NovelToon NovelToon
Cinta Kita Belum Usai

Cinta Kita Belum Usai

Status: tamat
Genre:Single Mom / Anak Genius / Anak Kembar / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Murni / Romansa / Tamat
Popularitas:9.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Yoyota

Raisa memiliki prinsip untuk tidak memiliki anak setelah menikah. Awalnya Edgar, suaminya menerima prinsip Raisa itu. Tapi setelah 6 tahun pernikahan, Edgar mendapatkan tekanan dari keluarganya mengenai keturunan. Edgar pun goyah dan hubungan mereka berakhir dengan perceraian.

Tanpa disadari Raisa, ternyata dia mengandung setelah diceraikan. Segalanya tak lagi sama dengan prinsipnya. Dia menjadi single mother dari dua gadis kembarnya. Dia selalu bersembunyi dari keluarga Gautama karena merasa keluarga itu telah membenci dirinya.

Sampai suatu ketika, mereka dipertemukan lagi tanpa sengaja. Di saat itu, Edgar sadar kalau dirinya telah menjadi seorang ayah ketika ia sedang merencanakan pernikahan dengan kekasihnya yang baru.

Akankah kehadiran dua gadis kecil itu mampu mempersatukan mereka kembali?

Follow Ig : @yoyotaa_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoyota, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 35

Mia sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, tapi tetap saja Mia masih belum boleh banyak bergerak, karena bisa saja kakinya akan membengkak. Tapi, namanya juga anak-anak, Mia tetep nekat berjalan tanpa mengenakan tongkat yang mengakibatkan dirinya jatuh dan menangis.

"Makanya jadi orang itu jangan bandel kalau di bilangin dokter. Sudah tahu kamu masih belum bisa banyak gerak. Jangan banyak bertingkah deh!"

Meski Kia marah-marah, kembaran Mia itu juga membantu Mia berdiri dan memapahnya untuk kembali duduk diam di sofa.

"Aaa, aku nggak suka begini, aku mau cepat lari-lari dan jalan-jalan lagi. Aku tidak suka kalau cuma berdiam diri," rengek Mia yang membuat Kia menutup kupingnya.

"Kalau itu keinginan kamu, harusnya kamu menurut supaya cepat sembuh."

Mia pun memanyunkan bibirnya. Dia benar-benar mudah bosan kalau cuma berdiam diri saja, sampai ketika Raisa datang membawa ayam goreng bagian paha kesukaan Mia. Hal itu membuat suasana hati Mia menjadi lebih baik.

"Mami tahu, kamu tidak suka cuma diam di rumah aja. Tapi, kalau kamu banyak gerak, yang ada kaki kamu tambah parah. Jadi, untuk sekarang dengarkan apa yang dikatakan oleh dokter dan patuhi apa yang mami perintahkan. Bisa kan, sayang?"

Mia pun mengangguk sambil memakan ayam gorengnya. Ia makan dengan lahap, karena ketika dirinya di rumah sakit, makanan disana sangat-sangat tidak menggugah selera.

Tak hanya Mia saja yang dibelikan ayam goreng, tentunya Kia juga. Karena Raisa tak mau pilih kasih di antara kedua anaknya.

"Ngomong-ngomong kenapa Papi belum jenguk aku ketika aku sudah di rumah Mi?"

"Papi kalian sibuk," jawab Raisa.

"Begitu ya Mi," ucap Mia dengan wajah yang berubah jadi sedih tapi meski sedih ia tak mau mengganggu papinya kalau memang sibuk.

Tak lama kemudian, Pamela datang ke rumah Raisa untuk menjenguk Mia sambil membawakan aneka buah-buahan.

"Maafin Aunty ya, Aunty baru bisa jenguk sekarang. Gimana kaki kamu? Udah enakan?"

Mia menggeleng.

"Kalau udah enakan aku sudah bisa lari-larian Aunty."

"Benar juga, kamu kan tipe orang yang nggak bisa diam." Pamela mengiyakan ucapan Mia.

Beberapa menit setelahnya, Roni juga baru saja pulang kerja. Laki-laki itu sedikit terkejut ketika melihat Pamela ada di rumahnya. Saingannya dalam merebut hati di kembar telah datang.

"Hai Ron, lama tak bertemu. Ternyata kamu semakin ganteng ya," puji Pamela ke Roni.

"Ih, apaan sih Mba. Orang aku dari lahir udah ganteng kok," bantah Roni.

Raisa yang ada disana cuma bisa geleng-geleng kepala aja. Kedua orang itu emang kalau bertemu pasti suka ribut. Meskipun keduanya sama-sama selalu membantu Raisa.

"Udah, jangan mulai deh, Ron. Lebih baik kamu bersihkan tubuhmu dulu. Terus abis itu kita makan bareng."

Roni pun menurut saja, tapi laki-laki itu tetap menatap sinis ke arah Pamela dan dibalas dengan juluran lidah dari Pamela.

"Kenapa sih kalian suka banget adu mulut kalau bertemu?" tanya Raisa.

