Chu Xuan menjadi orang pertama dalam sejarah yang menolak reinkarnasi.
Karena murka, utusan akhirat mengutuknya untuk menjalani delapan belas tahun kehidupan yang penuh penderitaan di dunia kultivasi tanpa bakat, tanpa kekayaan, dan tanpa harapan.
Setelah kehilangan satu-satunya keluarga yang membesarkannya dan hidup sendirian selama tiga tahun di sebuah kuil tua yang hampir roboh, Chu Xuan akhirnya disambar petir pada usia delapan belas tahun.
Hari itu, seluruh dunia kultivasi tidak mengetahui satu hal:
Orang paling malas di dua dunia akhirnya memperoleh kekuatan untuk menjadi tak terkalahkan.
Namun, Chu Xuan hanya memiliki satu tujuan.
Memperbaiki atap Kuil Qingfeng.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 — Hadiah Tersembunyi
Mentari pagi telah naik sepenuhnya.
Cahaya keemasan menyinari setiap sudut Kuil Qingfeng.
Di halaman belakang...
Luo Ning masih terus mengayunkan pedangnya.
Swish!
Swish!
Swish!
Tidak ada suara benturan.
Tidak ada ledakan qi.
Yang terdengar...
Hanyalah desir angin yang mengiringi setiap ayunan.
Qin Xueyao duduk di bawah pohon tua sambil memperhatikan.
Sesekali ia mengangguk.
"Kakak Luo..."
"Gerakanmu berbeda lagi."
Luo Ning menghentikan pedangnya.
Ia menghela napas panjang.
"Aku juga merasakannya."
"Pedang ini..."
"...terasa jauh lebih ringan."
Chu Xuan yang sedang menikmati teh hanya melirik sekilas.
"Karena kau mulai berhenti mengandalkan tenaga."
"Mulailah mengandalkan pemahaman."
Luo Ning membungkukkan badan.
"Murid mengerti."
Hari demi hari berlalu.
Tidak terasa...
Tiga hari telah berlalu sejak pelajaran itu.
Selama tiga hari itu...
Luo Ning hampir tidak pernah meninggalkan halaman latihan.
Bahkan ketika malam tiba...
Ia masih berlatih di bawah cahaya bulan.
Qin Xueyao beberapa kali membawakan makanan.
Namun...
Luo Ning hanya makan sekadarnya.
Sisanya...
Ia habiskan untuk berlatih.
Melihat semua itu...
Chu Xuan menggeleng pelan.
"Anak ini..."
"Rajin sekali."
【Penilaian Sistem.】
【Luo Ning memiliki tingkat ketekunan yang sangat tinggi.】
Chu Xuan mengangguk.
"Itulah sebabnya aku memilihnya."
Sore hari.
Angin gunung kembali bertiup.
Daun-daun berputar perlahan di udara.
Luo Ning kembali menghunus pedangnya.
Namun kali ini...
Ia tidak bergerak.
Ia hanya berdiri.
Merasakan angin.
Merasakan napasnya sendiri.
Merasakan dunia di sekelilingnya.
Tiba-tiba...
Matanya terbuka.
Swish!
Pedangnya bergerak.
Hanya satu ayunan.
Namun...
Puluhan daun yang beterbangan di udara...
Seolah mengikuti jalur pedangnya.
Tidak ada satu daun pun yang terpotong.
Semuanya...
Berputar mengelilinginya seperti pusaran angin.
Chu Xuan yang melihat dari kejauhan perlahan meletakkan cangkir tehnya.
Senyum tipis muncul di wajahnya.
"Dia berhasil."
Saat itu juga...
Tulisan hitam muncul di hadapannya.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Selamat!】
【Luo Ning berhasil memahami Tingkat Mahir】
《Seni Pedang Angin Qingfeng》
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Misi Guru I】
Selesai.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Hadiah Misi】
✔ 10.000 Poin Tak Terkalahkan.
✔ Kesempatan Hadiah Tersembunyi ×1.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Total Poin】
54.760
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Mata Chu Xuan sedikit berbinar.
"Hah?"
"Hadiah tersembunyi?"
Ini pertama kalinya sistem memberikan hadiah seperti itu.
Ia segera membuka panel tersebut.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Memenuhi syarat pembukaan Hadiah Tersembunyi.】
【Apakah Tuan Rumah ingin membukanya sekarang?】
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Chu Xuan tidak langsung menjawab.
Sebaliknya...
Ia lebih dahulu memandang Luo Ning.
Gadis itu sedang berdiri memandangi pedangnya sendiri.
Ekspresinya dipenuhi kegembiraan.
Namun...
Ia tidak berteriak.
Tidak melompat.
Ia hanya membungkukkan badan ke arah Chu Xuan.
"Guru..."
"Murid berhasil."
Chu Xuan mengangguk pelan.
"Bagus."
"Kau tidak mengecewakanku."
Luo Ning tersenyum bahagia.
Kalimat sederhana itu...
Sudah lebih dari cukup baginya.
Di sisi lain...
