NovelToon NovelToon
Teman Tapi Menikah

Teman Tapi Menikah

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:72.1k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Setelah tiga tahun lulus kuliah, Aira merasa hidupnya hanya sebagai beban. Di saat teman-temannya sukses dengan pekerjaannya, Aira harus menerima kenyataan jika hidupnya sangat menyedihkan.

​Di tengah frustrasinya, teman kuliahnya yang paling cuek, tiba-tiba menelepon Aira. Berawal dari obrolan malam dan lamaran yang dikira candaan, teman prianya mendadak muncul di depan rumah Aira bersama keluarga besarnya untuk melamar Aira.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa Aira akan menerima lamaran tersebut? Mengapa pria itu tiba-tiba melamar Aira?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mas Arsen!

Arsen dan Aira kembali menyusuri koridor lantai dua yang berlantai marmer putih. Setelah menutup pintu kamar utama dengan pelan, keheningan kembali menyelimuti mereka. Kamar yang luas itu kini terasa jauh lebih bersahabat bagi Aira, seolah dinding-dinding kokohnya mulai menerima kehadirannya sebagai nyonya rumah yang sah.

​Arsen berjalan menuju walk-in closet, melepas kemeja kerjanya yang menyisakan kaus oblong hitam, lalu keluar sambil meregangkan lehernya yang kaku. Pria itu langsung merebahkan tubuh tegapnya di atas ranjang king size, menatap langit-langit kamar dengan helaan napas panjang yang sarat akan kelegaan.

​Aira yang melihat itu berjalan mendekat lalu duduk di tepi ranjang, tepat di samping posisi kepala Arsen.

"Masih pusing soal kerjaan ya, Mas?" tanya Aira lembut, jemarinya bergerak ragu sebelum akhirnya memberanikan diri memijat pelan pelipis suaminya.

​Arsen memejamkan mata dan menikmati sentuhan tangan dingin Aira yang terasa begitu menenangkan di kulitnya.

"Sudah lumayan mendingan. Tapi, tetap saja, kepalaku rasanya mau pecah kalau ingat hitung-hitungan logistiknya," gumam Arsen, suaranya terdengar serak dan berat.

​"Mau aku ambilkan minyak angin? Atau mau dipijat punggungnya?" tawar Aira polos, benar-benar ingin menjadi istri yang berbakti dan meringankan beban suaminya.

​Mendengar tawaran itu, Arsen seketika membuka matanya. Sepasang manik mata tajam itu berkilat jenaka, menatap Aira yang berada tepat di atasnya. Dengan gerakan kilat yang tidak terduga, Arsen meraih pergelangan tangan Aira lalu menariknya hingga tubuh ramping wanita itu ambruk tepat di atas dada bidangnya.

​"Mas Arsen! Ih, hobi banget bikin kaget!" pekik Aira tertahan, buru-buru menumpukan kedua telapak tangannya di dada Arsen agar wajah mereka tidak langsung bertabrakan.

​Arsen tertawa rendah, getaran di dadanya menjalar langsung ke tubuh Aira. Kedua lengan kekarnya langsung mengunci pinggang Aira dengan erat, memastikan istrinya tidak bisa menjauh darinya.

​"Nggak usah pakai minyak angin, Ra. Dipeluk kayak gini aja udah manjur dari obat mana pun," bisik Arsen dan menatap lekat bibir Aira yang mengerucut sebal namun menggemaskan.

​"Gombal terus! Katanya tadi suruh istirahat," cicit Aira, wajahnya sudah sewarna udang rebus akibat jarak mereka yang terlampau intim.

Napas hangat Arsen yang beraroma kopi hitam samar menerpa permukaan wajahnya, membuat pasokan oksigen di paru-paru Aira mendadak menipis.

​"Ini sedang istirahat, sayang. Tidur sambil memeluk istri itu ibadah, dapat pahala dan bikin stres hilang pula. Paket lengkap, kan?" goda Arsen, tangan kanannya naik untuk menyelipkan beberapa helai rambut Aira yang berantakan ke belakang telinga.

