NovelToon NovelToon
30 DAYS: I WILL MAKE YOU LAUGH

30 DAYS: I WILL MAKE YOU LAUGH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Romansa / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Romansa-Percintaan bebas
Popularitas:95.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: astradan

Andhera adalah pria yang dingin dan terkesan tidak mempedulikan apapun disekitarnya. namun, semua itu perlahan berubah.

semua berawal dari seorang wanita cantik yang datang ke perpustakaan untuk menemui Andhera, ia meminta Andhera untuk menjadi pacarnya selama 30 hari.

ia meminta hal tersebut lantaran ayahnya yang akan menjodohkannya dengan orang yang tidak dikenalnya.

perlahan menyadari akan Andehra yang tidak pernah berekspresi, wanita tersebut membuat janji pada Andhera. janji tersebut adalah membuat Andhera tertawa, marah, dan menangis selama 30 hari.

apakah wanita itu dapat menepati janjinya? akankah hubungan mereka berakhir setelah 30 hari? ayo baca untuk menjadi saksi janji ini!


genre: romantis, comedy, drama, teen


berlatar di london, tidak membuatnya berbahasa inggris ya. Tapi, bisa dibayangin aja kalo semua dialog memakai bahasa inggris ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon astradan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Andhera tidak disebutkan!

Sepanjang jalannya Roller Coaster, Andhera hanya diam saja tanpa suara. Padahal, Hikari dan orang lain terlihat bahagia dan mengekspresikan diri mereka dengan raut wajah senang. 

Setelah Roller Coaster itu telah berhenti, Andhera dan Hikari turun dengan perlahan. Andhera tetap diam tak bersuara setelah turun dari Roller Coaster tersebut.

Mereka berdua berjalan perlahan meninggalkan roller coaster. Andhera berjalan dengan sempoyongan. Ia merasa pusing dan mual akibat menaiki roller coaster tadi. 

Hikari tersenyum dan menghadap ke arah Andhera. "Eh? Mual? Lemah sekali …"

"Berisik …" ucap Andhera pelan. 

Mereka cukup banyak mencoba wahana disana. Terlihat wajah bahagia yang terpancar dari mereka berdua. Mereka masuk kedalam sebuah rumah es, menaiki perahu ayun, mereka juga menaiki swing ride, atau bisa disebut ayunan bangku yang diputar dengan cepat. Mereka juga menaiki wahana lainnya. 

Andhera tidak terbiasa menaiki wahana seperti ini. Terlihat Andhera duduk di bangku dengan wajahnya yang pucat karena merasakan pusing. 

"Payah … Padahal kau yang mengajakku kesini!" Hikari menatap Andhera. 

Hikari yang melihat Andhera seperti itu, lantas pergi untuk membeli minuman untuk Andhera. Hikari meninggalkan Andhera yang sedang duduk terkapar di bangku tadi. 

"Kasihan sekali Andhera," gumam Hikari, "Andhera kira-kira mau minum apa ya?"

Brakk!

Saat Hikari sedang bergumam, ia tidak sengaja menabrak seseorang di depannya. Hikari lantas menatap wajah orang itu dan hendak meminta maaf. 

"Ma-maaf aku tidak senga …" Hikari menatap wajah pria.  itu dengan wajah terkejut. "Kau … Rangga?"

Rangga menatap Hikari dengan tersenyum kecil. "Eh … Hikari? Hallo! Sangat kebetulan sekali, ya?"

Hikari tidak menjawab Rangga yang sedang berbicara dengannya. Wajah Hikari terlihat ketakutan dan mengeluarkan keringat walaupun di cuaca yang cukup dingin ini. 

"Mengapa kau diam saja?" tanya Rangga tersenyum. 

Hikari mundur dengan perlahan sambil terus menatap ke arah Rangga. "Me-mengapa kau disini?"

Rangga memegang bahu Hikari. "Mengapa ya kira-kira?"

