NovelToon NovelToon
Resep Cinta Dokter Narendra

Resep Cinta Dokter Narendra

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Sci-Fi / Dokter
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Naila fitri

Judul lama : Diagnosis: Falling For You

dr. Narendra Adiwijaya, Sp.B adalah putra tunggal dari keluarga konglomerat, Narendra dipersiapkan sejak kecil untuk menjadi penerus Adiwijaya Healthcare Group. Tuntutan tinggi tersebut membentuk Narendra menjadi pria kaku, dominan, dingin.

dr. Nayla Kartikasari, Sp.A adalah anak pertama dari pasangan Arga Dewantara dan Citra Kirana, memiliki seorang adik bernama Bintang. Nayla memiliki sifat yang hangat, ekspresif, namun bermental baja menjadikannya dokter yang disukai oleh anak anak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naila fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehebohan di Rumah Sakit

Nayla mendongak. Wajahnya seketika menegang. Pria itu adalah dr. Devan, seorang dokter spesialis jantung tampan dari rumah sakit kompetitor, yang juga merupakan mantan kekasih Nayla saat masa-masa akhir kuliah kedokteran di Yogyakarta. Hubungan mereka kandas karena Devan memilih berselingkuh dengan anak seorang direktur rumah sakit demi memuluskan kariernya.

"Devan?" gumam Nayla kaku.

"Wah, dunia sempit sekali! Kamu sudah di Jakarta sekarang?" Devan melangkah mendekat, mengabaikan atmosfer yang mendadak turun di bawah nol derajat di meja itu. Devan tersenyum manis, mencoba meraih tangan Nayla di atas meja. "Kamu makin cantik sekarang. Gimana kalau kapan-kapan kita—"

Tak.

Suara dentang pelan gelas kristal yang diletakkan agak keras di atas meja memotong kalimat Devan.

Devan tersentak dan baru menyadari keberadaan pria jangkung yang duduk di hadapan Nayla. Saat pandangan Devan bertemu dengan mata elang Narendra, nyali dokter jantung itu mendadak menciut. Aura dominan dan intimidatif yang dipancarkan Narendra begitu pekat hingga membuat Devan refleks memundurkan langkahnya.

Narendra bersandar di kursinya, melipat kedua tangannya di depan dada dengan santai, namun tatapannya seolah bisa menguliti Devan hidup-hidup. Pria bedah itu sama sekali tidak berbicara pada Devan. Ia justru mengalihkan pandangan matanya yang tajam langsung ke arah Nayla.

"Nayla," panggil Narendra. Suaranya berat, dalam, dan dipenuhi penekanan yang mutlak. "Saya rasa saya sudah pernah mengatakan jika saya... saya sangat tidak suka jika milik saya di ganggu, apalagi disentuh oleh orang asing." Nayla membelalakkan matanya, terkejut dengan klaim sepihak Narendra di depan mantannya.

Narendra kemudian menoleh lambat ke arah Devan, menaikkan satu alisnya dengan angkuh. "Saya dr. Narendra Adiwijaya. Dan perempuan di depan saya ini adalah calon istri saya. Jadi, jika Anda masih menghargai karier medis Anda di kota ini, saya sarankan Anda angkat kaki dari meja kami sekarang juga."

Mendengar nama "Adiwijaya", wajah Devan seketika pucat pasi. Tanpa berpikir dua kali, ia meminta maaf dengan terbata-bata lalu bergegas pergi menyusul teman-temannya ke sudut restoran lain.

Setelah Devan pergi, Nayla langsung mencondongkan tubuhnya ke depan, berdesis kesal. "Dokter Narendra! Apa-apaan tadi itu?! Milik Anda?! Calon istri?! Kita kan cuma pura-pura!"

Narendra tidak langsung menjawab. Ia meraih saputangan kainnya, membersihkan jarinya perlahan, lalu membalas tatapan panik Nayla dengan pandangan yang kini dipenuhi kilatan posesif yang nyata—bukan lagi kepura-puraan.

"Saya tidak pernah bermain-main dengan kata-kata saya, Nayla," ucap Narendra tenang, namun nadanya begitu mencengkeram. "Awalnya mungkin ini permainan orang tua kita. Tapi melihat bagaimana cara laki-laki itu menatapmu tadi... saya memutuskan untuk meresmikan hubungan ini secepatnya. Bersiaplah, minggu depan kita akan mengumumkan pertunangan kita."

Nayla membeku di kursinya, menyadari bahwa ia baru saja masuk ke dalam perangkap singa yang tidak akan pernah melepaskannya lagi.

**

Hari Senin pagi di Rumah Sakit Medika Adiwijaya dimulai dengan kehebohan masal yang tidak biasa. Bukan karena ada Code Blue atau kecelakaan beruntun, melainkan karena sebuah memo resmi berkop direksi yang mendadak tersebar di sistem internal rumah sakit, lengkap dengan karangan bunga mawar putih berukuran raksasa yang tiba-tiba bertengger di meja perawat Bangsal Anak lantai empat.

