Dirga dan Asha..
Keduanya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih saat duduk di bangku sekolah, Asha adalah cinta pertama Dirga begitu juga Dirga yang cinta pertama Asha.
Keduanya saling mencintai satu sama lain, bahkan mereka bermimpi untuk menikah suatu hari nanti.
Namun takdir berkata lain..
Orangtua Dirga menentang hubungan Asha dengan Dirga, meminta Asha untuk pergi dengan memberikan sejumlah uang kepada asha.
Asha pun pergi meninggalkan Dirga tanpa penjelasan yang jelas..
Lima tahun berlalu..
Asha kembali Ke Jakarta..
Asha berpikir semuanya sudah berubah, termasuk Dirga..
Namun takdir kembali mempertemukan Dirga dan Asha, bukan sepasang kekasih tapi Bos dan juga asisten pribadinya.
apakah mereka akan kembali bersatu ? atau justru sudah ada orang lain yang mengisi hidup mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 4
Semalaman tadi Dirga tidak bisa tidur dengan nyenyak
Ia terus memikirkan Asha, perempuan yang meninggalkan dirinya tujuh tahun lalu
Bahkan sampai saat ini, saat ia sedang sarapan bersama dengan Reza ia terus melamun
" Lo mikirin apa sih Ga ? Asha ? "
Ucapan Reza membuat lamunan Dirga pecah
" Nggak, ngapain gue mikirin dia "
Ditengah obrolan mereka, dua sahabat Dirga Kevin dan Bayu ikut bergabung bersama
Kevin seorang dokter dan Bayu pengacara perusahaan, keduanya pun ikut tau mengenai masalalu Dirga dan Asha
" Ada apa nih ko mukanya serius banget sih sobat ? " ucap Bayu mencairkan suasana
" Soal Asha " jawab Reza
" Asha ? Dirga ketemu sama Asha ? " tanya Kevin
" Lebih dari itu, sekarang Asha itu sekretaris Dirga "
Bayu yang sedang meneguk minumannya langsung tersedak
" SERIUS ? " ucap Bayu dengan suara lantang
" Kecilin suara lo bodoh " ucap Dirga dengan wajah datar
" Sorry kaget, tapi serius ini ? " Bayu masih tidak percaya
" Ko bisa ? Maksudnya kenapa bisa Asha jadi sekretaris Dirga ? " tanya Kevin penasaran
" Lo tanya aja sama si Reza, kenapa bisa " ucap Dirga
" Oke gue ceritain nih, sabar sabar semuanya wahai sahabatku tercinta " ucap Reza
" Jadi malam itu gue lagi cari kandidat yang cocok buat Pak Dirgantara, lalu gue melihat satu nama kandidat yang menarik perhatian gue namanya Asha "
" Jadi gue terima aja, coba kalian pikir gue salah apa benar "
" Salah " jawab Dirga
" Salah dimana gue ? "
" Ya karena lo terima perempuan itu "
Reza tertawa
" Salah tapi ngajak tinggal satu rumah, salah tapi larang buat pacaran "
Dirga diam ..
" Kalau menurut gue ini waktu yang tepat sih Ga, buat lo tanya soal dulu kenapa dia pergi gitu aja " ucap Kevin dan Bayu mengangguk
" Bener, gue juga setuju. " Bayu menambahkan
" Udah nggak penting, gue udah nggak perduli juga " jawab Dirga ketus
" Biasanya yang ngomong ga perduli itu sebenarnya masih perduli " ucap Kevin dan Bayu mengangguk kembali
" Bener, gue juga setuju " jawab Bayu, Dirga yang kesal melempar sahabatnya itu dengan tissue
" Apasih Ga, gue emang setuju apa yang Kevin bilang "
" Gue serius Ga, walaupun emang udah berlalu tapi lo juga harus tau apa alasan dia Ga. " jelas Kevin
Dirga hanya diam sambil tersenyum kecil..
.....
Asha berdiri beberapa menit di depan gedung besar yang ada di hadapannya
Ia menarik nafasnya dalam dalam sebelun melangkah masuk kedalam
" Lo bisa Asha, lo bisa bekerja secara profesional "
Dengan penuh keyakinan, Asha melangkahkan kakinya masuk kedalam perusahaan besar itu.
Saat Asha hendak naik lift, tanpa di duga ada Dirga yang juga tengah menunggu lift.
" Pagi Pak Dirga " sapa Asha dengan canggung
" Pagi " jawab Dirga singkat
Begitu pintu lift terbuka, Dirga pun masuk kedalam dan di susul oleh Asha yang ikut masuk bersama dengan Dirga
Tak ada percakapan diantara keduanya selama berada di dalam lift, namun Dirga diam diam memperhatikan Asha dari pantulan dindig lift.
Begitu pintu lift terbuka, Dirga keluar dengan di ikuti oleh Asha.
" Asha "
Panggil Dirga sebelum masuk kedalam ruangannya
" Ya Pak ?"