Hikari sedikit terkejut melihat Rangga yang memegang bahunya, ia sesekali melirik tangan Rangga yang berada di bahunya. 

Plak!

"Apa yang kau lakukan?" tanya Andhera sinis. 

Entah datang dari mana, Andhera datang dan menepis tangan Rangga yang berada di bahu Hikari. 

"Eh? Andhera?" jawab Rangga, "Tidak. Tidak ada apa-apa … Baiklah sampai jumpa di sekolah!"

Rangga membalikkan badannya dan hendak pergi meninggalkan Andhera dan Hikari dengan wajahnya yang panik. 

"Hah … Merepotkan! Kalau kau takut dengan hal seperti itu, jangan pergi sendiri," ujar Andhera dengan mata malas. 

Andhera mengajak Hikari untuk pergi dari tempat itu, tetapi Hikari tidak beranjak sedikitpun dari tempat sebelumnya. Wajahnya terlihat ketakutan, tetapi juga terbalut dengan rasa marah. 

Ada apa dengannya?   Batin Andhera. 

"Maaf Andhera. Aku ingin pulang," ucap Hikari pelan. 

"Oh … Ya baiklah," jawab Andhera. 

Mereka pergi keluar dari Winter Wonderland itu. Wajah bahagia dan rasa semangat yang terjadi pada Hikari sebelumnya,  berubah menjadi wajah yang penuh ketakutan. 

Andhera memang merasa ada yang salah dengan Hikari, tetapi ia tidak menanyakannya pada Hikari. Saat mereka sudah keluar, Hikari pergi meninggalkan Andhera menuju para Pengawasnya. Sebelum ia pergi. 

"Terima kasih untuk hari ini, Andhera," ucap Hikari dengan pelan. 

Andhera melihat Hikari yang perlahan makin menjauh darinya. Ia menatap Hikari dengan wajah yang dingin seperti biasanya, tetapi Andhera cukup merasa penasaran dengan apa yang terjadi pada Hikari. 

Ini pertama kalinya Andhera ingin mengetahui tentang orang lain. Padahal, biasanya Andhera tidak peduli dengan apapun yang tidak ada sangkutannya dengannya. Tetapi entah mengapa kali ini semua berubah. Rasa penasaran terhadap orang lain mulai tumbuh dalam otak Andhera. 

Andhera mengabaikan rasa penasarannya dan pergi meninggalkan Winter Wonderland menuju rumah. 

Saat ia sampai di dalam kamarnya, Andhera masih saja kepikiran tentang yang terjadi sebelumnya. Ia kemudian tidur setelah sudah selesai mandi. 

"Andhera, mengapa kau melupakanku?" tanya seorang gadis kecil di depannya. 

"Apa yang terjadi? Dimana ini?" gumam Andhera. 

Andhera melihat ke arah sekelilingnya. Ia kemudian sadar sedang berada di sebuah ruangan hampa. Semua berwarna hitam gelap, ia tidak bisa melihat apapun selain kegelapan. 

"Kapan, kapan kau bisa mengingatku?" tanya gadis itu kembali. 

Andhera kemudian sadar ada seseorang yang sedang memanggilnya. Ia perlahan berjalan dengan berhati-hati mencari seseorang. 

Perlahan seorang gadis kecil terlihat keluar dari kegelapan dan menghampiri Andhera. Gadis itu terus mendekat menuju arah Andhera, perlahan Andhera sadar jika gadis itu adalah Chika yang berada di dalam foto, dan orang yang sering muncul dalam mimpi Andhera. 

"Chika? Kalau aku bertemu dia … Apa ini mimpi?" gumam Andhera sambil melihat ke arah tangannya. 

"Jawablah aku … Aku mohon, Andhera." gadis itu perlahan menangis di depan Andhera. Ia terjatuh dan mengelap air matanya secara berkala. 

