NovelToon NovelToon
Nikah SMA

Nikah SMA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:14M
Nilai: 4.9
Nama Author: P TututhPern

Afkar Giovani Nararya si ketua kedisiplinan Sekolah SMA N TUNAS BANGSA, di nikahkan dengan Hanindya Kayesa si Ratunya terlambat, dan mereka terkenal tidak akur satu sama lain

Di tambah keseruan teman sekelas yang gila gila mewarnai

Seperti Tom and Jerry bagaimana mereka menjalani bahtera pernikahan mereka?

bagaimana mereka menyikapi situasi yang memaksa mereka menjadi orang dewasa di usia mereka yang masih remaja?

Bagaimana mereka menyembunyikan status pernikahan mereka dari pihak sekolah agar tidak di keluarkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon P TututhPern, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

" MAMA SEMANGAT..... "

" AKU PADAMU MA... "

" GO MAMA GO MAMA... "

" KYAA... SERVICE HATI AKU MA. "

" PAPA ALWAYS LOVE YOU MA... "

" kapan gue bilang gitu hah? "

" akh... kaki gue "

" jangan goyang goyang, Im nanti gue jatuh njir. "

"MAMA... OH MAMA "

Hanin menggehela nafas panjang sebelum mendelik ke pinggir lapangan dimana IPS 1 sudah membuat rusuh

" WOI DIAM NGAK LO PADA, MAU BOLA INI GUE LEMPAR KE LO PADA HAH? " kesal Hanin

" kelas lo berisik Nin " Afifah yang ada di ekskul yang sama berkomentar dia tersenyum melihat bagaimana berisiknya 11 IPS 1 itu.

Hanin yang untuk pertama kalinya ikut latihan di ekskul voli mendesah kesal, dia lumayan tidak suka jadi pusat perhatian tapi karena teman temannya hampir semua siswa yang ada di sekitar lapangan melihat ke arahnya.

" KYAA... ITU MAMAKU ITU MAMAKU... " heboh Baim begitu Hanin melakukan service

" AFKAR, SURUH NGAK TUH ANAK MONYET DJAM " seru Hanin yang sudah kesal sendiri dia tidak bisa konsentrasi.

Bukannya diam anak kelasnya makin menjadi, Hanin hanya bisa menggeleng pasrah dengan sebuah senyum kecil di bibirnya, Hanin tau dengan kehebohan teman temamnya itu termaksud dukungan untuknya yang akhirnya mau ikut latihan di ekskul karena selama ini dia hanya selalu titip nama saja.

Di pinggir lapangan Afkar sibuk menegur anak anaknya yang sudah seperti ikan kehabisan air tidak mau diam.

" kaki gue njir. " umpat Alvin karena sudah terinjak Kevin yang mencoba menerobos ke depan mau bergabung dengan trio rusuh, Aryan Zain Baim.

" gue ngak ngelihat.. " rengek Ciara

" kalaiu pendek ya didepan bukannya di belakang. " ledek Zain " sok ketinggian sih l-akhhh... " Ciara melompat kecil meraih rambut Zain

" ngomong lagi coba? "

" lo kelamaan berteman Mama keknya, sakit Boncel "

" sudah sudah... " Afkar menjauhkan Ciara dari Zain " kalau mau jambak jambakkan di kelas jangan di luar kelas " tegurnya "

" noh si boncel Pa "

" sudah " tegur Afkar " Ci lo kalau mau jambak dia sampai botak lakukan di kelas " ucap Afkar menatap Ciara yang sudah cemberut dia beralih ke Zain " dan lo. kalau mau ngerusuh ya di kelas bukan di sini "

Afkar beralih ke belakang dimana Kevin dan Budi sudah dorong dorongan genit

" lo kalau homoan di tempat lain " tegur Afkar " Al lo jangan tiduran di sini, lo mau ke inj-"

" MAMA MENANGGGG.... " Afkar mengusap telingannya begitu mendengar pekikan Miya dan Sasha yang sudah asik.joget joget di kursi

" Fadly tahan kursinya " suruh Afkar yang ngeri sendiri

" kalem napa kalem... " ucap Fadly yang malah menggoyangkan kursi

" gue jatuh Sat " umpat Miya, Fadly malah tertawa.

