NovelToon NovelToon
Obsesi Mr.Mafia

Obsesi Mr.Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Four

Satu malam dengan seorang Mafia sama dengan maut?

Myra Mahira tak pernah menyangka liburan singkat di Bali akan mempertemukannya kembali dengan Al—anak laki-laki menyebalkan yang dulu menghilangkan cincin peninggalan ibunya.

Namun Al bukan lagi bocah badung yang ia kenal. Kini ia adalah Silas Al Wolfe, pria tampan, dingin, dan penuh rahasia yang mampu membeli apa pun dengan kekuasaan dan uang.

Saat hidup Myra hancur karena hutang 500 juta, Silas menawarkan jalan keluar yang tak pernah ia bayangkan.

Sebuah kesepakatan yang seharusnya berakhir dalam semalam berubah menjadi pernikahan yang tak pernah Myra inginkan. Dibawa ke New York membuatnya tahu siapa Silas Al Wolfe sebenarnya.

Bagi Silas, Myra bukan sekadar istri. Dia adalah obsesi yang tak akan pernah ia lepaskan.

°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°
Mohon dukungannya ✧⁠◝⁠(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OMM — BAB 20

SEBUAH LEDAKAN KESEDIHAN

Selama pertemuan itu. Myra hanya diam memperhatikan orang-orang asing baginya. -‘Mereka memiliki kekuasaan, begitu juga Silas. Tapi mereka semua tidak punya hati.’ batin Myra yang menarik nafas panjang dan berpaling malas.

“Kita bisa rundingkan ini sekali lagi, Tuan Silas. Jika Anda bersedia.”

“Akan kupikirkan.” kata Silas yang beranjak dari kursinya. Melihat itu Myra juga bangkit dn berdiri di samping suaminya, mencoba menghindari kontak mata dengan siapapun itu.

Namun bersamaan dengan kepergian Silas dan Myra. Pedro datang dengan kemeja putih rapi, dua lengan terlingkis. Pria itu menepuk pelan pantat Myra hingga menoleh bersamaan dengan Silas.

Mereka sempat bertatap muka. Seringaian kecil muncul di bibir Pedro tanpa rasa takut, sementara Silas menatap dingin dan tajam.

Tak ada yang tahu tangan pria itu sempat melecehkan istri seorang Silas Al Wolfe. Dan Myra menatap tajam penuh emosi.

“Kau akan pergi? Kita bisa berunding juga.” Ucapnya menatap remeh ke Silas.

“Rundingan ku hanya dengan pemimpin Bianco.” balas Silas yang santai namun menusuk Pedro. Seolah-olah mengingatkan bahwa Fernando Bianco pemimpin yang sebenarnya dari marga Bianco.

Mendengar itu Myra tersenyum kecil nan puas sehingga pria itu sekilas meliriknya tajam.

Tak ingin berlama-lama. Silas berjalan pergi bersama dengan Myra yang perlahan senyumannya hilang menjadi tatapan tajam penuh ancaman.

“Aku benar-benar membencinya.” gerutunya ketika berjalan sejajar dengan suaminya.

“Good.” balas Silas singkat, namun ia merasa aneh dan menoleh ke istrinya yang benar-benar terlihat marah serta membenci Pedro. “Dia mengatakan sesuatu padamu?”

Myra tertegun ketika pertanyaan itu muncul di mikir Silas. Dan dia ingat, bahwa pria di sampingnya ini bukan pria lembut. Bagaimana jika ada pertengkaran hebat di kapal?

“Tidak. Aku tidak suka dia menatapku.” kata Myra masih menatap lurus.

Silas memperhatikannya cukup lama, lalu mereka benar-benar keluar kapal dan masuk ke mobilnya lalu melaju pergi.

...***...

Mansion S.A.W — New York

“Mau bermain denganku?” tanya Elina yang baru saja menghampiri Kael di halaman mansion.

Dengan wajah polosnya, ia menatap pria bertato di lehernya itu.

“Kenapa tidak mengajak nyonya Penelope?” tanya Kael dengan tatapan tegas namun suaranya lembut.

Gadis itu tersenyum kecil. “Dia sedang sibuk. Elion juga belum pulang, begitu juga dengan ibu Myra. Kau mengenal ibu Myra?”

“Ya.”

“Dia cantik bukan?”

Pria itu tak menjawabnya dan hanya mengangguk. Tak lama sebuah mobil datang mengundang senyuman lebar Elina ketika melihat saudara kembarnya sudah kembali dari sekolah.

Anak itu turun dari mobil. Namun tidak ada senyuman seperti biasa saat wajahnya begitu tegang seperti seseorang yang tengah ketakutan.

“Elion!”

Hendak menghampirinya. Kael menahan bahu Elina sehingga gadis kecil itu mendongak, menatap heran ke Kael.

