NovelToon NovelToon
BUTTERFLY EFFECT : The Glass

BUTTERFLY EFFECT : The Glass

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / Misteri / TimeTravel / Pembunuhan / Eksplorasi-misteri dan gaib / Tamat
Popularitas:81.8k
Nilai: 5
Nama Author: Afrendo Edo A

Kisah keenam gadis remaja yang akan melangsungkan sekolah pertamanya disebuah sekolah ternama.

Entah itu adalah sebuah keberuntungan atau kesialan bagi keenam gadis itu. Sesuatu telah meraja lela didalam lubuk hati mereka hingga mereka saling membunuh satu sama lain hanya untuk tujuan yang tidak jelas.

Benda yang mereka temukan adalah sebuah sebab dari hancurnya persahabatan yang mereka bangun sejak lama. Selain itu, sebuah sosok gelap juga berusaha merusak persahabatan mereka.

Sebenarnya, benda apa yang membuat keenam gadis itu saling membunuh dan membuat mereka menghancurkan persahabatan nya sendiri? Siapa kegelapan yang membuat mereka terpaksa menerima nasib itu? Simak selengkapnya didalam cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afrendo Edo A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Start Walking

"Ah ... ada apa ini, tolong!" teriak Yuna meminta bantuan.

Tiba-tiba Yuna merasakan ada sebuah tangan seseorang yang mulai memegang lehernya, setelah itu Yuna terasa terangkat dari permukaan lantai sambil tak bisa bernafas dalam beberapa detik pertama. Yuna berusaha menggerak-gerakkan kedua kakinya agar bisa terjatuh kembali setelah ia terasa terangkat.

Di saat itu, Yuna juga berusaha melepas sebuah tangan yang sedang berusaha mencekik dirinya perlahan-lahan. Tak ingin dirinya dalam bahaya yang lebih serius, Yuna pun mencakar tangan yang mencekiknya itu dengan kuku-kuku yang ia miliki.

Sekali ia mencakarnya, tangan yang berusaha mencekik Yuna saat itupun malah mempercepat temponya saat mencekik. Yuna yang tak ingin terbunuh di dalam keadaan itupun mencakari tangan yang sama beberapa kali dengan lebih keras.

Tak lama leher Yuna pun terlepas dari cekikan sebuah tangan yang ia tak ketahui itu. Dan setelah ia bisa bernafas kembali dengan sedikit lega, Yuna baru saja sadar jika lehernya ternyata telah terluka. Akhirnya Yuna membuka matanya kembali setelah dirasa jika pusing yang tadi menghantuinya telah sirna.

Yuna yang telah membuka matanya lebar-lebar pun menyadari jika ia telah berada di lain tempat yang sangat berbeda dengan sebelumnya. Di tempat berada ia sekarang, Yuna melihat setumpuk piring kotor yang sepertinya sudah lama tak dicuci.

Sambil mencoba melupakan kejadian yang aneh dan misterius tadi, Yuna tiba-tiba merasa sedikit tersihir untuk mencuci piring-piring kotor yang ia lihat. Tanpa melakukan perlawan, Yuna pun memutuskan untuk mencuci piring-piring yang kotor itu.

Hingga beberapa lama kemudian, terlihat Erin yang berjalan perlahan menuju Yuna dari arah belakang tubuh Yuna sendiri. Sepertinya Erin hendak mengendap-endap untuk seakan-akan mengagetkan Yuna yang masih mencuci piring. Perlahan tapi pasti, Erin pun akhirnya berada tepat di belakang tubuh Yuna.

Dan tiba-tiba tanpa pertanda apapun ia memeluk Yuna dengan erat dari belakang sambil berusaha meminta maaf kepada salah satu temannya yang sekarang ia peluk itu. Yuna yang juga tersadar jika Erin sudah memeluknya pun malah merasa geram tanpa alasan.

Karena rasa geram itu, Yuna pun melepaskan pelukan Erin dari dirinya. Yuna juga sempat mendorong Erin agar menjauh dari dirinya saat sudah berbalik badan. Yuna seketika menatap Erin dengan penuh emosi lalu menarik tangan Erin menjauh sedikit dari tempat piring-piring kotor tadi. Ternyata Yuna hendak membuka sebuah pembicaraan di sana bersama Erin sendiri saja.

"Kenapa kamu berbuat seperti itu padaku?" tanya Yuna.

"Aku ingin minta maaf atas kejadian kemarin karena aku telah menamparmu." ucap Erin menjelaskan niatnya.

"Kemarin ... bukannya kejadian itu baru terjadi?" tanya Yuna lagi.

"Semua itu terjadi kemarin, apa kamu lupa?" tanya Erin yang tiba-tiba terpotong oleh pembicaraanya sendiri.

Seketika saat itu Erin teringat sebuah kotak suara yang sudah pecah dan Yuna tuduhkan sebagai miliknya, walaupun sebenarnya kotak suara itu bukan miliknya. Hanya saja terlihat sama.