" kalau yayang gue jatuh, gue botakin bulu ketek lo " timpal Kevin.

" makanya jalan, jangan cuman gas di tempat oon." Budi memukul kepala Kevin, Kevin yang baru saja mau maju membalas sudah ditarik Afkar.

" thanks " ucap Hanin menerima botol minum dari Afifah, matanya melirik anak kelasnya yang masih saja rusuh.

" kelas lo asik kayaknya " Afifah mengambil posisi duduk di samping Hanin " teman kelas gue malah ngebosenin "

" ya asik, asik bikin stress " Hanin meminum airnya " dasar... seharusnya mereka sudah pulang " cibir Hanin yang menggeleng kecil sudut bibirnya terangkat samar. " thanks airnya, gue duluan mau nenangin pasien dulu " Hanin berdiri sambil melambai kecil ke Afifah sebelum berlari kecil ke arah teman temannya.

 

sesampainya di kamarnya Hanin langsung melemparkan tubuhnya di kasur. tulangnya terasa remuk semua.

" capek " keluhnya

" rajin olahraga makanya " cibir Afkar dia mendekat memukul pelan kaki Hanin " heh mandi dulu sana "

" nanti "

" mandi sekarang Nin, lo mau gue gendong ke kamar mandi? "

" dih... itu mah maunya lo "

" emang "

" cih "

" sana mandi " usir Afkar lagi.

Hanin mengikat rambutnya tinggi begitu dia di dapur untuk memasak, tadi Afkar pamit mau keluar sebentar karena ada pertemuan anak anak osis.

Hanin mengambil bahan makanan yang ada dalam kulkas menyimpannya di atas meja.

" hah... gue butuh Youtube " Hanin berlari cepat ke kamar mengambil hp miliknya sebelum kembali ke dapur bersiap melanjutkan memasaknya.

Dengan hati hati Hanin mengupas dan memotong sayuaran sesuai yang ia lihat di youtube. Hanin bukanlah gadis yang suka berada di dapur jadi wajar saja kalau dia sangat kaku memegang pisau.

" mata gue " Hanin mengusap matanya yang perih saat dia memotong motong bawang merah

Jam tujuh malam Afkar baru pulang dia lumayan terkejut melihat makanan di meja makan, akhirnya dia tidak makan mie instan malam ini.

" lo yang masak? " tanya Afkar menarik kursi untuknya

" hm " Hanin menyodorkan piring ke Afkar " gue tidak jamin rasanya. "

Afkar tidak bersuara dia langsung mengambil nasi beserta lauk yang di masak Hanin, Sayur ikan goreng dan balado telur. Hanin diam menatap Afkar yang terlihat lahap memakan masakannya

" gimana? " Afkar mengangkat wajahnya menatap Hanin " gimana? "

" masih bisa di makan ".jawab Afkar kembali memakan makanan di dalam piringnya

Hanin mendesah kecil bukan itu yang mau dia dengar. Dengan sedikit penasaran dengan rasa masakannya sendiri Hanin mengambil makanan untuknya.

".hueekk... Asinn "

Hanin berlari ke arah wastafel mencuci mulutnya sebelum kembali ke meja makan.

" jangan makan " Hanin menarik piring Afkar. " kenapa tidak bilang kalau asin banget " omel Hanin

" masih bisa di makan, kemarikan piringnya "

" gak " Hanin mengumpulkan makanan di atas meja " kalau ngak enak bilang, ngak usah sok mau ngabisin, jangan kasihani gue "

" Nin "

Hanin menepis tangan Afkar dan membawa piring piring itu ke bak cuci piring. Di meja makan Afkar hanya bisa mendesah pelan dia sangat kelaparan karena tidak sempat makan siang tadi.

Hanin mencuci piringnya dengan perasaan kesal sendiri, dia ingin mencoba membuat makanan tapi gagal dan dengan bodohnya Afkar malah memakannya tanpa mengatakan apapun, mulutnya terus saja mengomel dengan suara pelan

" jangan mendumel " Afkar menepuk pelan bibir Hanin, gadis itu mendelik kesal

" jauh jauh sana, gak usah deket deket gue " Afkar lagi menoyor kepalanya pelan

" gak usah drama lo. " Afkar menggulung lengan bajunya dia meraih piring yang belum dibilas Hanin dan mulai membilasnya

" dih siapa yang drama? "

" elo lah " Afkar bergeser mengatur piring di rak piring " habis ini makan diluar, gue masih lapar "

Hanin mendesah kecil, dia memasak karena tidak mau terus menerus makan mie instan atau makan diluar.