​Aira akhirnya menyerah. ia berhenti memberontak dan membiarkan tubuhnya rileks da menyandarkan dagunya di atas dada bidang Arsen yang terasa seperti benteng paling kokoh di dunia.

"Mas... besok-besok jangan manggil sayang di depan Bu Sumi atau Gilang, ya? Aku malu," bisik Aira lirih.

​Arsen menaikkan sebelah alisnya, tampak tidak setuju. "Kenapa harus malu? Kamu istriku kok. Mau aku panggil sayang, cintaku atau Nyonya Arsenio di depan seluruh karyawan pabrik pun itu hakku, sayang. Biar semua orang tahu kalau bos mereka ini sudah ada yang punya dan bucin parah ke istrinya," sahut Arsen santai, diakhiri dengan kecupan gemas di ujung hidung mungil Aira.

​"Mas Arsen!" Aira memukul pelan bahu Arsen dan membuat tawa pria itu kembali pecah memenuhi kamar mewah mereka.

Tawa rendah Arsen perlahan mereda, menyisakan keheningan yang tiba-tiba terasa begitu padat dan dipenuhi oleh ketegangan yang berbeda.

Sepasang mata tajam milik pria itu menggelap, menatap lekat ke dalam manik mata Aira yang bergetar. Ibu jari Arsen bergerak perlahan, mengusap permukaan bibir Aira dengan kelembutan yang menuntut dan menghapus sisa tawa di antara mereka.

Jantung Aira berdegup begitu kencang hingga ia takut suaranya bisa terdengar oleh Arsen, sentuhan tangan Arsen di pinggangnya perlahan merayap naik dan menarik tubuh ramping itu hingga semakin menempel tanpa jarak pada dada bidangnya.

Ketika Arsen mencondongkan wajahnya, mengikis jarak yang tersisa hingga deru napas mereka saling berkejaran, Aira refleks memejamkan matanya rapat-rapat.

Udara di sekitar mereka seolah mendadak mengental, pikirannya melayang pada kenyataan bahwa hubungan mereka kini telah sah secara hukum negara dan agama, tidak ada lagi alasan untuk canggung dan tidak ada lagi sekat yang membatasi.

'Apakah Mas Arsen mau minta haknya sekarang?' batin Aira berkecamuk antara rasa gugup yang luar biasa dan kepasrahan seorang istri.

Aira bisa merasakan kecupan-kecupan lembut mulai mendarat di keningnya, turun ke kedua kelopak matanya yang terpejam lalu beralih ke pipinya yang terasa panas membara.

Setiap sentuhan Arsen begitu penuh pemujaan, membuat persendian Aira mendadak lemas seperti jeli. Ia mencengkeram erat kaus yang dikenakan Arsen, bersiap untuk apa pun yang akan terjadi selanjutnya.

Namun, gerakan Arsen mendadak terhenti tepat beberapa milimeter di depan bibir Aira. Pria itu mengembuskan napas panjang yang hangat di permukaan kulit Aira, lalu terdengar kekehan sangat lirih yang sarat akan sisa-sisa kelelahan sekaligus kelembutan.

Dengan gerakan perlahan, Arsen justru menarik selimut tebal bertumpuk sutra di sisi ranjang, lalu membungkus tubuh Aira dan dirinya sendiri ke dalam kehangatan. Ia membalikkan posisi tubuh mereka, membawa Aira ke dalam pelukannya yang kokoh, menyandarkan kepala istrinya dengan nyaman di atas lengan kekarnya.

"Tidur, sayang," bisik Arsen pelan, suaranya kembali melembut dan sarat akan perlindungan dan tak lupa tangan besarnya mengusap-usap puncak kepala Aira dengan ritme yang teratur.

Aira perlahan membuka matanya kembali, berkedip beberapa kali dengan tatapan bingung dan sedikit linglung karena antisipasi yang tiba-tiba buyar.

