NovelToon NovelToon
Maaf.. Kukira Ini Taksi

Maaf.. Kukira Ini Taksi

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: arrasy

Di tengah guyuran hujan deras yang membasahi jalanan Jakarta, Rima masuk ke mobil mewah yang baru saja ia buka dengan tergesa-gesa. Wajahnya memancarkan kaget luar biasa. Mata terbelalak lebar, mulut terbuka melongo. Saat baru menyadari bahwa ia salah masuk kendaraan, bukan taksi yang sudah dipesannya. Pantulan di kaca spion memperlihatkan Andre yang duduk di kursi pengemudi dengan wajah dingin kaku, tatapan tajam tanpa senyum, seolah tak percaya ada kejadian seaneh ini. Butiran air menetes di kaca jendela dan bodi mobil hitam mengkilap, memperkuat suasana yang canggung sekaligus kocak di pertemuan pertama mereka. Kontras jelas antara ekspresi Rima yang panik lucu dan sikap Andre yang tenang kaku langsung menyiratkan kisah pertemuan tak terduga yang penuh kekacauan manis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arrasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Undangan ke Rumah Clara

Siang itu ruang kerja Andre terasa tenang dan sejuk. Jendela kaca besar menghadap ke arah taman kota, cahaya matahari masuk dengan lembut menyinari tumpukan berkas di atas meja. Andre baru saja menutup rapat pembahasan proyek, sedang merapikan catatan pertemuan saat ketukan pintu terdengar pelan tiga kali.

"Masuk," ucapnya singkat sambil menaruh pena di atas meja.

Pintu terbuka, dan Clara melangkah masuk dengan senyum lebar yang selalu ia tampilkan setiap kali bertemu Andre. Ia mengenakan pakaian santai namun tetap elegan, rambutnya diikat rapi ke belakang, terlihat segar seolah baru saja pulang dari berlibur.

"Selamat siang Andre," sapa Clara ramah sambil menutup pintu rapat. "Maaf kalau aku ganggu. Aku tidak perlu janji temu khusus kan?"

"Tentu saja tidak Clara. Silakan duduk," jawab Andre sopan sambil menunjuk kursi tamu. "Ada apa Clara?"

Clara duduk dengan tenang, menatap Andre lekat-lekat sebelum mulai berbicara. "Begini Andre. Kemarin Papa dan Mama mengobrol lama. Mereka berencana mengundang kalian sekeluarga makan malam di rumah kami hari Minggu nanti."

Ia menambahkan dengan nada ceria, "Sekaligus untuk merayakan keberhasilan proyek kerjasama kita yang baru saja selesai dengan hasil luar biasa bagus. Papa bilang ini tidak akan berjalan lancar tanpa kerja kerasmu, jadi dia ingin mengucapkan terima kasih secara langsung."

Andre mengangguk paham. "Wah, terima kasih banyak atas undangannya. Sampaikan salamku pada Papa dan Mamamu. Aku yakin Papi dan mamiku pasti senang sekali hadir. Tadinya Papi dan Mami juga ingin mengundang kalian makan malam. Cuma sepertinya belum sempat karena Papi sedang sibuk sekali."

Clara tersenyum makin lebar, tapi kemudian nada bicaranya berubah sedikit lebih pelan dan penuh harapan. "Iya.. Tidak apa-apa Ndre. Selain itu, ada hal lain yang ingin Papa dan Mama bicarakan juga. Kamu pasti sudah tahu kan? Selama ini mereka sering berharap persahabatan kedua keluarga ini bisa berlanjut ke ikatan yang lebih erat lagi."

Ia menunduk sejenak memainkan ujung tas tangannya, lalu menatap Andre berani. "Mereka sangat menginginkan kita berdua bisa bersama Andre. Kita sudah saling kenal sejak bayi, tumbuh besar bersama, latar belakang kita sama, dan semua orang bilang kita pasangan yang paling cocok. Aku sendiri, aku juga sudah lama menantikan hal itu."

Suasana di ruangan itu menjadi hening sejenak. Andre menarik napas panjang, hatinya terasa berat namun ia tahu harus jujur. Ia memahami harapan orang tua mereka, dan ia juga sangat menghargai perasaan Clara serta kesetiaan persahabatan gadis itu selama bertahun-tahun. Namun belakangan ini hatinya sudah tidak lagi kosong. Ada sosok Rima yang selalu muncul di benaknya. Senyum polosnya, ketulusannya, dan cara gadis itu melihat dunia dengan mata yang begitu cerah tanpa kepura-puraan.

"Clara," panggilnya pelan dengan nada lembut namun tegas. "Aku... aku benar-benar minta maaf."

Clara mengerutkan kening sedikit. "Maaf? Untuk apa?"

"Maaf karena harus menyampaikan ini dengan cara seperti ini," lanjut Andre dengan tulus. "Aku sangat menghargai perhatianmu, kesabaranmu, dan harapan keluargamu selama ini. Kamu adalah sahabat terbaik yang pernah aku miliki, dan aku sangat berterima kasih karena kamu selalu ada di sampingku. Tapi... aku harap kamu juga mengerti perasaanku saat ini. Aku tidak bisa memenuhi harapan itu."

Wajah Clara perlahan berubah pucat. Ia diam cukup lama mencerna kata-kata itu. "Karena ada orang lain kan?" tanyanya pelan.

Andre tidak menyangkal. Ia mengangguk pelan, matanya sesekali melirik ke arah jendela kaca yang menghadap ke lorong administrasi, tempat di mana Rima sedang sibuk berjalan membawa tumpukan map.