" 10 menit lagi keruangan saya untuk jadwal saya hari ini "
" Baik pak "
Dirga pun langsung masuk kedalam ruangannya, begitu juga dengan Asha yang langsung duduk di kursi kerjanya
Didalam ruangannya Dirga langsung melepas jasnya dan mengendurkan dasinya
Entah kenapa ia tak bisa setenang biasanya pagi ini
Ucapan teman temannya terus memenuhi pikirannya
" Nggak gue udah ga perduli "
Dirga mencoba meyakinkan dirinya, namun nyatanya ia sendiri memang butuh jawaban mengenai masalalunya
Tak lama terdengar suara ketukan pintu yang memecahkan lamunan Dirga
" Masuk " ucap Dirga
Begitu pintu terbuka, masuk sosok yang sedang memenuhi isi pikiran Dirga
Tak lain perempuan itu adalah Asha, sekretaris barunya
" Permisi Pak Dirga "
Dirga pun mencoba untuk setenang mungkin
" Ya "
" Ini ada beberapa jadwal Pak Dirga yang saya dapatkan dari Pak Reza "
Dirga membacanya, dan bisa Dirga akui untuk pekerjaan pertamanya Asha berhasil membuat dirinya terkesan
" Oke " jawab Dirga singkat
" Baik Pak, kalau begitu saya permisi "
" Tunggu " ucap Dirga dengan cepat
" Ada apa Pak ? "
" Mulai malam ini, kamu sudah harus tinggal bersama saya "
" Baik pak "
" Oke, kamu boleh kembali keruangan kamu "
" Baik Pak, saya permisi "
Asha pun meninggalkan ruangan Dirga
Begitu keluar dari ruangan Dirga, Asha memegang dadanya yang terus berdebar dengan kencang
" Tenang Asha, lo harus tenang " Asha meyakinkan dirinya sendiri
...
Sore hari Asha merapihkan meja kerjanya untuk bersiap-siap pulang
Saat Asha tengah mematikan layar laptop miliknya, ia melihat Dirga yang sudah berdiri didepan ruangannya
" Pak Dirga, ada apa ya Pak ?"
" Sudah rapih ? "
" Sudah pak "
" Yasudah ayo, kamu ambil barang kamu dan ikut bersama dengan saya "
" Baik pak "
Asha segera bangkit dari kursi kerjanya, ia dan Dirga pun berjalan bersama menuju mobil Dirga
Rasanya sangat canggung ..
Bahkan selama perjalanan, Asha dan Dirga hanya berbincang mengenai jalan yang akan mereka lewati
Sekitar empat puluh lima menit, mereka pun sampai di apartemen tempat Asha menginap
" Pak Dirga tunggu disini aja, saya cuma ambil barang sebentar "
" Kenapa kamu ngatur saya ? hak saya kalau saya mau ikut naik "
" Hmm baik Pak "
Akhirnya Dirga pun mengikuti Asha untuk naik ke unit miliknya, namun lebih tepatnya unit milik Naufal
Asha berharap jika Dirga tidak bertemu dengan Naufal, karena Asha tau pasti Dirga akan terus bertanya soal Naufal
Namun harapan tinggal harapan, baru saja Asha dan Dirga masuk mereka sudah disambut oleh Naufal yang sudah pulang sejak tadi
" Asha.. " ucap Naufal terkejut melihat Dirga di belakang Asha
" Fal, ini Pak Dirga atasan gue sekarang "
Naufal mengulurkan tangannya dan Dirga menyambut uluran tangan itu
" Dirga "
Keadaan pun menjadi canggung
" Fal, gue mau ambil barang-barang soalnya gue harus tinggal dirumah Pak Dirga "
" Gue bantu siapin ya ? "
" Engga usah, gue udah rapihin semua ko. Makasih ya "
" Oke "
Asha pun masuk kedalam kamarnya
" Duduk Pak Arga " ucap Naufal dan Dirga mengangguk
Kini Dirga memiliki banyak pertanyaan
Kenapa Asha tinggal bersama dengan seorang pria ?
Siapa pria ini ? Mengapa mereka begitu akbrab ?
" Pak Dirga mau minum apa ? " tanya Naufal memecahkan lamunan Dirga
" Nggak usah, saya ga haus "
" Ohh ya baik "
Naufal sendiri merasa canggung dengan Dirga, karena selama ini ia hanya tau dari cerita Asha dan ini kali pertama mereka bertemu
Tak lama Asha keluar dengan koper besar ditangannya
" Sini gue bantu " ucap Naufal yang langsung bangun dari duduknya
"Enggak usah Fal, lo istirahat aja pasti lo cape kan "
" Hmm, kalau ada apa apa hubungin gue aja ya Sha "
" Iyah, gue pergi dulu ya Fal "
" Hati hati "
" Saya permisi " ucap Dirga yang ikut berpamitan
Naufal memandangi punggung Asha yang mulai menjauh, entah kenapa rasanya berat melepas Asha pergi bersama dengan Dirga
Saat Asha menarik koper besarnya, Dirga menarik koper itu dari tangan Asha
" Pak Dirga, saya bisa sendiri pak "
" Saya nggak mau ada orang yang nilai saya buruk, membiarkan perempuan menarik koper besar sedangkan saya hanya diam "
" Terimakasih Pak Dirga "
Dirga langsung memasukan koper itu kedalam bagasinya, dan segera mereka pergi menuju rumah Dirga
Selama perjalanan tak ada percakapan diantara keduanya
Walaupun sebenarnya, banyak pertanyaan yang ingin Dirga tanya mengenai pria yang tinggal bersama dengan Asha
Hingga akhirnya mereka pun tiba dirumah Dirga, rumah itu cukup besar dan hanya Dirga yang menghuni rumah itu
Dirga menunjukkan kamar Asha, kamar itu tepat di depan kamar Dirga
" Ini kamar kamu, saya permisi "
Dirga pun langsung masuk kedalam kamarnya meninggalkan Asha
Baik Dirga dan Asha, keduanya sama sama menyimpan luka dari masalalu yang belum benar benar selesai