Afkar melirik Hanin yang memasang wajah cemberut bercampur kecewanya, tanpa mengelap tangannya Afkar memalingkan wajah Hanin menghadap ke arahnya.

" woi tangan lo basah. njir... gue sudah perawatan wajah " omel Hanin

" dengar "

Hanin yang tadinya meronta meminta dilepaskan terdiam melihat wajah serius Afkar. Hanin menelan ludahnya pelan, bola mata Afkar hitam pekat itu membuatnya terinimidasi.

" mulai besok gue mau lo tetap memasak jangan karena kejadian ini lo berhenti memasak "

" gue gak mau " Hanin melongoskan wajahnya

" gue janji bakal kasih tau lo rasa masakan lo, lagian gue juga tidak mau mati muda makan makanan asin lo mulu " Hanin mendecak sebal

" terus kenapa gue mesti masak ege... "

" ya... karena gue bakal rugi beli bahan makanan tapi mubazir karena tidak pernah di masak "

Afkar melepaskan dagu Hanin dan kembali mebilas piring yang sudah di sabuni Hanin

" itu resiko gue " gumam Afkar, Hanin menoleh ke arahnya.

Afkar menatap air yang mengalir di depannya

" lo sama gue sama sama tidak mempersiapkan diri dan kita menikah begitu saja, " ucap Afkar lagi kemudian menoleh ke Hanin, dia tersenyum kecil

" gue tidak keberatan jadi kelinci percobaan lo, toh kita baru mulai "

Hanin menggigit bibir bawahnya dia terlalu fokus dengan kata ' Kita ' yang diucapkan Afkar.

" gue sudah bilang jangan terlalu baik, Fa. " ucap Hanin " gue baper " cicit Hanin

Afkar membulatkan matanya terkejut tapi tak lama dia langsung senyum

" baguslah, karena gue juga "

 

tbc

1
aurora
Thor gak bikin karya baru kah🤭🤭🤭
NuFa Dila
tahun 2021 ponakanku lahir, kakakku ta kasih saran nama afkar
dan 2024 anakku lahir ta kasih nama hanindya😍
Tutu: Serius kak?

Anak sama ponakannya nggak galak kan kayak mereka?
total 1 replies
aurora
rindu Thor
aurora
baca lagi entah yang ke berapa kali
Nayla
bagus banget
Nayla
adiknya Adam 😍
Juriyah Non
rinduuu beuuut Thor
Eka Safitri
Bagus.. udah baca yg keberapa gak tau lagi saking seringnya...
RaihanArfadilla Ani
dan aku masih mengulang bc lg
Dealova Dea
siapa yg gk pernah bosan sama afkar dan hanin .. udah ke seratus mungkin q baca ni novel .. thun 2025 masih jg di baca .. gk bisa move on... the best🥰🥰🥰🥰🥰
Mommy Seventh
rindu nih kangen,, masih ada lanjutannya yg lain lagi enggak Mak tuu..
Madja
baca ulang lagi ahh...
kangen sama karya baru nya mak 😂
Renita Purwanti
baca ke sekian kalinya
Kholiq Masbuhin
bolak balik di baca gak pernah bosen sama ini novel.ringan banget ceritanya tp seru.berasa ada di antara mereka 🤣🤭🥰
Kholiq Masbuhin
Buruk
Safira
dah gk ke hitung berapa kali gua ulang" ni cerita dengan akun yg beda" karena lupaa😅😅
Nurul Alkhaerani
baca ulang lagi yuhuuuuu
jeje_😎
q dateng lgi thor...ini udah yang ke 5 ato keberapa gitulah..q baca novel othor yg satu ini..the best bgt sumpah thor...😍😍😍😍👍👍👍👍👍🥳🥳🥳🙏
cewek Lin Yi
I'm back, di tahun 2025 dengan akun baru 😁
Lia Kiftia Usman
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!