"Nggak tahu juga sih, aku cuma suka aja lihat ekspresi Roni. Terus aku juga nggak mau kalah dari dia untuk mengambil hati si kembar. Aku kan Aunty kesayangan mereka."

"Awas nanti jatuh cinta sama adikku," ucap Raisa mengingatkan.

"Nggak lah, adik kamu terlalu muda untukku."

"Kan jodoh siapa yang tahu," jawab Raisa.

Satu jam telah berlalu, si kembar sudah tidur di kamarnya, kini tinggallah tiga orang dewasa di ruang tamu.

Pamela mendengarkan cerita dari Raisa tentang apa yang terjadi pada wanita itu. Semuanya, bahkan tak ada yang ditutup-tutupi termasuk Edgar yang asal bicara di rumah sakit waktu itu.

"Lantas apa yang akan kamu lakukan selanjutnya? Apa kamu akan segera memberitahukan ke seluruh keluarga besar Edgar? Jika seandainya, Edgar benar-benar membatalkan pernikahannya, apa kamu akan kembali bersamanya?"

"Aku belum siap untuk memberitahukan ke keluarga besar Edgar. Aku benar-benar bingung La, aku nggak tahu harus apa. Aku cuma takut, semua orang akan menyalahkan aku dan si kembar kalau Edgar benar-benar membatalkan pernikahannya. Padahal bukan itu tujuanku sampai akhirnya mengizinkan mereka untuk bertemu. Aku hanya ingin mereka saling mengenal sebagai ayah dan anak. Karena aku sadar kisahku sudah selesai di waktu dulu."

Pamela mendengarkan dengan baik curhatan hati Raisa sambil terus mengamati raut wajah Raisa. Dia tersenyum tipis, karena menemukan sesuatu.

"Mungkin kisah kalian memang sudah selesai di waktu dulu. Lantas apa cinta kalian sudah selesai? Yang aku lihat dari wajahmu dan ceritamu tentang Edgar, Edgar masih belum melupakan kamu sepenuhnya, dan kamu juga demikian."

Raisa menggeleng. Ia menyangkal ucapan Pamela itu.

"Kisah kami sudah selesai begitu juga dengan cintanya. Yang tersisa hanya anak di antara kami, tidak lebih dari itu. Lagipula aku tidak ingin merusak kebahagian orang lain."

Pamela meraih tangan Raisa dan menggenggamnya.

"Tidak ada yang merusak kebahagiaan orang lain disini, Ra. Kamu hanya berjuang untuk kebahagian si kembar dan juga diri kamu sendiri."

Karena sudah tak mau membahas masalahnya lagi, Raisa memilih untuk mencari topik pembicaraan lain. Untungnya, Pamela mengerti dan mengikuti arah pembicaraan Raisa. Roni yang sedari tadi cuma menyimak masih tetap menyimak daripada sekalinya bicara tapi malah dimarahi habis-habisan oleh kedua wanita yang ada bersamanya.

Malam itu, Pamela menginap di rumah Raisa dan tidur seranjang dengan Raisa. Ketika di tengah malam, dirinya keluar dari kamar untuk mengambil minuman dingin dari kulkas. Tak sengaja, ia bertabrakan dengan Roni yang baru saja mengambil air minum juga.

"Aduh! Kalau jalan lihat-lihat dong!" kesal Pamela.

"Ya maaf Mba. Maklum lampunya kan juga dimatikan. Minim penerangan jadi susah buat jalan," jawab Roni.

Ketika Roni mau pergi dari sana, Pamela menahannya dan mengajak Roni bicara berdua. Terkadang keduanya bisa terlihat saling bersaing, saling tidak suka dan saling bersekutu untuk masalah Raisa dan si kembar. Seperti halnya kini, mereka tampak berbaikan.

"Menurut kamu, apa Edgar akan benar-benar membatalkan pernikahannya dengan Tamara?"

Roni mengangkat bahunya tidak tahu.

"Aku memang menginginkan kebahagiaan untuk Mba Raisa, tapi kalau kebahagiaan itu justru berubah jadi tekanan lagi seperti dulu. Aku lebih memilih Mba Raisa tetap jadi single mom. Meskipun nanti benar Mas Edgar membatalkan pernikahannya, aku ingin Mba Raisa memikirkan matang-matang alasannya kembali. Mba Pamela sendiri tahu bagaimana keras kepalanya Mba Raisa. Bagaimana penderitaan yang dialami Mba Raisa."

Mendengar tanggapan dari Roni, Pamela pun sadar, akan banyak hati yang terluka jika mengambil keputusan secara tergesa-gesa. Mungkin Raisa memikirkan kebahagian orang lain. Padahal dirinya sendiri juga perlu bahagia untuk tetap waras dalam menjalani kehidupannya.

"Saat ini, kita hanya bisa terus mendukung keputusan Mba Raisa aja."

"Kamu benar Ron. Tapi aku tetap tak bisa kalau cuma mendukung tanpa membantu mendorongnya untuk lebih berani lagi. Tolong ingatkan aku nanti kalau sekiranya aku melewati batasku."