"Benar," akunya jujur. "Belakangan ini hatiku sudah tertuju pada orang lain. Aku tidak bermaksud menyakitimu, dan aku juga tidak bermaksud melanggar harapan orang tua kita. Tapi aku sadar, aku tidak bisa memaksakan perasaan sendiri hanya karena kita sudah saling kenal lama. Itu tidak adil buat kamu, dan juga tidak adil buat diriku sendiri."

Ia menatap Clara dengan mata yang penuh penyesalan. "Sekali lagi... maafkan aku ya Clara. Aku tidak ingin kita menjadi asing atau berpisah karena hal ini. Kamu tetap sahabatku, dan persahabatan keluarga kita tetap berharga bagiku."

Clara menarik napas panjang, berusaha menahan rasa kecewa yang tiba-tiba menyeruak. Perlahan ia mengangguk, meski matanya tampak berkaca-kaca. "Aku mengerti Andre. Jangan minta maaf terus-menerus. Perasaan memang tidak bisa dipaksa. Aku hanya... aku kira waktu akan membuat kita jadi cocok."

"Waktu justru yang mengajarkanku mana yang benar-benar kuinginkan," jawab Andre lembut. "Orang ini mengajarkanku melihat hal-hal sederhana dengan cara yang berbeda. Dia membuatku sadar bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari kesamaan latar belakang atau rencana orang lain."

Clara mengikuti arah pandang Andre, dan perlahan ia paham siapa yang dimaksud. Ia tidak marah atau meledak-ledak, hanya tersenyum tipis dengan nada yang lebih tenang. "Jadi benar ya... anak magang itu? Rima?"

Andre tersenyum kecil. "Dia memang anak magang, tapi dia jauh lebih berharga daripada sekadar itu bagiku."

"Kamu berubah banyak Andre," kata Clara pelan. "Dulu kamu sangat dingin dan kaku, tidak pernah peduli pada hal di luar rencanamu. Tapi memang belakangan ini matamu berbinar saat membicarakan dia."

"Itulah dampaknya Clara," jawab Andre tulus. "Dia membawa warna baru dalam hidupku. Aku tidak mau menyia-nyiakannya."

Clara berdiri perlahan, merapikan pakaiannya dan menyeka sudut matanya dengan hati-hati. "Baiklah. Aku mungkin butuh waktu untuk terbiasa dan aku tidak akan memaksakan kehendak. Terima kasih sudah jujur padaku."

"Terima kasih juga sudah mengerti Clara," ucap Andre sambil berdiri menghormati kepergiannya. "Sampai kapan pun aku berharap kita tetap sahabat baik."

"Aku juga berharap begitu," jawab Clara pelan, lalu berjalan keluar ruangan dengan langkah yang perlahan namun tetap anggun.

Setelah pintu tertutup rapat, Andre masih berdiri diam di dekat jendela. Ia menghela napas lega sekaligus berat. Lega karena sudah berani jujur, berat karena tahu ia telah mengecewakan harapan sahabat dan orangtuanya. Namun ia tahu ini jalan yang benar.

Matanya kembali tertuju pada sosok Rima yang sedang menyapa satpam dengan senyum lebar.

"Maafkan aku Clara," bisiknya pelan. "Tapi aku harus memilih apa yang hatiku inginkan, sebelum semuanya terlambat."

Pikiran Andre kini sudah bulat. Ia akan menghadapi makan malam nanti dengan keputusan yang tegas, dan setelah itu ia akan memberanikan diri menyampaikan perasaannya pada Rima sebelum waktu magang gadis itu benar-benar habis.

1
Edi Lupiyan
harus nunggu lagi cuma 2bab
partini
jaraknya kaya Cilacap Jogyakarta naik bus efisiensi atau purwokerto Jogya
❥␠⃝ ͭ🍁Hes'💋𝗔𝗿𝗿𝗮𝘀𝘆🍁: iya kak. terimakasih ya
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hes'💋𝗔𝗿𝗿𝗮𝘀𝘆🍁
betul ka. mau hujan deres kek.. bomat😄
🌺⃟ SasMaya
Oohh... ternyata emng Rima-nya yang mau anter hujan-hujanan... 🙄
🌺⃟ SasMaya
jangan sebel-sebel sama Rima pak Andre nanti ketulah jadi bucin 😆
🌺⃟ SasMaya
Andre ini tipe-tipe yang ga mau ribet dan bomat sama urusan orang lain 🫠
Mingyu gf😘
aduhh si bapak galak banget
❥␠⃝ ͭ🍁Hes'💋𝗔𝗿𝗿𝗮𝘀𝘆🍁: galak dan kesel dikira supir taksi😄
total 1 replies
Mingyu gf😘
sibuk banget ngurusin perut orang lain di saat kamu aja sedang terjebak masalah
Tulisan__mawar
Heh nota utang🥲
ini namanya waktu kecil lihat orang tua kita suka bon di warung sekarang kita sudah dewasa bisa bon warung sendiri🤣🙏
Alia Chans
Dan ke salah pahaman di mulai dari sini😌
kenzi moretti
bisa-bisanya rim salah masuk mobil/Facepalm/
kenzi moretti
wuihh/Blush//Sly/
THE GIRL COOL😑
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
RahmaYesi
Rima Rima, kamu itu menggemaskan bingittt zih dg segala gedebag gedebug hidup mu
arsyila putri
lucu banget ceritanya, bikin penasaran part selanjutnya. 😍😍
mama Al
aduh salah alamat
arsyila putri
makin malu🤣🤣
arsyila putri
wih malu pasti, mana aku pernah lagi🤣🤣
Nyai Aksara 👩‍🦯
Dasar ceroboh, udah lihat Andre juga masih aja ngomong santai
RahmaYesi
Syukurlah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!