"Ma-Mas... Arsen?" cicit Aira ragu.

Arsen tersenyum tipis, matanya terpejam seiring dengan pelukannya yang kian erat namun tetap menyamankan. "Perjalanan dari Lumajang ke sini, pasti menguras tenaga dan pikiran kamu, sayang. Aku tahu kamu capek dan aku nggak mau egois," ucap Arsen.

Pria itu mengecup puncak kepala Aira sekali lagi dengan penuh kasih, seolah menyalurkan seluruh rasa hormat dan kesabarannya yang tak bertepi.

"Kita punya waktu yang panjang dan seluruh sisa hidup kita untuk melakukan itu. Sekarang, tugas kamu cuma istirahat dan tidur yang nyenyak. Selamat tidur ya, Istriku," lanjut Arsen.

Mendengar penuturan yang begitu tulus dan penuh pengertian dari Arsen. Rasa cemas dan salah tingkah di hati Aira seketika menguap, berganti dengan rasa haru yang menggelitik dadanya karena pria ini tidak pernah berhenti mengejutkannya dengan cara memuliakannya.

Aira mengulas senyum paling bahagia yang pernah ia miliki lalu membiarkan dirinya larut sepenuhnya dalam dekapan hangat Arsen. Di bawah kehangatan selimut dan perlindungan benteng kokoh suaminya, Aira memejamkan mata dan siap menyongsong hari esok yang tidak lagi menakutkan.

.

.

.

Bersambung.....

1
Aidil Kenzie Zie
yang nangani Dokter Kandungan malah disuruh periksa lagi di Dokter Kandungan 🤔🤔🤔 mungkin suruh USG kali y🤔🤔🤔
elaretaa: Maaf, salah Kak. Seharusnya dokter umum itu, terus nanti dibawa ke dokter kandungan🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Felycia Fernandez
bukannya tadi di part atas di jelaskan kalau dokter yang keluar dokter wanita spesialis kandungan..
kenapa bisa ada dokter kandungan lagi di dalam..
Felycia Fernandez: semangat revisi kk Thor
total 2 replies
Allfa Rizky
sayang ya Zakia sifatnya plek ketiplek bapaknya
erviana erastus
didunia nyata apa ada suami spti ini? 🤭
erviana erastus
syukurlah semua baik-baik aza
Felycia Fernandez
naaaah bener tebakan ku kemaren, Aira mengalami eklamsia...
Bunga Andthea
sempet deg deg an bacanya
falea sezi
preeklamsia ya 😓
Felycia Fernandez
lho kenapa?? demam kah??
erviana erastus
apa efek anestesi nya sdh hilang dan aira nggak bisa menahan rasa sakit? 🤔
erviana erastus: ho oh
total 2 replies
Felycia Fernandez
jadi ingat waktu kontraksi, sudah sehari 2 malam ngalami kontraksi,tapi mentok di pembukaan 3 terus . akhirnya SC pun dilakukan
Aidil Kenzie Zie
tu si Ibu Ami masih waras nggak mau ganggu Aira 👍🏻
Felycia Fernandez
kesabaran Aira yang punya bapak lucknut dulunya
Felycia Fernandez
lucu 🤣🤣🤣🤣
cari juga la suami kaya...
kalau perlu jadi jalang sekalian
Syifa Fauziah
ulalaaaaaa,,, pagi2 udh gemess liat arsen dan airaa😍🤭.
erviana erastus
omg ternyata adik kandung toh ckckck gila bener .... mau numpang hidup enak sama aira 🤣 nggak waras kek pantes nyusul bpk sama pmnx dipenjara biar rasa
Felycia Fernandez
ternyata darah pak Hilma mengalir deras di tubuh Zakia...
🤣🤣🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
Bu Ami beneran sayang Ama Zakia
erviana erastus
licik kek bapakx ckckck 🤬🤬🤬
Felycia Fernandez
ini lagi duo lambe...
mau ikutan juga Bu...
ayo bergosip lagi...
makin sip di tiap warung ...😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!