NovelToon NovelToon
Atas Trauma Kakakku, Aku Hancurkan Kau Lewat Pamanmu

Atas Trauma Kakakku, Aku Hancurkan Kau Lewat Pamanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:957
Nilai: 5
Nama Author: Hello Ketty.

Bertahun-tahun Sarah disiksa suaminya hingga trauma berat dan akhirnya memilih untuk pergi. Adik kembarnya, Sera, datang untuk membalas dendam. Mengetahui suami kakaknya licik dan telah merampas seluruh harta kakaknya, Sera berjanji akan mengambil kembali semua hak milik kakaknya—meski harus merangkak naik ke atas ranjang Sean, paman dari suami kakaknya yang berkuasa.

Berhasilkah rencana Sera? Bisakah ia mengambil kembali segala hak milik kakaknya? Atau penyamarannya akan terbongkar, menjatuhkannya ke dalam bahaya yang jauh lebih mengerikan di tangan keluarga yang kejam dan penuh kelicikan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hello Ketty., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

"Ada apa?" Jawab Sean terdengar datar.

"A-apa… kita saling kenal?" tanya Sera. Jantungnya berdebar-debar karena suara pria itu terasa tidak asing, seakan dia sudah pernah mendengar sebelumnya.

Sean terdiam sejenak di seberang telepon. Dia sengaja menahan jawaban, ingin melihat sejauh mana wanita yang baru saja dia nikahi itu akan terus berbohong.

"Tidak," jawabnya singkat, tanpa penjelasan lebih lanjut.

"Kenapa suaramu terdengar begitu akrab di telingaku? Seperti… aku sudah sering mendengar suaramu sebelumnya."

"Hanya perasaanmu saja," jawab Sean, tetap tidak mau mengakui siapa dirinya.

Sera diam. Dia merasa aneh, tapi tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya.

Ah, sudahlah… Tidak perlu dipikirkan lagi.

"Oh ya… Aku minta maaf," ujar Sera akhirnya mengalihkan pembicaraan. "Aku benar-benar harus pulang sekarang. Soalnya ada pekerjaan mendesak yang harus kuselesaikan secepatnya."

"Pekerjaan mendesak?" ulang Sean pelan, seolah sedang menimbang kata-kata itu.

"I-iya… Dan bukan itu saja," lanjut Sera dengan nada terbata-bata, mulai menyusun kebohongan demi menutupi kebenaran. "Mungkin beberapa hari ke depan aku akan sangat sibuk. Jadi… aku mungkin belum bisa ke rumahmu untuk sementara waktu."

Sean menarik tipis salah satu sudut bibirnya. Dia tahu setiap kata yang keluar dari mulut wanita itu hanya kebohongan. Namun dia memilih untuk tidak membongkarnya sekarang.

"Terserah kamu saja," jawabnya singkat, tanpa menunjukkan tanda-tanda tidak percaya.

"Sekali lagi aku minta maaf… Aku benar-benar tidak sengaja seperti ini. Kalau begitu, aku tutup dulu ya."

Tanpa menunggu jawaban dari seberang telepon, Sera langsung menekan tombol merah dan mematikan sambungan.

"Mencoba membohongiku… Kita lihat saja sebenarnya apa rencanamu," gumam Sean pelan sambil menatap layar ponsel yang sudah gelap.

Di dalam mobil yang melaju menuju kota, Sera terus termenung. Dia benar-benar merasa suara sosok laki-laki di seberang panggilan tadi, sangat familiar. Tapi dia belum bisa memastikan siapa sebenarnya pria itu.

Tak lama kemudian, mobil pun tiba di depan kediamannya. Sera langsung berlari masuk ke dalam rumah dengan napas terengah-engah.

"Bi Inem! Bi Inem!" panggilnya berulang kali.

Seorang wanita paruh baya dengan mata yang masih setengah tertutup, tergesa-gesa keluar. "Non Sera sudah pulang?"

"Bi Inem, mana Kakak? Kakak sudah pulang?" tanya Sera langsung pada intinya.

Bi Inem mengerutkan dahi bingung. "Non Sarah? Belum, Non. Nona belum pernah pulang sejak pagi tadi."

"Apa? Kakak belum pulang juga sampai sekarang?" Sera menatapnya tak percaya.

"Iya, Non. Sampai saat ini Non Sarah belum kembali ke rumah,"

Perasaan Sera yang sejak tadi tidak enak kini semakin menjadi-jadi. Kalau kakaknya belum pulang sampai sekarang… di mana sebenarnya dia berada?

Sera kembali mengeluarkan ponselnya, lalu berkali-kali mencoba menghubungi nomor kakaknya.

Tapi lagi-lagi hasilnya sama—nomor itu tidak aktif. Wajah Sera tampak cemas bercampur lelah, matanya mulai berkaca-kaca. Dia benar-benar panik.

"Kakak… Di mana kamu…" gumamnya.

Tanpa pikir panjang, Sera berbalik badan dan bergegas menuju pintu keluar. Dia harus mencari kakaknya sekarang juga.

Namun langkahnya terhenti saat lengan bajunya ditahan oleh Bi Inem.

"Non Sera! Mau ke mana lagi Non?" tanya Bi Inem cemas sambil menahan gadis itu agar tidak pergi.

"Aku harus mencari Kakak, Bi! Aku tidak bisa diam saja di sini!" jawab Sera berusaha melepaskan tangannya.

"Non, lihat sekarang jam berapa!" Bi Inem menunjuk jam dinding ruang tengah. Jarum jam ternyata sudah menunjukkan pukul 1 dini hari.

"Sudah terlalu larut, Non. Di luar sana sudah gelap gulita. Ke mana Non mau mencari? Kalau Non Sera pergi sekarang, malah Non sendiri yang bisa dalam bahaya," ucap Bi Inem berharap Kiana mau mengerti situasi.

Sera terdiam. Tahu Bi Inem benar, tapi hatinya tidak tenang. Setiap detik yang berlalu terasa seperti selamanya, dan pikiran buruk terus bermunculan di kepalanya.

"Tapi… Bi, aku tidak bisa diam saja. Kakakku belum pulang dari pagi… Dan kalau sampai dia bertemu dengan pria brengsek itu…" Sera tak sanggup melanjutkan kalimatnya, air matanya akhirnya jatuh juga.

Bi Inem berusaha menenangkan gadis itu.

"Bibi tahu, Non khawatir. Tapi kita harus berpikir jernih. Besok pagi saja kita cari. Kalau sampai besok pagi Non Sarah belum pulang juga, kita akan cari bantuan. Sekarang Non istirahat dulu ya, biar besok pagi Non kuat."

Sera yang tidak punya pilihan, terpaksa hanya bisa menuruti perkataan Bi Inem.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!