Ini karya pertamaku...
Ada seorang gadis bernama Alsaqueen Azkira Argawijaya mempunyai sifat baik, ramah, murah senyum, manja, dan jail kesemua orang tapi itu DULU. Sekarang namanya Alqueena Azkiya Argawijaya sifatnya sekarang kejam, dingin, datar, dan dia gak akan segan-segan membunuh orang yang telah bermain-main dengan dia mau itu cewek, cowok, tua, muda, anak-anak, maupun bayi. Tapi sifat itu tidak berlaku dengan paman, tante, abang angkat, dan juga sepupu gue.
Dia berubah karena ibunya meninggal dibunuh oleh seorang wanita berumur yang hampir sama dengan ibunya dibantu juga oleh anak perempuannya.
.
.
.
Kalau gak nyambung maaf baru belajar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuni rahayu devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bangunin Singa
BRAK
"Pergi lo dari sini, ngapain deket-deket sama gebetan kita" teriak Sifa.
"Eh lo apa-apaan sih!?" tanya Naila yang langsung berdiri diikuti yang lainnya.
"Lo yang apa-apaan, ngapain lo deket-deket sama cowok kita!" ucap Rere.
"Siapa cowok lo? mereka?" tanya Naila sinis sambil menunjuk Rizky dkk.
"Iya" jawab Rere pede.
"Woi lo pada ni cewek kalian?" tanya Naila kepada Rizky dkk.
"Ogah, lebih baik gue jomblo seumur hidup dari pada sama mereka" jawab Fatur.
"Sekalipun cewek didunia ini hanya ada mereka, gue gak akan mau sama mereka" jawab Putra.
"Aduh malu gue kalau jadi lo pada" ucap Rosa menyindir.
"Langsung kena mental" ucap Naila.
"Kalau gue yang digituin langsung ngubur diri hidup-hidup" ucap Risa.
"Lo!" geram Rere lalu menampar Naila.
"Woi ngapain lo nampar Naila!?" tanya Putra geram.
"Karena dia udah berani sama aku sayang" ucap Rere manja.
"Berhenti manggil gue sayang lo bukan siapa-siapa gue" ucap Putra lalu merangkul bahu Naila.
"Nai gak apa-apa kan?" tanya Putra lembut yang dijawab senyuman dari Naila.
"Gak" jawab Naila sambil tersenyum.
"Lo udah berani-beraninya nampar sahabat gue ya" ucap Rosa geram lalu menampar balik Rere.
"Lo ngapain nampar Rere!?" tanya Nisa sedikit berteriak.
"Karena dia udah berani nampar sahabat gue!" jawab Rosa tegas. Nisa lalu menjambak Rosa membuat Rosa meringis kesakitan.
"Lepasin tangan lo dari rambut sahabat gue!" ucap Risa sambil menarik rambut Nisa.
"Lepasin tangan lo" ucap Salma lalu menarik ranbut Risa, sekarang posisi mereka berubah Rosa menarik rambut Nisa dan sebaliknya, Risa menarik rambut Salma dan sebaliknya.
"Woi udah stop!" suruh Dion.
"Berhenti kalian!" suruh Rizky.
"Kalian semua berhenti!" suruh Putra.
"Woi udah berhenti kalian!" suruh Fatur.
Al dkk masih santai duduk melihat pertunjukkan yang ada didepan mereka, Rizky dkk sedang mencoba memberhentikan mereka semua, Naila hanya diam karena pipinya masih sakit, sedangkan Sifa dia bingung harus ngapain melihat teman-temannya sedang main jambak-jambakan lalu dia melihat Al yang sedang duduk santai melihat mereka semua.
"Woi ngapain lo diem aja?" tanya Sifa.
"Kalau ditanya jawab!" ucap Sifa lagi.
"Lo bisu ya!" geram Sifa, karena Al hanya diam saja dia lalu menarik Al membuat dia berdiri Al hanya menatap Sifa datar, Chandra dan Kevin lalu ikut berdiri, Rizky dkk dan yang lainnya lalu memberhentikan aktifitasnya mereka lalu melihat Sifa dan Al.
"Kenapa lo diem aja takut lo!?" tanya Sifa berteriak di depan Al.
"Bangunin singa ni orang"batin Kevin.
"Bener kata lo bang Vin"batin Chandra menjawab.
"Gue rasa mau gigit dia tau gak lo"batin Kevin.
"Gue malah mau ngubur dia hidup-hidup"batin Chandra.
"Udahlah mending kita liat aja"batin Kevin.
"Woi jawab!" teriak Sifa tegas lalu menampar Al dengan sekuat tenaga tapi tidak membuat Al kesakitan, menurut Al itu hanya seperti butiran debu.
"Sifa apa-apaan sih lo pake nampar Al!?" tanya Dion geram dengan tingkah laku adik tirinya.
"Dia yang apa-apaan, gara-gara dia Rizky ngejauh dari aku, dan ngapain abang belain Al aku yang adek abang bukan Al" jawab Sifa.
"Lo cuman adek tiri jangan sok keras deh!" ucap Chandra geram, membuat siswa/siswi yang tidak tau menjadi kaget dan berbisik tentang Sifa yang sok-sok an.
"Lo dan kalian semua cuman tau luarnya aja bukan sampai akar-akarnya kan, asal usul Al dari mana, identitas aslinya kalian gak taukan!?" teriak Kevin tegas membuat semua siswa/siswi diam, ya memang mereka gak tau siapa Al sebenarnya.
"Dan lo udah bangunin singa yang lagi tidur!" ucap Kevin lagi sambil menunjuk Sifa.
