NovelToon NovelToon
HUKUM SEPULUH SENTI: SANG PENGGULUNG WAKTU

HUKUM SEPULUH SENTI: SANG PENGGULUNG WAKTU

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Tamat
Popularitas:216
Nilai: 5
Nama Author: Mara Nata

Langit di atas dataran utara tidak pernah benar-benar bersih. Di bawah kekuasaan Perguruan Pedang Langit, salju yang turun tidak berwarna putih suci, melainkan abu-abu pekat cenderung hitam, terkontaminasi oleh jelaga ribuan tungku penempaan baja dan pembakaran dupa energi yang tak pernah padam. Bagian luar sekte itu adalah hamparan lumpur beku yang dingin, tempat di mana kasta terendah manusia—para budak dan pekerja paksa—merangkak demi menyambung nyawa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mara Nata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Barisan Sejuta Bilah dan Persiapan Perang Suci

Dua hari berlalu dalam ketegangan yang merayap di setiap jengkal tanah Benua Tengah. Kepergian Putri Liana dari menara Kota Angin Hijau menyisakan kehangatan spiritual yang samar di dalam Pedang Jian hitam milik Kala. Namun, di dunia nyata, genderang perang telah ditabuh dengan frekuensi yang menggetarkan bumi.

Berita tentang aliansi rahasia antara sang anomali waktu dan Putri Suci yang membangkang telah sampai ke telinga para petinggi klan. Aliansi Tiga Klan Suci—Klan Api Berkobar, Klan Samudra Biru, dan Klan Cahaya Abadi—bergerak serentak dengan murka yang meledak. Mereka tidak lagi mengirim pembunuh bayaran rendahan. Di kaki Gunung Olympus, gunung suci yang menembus awan dan menjadi gerbang menuju Alam Atas, sejuta pasukan kultivator telah berkumpul dalam formasi barikade yang tak terembus.

Dari puncak menara, Zian melangkah mendekati Kala dengan wajah yang dipenuhi peluh dingin. Kuas tembaga kunonya kini memancarkan getaran energi yang jauh lebih kuat setelah dia mengasimilasi sisa-sisa batu spiritual kualitas tertinggi. Kultivasi Zian telah berhasil menembus ke Ranah Pengendali Jiwa Tingkat Puncak.

"Senior, intelijen kita telah mengonfirmasi peta kekuatan musuh di kaki Gunung Olympus," ucap Zian, suaranya bergetar namun tetap fokus. "Sejuta pasukan itu dibagi menjadi tiga legiun besar. Legiun Samudra dipimpin oleh Tetua Agung Varun, Legiun Api dipimpin oleh Zhuo Yan yang membawa sisa kekuatannya, dan garda paling depan dipegang oleh Legiun Cahaya. Mereka semua disokong oleh puluhan master di Ranah Raja Bumi. Terlebih lagi, atmosfer di sekitar gunung telah dikunci oleh Formasi Penyaring Kosmos, membuat teleportasi spasial apa pun mustahil dilakukan."

Kala berdiri diam, membiarkan jubah hitamnya disapu angin malam yang membawa aroma belerang dan wewangian mistis. Tangan kanannya bertumpu pada gagang pedang tipis hitamnya.

"Sejuta bilah..." Kala menggumam datar. "Itu hanya berarti ada sejuta detik yang harus aku potong dari garis waktu dunia ini."

“Kala, basis kultivasimu di Ranah Raja Bumi Tingkat Awal sudah cukup kokoh,” suara wanita yang misterius dari sarung pedang kayu Yggdrasil bergaung di dalam batinnya, membimbing fokus spiritualnya. “Namun, menghadapi sejuta energi elemental yang menyatu akan memicu tekanan balik waktu yang luar biasa masif jika kau nekat menghentikan semuanya. Malam ini, kau harus memadukan energi naga purba di pedangmu dan kecerdasan gaibku untuk menciptakan satu variasi baru: Tebasan Gelombang Nihilitas.”

"Bagaimana cara kerjanya?" batin Kala bertanya.

“Jangan menghentikan waktu mereka. Hentikan waktu serangan mereka saat berada di udara, lalu gunakan daya tarik gravitasi mata kiri Black Hole-mu untuk mengumpulkan seluruh serangan itu ke satu titik hampa, dan balikkan daya ledaknya menggunakan tebasan pedang tipis hitammu. Itu tidak akan menguras usia hidupmu seefektif menjeda tubuh mereka secara langsung.”

Mendengar strategi dari sarung pedangnya, netra Black Hole Kala berkilat hebat. Pusaran galaksi mini di dalam pupilnya berputar lebih cepat, mensimulasikan jutaan kemungkinan pertempuran di dalam pikirannya dalam hitungan detik.

Kala berbalik menatap Zian. "Zian, kumpulkan seluruh pasukan terbuang dan master formasi yang telah kau rekrut. Kita tidak akan melakukan penyerangan diam-diam. Kita akan berjalan terang-terangan menembus sejuta pasukan mereka."

Zian bersujud dengan satu lutut, matanya berkilat penuh tekad yang membara. "Baik, Senior! Hamba telah menyiapkan Formasi Pembalik Badai untuk melindungi barisan belakang kita dari serangan udara. Esok pagi, saat gerhana matahari kosmis dimulai, kami akan memastikan tanah Olympus bergetar di bawah langkah kaki Anda!"

Malam terakhir sebelum gerhana tiba terasa sangat lambat. Di dalam keheningan kamar meditasinya, Kala menarik sedikit bilah pedang hitam tipisnya sepanjang sepuluh sentimeter.

CHIIING!

Dunia monokrom abu-abu kembali tercipta dalam radius kamar. Kala menatap pantulan wajahnya sendiri di bilah pedang hitam yang setipis kertas tersebut. Di dalam dunia yang membeku ini, dia tidak lagi melihat bocah budak yang rapuh dan buta. Dia melihat seorang penantang langit yang siap menggulung kembali lembaran takdir semesta.

"Tunggu aku, Liana," bisik Kala pada keheningan waktu yang menjeda. "Besok, air mata cahayamu akan menjadi penutup dari era para dewa."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!