NovelToon NovelToon
Albern & Lily

Albern & Lily

Status: tamat
Genre:Komedi / Cintapertama / Contest / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 5
Nama Author: Tiwie Sizo

Jangan lupa follow IG Author : tiwie_sizo08

Albern menyimpan sebuah perasaan yang dalam pada Lily, gadis yang berusia jauh lebih muda darinya. Bertahun-tahun dia memendam perasaannya tanpa membiarkan hal itu diketahui oleh orang lain.
Sebaliknya, Lily yang juga menyukai Albern sejak lama adalah seorang gadis pemberani dan bersifat terbuka. Dia tak pernah menyembunyikan setiap hal yang dirasakannya, termasuk ketertarikannya pada Albern.
Bagaimanakah jadinya saat Albern yang kaku disandingkan dengan sosok ceria dan jahil seperti Lily?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiwie Sizo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Curiga

Albern membawa Lily ke sebuah supermarket yang terletak tak jauh dari vila miliknya. Mereka langsung pergi ke bagian bahan makanan segar. Di sana terdapat sayuran, buah dan daging, serta bahan makanan mentah lain juga, termasuk ikan dan berbagai macam seafood.

Lily tampak sangat senang. Dengan sangat bersemangat, dia mengambil sebuah keranjang, lalu memilih beberapa macam seafood segar yang telah dikemas, yang ada di dalam box pendingin.

"Kak Al, aku mau makan cumi asam manis." Ujar Lily sambil memasukkan cumi segar kemasan kedalam keranjangnya.

Albern tersenyum dan mengangguk.

"Sama udang bakar madu juga." Lily kembali memasukkan satu kemasan lagi ke dalam keranjangnya. Kali ini kemasan berisi udang galah yang mempunyai ukuran yang cukup besar.

"Kalau lobster saus mentega?" Lily menunjuk kearah lobster kemasan dengan sedikit malu-malu.

Albern kembali tersenyum. Lily memang seringkali kalap jika berhadapan dengan seafood. Nafsu makannya akan bertambah berkali-kali lipat jika sudah menyangkut dengan makanan kesukaannya itu.

Masih dengan tersenyum tipis, Albern mendekati box pendingin tempat aneka seafood kemasan itu di simpan, lalu mengambil lobster yang ditunjuk Lily tadi. Dia juga mengambil dua ekor kepiting besar, serta beberapa macam jenis kerang, hingga dalam sekejap keranjang yang dibawa Lily penuh oleh berbagai macam seafood segar.

Lily agak membeliakkan matanya melihat isi keranjang yang sedang dibawanya saat ini.

"Sesekali tidak apa-apa, tapi jangan terlalu sering mengkonsumsi seafood dengan jumlahnya banyak seperti ini. Kolesterol mu bisa melonjak nanti." Ujar Albern sembari mengambil alih keranjang belanjaan yang ada di tangan Lily.

Kedua orang itu akhirnya berjalan menuju kasir.

"Tidak mau beli yang lain?" Tanya Albern.

Lily menoleh dan menggeleng. Semua isi keranjang yang dibawa Albern saat ini sudah lebih dari cukup. Dia tidak menginginkan apa-apa lagi.

"Kamu yakin? Tidak mau membeli camilan juga?" Tanya Albern lagi.

Lily kembali menoleh kearah Albern. Tadi lelaki itu sudah membelikannya burger beserta teman-temannya untuk sarapan, dan sekarang dia juga memasukkan seluruh penghuni lautan ke dalam keranjang belanjaan untuk dijadikan menu makan siang Lily. Lalu jika ditambah dengan camilan juga, bisa-bisa dalam waktu singkat Lily akan berubah menjadi sapi montok yang siap untuk dipotong.

"Kak Al terlalu berlebihan. Aku tidak makan selahap itu sampai mau camilan juga." Kilah Lily sambil membuang pandangannya kearah Lain.

Albern tampak menahan tawanya melihat ekspresi Lily. Seumur hidup Albern mengenal gadis ini, baru sekarang dia melihat Lily menjaga image dihadapannya. Mungkin itu karena saat ini mereka sudah berpacaran.

"Kalau tidak ada yang mau dibeli lagi, berarti kita langsung kembali ke vila." Ujar Albern.

Lily mengangguk mengiyakan.

Setelah membayar belanjaan mereka, Lily dan Albern pun kembali ke dalam mobil untuk kembali ke vila.

"Kamu sadar tidak, sekarang kita seperti suami istri yang sedang berbelanja kebutuhan sehari-hari." Ujar Albern sambil memasang sabuk pengaman Lily.

Lily kembali membeliakkan matanya. Hari ini entah sudah berapa kali Albern membuatnya tersipu. Hilang sudah rasa percaya diri dan sikap tak kenal malunya selama ini.