BRAK
Suara meja digebrak, sekarang bukan Sifa yang menggebrak meja melainkan Al, meja yang tidak tau apa-apa sekarang terbelah menjadi dua membuat siswa/siswi disana kaget dan mematung.
Setelah menggebrak meja Al lalu menatap Sifa dengan tatapan psychopath mata yang tadinya berwarna biru berubah menjadi warna abu-abu sepertinya Al akan menjadi manusia serigala.
Semua orang yang melihat mata Al berubah kaget setengah mati, apa lagi Sifa yang ditatap seperti itu nyali dia menjadi menciut.
"Lo mau apa sebenarnya?" tanya Al lembut namun menusuk sambil maju mendekati Sifa yang berjalan mundur.
"Gue dari tadi diem bukan berarti gue takut, gue cuman mau tau apa yang mau lo lakuin ke gue, dan sekarang gue tau lo mau apa sebenarnya lo mau bikin gue malu dan dikeluarin dari sekolahkan?" tanya Al lembut yang masih berjalan pelan mendekati Sifa.
"Tapi sayangnya lo gak bisa ngeluarin gue dari sini" sambung Al lagi.
"Lo tau gak gue gak suka ada orang yang berteriak didepan muka gue" ucap Al tersenyum smrik.
Duk
"Ups mentok haha" ucap Al tertawa kecil, tawanya sangat mengerikan bagi mereka semua, yang mendengar tawa Al menjadi merinding, tapi tidak dengan Chandra dan Kevin mereka malah ikut tertawa melihat itu.
"Karena lo yang minta ini dari tadi gue akan turutin" ucap Al tersenyum smrik.
Bugh
Plak
Akh
Al memukul perut Sifa dan menamparnya membuat Sifa mengeluarkan darah dari mulutnya.
Siswa/siswi hanya diam saja ada juga yang memvideokan mereka semua, Rizky dkk, Naila dkk, Salma, Rere, dan Nisa terkejut melihat itu. Salma, Rere, dan Nisa mau membantu Sifa tapi mereka terlalu takut dengan Al.
"Kenapa kalian diem aja, tuh kawan kalian dipukul Al kenapa gak bales kayak tadi?" tanya Kevin lembut sambil tersenyum smrik.
"Sana tolongin, tadi aja kalian saling tolong masa sekarang ketua kalian dipukul diem aja" ucap Chandra tersenyum smrik.
Mereka bertiga hanya diam saja tidak menjawab karena mulut mereka terasa membisu dan tubuh mereka terasa kaku.
Balik ke Al...
"Sakit ya? maaf kelepasan" ucap Al tersenyum smrik lalu menarik Sifa berdiri kembali.
"Gak apa-apalah sekali-sekali, ntar juga paling lo ngadu sama nyokap bokap lo memutar balikkan fakta seakan gue yang paling bren**sek disini" ucap Al.
"Bener gak kata gue, bener lah masa nggak, ntar lo dimansion nangis ngadu 'Mom Dad Al tadi nampar aku disekolah padahal aku gak ngapa-ngapain, tiba-tiba dia nampar aku gitu aja' ya kan" ucap Al berbicara seperti anak kecil tapi sangat mengerikan.
"Lo kok bisa hafal banget sih Al kata-katanya?" tanya Kevin sok polos.
"Apa sih yang gak Al tau" jawab Chandra tersenyum smrik.
"Jangan mentang-mentang kaki sama tangan gue diperban gue gak bisa ngelawan lo" ucap Al mulai menahan emosi.
"Kacau nih" ucap Kevin melihat Al.
"Gue aja udah panas ini apa lagi dia" ucap Chandra yang sama sedang menahan emosinya sedari tadi, apalagi Chandra yang baru menjadi manusia serigala+vampire dia masih belum bisa menahan emosinya.
Sedari tadi Al berusaha mengendalikan emosinya supaya tidak meledak, matanya sekarang sudah berubah menjadi abu-abu jika Al emosi bisa-bisa taringnya akan keluar.
"Akhhhh" teriak Al lalu memukul tembok yang ada disebelah kepalanya Sifa membuat mereka terkejut apalagi Sifa dia sudah memucat karena takut, tembok yang tadinya baik-baik saja mulus, berubah menjadi power ranger bejanda kagak mungkin berubah menjadi power ranger. Tembok yang tadinya mulus menjadi retak gara-gara dipukul oleh Al.
Setelah memukul itu Al lalu pergi dari kantin, Chandra dan Kevin langsung mengejar Al. Rizky dkk dan Naila dkk mematung melihat tembok yang dipukul Al menjadi retak.
"Itu tembok, tadinya kagak gitukan?" tanya Fatur dengan tubuh yang masih mematung.
"Iya tadinya mulus" jawab Risa.
"Tu tangan Al gak kenapa-kenapakan?" tanya Rosa.
"Kagak tau" jawab Putra.
"Tadi mata Al berubah warna jadi abu-abu kan, kok bisa ya?" tanya Naila.
"Nggak tau tapi itu keren" jawab Putra.
"Yon adek lo gimana itu?" tanya Rizky.
"Gak tau, dia juga yang cari gara-gara" ucap Dion cuek.
"Balik kekelas yok, liat Al" ajak Fatur.
Mereka langsung pergi kekelas mereka, pada saat sudah sampai dikelas ternyata Al dkk tidak ada disana bahkan tas mereka saja tidak ada, pada saat mereka ingin mencari ditempat lain guru datang dan terpaksa mereka harus duduk.
***Bersambung***
kalau disimpan keknya rada ganjal