Qin Xueyao bertepuk tangan dengan semangat.
"Kakak Luo!"
"Selamat!"
Luo Ning tersenyum lembut.
"Terima kasih."
"Semoga berikutnya giliranmu."
Qin Xueyao mengepalkan tinjunya.
"Tentu!"
"Aku akan bekerja lebih keras lagi!"
Melihat kedua muridnya...
Chu Xuan merasa suasana Kuil Qingfeng jauh lebih hidup dibanding beberapa bulan yang lalu.
Dulu...
Yang terdengar hanyalah suara angin.
Sekarang...
Sudah ada suara tawa.
Suara latihan.
Dan harapan.
Tanpa sadar...
Tatapannya kembali mengarah ke makam Pertapa Qingfeng.
"Kakek..."
"Aku harap..."
"...Kakek juga melihatnya."
Angin gunung berembus pelan.
Daun-daun pohon tua kembali berguguran.
Chu Xuan kembali melihat panel sistem.
"Baiklah."
"Buka hadiah tersembunyi."
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Perintah diterima.】
【Hadiah Tersembunyi sedang dibuka...】
【10%...】
【35%...】
【70%...】
【100%】
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Tiba-tiba...
Seluruh antarmuka hitam berubah menjadi emas.
Tulisan yang biasanya berwarna hitam...
Kini berubah menjadi cahaya keemasan yang sangat menyilaukan.
Bahkan...
Untuk pertama kalinya sejak sistem muncul...
Suara sistem terdengar sedikit berbeda.
Lebih agung.
Lebih berat.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Selamat kepada Tuan Rumah.】
【Anda adalah Guru pertama yang berhasil menyelesaikan Misi Guru I dengan penilaian Sempurna.】
【Seluruh syarat Hadiah Tersembunyi telah terpenuhi.】
【Mengaktifkan...】
【Hadiah Tingkat Abadi.】
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Chu Xuan yang biasanya santai...
Kini perlahan duduk tegak.
"Hadiah..."
"Tingkat Abadi?"
Untuk pertama kalinya...
Ekspresi terkejut benar-benar muncul di wajahnya.
Halaman Kuil Qingfeng tetap tenang.
Luo Ning dan Qin Xueyao masih berbincang di kejauhan.
Tak seorang pun menyadari...
Di hadapan Chu Xuan...
Seluruh panel sistem telah berubah menjadi warna emas.
Cahaya keemasan itu hanya dapat dilihat olehnya seorang.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Hadiah Tingkat Abadi】
【Sedang dipersiapkan...】
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Chu Xuan mengangkat alis.
"Apa kali ini sistem tidak langsung memberikannya?"
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Peringatan.】
【Hadiah ini berada di luar standar hadiah Dunia Fana.】
【Seluruh proses harus dipastikan aman.】
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Chu Xuan mulai tertarik.
"Kalau begitu..."
"Apa hadiahnya?"
Panel emas itu perlahan berubah.
Satu demi satu tulisan muncul.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Hadiah Tersembunyi】
《Tubuh Abadi》
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Chu Xuan terdiam.
"Tubuh..."
"Abadi?"
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Benar.】
【Tubuh Abadi merupakan tubuh yang melampaui batas kehidupan manusia biasa.】
【Vitalitas meningkat secara drastis.】
【Kemampuan pemulihan meningkat secara drastis.】
【Daya tahan tubuh meningkat secara drastis.】
【Seluruh potensi tubuh akan mengalami evolusi.】
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Chu Xuan membaca dengan tenang.
Namun...
Tulisan berikutnya membuat matanya sedikit membesar.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Peringatan Penting】
【Selama Tuan Rumah berada di dalam Domain Tak Terkalahkan...】
【Efek Tubuh Abadi akan disegel sepenuhnya.】
【Tubuh asli tidak akan memancarkan perubahan apa pun.】
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Chu Xuan mengangguk.
"Itu bagus."
"Kalau tidak..."
"Kedua muridku pasti akan bertanya macam-macam."
Panel kembali berubah.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Namun...】
【Saat Tuan Rumah meninggalkan Domain menggunakan tubuh asli...】
【Segel akan terbuka secara otomatis.】
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Tubuh Abadi akan memancarkan...】
【Aroma Dao Abadi.】
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Chu Xuan membaca kalimat itu dua kali.
"Aroma?"
"Apa maksudnya?"
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Aroma Dao Abadi bukan bau biasa.】
【Ia adalah daya tarik alami yang hanya dapat dirasakan oleh makhluk berkultivasi tinggi.】
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Tulisan berikutnya muncul perlahan.
Setiap kalimat membuat Chu Xuan semakin terdiam.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Monster buas akan menganggap Tuan Rumah sebagai Buah Keabadian yang telah matang.】
【Iblis akan berusaha memperoleh Tubuh Abadi demi meningkatkan garis keturunan mereka.】
【Para ahli tua yang mengejar keabadian akan merasakan keberadaan Tuan Rumah.】
【Roh tumbuhan dan makhluk spiritual akan tanpa sadar mendekati Tuan Rumah.】
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Chu Xuan terdiam cukup lama.