Melihat pipi Lily yang sedikit merona, Albern kembali tertawa dibuatnya. Menjalin hubungan dengan Lily telah membawa perubahan yang cukup signifikan bagi Albern. Hatinya lebih sering merasakan perasaan hangat hingga dia lebih banyak tersenyum dan tertawa.

Haisshh, bisa-bisanya Albern merasa gemas dan ingin melakukan hal yang tak semestinya hanya karena gadis itu tersipu. Sepertinya ada yang tidak beres di dalam otak Albern saat ini. Sungguh berbahaya.

Dengan agak menekan gejolak di dalam dadanya, Albern pun melajukan kembali mobilnya kembali ke vila.

Tidak lama kemudian, mereka sampai kembali ke vila. Bu Hana langsung menyambut kedatangan keduanya dan mengambil alih belanjaan yang dibeli Albern dan Lily tadi.

Setelah bertanya aneka seafood segar itu mau dimasak apa, Bu Hana pun pamit menuju ke dapur dan menyuruh para pelayan di sana untuk segera menyiapkan makan siang.

Ternyata tak butuh waktu lama bagi para pelayan di vila Albern itu untuk menyiapkan makan siang. Semua hidangan telah tersaji di meja makan saat Bu Hana memberitahukan pada Albern dan Lily jika makan siang sudah siap.

Sama halnya seperti tadi pagi, kali ini Lily kembali tak dapat menahan dirinya untuk tidak makan terlalu banyak. Cumi asam manis, udang bakar madu dan beberapa masakan seafood lainnya benar-benar membuat Lily lupa jika sedang berkencan dengan Albern. Semua hidangan itu terlalu menggoda untuk dibiarkan begitu saja.

Albern kembali tersenyum sambil memperhatikan Lily yang asyik menikmati kepiting yang dimasak dengan saus lada hitam. Bahkan dengan melihat gadis ini makan lahap saja sudah membuat Albern benar-benar merasa bahagia.

"Tuan Muda, maaf mengganggu. Ini suplemen yang Anda minta tadi." Bu Hana datang dan memberikan sesuatu pada Albern, setelah sebelumnya sempat membungkuk hormat.

"Terima kasih." Jawab Albern sambil menerimanya.

Bu Hana pun langsung undur diri kembali.

Sedangkan Lily tampak memperhatikan apa yang diberikan perempuan paruh baya tadi pada Albern.

"Ini suplemen pengendali kolesterol. Langsung konsumsi ini dua butir setelah kamu selesai makan nanti." Albern memberikan suplemen yang diberikan Bu Hana tadi pada Lily.

Lily menerimanya dengan agak tertegun. Albern bahkan memperhatikan dirinya sampai pada hal-hal seperti ini. Entah kata-kata apa yang sesuai untuk menggambarkan perasaan Lily saat ini.

"Terima kasih." Akhirnya hanya itu saja yang bisa Lily ucapkan, bersamaan dengan senyuman tipis yang mengembang dibibirnya. Tampaknya ini adalah makan siang paling berkesan selama dua puluh satu tahun gadis itu hidup di muka bumi ini.

Setelah makan siang dan berjalan-jalan sebentar, Lily pun minta diantar Albern ketempat dimana Zivanna dan Darrel sudah menunggunya. Kedua orang itu tampaknya juga sudah puas menghabiskan waktu bersama dan sekarang sedang bersantai di sebuah kafe.

"Zi dan Darrel menunggumu di sini?" Tanya Albern sambil menghentikan mobilnya di depan sebuah kafe.

Lily mengangguk.

"Aku juga akan memberi tahu Papa untuk menjemputku di sini." Ujarnya.

Albern membuka sabuk pengaman Lily, lalu memandang gadis itu seolah tak rela akan ditinggalkan.

"Kak Al..." Lily mengeluarkan sesuatu dari tas selempangnya.

"Kata Mamaku, vitamin ini sangat bagus untuk memelihara kesehatan. Jangan lupa konsumsi setiap pagi setelah sarapan." Lily memberikan pada Albern sebotol vitamin yang diberikan Mamanya tempo hari.

Albern melihat vitamin itu dengan agak tertegun.

"Hari ini aku senang sekali, terima kasih, ya, Kak Al." Ujar Lily lagi sambil membuka pintu mobil.

"Lily ..." Albern memanggil Lily, membuat gadis itu kembali menoleh.

"Nanti aku akan menelpon, jangan sampai tidak kamu angkat," ujar Albern.

Lily tersenyum dan mengangguk. Ia pun keluar dari mobil dan menutup kembali pintu mobil mewah itu.

Lily melambaikan tangannya saat mobil tersebut mulai merayap menjauh, lalu masuk ke dalam kafe untuk menemui Zivanna dan Darrel.

Tak lama setelah Lily memberi kabar Papanya jika tugasnya telah selesai, Dokter Evan pun datang untuk menjemput putrinya itu. Lily masuk ke dalam mobil Evan dengan diantarkan Zivanna dan Darrel, seolah dia memang baru saja mengerjakan tugas dengan kedua temannya itu.

