NovelToon NovelToon
KULTIVASI RAHASIA SANG TUKANG SAPU: SISTEM CHECK IN

KULTIVASI RAHASIA SANG TUKANG SAPU: SISTEM CHECK IN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: HINDRA10

"Dilahirkan dengan Tulang Roh yang Layu, Lin Chen dianggap sebagai aib terbesar bagi Kekaisaran Shenghuang. Setelah dijebak oleh saudara-saudaranya dan dibuang oleh ayahnya sang Kaisar, ia diasingkan ke Sekte Pedang Taixuan—sebuah sekte kuno yang hampir punah—dan hanya diberi pekerjaan sebagai murid tukang sapu.

Dunia mengira hidupnya telah hancur. Namun, mereka tidak tahu bahwa di hari pertamanya memegang sapu, sebuah Sistem Absensi Jejak Kuno bangkit di dalam jiwanya!

【Ding! Anda berhasil melakukan check-in di Gerbang Batas Taixuan. Hadiah: Tubuh Pedang Kekacauan Primitif!】
【Ding! Anda berhasil melakukan check-in di Makam Pedang Leluhur. Hadiah: Mata Dewa Kekacauan!】

Aturannya ketat: Hanya bisa check-in satu bulan sekali! Namun, setiap tempat yang pernah disinggahi para dewa kuno akan memberinya hadiah tingkat mitologi.

Ketika sekte-sekte besar mencoba menghancurkan tempatnya menumpang, dan Kekaisaran Shenghuang datang untuk menindasnya lagi, pangeran yang dianggap sampah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HINDRA10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

Malam itu angin gunung terasa lebih dingin, menyusup melalui celah-celah kayu Aula Utama yang sudah renta. Dua lentera besar menyala redup, menerangi meja panjang di tengah ruangan sementara sudut-sudut lain tenggelam dalam bayangan.

Lin Chen berdiri di tengah ruangan dengan sikap sempurna seorang pelayan — tangan disilangkan di depan, kepala sedikit tertunduk. Wajahnya tenang, tanpa riak emosi.

Gu Changfeng duduk di kursi utama, menatap pemuda di hadapannya dengan tatapan yang berat. Di meja, sebuah amplop tebal bermeterai lilin merah tua dengan lambang naga berkepala lima tergeletak.

“Lin Chen,” ucap Gu Changfeng pelan, “surat ini tiba tiga hari lalu. Secara resmi ditujukan kepadaku, tapi isinya… undangan langsung dari Kaisar untuk Pangeran Kesembilan kembali ke istana dalam waktu tiga puluh hari.”

Lin Chen tidak langsung bereaksi. Ia hanya mengangguk pelan, seolah menerima tugas biasa.

Gu Changfeng menghela napas. “Aku tahu kau dibuang ke sini karena dianggap tidak berguna. Tapi darah kekaisaran tetap mengalir di tubuhmu. Kaisar tidak akan memanggilmu tanpa alasan.”

Lin Chen akhirnya melangkah maju dan mengambil amplop itu. Ia membukanya dengan gerakan hati-hati, membaca isinya tanpa tergesa. Jejak Qi samar di balik tinta tidak luput dari Mata Dewa Kekacauannya, tapi wajahnya tetap datar.

‘Ayah… atau Lin Hao?’ batinnya dingin.

Gu Changfeng melanjutkan, “Aku tidak tahu apa yang terjadi di Jiuyang sebenarnya. Tapi kehadiran utusan kekaisaran hari ini jelas bukan kebetulan. Mereka datang terlalu cepat setelah kemenangan kita.”

Lin Chen melipat surat itu kembali dan meletakkannya di meja.

“Saya mengerti, Master. Saya akan kembali ke istana sesuai perintah.”

Gu Changfeng mengerutkan kening. “Kau… tidak menolak?”

“Menolak perintah Kaisar hanya akan membawa bencana bagi sekte,” jawab Lin Chen tenang. “Saya sudah menjadi beban selama ini. Setidaknya kali ini, saya bisa melakukan sesuatu yang berguna.”

Master Gu Changfeng menatapnya lama. Ada rasa kasihan di matanya, tapi juga kelegaan kecil. Baginya, Lin Chen hanyalah pangeran cacat yang kebetulan dibuang ke sekte mereka. Prestasi di Jiuyang selama ini ia anggap murni karena usaha Su Qingxue dan para murid lainnya.

Tiba-tiba pintu Aula terbuka pelan.

Su Qingxue berdiri di ambang pintu, jubah putihnya masih rapi. Ia melihat Lin Chen yang sedang berdiri di depan meja, lalu menatap Master Gu Changfeng.

“Master, saya mendengar ada tamu dari istana. Jika ini menyangkut sekte, izinkan saya mendengarnya.”