Sementara Kael menatap penuh curiga dan berkerut alis melirik ke anak buah dan pelayan yang juga baru turun dari mobil yang sama.

“Ada sesuatu, Tuan?” tanya seorang pelayan kepada Kael.

Tak lama Elion yang tadinya tegang dan gemetar, kini anak itu mulai menangis, tapi dia tak berani bergerak.

“Dia menangis.” Kata Elina ke Kael yang masih menatap tajam seolah tengah meneliti sesuatu. Hingga dia menoleh ke kanan dan berteriak lantang. “PANGGIL HANA!”

Mendengar itu, tentu saja penjaga lain segera menghubungi Hana saat itu juga. Sementara Kael mencoba mendekat ke Elion perlahan dan menyuruh Elina tetap di tempatnya.

Suara detak jam terdengar begitu pelan, namun Kael dapat mendengarnya. Namun sayang, ia tak ahli dalam hal berbau peledak dan Hana ahlinya.

“Anda baik-baik saja?”

Elion menggeleng seraya meneteskan air matanya, tanpa bernai berteriak ataupun berucap.

“Kami akan membantumu, tolong jangan bergerak dan tetaplah tenang.”

Melihat itu, Elina ikut sedih dan bibirnya gemetar. Sampai— Tinn!

Suara klakson mobil dari gerbang mansion membuat mereka menoleh. Dan melihat keadaan di mansion seperti tegang, Silas dan Myra segera turun.

Pria itu menatap tajam ke arah Elion yang menoleh ke arahnya seraya menangis dan menatap sendu dengan kedua tangannya gemetar. “Help me... (Tolong aku... Paman)!”

DUARRR!!!!

Ledakan yang cukup besar membuat Kael berlari menjadi tameng untuk Elina. Sementara Silas menarik Myra yang hampir dekat. Namun kali ini kedua mata Myra terbelalak melihat pemandangan ekstrim tadi.

Bagaimana tidak? Bahkan Silas sendiri tertegun kaget, semuanya begitu cepat. Ledakan itu benar-benar terjadi, tubuh tiga orang meledak berceceran menjadi abu dan darah.

Suara tangis Elina pecah. “Elion...” panggilnya terisak meremas lengan Kael.

Melihat itu Myra ikut menangis, namun jantungnya benar-benar berdegup kencang hampir membuatnya tak bisa bernafas.

Sementara Silas menatap diam ke arah Elion yang sudah hancur. Benar-benar hancur lebur hingga tak tersisa lagi. Dan pria itu berjalan mendekat ke arah percikan api yang juga membuat salah satu mobil hancur.

Bahkan para pelayan keluar dari rumah, menatap kaget, termasuk Penelope yang menutup mulutnya dan segera menghampiri Elina dan memeluknya.

“Tidak apa, Nona...”

“Elion... Penelope.” katanya disela tangisnya.

Myra yang masih syok melihat langsung kejadian tadi. Ia melangkah maju dengan kaki lemas, tangan kirinya reflek menyentuh pundak Silas dari belakang. Namun pria itu tak bergeming dan hanya diam bak patung yang begitu tegang.

Pria itu menepis kasar tangan Myra dan menatap tajam ke Kael dan beberapa anak buahnya dengan mata merah berair. “CARI SIAPA PELAKUNYA! DAN SERET SIAPAPUN YANG TERLIBAT. SEKARANG!” sentaknya begitu keras.

Tanpa menunggu lagi. Kael mengangguk dan langsung berpencar bersama anak buah lainnya untuk mengumpulkan informasi yang mereka dapatkan.

Silas yang masih marah besar. Ia tak bisa mengendalikan emosinya yang begitu meluap hingga kedua tangannya terkepal kuat menatap ke berdirinya Elion 3 menit yang lalu.

Air mata menetes tanpa suara. “Bawa Elina masuk dan jaga dia.” pintanya tanpa menoleh.

“Ba-baik, Tuan.” kata Penelope yang ikut gemetar dan segera membujuk Elina, bahkan menggendongnya masuk ke rumah karena gadis itu masih menangis tersedu-sedu.

Tak bisa berkata-kata lagi. Myra yang juga lemas. Ia tak bisa menghentikan air matanya, melihat seorang anak kecil tak berdosa harus meledak begitu saja.

Bibirnya bergetar memperhatikan sekitarnya. Ia kembali menatap suaminya yang masih berdiri dengan tubuh kaku.

“Si-Silas..”

“Masuklah.”

Suaranya terdengar rendah, serak dan berat. Namun Myra tahu dan yakin, pria itu juga sedih sekaligus marah melihat Elion tewas begitu cepat.

Tak ingin mengganggunya. Myra bergegas masuk. Tapi dia tak pergi ke kamarnya, melainkan ke kamar Elina, karena gadis itu cukup syok dan panik apalagi diusianya yang masih kecil.

“Nona Elina, semuanya akan baik-baik saja.” kata Penelope yang tak bisa berhenti ikut sedih.