"Bagaimana tugasnya?" Tanya Evan sambil memasangkan sabuk pengaman Lily.

"Sudah selesai dikerjakan, tidak ada yang terlalu menyulitkan." Jawab Lily.

Evan mengangguk. Tapi kemudian tangannya berhenti memasangkan sabuk pengaman pada Lily. Tubuhnya yang agak condong pada tubuh putrinya itu membuatnya bisa menghirup aroma tubuh Lily dengan jelas.

Evan mengangkat wajahnya dan seketika menatap Lily dengan tatapan curiga.

"Lily, kenapa tubuhmu bau parfum laki-laki?"

Eh? Lily hampir saja tersedak dibuatnya.

Bersambung...

Nah lho? Mesti jawab apa coba?

Happy reading ❤️❤️❤️

1
NFC
wkwkwkkw
NFC
widiiiiihhh cari aliansi segala
Khoerun Nisa
pertemuan nya kurang greget tor lah cm ngobrol doang peluk dong cium sekalian
LENY
THE GREAT SCANDAL KOK GAK ADA THOR DI NOVELTOON. DI APLIKASI LAIN YA
LENY
KALAU CERITA YG INI BELUM BACA LANJUT
LENY
SUDAH BACA BAGUS
LENY
TERIMA KASIH AUTHOR SAYANG. CERITA YG SANGAT BAGUS MENYENTUH DAN HAPPY ENDING ❤👍👍
DITUNGGU KARYA SELANJUTNYA🙏
LENY
MANTAP DARREL LAKI2 BERTANGGUNG JAWAB DAN PUNTA HARGA DIRI 2 JEMPOL UNT DARREL. MAKANYA ZI DENGERIN DULU DIMINTA WAKTU 5 MENIT AJA GAK BISA NYEROCOS DGN PIKIRAN NEGATIF SENDIRI. GOOD DARREL ❤👍👍
LENY
YA THOR SETUJU JGN TERLALU VULGAR BAYANGIN AJA SENDIRI2 YG BACA 😂🤭
LENY
DUH TERHARU EVAN JGN KHAWATIR LILY GAK AKAN MELUPAKAN PAPANYA YG SANGAT BAIK😥
LENY
DARREL DAN ZOVANNA BENAR2 COCOK MEREKA SIKAPNYA DEWASA MANTAP
LENY
LILY GAK USAH TAKUT KL JODOH KALIAN PASTI AKAN BERSAMA. JAGA KOMITMEN UNTUK SALING SETIA DAN KEJAR CITA2 MU BIAR PANTAS MENDAMPINGI ALBERN. AL SETIA KOK JGN KHAWATIR. KL KALIAN SDH DITAKDIRKAN BERSAMA BERJODOH PASTI AKAN KETEMU 🙏👍SEMANGAT LILY RAIH CITA2MU.
LENY
BERPASANGAN DGN AL BIAR PANTES DAN SETARA GAK DIANGGAP REMEH ORANG🙏
LENY
BETUL CINTA BUTUH PENGORBANAN GAK APA2 BERJAUHAN ASAL DPT RESTU SETELAH ITU. KSN BISA SALING TELP DAN VIDEO CALL SETIAP HARI. JANGAN TERLALU CENGENG LILY. KAMU HRS BERJUANG BIAR PANTES BERPADANGAN SAMA AL DAN TDK DIANGGAP REMEH LAGI SAMA ORANG2🙏
LENY
GOOD JOB AL KEREN KAMU BIAR EVAN SADAR SIAPA AL SEBENARNYA 👍
LENY
IDE GILA ITU KAWIN LARI PAKE HAMIL DULU LG WAH CERITA AARON ZAYA TERULANG LAGI
LENY
WAH LILY ITU LBH TAMBAH JELEK LG AL DIMATA EVAN. TURUTIN AJA PERINTAH PAPAMU KULIAH DI LUAR NEGERI KL KALUAN BER JODOH PASTI AKAN BERSAMA NANTI
LENY
KL EVAN MSH EGOIS GAK MERESTUI BENAR JG KATA NENEK GHINA MSH BNYK PEREMPUAN LAIN YG LBH CANTIK DAN BAIK SERTA KELUARGA NYA MERESTUI. COBALAH BERPISAH SEMENTARA BIAR EVAN SADAR KL ANAKNYA LILY NNT MENDERITA DIPISAHKAN SAMA ALBERN.
LENY
KASIHAN ALBERN DAN LILY LIHAT EVAN EGOIS PADAHAL MRK SALING MENCINTAI HRSNYA SALING DUKUNG 2 KEL INI BUKAN DGN SIKAP ANGKUH AROGAN EVAN.
LENY
BRIANA DAN ORANG TUANYA BENAR2 BERKELAS ORANG INTELEKTUAL TINGGI. BRIANA SDH CANTIK PINTER BERKELAS SEBENARNYA COCOK SELEVEL SAMA KEL AARON 😊🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!