NovelToon NovelToon
CANDU

CANDU

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / One Night Stand / CEO / Cintapertama
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Apri Ana

***

Bagi Raka, Naya adalah candunya ...

Berbeda dengan Naya yang menganggap Raka sebagai masa lalu yang menyakitkan..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apri Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

Seminggu telah berlalu hari ini Raka sudah kembali ke jogja, Ia sudah sangat merindukan Naya dan tak sabar untuk bertemu Naya apalagi urusan perceraiannya dengan Clara sudah selesai dan hak asuh Raisa jatuh ke tangan Sang Ibu. sebenarnya Raka sudah meminta hak asuh Raisa pada Clara namun sayangnya Clara tidak memberikan itu, namun meski begitu Raka tetap menanggung seluruh biaya hidup Raisa sampai besar meskipun Raisa bukan putri kandungnya, Raka sudah terlanjur menyanyanggi Raisa.

Raka meminta Nathan melajukan mobilnya menuju panti karena ini sudah pukul 6 sore, pastilah Naya sudah kembali dari restoran karena sedari tadi ponsel Naya tidak aktif.

Namun saat dipanti bukan nya bertemu dengan Naya, Ia malah bertemu dengan Anna yang menyambutnya kurang baik.

"Dimana Naya?" Raka bertanya baik baik pada Anna.

"Mana ku tau, kau pikir aku ibunya!" kata Anna ketus membuat Raka heran, ada apa dengan wanita ini? terakhir bertemu sepertinya baik baik saja.

"Apa Naya belum pulang?" Raka masih bertanya baik baik.

"Cari saja didalam, ada atau tidak jika tidak, jangan bertanya padaku terus!" kata Anna ketus meninggalkan Raka dan Nathan yang terlihat binggung dengan sikap ketus Anna.

"Apa kau tidak memberinya jatah semalam?" tanya Raka pada Nathan dengan raut kesal kemudian meninggalkan Nathan berjalan memasuki panti, Nathan hanya tersenyum mendengar pertanyaan Raka karena Raka memang sudah mengetahui semuanya, ya Raka tau hubungan Nathan dengan Anna, pernah suatu malam saat Raka selesai dengan Naya harus menunggu Nathan dimobil karena Nathan belum selesai dengan Anna.  saat itu Nathan takut kalau Raka marah namun Raka malah menggodanya habis habisan. ah mengingat itu sedikit membuat Nathan tersenyum geli.

Raka menjelajahi panti namun Dia tidak menemukan Naya, Ia bertemu dengan anak anak dan mengatakan jika Naya belum pulang bekerja.

"Kita ke restoran saja." kata Raka pada Nathan.

"Baiklah Tuan." Nathan segera melajukan mobilnya menuju restoran.

Dan saat direstoran lagi lagi Raka harus kecewa karena Naya tidak berada disana.

"Ibu Naya sudah pulang sejak tadi pak." kata Salah satu pegawai.

"Jam berapa dia pulang? apa kau yakin tidak mampir ke cabang resto yang lain?" tanya Raka yang sudah terlihat frustasi dengan keberadaan Naya.

"Pukul 3 sore tadi pak, baru saja saya menghubungi mereka dan memang tak ada disana." kata pelayan itu.

"Ya sudah," kata Raka langsung keluar meninggalkan restoran.

"Apa kau tidak mengikutinya seharian ini?" tanya Raka pada Nathan dengan nada kesal.

"Maafkan saya Tuan, saya hanya mengantar nona Naya tadi pagi dan setelahnya saya diusir." kata Nathan.

"Dan kau sibuk dengan Anna seharian?" tanya Raka dengan suara yang benar benar kesal.

"Tidak tuan, saya tidak seperti itu." jawab Nathan mengelak.

"Baiklah jika memang seperti itu lalu kemana Naya?" tanya Raka lagi.

"Egh- saya juga tidak tau Tuan." kata Nathan gugup.

"Kau tidak menyembunyikan sesuatu dari ku kan?" tanya Raka curiga.

"Ti-tidak Tuan, saya tidak berani melakukan itu." kata Nathan masih gugup.

"Baiklah, aku akan mencoba mempercayaimu." kata Raka yang sebenarnya masih curiga.

"Jadi kita akan kemana Tuan?" tanya Nathan.

