Lanjutan Between Two Brothers
Putus dari Prince Louis Carrington of England, membuat Ashley Moretti memilih pergi ke Glasgow Skotlandia untuk berlibur disana. Tanpa disangka dirinya harus terjebak dengan seorang pria Skotlandia arogan yang membutuhkan pengantin demi tetap mempertahankan klan Ferguson.
Gavin Ferguson diharuskan segera menikah pada tanggal yang sudah ditetapkan demi klannya tetap berkuasa di Glasgow dan Highland Scotland yang orang-orangnya biasa disebut Highlander. Dan pilihannya adalah seorang gadis yang sedang melukis di tebing Glasgow dekat dengan kastilnya.
Bagaimana kacaunya kehidupan rumah tangga dua orang yang sama-sama keras kepala dan sama-sama tukang ngeyel? Apalagi Ashley mengetahui kalau Gavin adalah rival ayahnya, Alessandro Moretti untuk merebutkan sebuah lahan di Glasgow.
Gen ketujuh ya
Follow my IG @hana_reeves_nt
JANGAN PLAGIAT KARENA JIWA GESREK KITA BERBEDA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ashley ke Milan
Coffee Shop di pusat perbelanjaan Glasgow
Gavin dan Benoit kini berada di sebuah coffee shop untuk menikmati kopi usai mereka melihat bagaimana drama salah satu raja Tribe di Kongo datang.
"Terima kasih Ben..." ucap Gavin tulus.
"Berterima kasihlah pada Rylee dan Oom Ale" jawab Benoit. "Aku hanya mengantarkan beliau kemari."
"Pantas Dad bilang tunggu hari ini aku mendatangi tempat cewek itu menginap... Ternyata Dad sudah menyiapkan kejutan..." gumam Gavin.
"Vin, aku tahu kamu ingin menyelesaikan apa yang terjadi padamu dan j4l4ng itu tapi menurutku kamu mencari penyakit ! Masih beruntung Oom Ale masih mau bantu kamu dan bukan langsung main dor entah ke kamu atau dia. Oom Ale adalah orang yang sangat mencintai Tante Sakura dan Ashley. Bukan berarti dengan Asher, Oom Ale tidak sayang, tapi bagi Oom Ale, dua wanita itu adalah hidupnya setelah sang ibu." Benoit menyesap kopinya.
"Aku tahu aku salah dan aku sangat menyesal. Sekarang, beritahukan padaku, dimana Ashley?" Gavin menatap pria blasteran India dan Amerika itu.
"Apakah kamu percaya jika kalian sebenarnya satu hotel tapi beda lantai?" senyum Benoit dari balik cangkir nya.
Gavin melongo. "Apa?"
***
Mansion Moretti, Milan Italia
Sakura memeluk putrinya erat saat Ashley datang bersama dengan Alessandro sementara Raffa langsung menuju London untuk bertemu sepupu mereka, Clarissa Moretti, pemegang rumah mode Morr London dan Inggris Raya.
"Duh mommy sudah mau jadi Oma... Merasa tua aku ini..." keluh Sakura.
"Mommy memang sudah waktunya tua, hanya saja nggak sadar-sadar ... Pingsan melulu... Addduuuhhh !" Asher memegang telinganya yang terkena jepitan dua jari dari Sakura.
"Enak saja bilang mommy tua ! Mommy masih muda, tahu !" omel Sakura.
"Tulip..." panggil Alessandro dengan nada dalam membuat Sakura segera memeluk suaminya.
"Manusia spidol, kamu nggak kasih hukuman sama anak kamu yang rada durhakim sama ibunya?" rayu Sakura dengan mengerjap-ngerjap kan matanya yang indah.
"Asher, cuci mobil Daddy ..." perintah Alessandro.
Mulut Asher menganga. "Astaghfirullah ! Dad !"
"Cuci mobil atau kartu..."
"Cuci mobil !" potong Asher yang segera ke garasi. "Mommy menyebalkan !"
"Nanti mommy buatkan kimbab yang banyak Sher ! Bayaran cuci mobil Daddymu !" senyum Sakura.
"Aseeek !" Asher sangat suka kimbab buatan Sakura.
"Ayo Ashley, kamu pengen maem apa, mommy buatkan." Sakura merangkul bahu putrinya.
"Aku ingin tidur mom. Rasanya pusing..." jawab Ashley.
"Yuk ke kamarmu" ajak Sakura.
"Dad..." panggil Sakura.
"Yes princess..."
"Minta tolong buatkan teh mint dong. Aku ingin Daddy yang buat..." pinta Ashley membuat wajah Alessandro tampak lembut saat mendengar permintaan putri sulungnya.
"Cucu Nonno ( opa - bahasa Italia ) ingin Nonnonya yang buat?" tanya Alessandro dengan nada tercekat.
Ashley mengangguk.
"On the way princess" senyum Alessandro sambil menuju dapur.
