....

Adu jangkrik bukanlah permainan rakyat asal Indonesia, melainkan permainan dari negeri Cina/Tiongkok. Menurut You Zhou dalam buku A History of Chinese Entomology, adu jangkrik telah ada sejak zaman Dinasti Tang (618-907).

Di Indonesia sendiri adu jangkrik terkenal didaerah jawa, di Yogyakarta adu jangkrik biasanya diadakan saat musim tanam padi kedua.

Sumber Google**

1
Arthie Swastika Swandie
Luar biasa
Julietta Hutapea
Biasa
Julietta Hutapea
Kecewa
Senajudifa
3 jagoan yatim piatu mampir thor
Senajudifa
nah loh siapa yg datang?
Senajudifa
tambah penasaran aku
Senajudifa
emang jd rumit sih😁😁
Senajudifa
lamax aku tak pernah melipir kemari thor, apa kbr?
Senajudifa: alhamdulillah baik
total 2 replies
Eki Payakumbuh
👍
Cah Suwung
ceritanya berbeda denga yang lain, keren
Senajudifa
mampir thor
Senajudifa
kutukan cinta dn mr playboy hadir maaf jaramg mampir thor
Senajudifa
haduh petra
Abilaqueen
bagus sekali
astuty mcitro
Luar biasa
Senajudifa
kasihan kau rey...kutukan cinta dn mr. playboy mampir thor
Senajudifa
sabar rey
Sakura_Merah
semangat dek...
Sakura_Merah
next Mala ku sayang...
Sakura_Merah
hadir kembali
visual yang keren-keren, aku malah bingung buat cari visual 🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!