"Oh iya ... ternyata kotak suara yang kemarin itu bukan milikku, kotak suaraku masih ada di atas meja rias sedangkan kotak suara yang mengeluarkan suara aneh itu bukan milikku." terang Erin berlanjut.

"Kau pikir aku akan percaya, dasar pendusta!" sinis Yuna.

Erin yang mendengar perkataan Yuna itupun mulai menyipitkan matanya perlahan sambil menggelengkan kepalanya sendiri juga secara perlahan-lahan tanda tak mengira jika Yuna akan berkata seperti itu pada dirinya. Erin yang masih merasa sedikit kecewa pada Yuna pun akhirnya terus berusaha menyakinkan Yuna tentang perkataannya yang masih sama.

Di saat Erin terus menjelaskan semuanya, Yuna yang masih berdiri di depan Erin pun tidak mendengarkan celoteh Erin. Yuna hanya terdiam sambil terus melihat kesekeliling tempatnya sekarang tanda untuk mengacuhkan Erin terus menerus. Erin yang mulai menyadari dirinya diacuhkan, ia pun segera memegang kedua tangan Yuna dengan maksud yang tak diketahui.

Yuna yang masih kukuh tak mau didekati ataupun dipegang oleh Erin pun segera melepas genggaman Erin. Tapi Erin yang sudah menebak hal itupun langsung menggenggam tangan Yuna lagi dengan lebih erat sehingga menyusahkan Yuna yang berusaha melepaskan genggaman itu.

"Lepaskan, cepat lepaskan!" teriak Yuna mulai memberontak.

Erin yang melihat dan mendengar Yuna yang semakin memberontak padanya pun terus berusaha untuk memegangi Yuna lebih kuat lagi sambil membuat Yuna mau mendengarkan penjelasan yang ingin ia beri. Karena sudah merasa terlalu emosi, Yuna pun menarik salah satu tangannya dengan cepat dan lebih kuat.

Hasilnya, tangan kiri Yuna pun terlepas dari genggaman Erin. Sedari tadi, Yuna yang sudah menahan emosinya pun akan mengeluarkan semuanya sekarang kepada Erin. Tanpa berpikir panjang, tangan Yuna pun mulai terangkat sendiri lalu juga ia ayunkan menuju wajah Erin.

Akhirnya terdengar suara tamparan yang begitu keras tengah terjadi. Dan suara tamparan itu berasal dari tamparan yang Yuna ayunkan kepada pipi Erin. Erin pun reflek melepaskan genggamannya pada tangan kanan Yuna, lalu Erin menangis dan berlari meninggalkan Yuna dengan rasa sakit yang jelas bisa digambarkan melewati pipi merah hasil tamparan Yuna padanya.

Yuna yang melihat Erin mulai berlari pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti Erin saat itu. Rasa bersalah pun mulai terukir di dalam hati Yuna setelah tamparan yang ia buat pada pipi Erin. Di tengah jalan saat Yuna mengerjar Erin, tiba-tiba dirinya terhenti begitu saja.

Dan saat itu baju yang Yuna gunakan pun mulai berubah, disinilah ingatan Yuna juga memudar tentang kejadian tadi karena suatu efek yang sedang muncul dari masa depan. Dan ternyata, sekarang Yuna sudah berubah menjadi Yuna sendiri yang berasal dari masa depan tanpa tau masa lalunya.

Di saat Yuna yang berasal dari masa depan telah menggantikan Yuna yang berasal dari masa lalu pun mengakibatkan sebuah kejadian yang akan terulang lagi. Terulang sebagai masa depan dan juga sebagai sebuah masa lalu.

~

Singkat cerita, akhirnya Yuna membuka sebuah pintu kayu yang memperlihatkan ada dua orang gadis lain di depannya. Kedua gadis itu terlihat bersedih, yang satu terlihat menangis, dan yang satu terlihat berusaha menenangkan yang sedang menangis tersebut. Ternyata kedua gadis itu adalah teman Yuna, Yuna amat kaget karena melihat Linda yang duduk disebelah Erin dan berusaha untuk menghibur Erin saat Erin terlihat menangis.

Disaat kedua teman Yuna itu melihat diri Yuna, Linda yang tadinya melihat Yuna sempat tersenyum lalu memalingkan wajahnya. Sedangkan Erin yang baru saja melihat Yuna langsung memalingkan wajahnya dengan raut wajah yang terlihat sedikit kesal. Dari kejadian itu, Yuna nampak bingung. Ia pun berusaha mendekati kedua temannya itu sambil duduk disebuah kursi.

Tapi saat Yuna duduk di kuris itu, tiba-tiba Yuna mengingat semua kejadian yang telah terjadi di antara dirinya dan Erin. Yuna pun mulai berdiri dari kursinya lalu berjalan menuju Erin untuk meminta maaf padanya. Seketika setelah Yuna mengucapkan permintaan maafnya, tiba-tiba Erin pun pergi meninggalkan dirinya bersama Linda di ruangan itu.

