NovelToon NovelToon
Kematian Tanpa Nama

Kematian Tanpa Nama

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Rumahhantu
Popularitas:40.1k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Zora pulang ke kampung halaman Setelah sekian lama tinggal di kota, kepulangan dia kali ini tentu untuk merawat orang tua yang sudah begitu lanjut usia dan hanya Dia anak yang dimiliki oleh keluarga tersebut.

Rumah yang begitu besar dan terkesan begitu menyeramkan sekali bila hanya dilihat dari luar, tapi ternyata bukan hanya di luar dan di dalam telah menyimpan misteri yang begitu mengerikan sekali, bahkan Zora sama sekali tidak menyangka bahwa itu semua bersangkutan dengan dirinya.

Apa yang terjadi dengan rumah itu?

Apa kah Zora bisa bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Masak tikus

''Abang dari mana saja sih?!'' Zora langsung emosi ketika melihat Devano masuk ke dalam kamar Karena dia sudah menunggu sejak tadi.

''Jangan banyak bicara dulu karena Abang sedang banyak pikiran.'' Devano memang terlihat sangat lesu.

''Pikiran apa? Abang tahu tidak bahwa hari ini aku hampir mati!'' Zora langsung berteriak karena dia merasa sangat kesal.

Devano langsung menatap sang istri karena dia tidak menyangka bahwa Zora akan berkata demikian, dia memang sama sekali tidak mengetahui apa yang telah terjadi kepada sang istri sehingga Zora dengan lantang mengatakan bahwa dia Hampir saja mati hari ini dan tentu saja Devano merasa itu mungkin memang benar.

Tragedi yang menimpa Paini tentu saja karena Devano saat itu mencari keberadaan sang istri sehingga dia sampai tersesat dan berhasil menemukan pembantu mereka yang seperti sedang kerasukan, tanpa Devano sadari bahwa Zora sudah terbawa ke alam gaib dan dia memang hampir saja mati bila tidak ada yang menolong dirinya saat itu.

Bisa di katakan bahwa mereka sama-sama mengalami hal yang tidak biasa sehingga tidak bisa juga untuk menyalahkan satu sama lain seperti ini, Zora masih belum menyadari bahwa sang suami baru saja mengalami tragedi yang cukup mengerikan juga, bahkan mungkin Zora seakan tidak percaya bila nanti Devano sudah mengatakan apa yang telah terjadi.

''Gimana?'' Devano menatap Zora yang memang sedang tidak sehat itu.

''Sesuatu membawa aku masuk di alam ghaib, aku di tolong sama Felix.'' jelas Zora kembali.

''Kamu serius?!'' Devano langsung bangkit berdiri.

''Lihat ini.'' Zora menunjukan tangan yang terikat akar.

''Rumah ini semakin tidak beres saja, kita harus ambil keputusan.'' Devano mulai merasa gugup kembali.

''Keputusan apa? Mama juga tidak mungkin mau untuk pindah.'' Zora berkata dengan sangat lesu.

''Kita ambil rumah yang ada di ujung sana, Ustad Zayn mengatakan bahwa rumah itu akan segera dijual.'' Devano memiliki ide untuk keputusan mereka saat ini.

''Gila! rumah itu jauh lebih mengerikan lagi karena Dulu mereka adalah penganut pesugihan.'' Zora langsung menolak karena dia mengetahui tentang kisah tersebut.

Devano tidak tahu harus bagaimana lagi karena tadi dia berpikir bahwa mungkin saja Zora akan mau untuk tinggal di rumah yang kosong itu, Namun ternyata Zora mengetahui bahwa rumah itu pernah tragedi pembunuhan dalam satu keluarga dan mereka adalah penganut pesugihan.

Kalau pindah ke situ maka dapat dipastikan sama saja hanya akan mencari iblis baru dan justru nanti membawa malapetaka yang jauh lebih berat lagi, mau berusaha sekuat tenaga juga tidak mungkin bisa sehingga mereka hanya bisa pasrah menerima Takdir hidup ini.

''Mbak Paini kerasukan oleh sesuatu dan dia merobek mulut sampai telinga, bahkan setelah itu dia menusuk lehernya sendiri.'' Devano bercerita apa yang telah dia alami.

''APA?!'' Zora yang mendengar hal itu tentu saja menjadi kaget bukan main.

''Oleh sebab itu Abang pergi keluar dari rumah ini untuk mengadu kepada Ustad Zayn.'' sambung Devano lagi.

''Lalu bagaimana dengan Mbak Paini sekarang?'' Zora panik dan ingin melihat keadaan pembantu mereka.

Devano diam saja karena dia tidak tahu harus menjawab apa karena setelah menjawab nanti maka pasti Zora akan sangat panik, rasanya ini sangat menakutkan untuk mereka semua dan sebisa mungkin dirinya untuk mengatakan dengan lembut agar suara tidak terlalu kaget.

''Tante Rika mengubur mayat dia di halaman belakang sana.'' Devano memilih untuk jujur saja.

Sudah pasti Zora yang mendengar hal itu menjadi kaget bukan main dan dia terduduk lesu di atas ranjang, namun Devano kaget karena reaksi Zora seolah tidak terlalu takut atau pun memberikan reaksi yang sangat besar sehingga pria ini menatap sang istri dengan penuh rasa curiga juga.

''Kenapa kamu tidak terlihat kaget dan juga takut?'' tanya Devano.