"Pulang saja dulu, nanti jam 9 kita ke panti lagi." jawab Raka mengingat sejak Ia dari bandara belum pulang langsung menuju panti karena ingin bertemu Naya lebih dulu.

"Baiklah Tuan." Nathan segera melajukan mobilnya menuju rumah Raka.

Hingga setibanya dirumah, Raka binggung melihat lampu yang masih mati membuat Ruang tamu sangat gelap,

klik... Raka menyalakan lampu dan terkejut melihat wanita yang sedari Ia cari sedang berdiri disana sambil membawa kue ulang tahun dan ruang tamu yang sudah didekorasi sangat bagus.

Raka sedang ulang tahun dan Ia tak menyadari itu, dan lagi Raka juga tak menyangka Naya masih ingat hari spesialnya.

Happy brithday to you...

Happy brithday to you..

Happy brithday, happy brithday to you...

"Make a wish trus tiup lilin." kata Naya yang kini sudah ada didepan Raka.

Raka memejamkan matanya, entah doa apa yang Ia panjatkan lalu meniup 5 lilin yang ada dikue ultahnya.

"Kamu nakal banget sih, aku binggung nyari kemana mana, ponselnya juga nggak aktif!" gerutu Raka saat Naya sudah dalam pelukannya.

"Hehehe, maaf deh aku kan mau ngasih sureprise ke kamu." kata Naya terkikik geli.

"Mana kado aku?" pinta Raka.

"Ah iya." Naya mengeluarkan kotak kecil panjang ditas selempang yang Ia pakai saat ini.

"Aku binggung mau ngasih apa, cuma ini! nggak tau kamu suka apa nggak." kata Naya mengulurkan kotak persegi itu pada Raka.

Raka yang sudah tak sabar membuka kado itu, dan takjub melihat Naya memberikan tespack garis dua.

'' kamu beneran Hamil?" tanya Raka dengan raut wajah sangat bahagia.

"Iya," Naya menarik tangan Raka membawanya untuk mengelus perutnya "Disini ada anak kita." kata Naya yang membuat Raka sangat bahagia lalu memeluk Naya.

"Terimakasih sayang, terimakasih." kata Raka memeluk Naya, sebenarnya Raka sudah tak terkejut mendengar kehamilan Naya karena Ia sudah mengetahui dari Nathan tapi melihat Naya yang melakukan ini semua hingga memberikan sureprise untuknya membuat Raka sangat bahagia.

"Mandi sana, bau!" kata Naya memukul dada Raka membuat Raka terkekeh geli.

"Mana ada sih bau!" kata Raka "Aku dari bandara langsung nyari kamu dulu, belum sempet mandi." jelas Raka.

"Ya udah sekarang mandi dulu." kata Naya.

"Mandiin." pinta Raka dengan suara manja.

"Ih enggak." tolak Naya.

"Kamu kan juga belum mandi, yokk mandi bareng aja." kata Raka sedikit menggoda.

"Enggak mau, nanti lama." kata Naya.

"Emangnnya nggak kangen sama aku?" tanya Raka yang membuat Naya luluh, ya memang Naya merindukan pria yang ada didepannya ini.

"Abis mandi kita dinner ya?" kata Raka yang hanya diangguki Naya.

Selesai mandi dan bersiap, Raka memang mengajak Naya dinner, bahkan Ia membelikan dress untuk Naya karena memang Naya belum pulang panti masih mengenakan pakaian yang Ia pakai direstoran tadi pagi.

"Cantik.." puji Raka saat Naya sedang bercermin.

"Tapi aku nggak pake bedak, pucet nggak sih?" tanya Naya.

"Enggak kok, kamu tetep cantik mau pake bedak apa nggak kamu itu cantik." kata Raka memeluk tubuh ramping Naya.

"Uu Gombal."

"Seriusan sayang."

"Udah ah kita berangkat." kata Naya malu sendiri sedari tadi Raka memujinya.

"Ciee yang udah nggak sabar mau dinner." goda Raka.

"Apa sih! udah ah jangan godain trus." sebal Naya.

"Uuuu yang ngambek." kekeh Raka.

Raka segera mengandeng tangan Naya keluar lalu memasuki mobil bersama.

keduanya terlihat bahagia hingga tanpa keduanya sadari ada sepasang mata yang memandang kearah mereka dengan penuh kebencian.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!