"Oke," jawab Roni lalu beranjak dari sana ke kamarnya.

"Kamu harus bahagia Ra. Sudah cukup penderitaan yang kamu alami selama ini."

*

*

TBC

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kok ceritanya kayak muter² terus Thor terlalu lama ngulur waktu dengan hal yang sama.
maaf ya Thor Aku bacanya sampe sini saja.🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Nah kan di telak omongan sama Bimo, Setuju sih apa kata Bimo.
harusnya kalau masih ragu Edgar jangan dulu ambil keputusan serius.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kia si kakak yang dewasa, pendiem dan suka memendam perasaannya terus si Bungsu Mia yang ceria dan ceplas ceplos.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ga bahagia endasMu, Kamu sudah mau nikah dengan Tamara terus apa namanya Edgar... kan Kamu sendiri yang siap menikah lagi dan bilang sendiri kalau Kamu sudah Ngga mencintai Raisa jadi rasain resikonya jadi laki2 Plin Plan ga tegas.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
waduuuhh Elsa sudah tau lagi.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Gas Bian kalau memang Kamu serius kejar Saja Raisa asal jangan dibkecewakan.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Dih ngelihat Edgar kayak gitu mending Raisa di buat sembuh dengan Traunya Thor terus berjodoh dengan laki² lain aja deh rasanya ga ikhlas banget kalau mereka bersatublagi apa lagi punya Ibu mertua kayak gitu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Dasar si Kembar ada³ saja ngomongin kejelekan Maminya sendiri di depannya langsung.🤭😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Edgar Pli Plan jadi laki², hatinya masih Abu² tapi masih bisa jalin hubungan dengan Tamara bahkan sudah sentuhan fisik pula.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
apa yang ngadain acara di restoran itu Rdgar sama Tamara ya.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kasihan si Kembar... Raisa juga keras kepala kenapa ga sedikit saja lunakin hatinya buat ketemuin sama Edgar biar mereka ga Trauma apa lagi malah denger cerita teman sekolahnya kan jadi parno Mereka.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Coba hubungin Edgar atau Adiknya, Sa ajak ketemuan di Cafe dan bicarain yang sebenarnya... untuk hasilnya mereka entah mau nerima kehadiran si Kembar atau ngga itu urusan nanti yang penting kamu sudah ga rahasiain Mereka lagi.
hubungan Kamu dengan Edgar mungkin sudah Kandas tapi Anak² juga ga salah kalau ingin ketemu Papinya
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Duh kok Aku jadi ikut deg²an ya, tar gimana si Kembar perasaannya kalau tau Papaihnya sudah punya Tunangan.🫣
Raisa Kamu harus trrus kuat ya buat Anak²Mu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Edgar Edgar alasan belum siap tapi giliran sosor²an mah mau² aja, kalau gitu mending mau aja di ajak nikah sama si Tamara.

Masih mending Raisa biarpun keras kepala dan egois tapi masih bisa jaga diri, hidupnya fokus pada Anak²nya
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Nah Lho mau ngasih jawaban apa Edgar... 🫣
kalaupun Edgar jadi dengan Tamara kasihan si Kembar biarpun Edgar ga tau kalau Dia sudah punya Anak dari Raisa tapi yang bikin sekenarionya kan Author jadi ga tau gimana ntar.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Trauma boleh Sa tapi kan nikah lumayan lama juga sampe 6thn pula dan rasa takutmu harusnya sedikit demi sedikit bisa pulih karna ada Suami yang setia dampingin plus setia sama Kamu... tapi susahnya Kamu kayak ga mau sembuh dan terus berfokus pada alasan itu oba kalau bener² mau berubah mah pasti bisa.
Ayo Sa belajar berani kek, jangan sembunyi terus karna mau lari sejauh apa pun kalau sudah saatnya takdir mempertemukan Kalian bertemu ga bakal bisa menghindar.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Mungkin sebenarnya keluarga Edgar baik tapi di sini Raisa yang posisinya salah karna keras kepala dan egois jadi yang buat jarak yang Dia ciptakan sendiri buat si Kembar juga sulit mengenal Ayahnya dan Keluarga Yang lain.
coba turunkan egoMu Risa dan pikirka psikologis anakMu juga karna mereka merindukan sosok Papahnya tapi Mereka ga berani bicara karna takut.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Setujubkata Roni, peran dan kasih sayang seOrang Ibu ga akan sama dan ga akan bisa gantikan peran seOrang Ayah yang di butuhkan Si kembar, Raisa
susahnya kamu merasa kalau semua baik² saja padahal Anak²mu hanya bisa memendam.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Raisa ini aneh, yang namanya Nikah ya pasti setiap Orang/pasangan, keluarga ada keinginan punya keturunan... kalau ga mau punya anak ya ga usah nikah sekalian, ngapain juga hidup berumah tangga.. itu Egois namanya hanya mikirin keinginan sendiri tanpa mikirin pasangan maupun keluarga yang butuh penerus.
Ririn
semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!