NovelToon NovelToon
CANDU

CANDU

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / One Night Stand / CEO / Cintapertama
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Apri Ana

***

Bagi Raka, Naya adalah candunya ...

Berbeda dengan Naya yang menganggap Raka sebagai masa lalu yang menyakitkan..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apri Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

Naya dan Anna kini sudah ada didapur untuk membuatkan sarapan anak anak.

"Mbak Naya, maaf ya semalem nggak bisa cegah Mas Raka masuk, aku dihadang sama Nathan mbak soalnya." kata Anna berbohong.

"Nggak apa apa An, aku kan udah bilang sama kamu kalau Raka itu keras kepala banget, dia nggak semudah yang kita bayangin." kata Naya.

"Tapi kamu nggak diapa apain sama Nathan kan?" tanya Naya dengan raut khawatir.

"Eng-enggak kok mbak, aku nggak di apa apain." kata Anna gugup.

"Syukur deh, tapi bener kan kamu nggak bohong." tanya Naya lagi.

"Enggak mbak, bener deh." kata Anna "Cuma dienakin aja kok mbak semalem." batin Anna geli.

"Kamu tuh lagi jatuh cinta apa gimana sih An, kok senyum terus dari tadi?" tanya Naya penasaran.

"Eng-enggak mbak, jatuh cinta apaan sih, aku tuh nggak percaya sama cinta cinta gitu." kata Anna.

"Iya bener, jangan percaya dan jangan jatuh cinta sama orang yang salah biar nggak sakit." kata Naya.

"Ciee.. yang udah punya pengalaman." kata Anna menggoda Naya membuat Naya tersenyum malu.

"Udah ah, buruan keburu anak anak bangun belum mateng." kata Naya mengalihkan pembicaraan.

Selesai masak, Anna membangunkan Anak anak untuk mandi sedangkan Naya bersiap siap untuk bekerja, namun sebelum berangkat bekerja Naya menyempatkan sarapan bersama anak anak.

"Bunda nanti malem om Raka kesini lagi nggak buat ngajarin belajar kita lagi?" tanya Rio yang membuat Naya hampir tersedak makanan yang baru selesai Ia kunyah.

"Bunda nggak tau sayang, kan biasanya juga belajarnya sama Bunda." kata Naya.

"Ya iya sih Bund, tapi kalau sama Om Raka lebih asik aja." celetuk Rio.

Inilah yang Naya takutkan, Anak anaknya menjadi ketergantungan dengan kehadiran Raka, bagaimana jika Raka kembali meninggalkannya seperti dulu? pasti tak hanya dirinya yang sakit namun juga anak anak. tidak, jangan sampai itu terjadi Naya tak ingin anak anaknya meraskan apa yang dulu Ia rasakan. Hanya membayangkan saja sudah membuat Naya takut.

"Udahlah nggak usah bahas Om Raka pagi pagi gini, cepet habisin sarapan nya trus berangkat sekolah." bentak Anna galak.

"Ih ampun deh mbak Anna ini galak banget." kata Faisal geleng geleng kepala.

"Mbak Anna bener sayang, kalian harus cepet habisin sarapan nya biar nggak terlambat kesekolah."  Kata Naya menimpali.

"Iya Bunda,"

Selesai sarapan, Naya segera kerestoran.

sesampainya disana, Naya langsung menuju dapur untuk memberikan resep baru yang akan lauching direstoran nya.

Naya didapur hingga siang hari, setelah itu Ia berjalan ke ruangan nya. dan Naya terkejut karena diruangannya sudah ada Raka disana, sejak kapan? batin Naya.

Setelah apa yang Ia dengar semalam, Naya sedikit binggung harus bersikap bagaimana dengan Raka, harus bersikap baik atau dingin seperti biasa? entahlah.

Naya berjalan menuju mejanya tak peduli dengan Raka yang duduk disofa dan memandanginya tajam.

"Cuek amat sih." Sindir Raka bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Naya.

"Ngapain kamu kesini? nggak kerja?" tanya Naya.

"Ini jam makan siang, aku kesini buat ngajak kamu makan siang." kata Raka.

Naya melirik jam tangan nya memang sudah pukul setengah satu, pantas saja perutnya lapar. Gara gara sibuk membuat resep Naya jadi lupa waktu.

