Shen Yunan mengalami kematian tragis. Dikhianati keluarga, dikhianati pria yang dia cintai, menghabisii orang yang mencintainya dengan tulus.
Mendengar tawa sang putra mahkota yang baru naik tahta, dengan pedang di tangan yang telah menusuknya, bersama Shen Yuxiao, putri palsu yang mencuri tempatnya di kediaman Marquis selama 17 tahun. Shen Yunan bersumpah, dia akan membalas mereka semua. Dia akan membuat semua orang yang menertawakan kematiannya menangis.
'Jika ada kehidupan kedua, aku akan habisi kalian semua!'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Lan Lan sudah ketakutan, jelas dia yang menaburkan bubuk racun di piring yang ada kue osmanthus nya di dapur. Kalau dia ketahuan, dia pasti akan mendapatkan hukuman yang lebih parah dari Qing Qing.
Namun Shen Yuxiao yang merasa kalau Shen Yunan itu hanya membual saja. Segera meminta pelayannya mendekat ke arah Shen Yunan. Dia yakin, orang desa sepertimu Shen Yunan mana paham masalah racun. Lagipula tabib Tao bilang padanya, kalau racun itu tidak berwarna, dia yakin Shen Yunan benar-benar hanya membual saja.
Apalagi kalau semua yang dikatakan Shen Yunan tidak benar, dan Lan Lan memang tidak terbukti bersalah. Orang desa itu akan pergi dengan sendirinya dari kediaman Marquis. Shen Yuxiao mana bisa melewatkan kesempatan itu.
"Lan Lan, jangan takut. Letakkan tanganmu di atas dupa itu!"
"Nona, ta... tapi!"
"Letakkan tanganmu di atas dupa!" perintah Marquis Shen yang juga sudah muak dengan drama yang dilakukan keluarganya di depan perdana menteri itu.
Siapapun yang bersalah nanti, Marquis Shen akan memastikan menghukum orang itu dengan setimpal.
Dengan takut Lan Lan maju mendekat. Tapi, tetap saja pelayan itu melangkah dengan sangat lambat. Liu Yuting yang merasa kesal, segera meminta anak buahnya membuat pelayan itu lebih cepat.
"Wen Lang, bantu pelayan itu berjalan dengan cepat!"
"Baik tuan!"
Marquis Shen sungguh rasa sangat tidak enak karena tamunya malah membantunya.
"Tuan Liu, ini sungguh memalukan. Kamu datang untuk berdiskusi masalah pengungsi, tapi di rumah ada hal seperti ini...!"
"Tidak masalah tuan Marquis. Aku sudah lihat, bagaimana tuan Marquis berusaha menangani dengan baik. Aku hanya ingin sedikit membantu!"
Shen Yuxiao menoleh ke arah perdana menteri Liu.
'Tuan Liu seharusnya sedang membantuku kan?' batinnya yakin.
Karena memang Shen Yuxiao adalah salah satu murid Liu Yuting. Bahkan jalannya mendekati putra mahkota, Liu Yuting yang melancarkan jalannya itu.
"No... nona..."
Wen Lang menarik Lan Lan menuju ke dekat dupa yang dinyalakan oleh Shen Yunan. Shen Yunan melirik ke arah Liu Yuting.
'Pria ini, berguna juga akhirnya' batinnya.
Lan Lan masih berusaha menarik tangannya. Tapi Wen Lang terus menahan tangan pelayan Shen Yuxiao itu di atas asap dupa cendana hitam yang terus mengepul.
Mata Lan Lan melebar. Tidak hanya Lan Lan, Shen Yuxiao yang melihat hal itu sama sekali tidak menduga kalau ternyata ucapan Shen Yunan bukan hanya bualan. Tangan Lan Lan sungguh berubah menjadi biru.
"Ayah, lihat tangannya!" kata Shen Yunan pada Marquis Shen.
Lan Lan sudah ketakutan, matanya berkaca-kaca dan kepalanya terus menggeleng.
"Tidak, bukan aku. Bukan aku!"
Plakk
Shen Yunan menamparr luar wajah Lan Lan. Lalu beralih ke koki yang berbohong padanya itu.
Plakk
'Benar-benar macan liar!' batin Liu Yuting.
Brukk
Lan Lan langsung berlutut di depan Marquis Shen.
"Tuan Marquis aku tidak..."
Plakk
Tamparann juga sekali lagi melesat ke wajah Lan Lan oleh Marquis Shen.
"Kalian berdua katakan yang sebenarnya? pekik Marquis Shen.
"Tuan Marquis, jika mereka tidak mengaku. Bawa saja ke penjara Dali, disana ada lebih dari 999 siksaan yang bisa membuat mereka berdua mengaku!" ujar Liu Yuting.
"Ampun tuan, ampuni aku. Aku tahu aku salah, aku bingung. Aku tidak bisa membedakan mana pelayan nona ketiga dan nona keempat!" kata koki itu berusaha menyelamatkan dirinya.