Nayla yang baru saja tiba untuk shift pagi terkejut melihat rekan-rekannya berkumpul di depan meja perawat sambil berbisik-bisik heboh.

"Nay! Ini beneran?!" seru Rania, sahabat sesama dokter anak, langsung menarik lengan jas putih Nayla dengan mata membelalak. Ia menyodorkan tablet yang menampilkan memo internal.

Nayla membaca tulisan di layar itu dan seketika merasa dunianya runtuh: 'Selamat atas pertunangan dr. Narendra Adiwijaya, Sp.B dan dr. Nayla Kartikasari, Sp.A.'

"Dokter Narendra?! Putra mahkota?!" Rania mengguncang bahu Nayla gemas. "Sejak kapan kalian dekat? Bukannya minggu lalu kamu baru saja mengomeli dia di Kamar 302?!"

Nayla masih mematung, wajahnya memerah sempurna antara malu, syok, dan kesal setengah mati. Sebelum ia sempat memberikan penjelasan, suara dehaman berat yang sangat familier terdengar dari arah belakang. "Selamat pagi," suara bariton yang dalam dan berwibawa itu seketika membuat seluruh perawat dan dokter di koridor membungkuk hormat dengan cepat.

Narendra berdiri di sana. Pria itu tampak sangat memukau dengan jas dokternya yang rapi, memancarkan aura dominan yang mutlak. Namun, ada yang berbeda pagi ini. Narendra berjalan mendekati meja perawat, mengabaikan tatapan kepo puluhan pasang mata, dan berhenti tepat di depan Nayla.

"Ikut ke ruangan saya sekarang, Dokter Nayla. Ada detail... dokumen yang perlu Anda tanda tangani," ucap Narendra tenang tanpa ekspresi, namun matanya berkilat penuh kemenangan.

Nayla mengepalkan tangannya kuat-kuat, menahan diri agar tidak melempar stetoskopnya ke wajah tampan pria egois itu. "Baik, Dokter Narendra," desisnya melalui celah gigi.

Begitu mereka masuk ke dalam lift khusus dokter spesialis dan pintunya tertutup rapat, Nayla langsung berbalik menatap Narendra dengan napas memburu. "Anda benar-benar gila, ya?! Apa-apaan memo internal itu?! Kita kan baru membicarakannya dua hari lalu!"

Narendra tetap bersandar dengan tenang di dinding lift, melipat tangan di dada. "Saya rasa saya sudah memperingatkanmu di restoran, Nayla. Saya tidak suka menunda sesuatu yang sudah saya putuskan."

"Tapi ini pemaksaan! Bisnis katering ibu saya memang penting, tapi bukan berarti Anda bisa mengeklaim hidup saya sepihak seperti ini!" cecar Nayla berani, melangkah maju untuk menantang tatapan mata elang Narendra.

Lift berdenting di lantai lima, namun sebelum pintu terbuka, Narendra tiba-tiba melangkah maju secara impresif. Postur tubuhnya yang tinggi besar mengurung pergerakan Nayla, memojokkan perempuan itu ke dinding lift. Aroma parfum woody-leather mahalnya langsung mengunci indra penciuman Nayla, membuat Dokter Anak itu mendadak kehilangan kata-kata.

Narendra sedikit membungkuk, menyejajarkan wajahnya hingga jarak di antara mereka terpangkas begitu tipis.

"Ini bukan sekadar menyelamatkan bisnis ibumu, Nayla," bisik Narendra, suaranya merendah menjadi bariton yang sangat seksi sekaligus mengintimidasi. Tatapannya turun ke bibir Nayla yang sedikit terbuka karena syok, lalu kembali mengunci sepasang mata perempuan itu. "Ini tentang saya yang tidak suka melihat mantan kekasihmu—atau laki-laki mana pun—berpikir mereka punya kesempatan untuk mendekatimu. Pahami posisi Anda sekarang, Sayang. Anda sudah berada di teritori saya."

1
tata
thor up nya jangan lama²+ banyakin ya 🤭
Macyooo: Wkwkwk, terima kasih sudah mampir friends😚
total 1 replies
Macyooo
Jangan lupa tinggalkan jejak friends
Macyooo
jangan lupa tinggalkan jejak yaaa
Macyooo
Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa
Macyooo
Jangan lupa tinggalkan jejak ya friends
Macyooo
Haloooo Friendsss!! welcome di cerita pertama akuu, semoga suka yaaa, happy reading 😍😍
Macyooo
Halooo friendsss!!! welcome di cerita pertama akuu, semoga suka yaaa, yang punya kritik dan saran boleh nihh disampaikan🤩🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!