NovelToon NovelToon
Jodoh Kok Bikin Emosi

Jodoh Kok Bikin Emosi

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Seranovelle

Hari pertama bekerja seharusnya menjadi awal yang sempurna bagi Naira Putri Prameswari. Namun semua rencananya berantakan ketika tanpa sengaja ia menumpahkan segelas kopi ke jas seorang pria asing yang dingin dan menyebalkan. Masalahnya, pria itu ternyata adalah Arga Mahendra Wijaya—CEO perusahaan tempat Naira baru diterima bekerja. Sejak saat itu, setiap pertemuan mereka selalu diwarnai adu mulut, sindiran, dan kekacauan yang mengundang tawa. Naira menganggap Arga terlalu kaku dan perfeksionis, sementara Arga merasa Naira adalah sumber masalah yang tak pernah habis. Takdir rupanya punya selera humor. Sebuah proyek penting memaksa mereka bekerja dalam satu tim. Semakin sering bersama, semakin banyak sisi lain yang mereka temukan. Di balik sikap dingin Arga tersimpan perhatian yang tulus, sementara di balik kecerobohan Naira ada hati yang hangat dan selalu membawa warna. Saat kebencian perlahan berubah menjadi rasa nyaman, masa lalu Arga datang menguji hubungan mereka. Mampukah mereka mengalahkan ego, atau justru kembali menjadi dua orang yang saling menyakiti? Karena terkadang, orang yang paling membuat kita emosi adalah orang yang paling sulit kita lepaskan. ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seranovelle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20 - Aku Tidak Akan Mundur

Suasana di depan kantor mendadak sunyi.

Ucapan Farhan menggantung di udara.

> "Besok aku juga berniat mengajak Nadira makan siang setelah survei."

Arga menatap Farhan beberapa detik.

Tidak ada tatapan tajam.

Tidak ada nada menantang.

Namun keduanya sama-sama memahami maksud kalimat itu.

Farhan bukan sedang meminta izin.

Ia sedang menyatakan niatnya.

Nadira yang berdiri di tengah hanya bisa berkedip bingung.

"Aku..."

Belum sempat ia bicara, Farhan tersenyum lebih dulu.

"Tenang."

"Aku cuma mengajak makan siang."

"Bukan melamar."

Kalimat itu berhasil mencairkan suasana.

Bahkan Arga ikut tersenyum tipis.

"Bagus."

"Hah?"

Arga memasukkan kedua tangan ke saku celana.

"Setidaknya kamu jujur dari awal."

Farhan mengangguk.

"Aku memang lebih suka begitu."

---

Malam itu, Nadira tidak bisa tidur.

Ia memandangi langit-langit kamar sambil memeluk bantal.

Beberapa hari terakhir hidupnya berubah terlalu cepat.

Dulu...

Setelah pulang kerja, ia hanya memikirkan laporan, target, dan jadwal.

Sekarang...

Ada dua nama yang terus muncul di kepalanya.

Arga.

Farhan.

Namun anehnya...

Saat membayangkan Farhan, ia merasa nyaman.

Sedangkan saat membayangkan Arga...

Jantungnya justru berdebar.

"Aneh."

Ia menutup wajah dengan bantal.

"Kenapa jadi begini..."

---

Keesokan paginya, tim berangkat menuju lokasi proyek.

Kali ini mereka menggunakan dua mobil.

Pak Dimas bersama beberapa staf lain di mobil pertama.

Sedangkan mobil kedua diisi oleh Arga, Nadira, dan Farhan.

Awalnya suasana cukup santai.

Farhan banyak bercerita tentang pengalamannya menangani berbagai proyek.

Arga sesekali menanggapi.

Nadira lebih banyak mendengarkan.

Sampai di tengah perjalanan...

Brak!

Mobil tiba-tiba berguncang pelan.

Arga segera menepikan kendaraan.

"Ban belakang."

"Kempes."

Farhan langsung turun membantu memeriksa.

"Waduh."

"Kenanya paku."

Arga membuka bagasi.

"Ada ban cadangan."

"Aku bantu."

Farhan langsung ikut mengangkat peralatan.

Melihat keduanya bekerja sama, Nadira justru merasa sedikit lega.

Ia sempat khawatir mereka akan saling bersaing secara tidak sehat.

Ternyata...

Yang terjadi justru sebaliknya.

"Mas, dongkraknya."

"Ini."

"Baut nomor tiga masih keras."

"Geser sedikit."

Kurang dari lima belas menit, ban berhasil diganti.

Farhan mengusap keringat di dahinya.

"Untung kita bertiga."

Arga mengangguk.

"Kalau sendirian pasti lebih lama."

Nadira tersenyum melihat mereka.

"Terima kasih."

Arga langsung menjawab santai.

"Kalau kamu yang ganti ban, baru kita bilang terima kasih."

Farhan ikut tertawa.

"Setuju."

Nadira mendengus geli.

"Dua-duanya sama."

---

Survei berjalan lancar.

Setelah selesai, Pak Dimas dan tim lain harus kembali lebih dulu ke kantor karena ada rapat mendadak.

"Nadira."

Pak Dimas menghampiri.

"Kamu ikut Arga sama Farhan saja."