Gu Changfeng ragu sejenak, tapi akhirnya mengangguk. “Masuklah, Qingxue.”

Su Qingxue masuk dan berdiri di samping meja, tidak duduk. Tatapannya sesekali melirik Lin Chen, tapi tidak ada pertanyaan langsung. Ia hanya mendengar penjelasan Master Gu Changfeng tentang isi surat.

“Jadi… Pangeran Kesembilan harus kembali,” gumam Su Qingxue pelan setelah Master selesai bicara.

Lin Chen menunduk sedikit. “Benar, Kakak Senior. Saya akan berangkat sesuai perintah.”

Su Qingxue menatapnya lama. Ada banyak hal yang ingin ia tanyakan — tentang pemulihan lukanya yang aneh, tentang “kecelakaan” di Ngarai Batu Merah, tentang teh dingin di dapur. Tapi ia menahan diri. Di matanya, Lin Chen masih tetap pelayan biasa yang entah bagaimana selalu berada di tempat yang tepat pada saat yang tepat.

Gu Changfeng akhirnya berkata, “Lin Chen, kau boleh pergi besok atau lusa. Persiapkan dirimu. Sekte tidak bisa memberikan banyak perlindungan, tapi setidaknya kami akan menyiapkan surat resmi dan beberapa pengawal biasa.”

Lin Chen membungkuk hormat. “Terima kasih, Master. Saya tidak butuh banyak. Hanya izin untuk membereskan tugas saya sebagai pelayan sebelum berangkat.”

Setelah mendapat izin, Lin Chen keluar dari Aula Utama. Angin malam langsung menyambutnya. Langkahnya tetap santai saat berjalan menuju gudang.

Di dalam kepalanya, perhitungan sudah berjalan cepat.

‘Kekuatan saya masih harus disembunyikan sempurna. Di luar, saya hanyalah pangeran tidak berguna yang kebetulan punya darah Kaisar. Itu cukup untuk menjelaskan kenapa saya dipanggil pulang.’

Di belakangnya, di dalam Aula, Su Qingxue masih berdiri. Ia menatap pintu yang baru saja ditutup Lin Chen.

“Master… apakah kita benar-benar akan melepaskannya begitu saja?” tanyanya pelan.

Gu Changfeng menggeleng. “Dia adalah pangeran. Kita tidak punya hak untuk menahannya. Lagipula… dia tidak pernah menunjukkan bakat kultivasi yang berarti selama ini. Mungkin ini memang jalan terbaik baginya.”

Su Qingxue tidak menjawab. Tapi di dalam hatinya, ada rasa tidak tenang yang semakin kuat.

Sementara itu, di pondok kayu Makam Pedang Leluhur, Sesepuh Mo membuka matanya perlahan. Ia menatap ke arah Aula Utama dari kejauhan, bibirnya bergerak pelan.

"sepertinya.... akan ada badai, yang bergejolak"

Sesepuh Mo kembali menutup matanya Qi murni mengelilinginya.

Lin Chen tiba di gudang. Ia menutup pintu, lalu duduk di atas tumpukan karung. Untuk pertama kalinya malam itu, senyum tipis yang sangat dingin muncul di sudut bibirnya.

‘Lin Hao pasti sudah menunggu di istana. Ayah juga. Baiklah… saya akan pulang.’

‘Tapi bukan sebagai pangeran cacat yang dulu.’

Ia menutup mata, Mata Dewa Kekacauan aktif memindai seluruh sekte. Malam ini, ia masih harus tetap menjadi tukang sapu yang tidak penting.

"Izinn... Mohon bantuannya teman-teman, like dan jangan lupa komennya biar Mimin tambah semangat garapnya nih kwkwkw"

1
Ihya Ilmi
Semangat thor
Ihya Ilmi
Lanjutkan thor, jangan kasih kendor, crazy UP thor👍👍
Hindra Hin: siap, masih di garap nihh 🙏👍👍👍
total 1 replies
Ihya Ilmi
Thor, 7 hari katanya tp knp MC nya bisa check in 2x?
Hindra Hin: terimakasih atas komentarnya, sangat membantu 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Ihya Ilmi
Koreksi thor, " Enam Bulan?" atau "30 hari?", soalnya di sinopsis sebulan sekali.
Hindra Hin: baik, Terimakasih atas koreksinya 🙏🙏🙏
total 1 replies
Pecinta Gratisan
hiatus gak nih thor cerita nya
Hindra Hin: update terus bang tiap hari aman. nantikan aja🙏🙏
total 1 replies
Hadi Hadi
semangat 👍👍
Hindra Hin: makasih bro👍👍
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up 💪
Hindra Hin
Jangan lupa di komen Bro kalau ada kata yg salah kritik aja biar ada masukan🫵
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!