Sekarang, Yuna berada sendirian di dalam sana. Ia amat mengingat semua kejadian tadi di saat ia menampar Erin. Sekarang Yuna merasa menyesal karena melakukan hal itu. Yuna pun mulai berpikir jika emosi yang tidak bisa ia kendalikan adalah seekor monster buas yang akan selalu ada pada dirinya dan menciptakan masalah baru bagi persahabatan mereka.

Masih pada waktu yang sama dan tak jauh dari ruangan tempat Yuna berada sekarang. Akhirnya Erin pun mulai menjalankan sebuah niat jahatnya kepada persahabatannya sendiri yang ia bangun beberapa waktu yang telah lalu bersama kelima temannya yang lain termasuk Yuna.

Sebenarnya Erin tak mau melakukan hal itu, tetapi karena telah dibutakan oleh rasa dendam, amarah dan kekecewaan kepada Yuna. Erin pun memaksa dirinya sendiri untuk melakukan hal jahat itu yang bersamaan dengan jatuhnya beberapa tetesan air mata kekecewaannya.

Tiba-tiba, sebuah suara terdengar hingga ketelinga Erin. Suara itu membuat air mata Erin yang sedari tadi menetes pun mulai berhenti. Erin sepertinya mendengar suara seseorang yang sedang bersedih dan menangis seperti dirinya juga. Dengan cepat, Erin mendekati asal suara itu dan ia amat mengertinya jika ada masalah lagi yang sedang menimpa seseorang yang Erin dengar sedang menangis itu. Orang yang Erin dengar tangisannya itupun ternyata adalah Tiara.

Sekarang entah masa lalu ataupun masa depan, hal ini akan terjadi lagi dimana mulailah Erin berjalan untuk mendekati Tiara yang masih menangis dikarenakan Yewon. Inilah kesempatan pertama untuk menjalankan rencananya.

~

Ditengah rasa sesal Tiara, datanglah Erin dari belakang tubuhnya. Erin berkata pada Tiara untuk menjauh dari Yewon dalam beberapa saat dan jangan sampai Tiara mengganggu Yewon. Erin juga berkata bahwa semua yang terjadi sepenuhnya adalah kesalahan Tiara, selain itu Erin juga sempat berkata kasar pada Tiara dan hampir saja menamparnya.

Tapi sebelum Erin menampar Tiara, sebuah tangan seseorang menghentikan Erin melakukan hal itu. Orang yang menghentikan Erin agar ia tidak menampar Tiara adalah Salsa. Terjadilah kontak mata antar Erin dan Salsa yang membuat keduanya merasa kaget. Salsa yang akhirnya melepas tangan Erin pun segera memegang tangan Tiara lalu menarik Tiara agar ikut bersamanya.

Tak jauh dari tempat itu dibalik dinding, Salsa dan Tiara sempat saling berbicara tentang masalah yang terjadi. Salsa merasa heran kenapa sebelumnya Tiara dan Yewon bisa bertengkar. Akhirnya Salsa pun menanyakan hal itu kepada Tiara.

Kejadian ini terus berjalan tetap seperti berhembusnya angin pada pagi hari. Suasana yang sama juga masih menghias hari itu, hingga Tiara menceritakan semuanya kepada Salsa dan Salsa pun menenangkan Tiara agar tidak terlalu merasa gelisah dengan masalah yang ia hadapi saat ini.

Untuk membuat Tiara merasa lebih tenang lagi, Salsa pun berjanji pada Tiara untuk membantu Tiara sendiri dalam menghadapi masalah yang sebenarnya cukup rumit bagi mereka juga.

Start Walking

Iya, mereka mulai berjalan dengan sungguh-sungguh. Seperti angin dan air yang terus melewati pepohonan rimbun dan bebatuan yang sudah tenggelam di dasar sungai. Semua akan terus berjalan, berusaha berjalan kembali akan membuat mereka juga kembali pula menuju cerita dan kisah yang sebenarnya terjadi ...

Dalam satu masa ....

1
ͷɪɴɗ⃞ɑ
semangat yaa
ͷɪɴɗ⃞ɑ
dibalik seorang perempuan yg mudah menangis dia tetap akan bisa menahan beratnya beban hidup.. karena setelah menangis mereka bangkit lagi..
ͷɪɴɗ⃞ɑ
tujuan ke sekolah adalah....
ͷɪɴɗ⃞ɑ
aku bacanya kok deg2an yaa.. efek judulnya nihh 🙊🙊
Yukity
salam kenal ya..
hadir bawa boom like...

mampir yuk ke sini
Si Oyen Pacarku bukan manusia.
miqaela_isqa
Semangat bos 💪🏿 mari tamatkan karya sampai akhir
Karin A
Yuna sakti juga ya bisa lawan si Lerra.
Karin A
Lanjut, semangat. Like
Darah Biru (Bangsawan)
mantap 👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
semangat 👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
kakak hadir lagi 👍🏻
Pembacabaru
Ceritanya makin seru thor, semangat up nya. Like untukmu
Pembacabaru
Likee
Pembacabaru
Like
Daratullaila🍒
like hadir kak, next🥰
Karin A
Lanjut thor, cepet upnya
Karin A
Like like
Karin A
mampir
Karin A
likee
Karin A
like
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!