Gadis itu menggeleng. “Aku melihatnya meledak..”

“Pergilah, aku akan menemaninya.” kata Myra yang kini lebih tenang meski kedua matanya sedikit sembab.

Penelope menurut, ia menatap sekilas ke Myra dan pergi dengan suara tangis meredam. Sementara Elina masih duduk di ranjangnya dengan tubuh gemetar hebat.

“Minumlah.” Myra menyodorkan segelas air sembari duduk di samping anak itu.

“Aku tidak mau. Bagaimana dengan Elion? Seseorang membunuhnya. Dia sudah meledak.” ucapnya menatap sedih ke Myra.

Matanya yang indah itu kini begitu merah dan basah.

Myra sendiri tak bisa berbohong karena semua itu benar. Dan dia tak bisa menahan air matanya. Namun ia memeluk anak itu dari samping. “Ini semua kecelakaan. Elion... Dia sudah lebih baik sekarang, bukankah begitu.”

Elina mengangguk setuju meski dia masih menangis. “Dia tidak perlu lagi berebut mainan denganku. Dan dia sudah bisa makan es krim sepuasnya karena ayah melarang kami makan es krim terlalu banyak.”

Mendengar itu Myra menarik nafas dalam-dalam, mencoba tersenyum meski sangat berat.

Dia masih mengingatnya jelas. Bagaimana ledakan itu menghancurkan ketiga tubuh seseorang termasuk Elion.

1
Kinara Widya
lanjut..
Tiara Bella
okey gpp Thor ....ada kita baca gk ada ya is okey....😍
Tiara Bella
oh begono ceritanya markie....
Four.: ho,oh begono
total 1 replies
vnablu
ayoo Thor semangat uppo nyaa 😄😄😄
Four.: wokayyy😁
total 1 replies
vnablu
jadii Silas sama Markie itu iparr tapi siapa sihh suaminya Markie apakah suaminya Markie itu kakak kandung Silas atauu hanya kayak sebatas mengganggap bahwa saudara.... banyak banget teka-teki nihh🤔🤔🤔
Four.: suami Markie itu Cassian
total 1 replies
Eci Rahmayati
banyakkkk bgt musuhnya 🤔
Four.: sedikit kok /Chuckle/
total 1 replies
vnablu
semangat terusss upp kak author
Four.: wokayyyyy
total 1 replies
vnablu
siapa lagii sihh dalang di balik kejadian yang terjadi pada Elion... kasihan tauu padahal Elion anak kecil yang nggak berdosa 😔😔
Four.: ho,oh/Sweat/
total 1 replies
Kinara Widya
Pedro kah
Four.: 😱😱 mungkin aja, tapi.... emang iye
total 1 replies
Tiara Bella
ceritanya bagus aku suka
Four.: tancuuuu 😘
total 1 replies
Tiara Bella
giliran anak nya udh mati elion markie ibu kandungnya br datang dia....dan siapa yg bunuh elion klu bukan Valen....
Four.: yakinnn Valennnn /Chuckle/
total 1 replies
vnablu
selalu semangat yaaa thorr berkarya nyaa ak selalu support kamuu dehh untuk setiap cerita.... apalagi kalau tentang mafiaa tambah sukaaa akuuu 😄😄😄... pokoknya semangat terusss yaa dan jagaaa kesehatan buat othor
Four.: tancuuuu 😘
total 1 replies
vnablu
bisa-bisanya orang itu menjadikan seorang anak kecil korban yang untuk cuma menjadi alat balas dendam pastii nihh orangnya yang kemarin kannn ... tunggu ajaaa ya kamu nanti pokoknya jangan kasih ampun tuhh orang.. padahal kan Elion nggak salah apaa" 😭😭
Four.: iya, gimana Elina nyaaaa pasti kena mental /Sweat/
total 1 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
biad444p bisa bisanya anak tidak berdosa di bunuh mana di depan adeknya lagi
Four.: tau tuh
total 1 replies
Tiara Bella
kasian Elion meledak.... kejam bngt anak kecil dijadiin sasaran....
Four.: ho,oh/Toasted/
total 1 replies
Eci Rahmayati
ngeriiii ny
Four.: /Panic//Panic//Panic//Sweat/
total 1 replies
Eci Rahmayati
itu lah mengapa silassss memilih kamu myra.. karna kamu seperti singa 🦁 betina segoll bacokk🤣🤭
Four.: ah bisa aja
total 1 replies
Tiara Bella
gk ada takutnya km myra....
Four.: dibuat santai saja 😌
total 1 replies
Eci Rahmayati
aku kamu mah bangg suka isenggg GK di kasih tau wanitanya tua 🤣🤭
Four.: hahaha iye juga 😁
total 1 replies
Tiara Bella
wah silas km manas² myra ya....
Four.: tau tuh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!