"Tuan, ampuni aku... aku hanya di perintah. Nona..."
Shen Yuxiao segera bangun dan segera menampar Lan Lan.
Plakk
"Dasar pelayan jahat!" pekiknya seolah dia sangat kecewa pada Lan Lan, padahal dia sedang membungkam pelayannya itu, "aku sudah memberimu makan, dan tempat tinggal. Kejam sekali kamu ingin mencelakai aku!"
Gu Yuning yang melihat Shen Yuxiao marah pada Lan Lan juga menampar pelayan itu.
"Dasar pelayan tidak tahu diri. Suamiku, hukum dia dengan berat. Pukul sampai mati, gara-gara dia Yuxiao jadi begini!"
Shen Yunan mundur perlahan. Dia sudah membuktikan dirinya tidak bersalah. Mau mengarahkan Shen Yuxiao ke jalan buntu, belum saatnya menurutnya. Ini masih terlalu ringan. Seseorang harus berada sangat tinggi, supaya ketika dia jatuh, dia merasakan sakit yang teramat sangat.
Melihat Shen Yunan mundur, Liu Yuting hanya mendengus pelan.
'Main tarik ulur, sepertinya dia punya rencana yang lebih besar!'
Liu Yuting memberi isyarat pada Wen Lang untuk meninggalkan tempat itu.
Sementara Shen Moran melihat Shen Yunan mundur perlahan. Merasa agak aneh dengan tingkahnya.
"Pengawal, bawa koki dan pelayan jahat itu. Beri hukuman pukulan sampai mereka mati!" keputusan telah di buat oleh Marquis Shen.
Koki itu tampak ketakutan, dia juga di ancam. Tapi dia memang salah, sudah memfitnah Shen Yunan. Sementara Lan Lan, dia terus berteriak meminta pertolongan Shen Yuxiao.
"Nona, aku hanya melakukan apa yang nona...!"
Shen Yuxiao mendekati Lan Lan dan berbisik pada pelayannya itu.
"Bicara lagi, aku akan bunuhh semua keluargamu di desa!"
Lan Lan langsung diam. Matanya basah karena dia sangat kecewa. Dia hanya sebuah bidak bagi Shen Yuxiao. Saat sudah tidak berguna, benar-benar bisa disingkirkan kapan saja.
Shen Yuxiao tersenyum puas. Masalah ini akan berlalu seiring matinya Lan Lan.
Shen Yunan yang berada di belakang hanya bisa menatap datar ke arah wajah Lan Lan yang begitu sedih dan kecewa. Pelayan lain juga tampak takut, mereka sangat takut mereka akan memiliki nasib seperti Lan Lan.
"Sudah sudah! kembali ke paviliun masing-masing. Aku lelah, aku juga harus menyambut tuan perdana menteri. Jangan bikin keributan lagi!" kata Marquis Shen.
"Lalu bagaimana dengan Yuxiao, suamiku?" tanya Gu Yuning menyela suaminya yang akan keluar dari paviliun Shen Yuxiao.
"Besok aku akan ke istana. Minta kebaikan hati putri agung Chengyi, atau memintanya pada putra mahkota. Untuk sementara, biar dia makan di paviliunnya saja. Ada tuan perdana menteri, melihatnya seperti ini akan merusak pemandangan tuan perdana menteri!" kata Marquis Shen lagi sebelum benar-benar pergi.
Shen Yunan yang merasa tidak ada urusan lagi juga segera keluar dari ruangan itu.
Di jalan menuju paviliun Shen Yunan. Cao Cao masih tampak sangat takut.
"Padahal, jelas-jelas nona ketika yang meminta Lan Lan..."
"Jangan bicarakan lagi Cao Cao. Shen Yuxiao memang seperti itu. Tapi jangan khawatir, kamu adalah orangku. Tak akan aku biarkan siapapun melukai atau menganggu orangku!"
"Terima kasih nona"
Keduanya berjalan ke arah paviliun. Mereka juga tidak jadi makan malam. Semuanya kacau karena ulah Shen Yuxiao.
Dari kejauhan, tampak dua orang memperhatikan Shen Yunan dan Cao Cao.
"Dia punya kesempatan minta keadilan karena dituduh, kenapa dia diam saja? malah mundur dan pergi!" gumam Shen Moran.
"Tuan, mungkin memang nona keempat berhati baik!" jawab pelayan Shen Moran.
"Mustahil, dia itu wanita kampung. Melihat kekuasaan dan kemewahan, dia pasti akan menjadi serakah. Jika ada alasan yang masuk akal, pasti karena dia bodohh!" ujar Shen Moran yang begitu meremehkan Shen Yunan.
***
Bersambung...
Gengsi aja di gedein.. Menggemaskan..🤣🤣🤣