"Nanti langsung balik kantor."

"Baik, Pak."

Begitu mobil Pak Dimas pergi, Farhan menoleh kepada Nadira.

"Jadi..."

"Makan siang?"

Nadira belum sempat menjawab ketika Arga lebih dulu berbicara.

"Boleh."

Farhan menatapnya.

"Hm?"

Arga tersenyum santai.

"Kita makan bertiga."

Farhan tertawa kecil.

"Kamu pintar juga."

"Aku cuma nggak mau Nadira bingung."

Nadira menghela napas sambil menggeleng.

"Kalian ini..."

---

Mereka memilih sebuah rumah makan sederhana.

Suasananya nyaman dan tidak terlalu ramai.

Obrolan mengalir ringan.

Farhan bercerita tentang hobinya mendaki gunung.

Arga membalas dengan kisah konyol saat tersesat ketika camping bersama teman-temannya.

Nadira beberapa kali tertawa sampai matanya berair.

"Kamu serius nyasar?"

"Serius."

"Dua jam."

Farhan sampai menggeleng.

"Kok bisa?"

"Kompasnya kebalik."

Nadira langsung memegang perut karena terlalu banyak tertawa.

"Kamu memang nggak ada obat."

Melihat tawa lepas Nadira, Arga ikut tersenyum.

Sudah lama ia ingin melihat perempuan itu tertawa tanpa beban seperti ini.

---

Setelah makan siang selesai, Farhan izin ke kasir.

"Biar aku yang bayar."

Arga langsung berdiri.

"Nggak usah."

"Giliranku."

"Kemarin kamu sudah bayar waktu meeting."

"Nggak masalah."

Mereka kembali saling memaksa.

Kasir sampai tersenyum geli.

"Mas..."

"Boleh saya kasih solusi?"

Mereka menoleh bersamaan.

"Silakan."

"Kalau mau adil..."

"...yang ceweknya saja yang bayar."

Nadira langsung tertawa.

"Tuh."

"Makanya jangan ribut."

Akhirnya mereka bertiga tertawa bersama.

Suasana kembali cair.

---

Sore hari, saat mengantar Nadira pulang, Farhan turun lebih dulu karena rumahnya berbeda arah.

Sebelum pergi, ia menatap Arga.

"Boleh ngobrol sebentar?"

"Tentu."

Nadira masuk ke dalam mobil, memberi ruang untuk mereka berbicara.

Farhan menarik napas pelan.

"Aku tahu kamu suka sama Nadira."

Arga tidak menyangkal.

"Iya."

"Aku juga."

Jawaban itu membuat Arga tersenyum tipis.

"Sudah kuduga."

Farhan mengangguk.

"Tapi aku nggak mau kita jadi musuhan."

"Aku juga."

"Siapa pun yang nanti dipilih Nadira..."

Farhan mengulurkan tangan.

"...kita hormati keputusannya."

Arga menatap uluran tangan itu beberapa detik.

Lalu menyambutnya.

"Setuju."

Farhan tersenyum.

"Kalau begitu..."

"...mulai hari ini kita bersaing secara sehat."

Arga mengangguk.

"Dan satu hal lagi."

"Apa?"

Tatapan Arga berubah lebih mantap dari sebelumnya.

"Aku memang menghormati pilihan Nadira."

"Tapi..."

Ia tersenyum kecil.

"...aku juga tidak akan mundur."

Farhan membalas senyum itu.

"Bagus."

"Karena aku juga."

Keduanya tertawa pelan.

Tidak ada permusuhan.

Hanya dua pria yang sama-sama menyukai perempuan yang sama.

Sementara dari dalam mobil, Nadira melihat mereka berjabat tangan sambil tersenyum.

Ia sama sekali tidak tahu apa yang mereka bicarakan.

Namun entah mengapa...

Perasaannya mengatakan bahwa mulai hari ini, hidupnya akan menjadi jauh lebih rumit.

**Bersambung ke Episode 21...**

1
Dewi Sinta
lusa hari senin dong.. kan mau ngerayain ultahnya mamanya arga hari minggu mesti nya besok😂
Seranovelle: "Ya ampun, bener juga. 🤣 Untung ada Kakak, kalau enggak Arga ngerayain ulang tahun mamanya lompat hari. 😂"
total 1 replies
Dewi Sinta
ayah tiri ya thoor, krn di bab sebelumnya ayah arga udah meninggal
Seranovelle: Cobaa tebak kak, ayah arga sudah meninggal atau belum yaa kak?
total 1 replies
Dewi Sinta
perasaan masih pagi thoor 😂
Seranovelle: Perjalanan dangat jauh ni kak, waktu pagi terasa singkat.. dan tibatiba sudah masuk jam makan siang deh kaa 🤭
total 1 replies
Dewi Sinta
Gar.. apa itu thor.. sy kira arga.. mesti nya bilang Ar..😌
Seranovelle: Btw kak, Gar itu nama panggil argaa yaa kak 😬🤍
total 2 replies
Dewi Sinta
sudah bertemu 3 kali thoor 😂
Seranovelle: Author lagi kena efek butterfly. Pertemuan ketiga tiba-tiba menghilang. 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!