"Mengingat? Aku tidak mengerti maks …." -Andhera tiba-tiba saja terjatuh dari ketinggian dan terlihat ia akan jatuh tepat di atas sekolah lamanya. 

11 Desember 2020

Andhera menutup mata nya dan berharap semua berakhir. Saat ia membuka matanya ia sudah berada di tempat tidur di dalam kamar miliknya. 

Dengan alarm yang terus berbunyi, Andhera bangun dari tempat tidurnya dan duduk memegang kepalanya. 

Andhera terus menghela nafasnya berulang kali seperti sehabis berlari beberapa kilometer. Andhera menutup mata menggunakan tangannya. 

"Aku membenci mimpi seperti itu," keluh Andhera pelan. 

Beberapa jam kemudian …

"Baiklah. Kita sekarang sudah masuk kedalam materi baru. Semua ka buku kalian," perintah guru di depan kelas. 

Andhera mengambil buku didalam tas miliknya. Tanpa sengaja, ia melihat ke arah Rangga yang duduk di samping mejanya. Rangga yang sadar sedang ditatap oleh Andhera lantas kembali menatap Andhera dengan tersenyum kecil. 

Andhera yang melihatnya malah merasa aneh pada Rangga. Andhera memalingkan wajahnya dan menghadap ke arah jendela. 

Tring!

Suara bell tanda istirahat telah berbunyi dengan nyaringnya. 

"Baiklah, kita akhiri pembelajaran hari ini. Jangan lupa banyak belajar untuk ulangan hari senin," ujar ibu guru, "Sebelum itu, ibu mau menagih yang belum bayar uang ulangan hari ini. Ibu akan panggilkan namanya yang belum bayar."

Mendengar itu, Andhera menjadi serius dan sedikit khawatir. Ia takut jika Karel tahu bahwa ia belum membayar uang untuk ujian dan belum memintanya pada orang tua Karel. 

"Aby, Adam, Daniel, Kevin, dan Lukas. Diharapkan membayarnya segera sebelum ujian dilaksanakan," pungkas ibu guru. 

Andhera terkejut akan namanya yang tidak disebutkan. Ia merasa mungkin ada yang salah atau namanya tidak sengaja terlewatkan. 

Apa Karel tahu dan orang tuanya sudah membayarnya?   Andhera dalam hati. 

Andhera menoleh ke arah Hikari yang duduk jauh dari tempatnya. Hikari mengacungkan jempolnya seraya tersenyum pada Andhera. 

"Apa dia yang membayarnya?" gumam Andhera. 

1
ranggers
gak lanjut... 😢
Vivi Fitrie
Lha ini critanya cowok semua bukan sih lom nangkep
syafridawati
3 like mampir saling dukung di oulau kematian ya
Mommy Gyo
2 like hadir thor mampir di karyaku cantik tapi berbahaya
IG: Saya_Muchu
Lanjut thor, semangat up!!!
Maaf thor baru mampir.
Hanna Devi
Cinta Kedua Untuk Zylva mampir lagi 😀👍
Quora_youtixs🖋️
lanjut kakak semangat 👍
Dewi
lanjut kak...
🎃👻hantu_gc 👻🎃
lanjut kk💪❤❤❤
Langit Malam
Semangat dan terus semangat ya kak..

Salam dari novelku : "Cinta Tulus Viola" bila berkenan, mampir ya kak.. hehe ditunggu😅
Siti_Mariam
hadir dong ❤️😉
Dewi
lanjut kak....
🎃👻hantu_gc 👻🎃
lanjut kk thor😍semangat selalu❤❤❤
VBEAR
semangat kak 🤗💪
Liana'S
next
Dewi
lanjut kak
Quora_youtixs🖋️
keren kak lanjut 👍
Awdifal
triple like for you...

slam hangat dari The Crazy Testament
Hanna Devi
Cinta Kedua Untuk Zylva mampir lagi 😀
bawa boom like 🤭💪💪
🎃👻hantu_gc 👻🎃
lanjut yook😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!