''Ini bukan pertama kali mereka melakukan hal seperti itu, dulu juga melakukan hal yang serupa kepada tukang kebun kami.'' kenang Zora ketika dia masih kecil dulu.

''Ka.. kalian sudah sering membunuh orang?!'' Devano yang menjadi semakin tidak karuan.

''Aku sampai sekarang tidak paham kenapa keluarga kami melakukan hal seperti itu, jadi aku rasa para iblis jangan tayangan di rumah ini adalah mereka yang ingin menuntut balas.'' ucap Zora sembari menatap sang suami.

''Lalu Kenapa kamu tidak mengatakan sejak awal dan malah tetap ada di dalam rumah ini, jangan bilang kamu juga terlibat dengan hal itu!'' Devano langsung menuduh saja.

''Tidak, aku hanya anak-anak saja dan tidak pernah ikut campur dalam urusan seperti itu.'' Zora menggeleng dengan jujur.

''Mama menderita sakit seperti itu karena pembalasan para arwah. ...

Braaaaak.

Ketika mereka sedang berdebat di dalam kamar ini, mendadak saja ada suara hantaman yang begitu kencang sehingga mereka berdua saling pandang satu sama lain dan Devano memutuskan untuk melihat itu berasal dari apa sehingga dinding rumah ini saja sampai bergetar dengan sangat kencang.

''Bau bangkai.'' Devano mengusap hidung dia yang mencium aroma itu.

Rasa serta aroma yang begitu menyengat sehingga membuat mereka berdua Saling pandang satu sama lain, Zora merasakan sendiri rumah ini memang ada sesuatu yang tidak beres sehingga kemungkinan mereka harus berjuang secara mati-matian untuk mengungkap apa yang telah terjadi.

''Mama?!'' Zora memanggil Mama Susi yang sedang berdiri di dapur mereka.

''Sedang masak kah dia?'' batin Devano setelah melihat Mama Susi yang tetap menghadap ke arah jendela.

''Mama sedang apa sendirian di sini?'' Zora segera datang mendekat untuk melihat.

''Ini semua adalah salah dirimu!'' suara mama Susi Terdengar sangat melengking.

''Aku melakukan kesalahan apa, Ma?'' Zora kebingungan karena mendadak saja dia langsung di salahkan seperti ini.

''Ini aroma busuk dari sana ternyata.'' batin Devano ketika dia melihat panci yang mengepulkan asap tebal itu.

Entah apa yang tengah di masak oleh sang mertua sehingga menimbulkan aroma menjijikkan seperti ini dan bahkan malah mirip dengan bau bangkai, andai saja ruangan ini tidak terbuka maka sudah pasti seluruh rumah akan memendam aroma tersebut.

''Andai saja kau tidak pergi saat itu maka aku tidak akan sakit seperti ini.'' Mama Susi kembali membuka suara.

''Ma?'' Zora merasa aneh karena suara itu sangat berbeda sekali.

''Ya allah, apa ini?!'' Zora berteriak keras ketika dia sudah melihat ke dalam panci tersebut.

Di dalam panci yang sedang dimasak oleh Mama Susi itu telah tersedia bangkai tikus sebanyak 3 biji dan juga air yang berwarna merah darah, pasti itu adalah darah dari tikus itu sendiri sehingga membuat perut Zora seolah sedang diobok-obok oleh sesuatu yang membuat dirinya merasa sangat mual.

Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.

1
neni nuraeni
jadi tukang kebun itu ayahnya Melisa,,, kasian nasibnya,,, semoga kasusnya segera terungkap,, lnjutt
Elind_18
tukang kebun yang di bilang zora itu ayahnya melisa
Laila Amalia
lanjut thor
putri wahyu
sore jg Bess..
bener2 keluarga penganut iblis 👻
Sabrina Qheyla Putrie
Sore thorr💪
Marsiyah Minardi
Yuk Bu Darmi ,mulailah bicara ,bercerita ,jangan diam terus
biar cepat terkuak tabir misteri keluarga Zora
Betri Betmawati
JD tukang kebun yg dibilang Zora itu ayah Melisa yg meninggal
sampai sekarang mereka ngk tau penyebabnya apa
Nureliya Yajid
semangat lanjut
Nureliya Yajid
lanjutkan thor
Laila Amalia
ya Allah gila masak tikus
Marsiyah Minardi
Duhh Thorrr ,bacanya ikut mual mbayangin masak bangkai tikus
Zora ,Devano ,kenapa lah ga cepat cepat pergi dari rumah yang jadi sarang iblis ?
NoviTa jungkook: hohohooo🤭🤭
total 1 replies
Nurr Tika
kalian berdua keluar sj dari rumah itu
Betri Betmawati
kerasukan kah mama Susi sampai masak tikus busuk segala
mifta
emng bisa gt setan memperdalam ilmu agama
Nurr Tika
ada misteri pa di dalam rumah itu sampe" art nya ja bunuh dri
Fiyan Ayu
alaahh muaaall q thor,bayangin bangkai tikus🤣🤣🤣
NoviTa jungkook: hohohooo🤭🤭🤭
total 1 replies
FiaNasa
masih abu² ini awal kisah tragedi ini kenapa
FiaNasa: iya kak belum hijau🤣🤣🤣
total 2 replies
FiaNasa
semakin jelas klau si Rika ini biangnya
Sabrina Qheyla Putrie
Siang 🤭
Tri Lestari
kalau kau masih di rumah itu mungkin gak akan selamat zo entah kau atau suamimu
NoviTa jungkook: iya kan🥲
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!