Sakura pun tampak terbaru melihat interaksi putri dan Daddynya. "Kamu tahu, saat Ben bilang kamu sedang hamil, Daddymu adalah orang yang paling bahagia dan orang yang paling jengkel dengan Gavin. Untung masih bisa nahan emosi... Kalau mommy, mungkin mommy akan bawa wedges mommy dan mommy keplak kepala Gavin !" omel Sakura membuat Ashley tertawa.
"Mom, sayang wedges Louboutin nya" kekeh Ashley.
"Iya sih."
***
Sakura menunggu sampai Ashley berganti pakaian yang nyaman dan merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya. Sakura membelai rambut Ashley yang tebal sambil memeluk putrinya.
"Kamu tahu Ash, dulu waktu mommy hamil kamu, sama seperti kamu. Maunya dibuatkan teh mint tapi Daddymu yang buat dan sekarang kamu yang minta, membuat Daddymu makin terharu. Seseram-seramnya Daddymu, dia paling lemah kalau soal mommy dan kamu."
"Tapi waktu Asher kecelakaan waktu latihan panjat tebing, Daddy juga menangis karena tahu kaki Asher patah dan harus digips tiga bulan."
"Porsinya berbeda, Ash. Daddymu itu macam Opa buyut Ashley. Kayaknya garang, tapi hati hello Kitty kalau sudah urusan istri dan anak perempuan..." senyum Sakura. "Makanya Daddymu ngamuk saat tahu Gavin berbuat sesuatu yang bodoh !"
"Karena Daddy tidak pernah membuat Mommy, aku dan Asher terluka... "
"Exactly..." jawab Sakura.
Suara ketukan di pintu kamar Ashley membuat kedua ibu dan anak itu menoleh.
"Daddy boleh masuk Ash ?" tanya Alessandro.
"Boleh Dad..."
Alessandro masuk sambil membawa nampan berisikan secangkir teh mint dan biskuit asin.
"Dulu waktu mommymu hamil kamu, sukanya seperti ini buat menghilangkan rasa mualnya" ucap Alessandro sambil meletakkan nampan itu ke atas meja yang bisa didorong dan dipakai makan diatas tempat tidur. Pria bertattoo tersebut mendorong meja dan Ashley pun membenarkan posisi duduknya dan bersandar di kepala tempat tidur.
"Baunya enak Dad ..." senyum Ashley. "Terima kasih..."
"Anytime princess..." senyum Alessandro sambil menuju sofa panjang di kamar Ashley dan merebahkan tubuh besarnya disana.
"Ale-ale, kalau mau tidur .. "
"Disini saja Tulip. Aku lebih ayem berada disini sambil mendengarkan kalian berghibah... " gumam Alessandro sambil memejamkan matanya. "Aku ingin tidur sejenak."
Ashley melihat wajah lelah ayahnya. Ada rasa sedih yang dirasakan bumil itu karena sudah membuat marah dan repot ayahnya hingga harus terbang ke Manchester lalu membereskan semuanya.
"Ash, sudah jangan sedih." Sakura mengusap punggung putrinya.
"Aku sudah merepotkan Daddy, Ben, Rylee dan Oom Raffa..." isak Ashley pelan takut membangunkan ayahnya.
"Dengar sayang. Memang benar setelah menikah, istri adalah tanggung jawab suami tapi bagi seorang ayah, mau sampai kapanpun, putrinya tetap harus dia lindungi dengan caranya. Gavin sudah pasti tidak bisa berpikir jernih karena panik kamu hamil, dia baru tahu, jadi semua serba chaos. Daddy mu sebenarnya tidak ingin ada perceraian diantara kalian apalagi kamu sedang hamil..."
"Perceraian? Mom, aku malah tidak berpikir akan berpisah dengan Gavin. Aku pergi karena aku ingin cooling down dulu, baru setelahnya aku akan cari tahu soal wanita itu. Aku harus bisa berpikir dengan jernih kalau sudah hilang emosiku." Ashley menatap Sakura. "Daddy bilang aku dan Gavin akan bercerai? Aku malah hendak memberikan kesempatan pada Gavin untuk membuktikan bahwa dia pantas mendapatkan kepercayaan aku kembali... Tapi Daddy dan Rylee sudah bertindak lebih cepat dari kecepatan cahaya komet Halley..." potong Ashley.
"Jadi kamu tidak ingin bercerai dari Gavin ?" tanya Sakura.
"No, mom. Aku mencintai Gavin, begitu juga sebaliknya. Mom, aku diberikan semua akses bisnis Gavin dan aku tahu semua. Jika Gavin tidak mencintaiku, untuk apa dia memberikan semua akses termasuk rekening banknya?" tanya Ashley bingung. "Rahasia yang dia sembunyikan hanya mantan j4l4ng nya itu dan dia sudah berpisah enam bulan lalu, tiga bulan sebelum bertemu denganku ..."
Alessandro yang mendengar tampak berpikir. Benar. Jika kamu mencintai istrimu, pasti kamu akan memberitahukan kondisi keuangan kamu... Itu adalah level kepercayaan tertinggi dalam pernikahan...
***
Yuuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
Dapet aja visual super ganteng utk teman menghalu ❤️❤️❤️