"Aku nggak mau." balas Naya ketus.

"Aku bakalan nunggu disini sampai kamu mau." kata Raka santai.

"Terserah." balas Naya cuek.

Hampir 30 menit berlalu dan benar saja Raka masih setia menunggu disana bahkan menatap Naya terus menerus hingga Naya risih dan menyerah.

Naya berdiri hendak keluar, " mau kemana?" Seperti biasa tangan nya ditahan oleh Raka.

"Katanya makan siang?"

Raka tersenyum penuh kemenangan lalu mengandeng tangan Naya.

"Nggak usah pake gandengan." Kata Naya melepaskan tangan Raka.

"Pelit banget sih, cuma tangan doang juga." protes Raka membuat Naya tersenyum geli.

"Cie, bu Naya mau pacaran yaa." kata Salah satu pelayan yang melihat bosnya berjalan bersama seorang pria untuk pertama kalinya, Naya hanya melirik tajam pelayan yang mengejeknya itu membuat pelayan itu hanya meringgis takut.

Naya hendak memasuki mobilnya, "Sini biar aku yang nyetir." kata Raka mengambil kunci mobil Naya dan memasuki mobil terlebih dahulu membuat Naya mendengus kesal Karena Raka yang bersikap seenaknya sendiri.

Mobil Naya keluar meninggalkan restoran.

"Kita makan diresort deket kantor aku gimana?" tanya Raka.

"Aku nggak mau." balas Naya.

"Trus kamu maunya makan apa sayang?" tanya Raka.

'' Kita berhenti ditaman kota aja, nanti kamu juga tau mau makan dimana." kata Naya santai. Naya berniat mengajak makan Raka di warung pinggir jalan karena Naya tau jika Raka tak menyukai makanan pinggir jalan, Biar Raka kapok dan tidak mengajak Naya makan siang lagi.

"Emangnya didaerah sana ada restoran?" tanya Raka.

"Memang siapa yang mau makan direstoran?" tanya Naya "Aku aja punya restoran yang menu nya enak enak ngapain aku makan direstoran orang." kata Naya lagi.

"Trus kamu mau ngajak aku makan dimana?" tanya Raka.

"Deket taman ada bakso gerobakan yang enak banget, aku lagi pengen makan bakso." kata Naya

"Oke." Raka menjawab singkat dan terlihat kesal membuat Naya tersenyum penuh kemenangan.

Dulu semenjak pacaran dengan Raka, Naya sama sekali tidak pernah jajan atau makan dipinggir jalan karena Raka tak menyukai makanan pinggir jalan, terkadang Naya harus diam diam makan sendiri tanpa sepengetahuan Raka jika menginginkan bakso atau mie ayam yang rasanya lebih enak  di abang gerobakan dari pada restoran.

Dan mungkin ini pertama kalinya Raka akan makan makanan pinggir jalan, geli rasanya melihat Raka yang menurut saja saat Naya mengajak makan dipinggir jalan.

"Dimana?" tanya Raka terlihat kesal, dengan cuaca yang terik seperti ini Naya mengajak jalan kaki karena parkiran mobil yang jauh dari warung bakso gerobakan.

"Nih dah sampai." kata Naya, mereka berhenti disebuah warung bakso pinggir jalan, didalam pun terasa panas karena tak ada ac membuat Raka benar benar kesal.

"Kamu yakin masih mau makan disini?" tanya Naya pada Raka saat keduanya sudah duduk.

Raka hanya mengangguk namun raut wajahnya terlihat kesal.

"Aku nggak maksa, kalau kamu nggak suka makan ditempat lain aja nggak apa apa." kata Naya santai.

"Nggak, Aku suka kok." balas Raka terdengar ketus.

Naya hanya mengangguk saja.

Tak berapa lama, pesanan mereka datang.

Dua mangkuk bakso dan dua gelas es jeruk, segera Naya menyedot es jeruknya hingga tersisa setengah.

"Duh seger banget." gumam Naya yang didengar oleh Raka.

Naya segera memberi saus, sambal dan juga kecap membuat Raka kesal karena melihat tempat mereka makan terlihat tidak higienis dan juga sehat.

Namun Raka harus mengalah dulu, menuruti apapun yang Naya inginkan agar Nayanya bisa kembali lagi pada Raka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!