Kemudian...
Ia memijat pelipisnya.
"..."
"Jadi..."
"Kalau aku keluar menggunakan tubuh asli..."
"...aku akan menjadi umpan berjalan?"
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Jawaban: Benar.】
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
"..."
"Sistem."
"Apakah kau membenciku?"
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Tidak.】
【Ini adalah keuntungan sekaligus konsekuensi Tubuh Abadi.】
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Chu Xuan menghela napas panjang.
"Untung..."
"Aku memang jarang keluar."
Sistem tidak menjawab.
Beberapa saat kemudian...
Tulisan emas terakhir muncul.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Apakah Tuan Rumah ingin menerima Tubuh Abadi sekarang?】
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Chu Xuan tidak langsung menjawab.
Ia berpikir cukup lama.
"Lalu..."
"Kalau aku tetap memakai Avatar?"
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Avatar tidak terpengaruh.】
【Aroma Dao Abadi hanya muncul pada tubuh asli Tuan Rumah.】
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Mata Chu Xuan langsung berbinar.
"Itu lebih baik."
"Kalau begitu..."
"Nanti kalau benar-benar harus keluar..."
"Aku tetap menggunakan Avatar."
"Sedangkan tubuh asli..."
"...tetap tidur di kuil."
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Strategi tersebut memungkinkan.】
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Chu Xuan tersenyum puas.
"Nah."
"Itu baru aman."
Tanpa ragu lagi...
Ia menjawab.
"Terima."
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Perintah diterima.】
【Mulai menyatu dengan Tubuh Tuan Rumah.】
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Seluruh proses berlangsung sangat tenang.
Sehangat matahari pagi.
Chu Xuan hanya merasakan aliran hangat menyebar ke seluruh tubuhnya.
Mulai dari jantung.
Menuju setiap pembuluh darah.
Setiap tulang.
Setiap otot.
Bahkan...
Setiap helai rambutnya.
Rasa hangat itu berlangsung cukup lama.
Kemudian perlahan menghilang.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Selamat.】
【Tubuh Abadi telah berhasil menyatu.】
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Karena Tuan Rumah berada di dalam Domain Tak Terkalahkan...】
【Seluruh fenomena berhasil disembunyikan.】
【Segel Tubuh Abadi aktif.】
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Chu Xuan mengepalkan tangannya perlahan.
Ia tidak merasakan perubahan besar.
Namun...
Ia tahu.
Tubuhnya telah berubah.
Benar-benar berubah.
Pada saat yang sama...
Sistem kembali mengeluarkan panel baru.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Misi Guru II】
Target:
✔ Menyempurnakan fondasi Qin Xueyao.
✔ Mewariskan teknik kultivasi yang sesuai.
✔ Membantu Qin Xueyao menembus satu alam kecil.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Hadiah Penyelesaian】
????
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Chu Xuan mengusap dagunya.
"Hm?"
"Masih tanda tanya?"
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Rahasia.】
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Chu Xuan terkekeh.
"Sekarang kau juga pandai membuat penasaran."
Di kejauhan...
Qin Xueyao berlari kecil menghampirinya.
"Guru!"
"Ada apa?"
Chu Xuan tersenyum santai.
"Besok."
"Giliranmu."
Qin Xueyao membeku.
"Eh?"
"Benarkah?"
Chu Xuan mengangguk.
"Besok..."
"Aku akan menyempurnakan fondasimu."
"Dan..."
"Membuka jalan kultivasimu."
Mata Qin Xueyao langsung memerah karena bahagia.
Ia segera berlutut.
"Terima kasih, Guru!"
Chu Xuan melambaikan tangan.
"Bangun."
"Mulai malam ini..."
"Istirahat yang cukup."
"Besok..."
"Akan menjadi hari yang sangat penting bagimu."
Qin Xueyao mengangguk kuat.
"Murid tidak akan mengecewakan Guru."
Di sampingnya...
Luo Ning ikut tersenyum.
Ia benar-benar ikut merasa bahagia untuk adik seperguruannya.
Melihat kedua muridnya...
Chu Xuan kembali bersandar di kursi bambu.
Sambil menyeruput teh...
Ia bergumam pelan.
"Setelah ini..."
"...baru boleh tidur dengan tenang."
Di dalam benaknya...
Sistem mengeluarkan satu kalimat terakhir.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Penilaian Sistem.】
【Tuan Rumah tidak pernah berubah.】
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Chu Xuan tersenyum lebar.
"Itu namanya konsisten."
Di bawah langit sore Pegunungan Tianyun...
Kuil Qingfeng tetap damai.
Namun...
Tak seorang pun mengetahui...
Bahwa seorang pemuda yang sedang duduk santai menikmati teh itu...
Kini telah memiliki Tubuh Abadi yang bahkan dapat membuat seluruh Dunia Kultivasi menjadi gila...
Begitu ia melangkah keluar dari Domain Tak Terkalahkan menggunakan tubuh aslinya.
Bersambung...