NovelToon NovelToon
ISTRI YANG DISIA SIAKAN

ISTRI YANG DISIA SIAKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cerai / Menikah Karena Anak / Ibu Tiri
Popularitas:128.8k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

" Ayo kita cerai....!!! " ucap Laras dengan lantang kepada Erlangga

" Ada apa kenapa tiba tiba kamu ingin bercerai..? " tanya Erlangga yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.

" Aku rasa kamu sudah tau kenapa saya ingin bercerai Mas, aku ini Istri kamu tapi sejak menikah aku belum mendapatkan hak ku sebagai istri mas " jawab Laras dengan suara bergetar

Erlangga bankit dari duduknya dan menghadap Laras.

" Jangan pergi demi Nathan dan Nala Laras " ucap Erlangga

Saat mereka tengah berbicara Nathan masuk dan menghampiri keduanya.

" Bunda.. bunda jangan pergi jangan tinggalin Nathan " ucap Nathan yang mendengar ucapan kedua orangtuanya

" Nathan, ayo ikut bunda kita ke taman belakang " ucap Laras menghibur anaknya

Entah mengapa Laras tak pernah tega untuk meninggalkan Nathan dan Laras, walaupun ia sendiri tau jika kedua anak itu bukan anak kandung Laras dan Erlangga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Rumah Erlangga sudah dipenuhi oleh orang orang, terdengar suara lantunan ayat suci dirumah tersebut.

Nathan terus duduk di samping Naya yang sudah pergi selama lamanya, anak kecil itu masih tak percaya jika saudara kembarnya harus pergi lebih dulu.

Laras dan Erlangga duduk di samping Nathan, keduanya ikut hancur mendapati kejadian seperti ini.

" Naya bangun yuk, aku janji sama kamu nanti aku ga akan jail lagi sama kamu " kata Nathan sembari mengusap air matanya yang terus membasahi pipinya

" Nathan sayang, Nathan harus ikhlas yah. " kata Laras membelai rambut Nathan

Erlangga pun hanya diam menatap wajah putri kecilnya, putri yang selalu ceria yang manja terhadapnya.

Erlangga merasa gagal sebagai suami sekaligus ayah dari keluarga mereka, Erlangga merasa dirinya sumber dari masalah keluarga mereka.

Naya dibawa untuk segera dimandikan dan di kafani, Laras pun ikut memandikan putri nya untuk terakhir kalinya.

Laras menyentuh kulit putrinya dengan lembut, ia menahan mati Matian agar tak meneteskan air mata.

Ia memandikan layaknya Naya masih hidup, sembari tersenyum Laras membersihkan tubuh Naya.

Selesai Naya di mandikan, Nayla kembali dibawa kedalam untuk dikafani.

Nathan berusaha kuat agar dapat melihat saudari kembarnya, Naya sangat cantik bagi Nathan.

Setelah tubuh Naya di kafani, Naya dibawa ke masjid untuk di sholatkan.

" Bunda, Nathan mau ikut Ayah ke masjid " kata Nathan dan Laras mengangguk

Erlangga membawa keranda Naya bersama yang lainnya, hati Erlangga benar benar hancur sekarang.

Karena jarak dari rumah ke Masjid cukup dekat, semua memutuskan untuk berjalan hingga ke masjid tersebut.

" Kamu yang kuat ya sayang " kata Fransiska menguatkan Laras

" Andai aku lebih cepat ya Mah, Naya pasti masih hidup " jawab Laras dengan sendu

" Bukan salah kamu Laras, tuhan sudah menginginkan Naya untuk pulang " ucap Yola yang berdiri di samping Laras

Laras mengangguk namun hatinya terasa sakit saat ini, ia tak bisa membayangkan bagaimana hancurnya perasaan Nathan dan Erlangga saat ini.

Selesai di sholatkan Naya dibawa ke tempat peristirahatan terakhir dengan ambulance, sedangkan Laras dan keluarga menaiki mobil pribadi.

Sepanjang perjalanan Erlangga terus menatap kosong kearah depan, Laras tau ini bukanlah hal mudah bagi Erlangga.

Setelah 30 menit perjalanan, mereka pun sampai di pemakaman.

Erlangga turun kebawah bersama dengan yang lainnya, ia juga meng adzan-i putri kecilnya untuk terakhir kalinya.

Nathan kini dalam gendongan Rian, putra kecil itu terus menatap ke liang lahat kembarannya.

" Om Ian " kata Nathan sendu

" Ya jagoan, kenapa ? " saut Rian

" Naya disana bahagia kan ? "

" Pasti dong, Naya akan bahagia disana banyak anak kecil seumuran Naya. Jadi Nathan ga boleh sedih, Nathan tau Naya sekarang udah ga sakit lagi "

Nathan mengangguk, ia pun membenamkan wajahnya di leher Rian.

Setelah tahan berhasil menutup sempurna, Laras dan Nathan menaburi bunga di atas tanah Naya.

Sekarang tak ada lagi suara ceria dari perempuan kecil itu, tak ada lagi yang menggangu Nathan saat hendak tidur.

Setelah selesai semua orang pun kembali pulang, namun tidak bagi Laras dan keluarga.

Erlangga mengelus batu nisan sang putri kecilnya, Laras berjongkok di sebelah Erlangga dan mengelus lengan laki laki itu.

" Aku gagal Ras aku gagal " kata Erlangga sembari menahan air matanya

" Allah lebih sayang sama Naya, kamu harus ikhlas Mas " kata Laras sembari mengusap lengan Erlangga

Erlangga memeluk Laras dengan erat, laki laki itu sudah tak bisa menahan air matanya.

" Ga apa apa nangis aja " kata Laras yang menguatkan Erlangga

Semua orang yang ada di sana menatap Erlangga, laki laki yang terkenal tegas hari ini lemah selemah lemahnya.

" Kita pulang yah, malam nanti kita masih harus menggelar pengajian untuk putri kita " kata Laras dan Erlangga mengangguk

Setelah berpamitan kepada Naya, mereka pun pulang kerumah meninggalkan tempat tersebut.

Nathan terus memeluk Rian terkadang bergantian dengan Jeri, mereka tau hal ini sangat berat bagi Nathan.

Satu bulan lagi mereka akan merayakan ulangtahun, namun ulangtahun kali ini Nathan hanya merayakan sendiri tanpa Naya.

Begitu sampai dirumah, Laras mengajak Erlangga untuk lebih dulu ke kamar. Mereka membersihkan tubuh dan juga berganti pakaian, sedangkan Nathan ia dibantu oleh Rian dan Jeri.

" Ras " panggil Erlangga yang kini duduk di pinggir ranjang

" Iyah Mas " Laras menghampiri Erlangga

Erlangga tak menjawab apapun, ia kembali memeluk Laras dengan erat dan kembali menangis di pelukan Laras.

" Maafin aku Ras, aku benar benar gagal menjadi kepala keluarga. Aku gamau Nathan dan kamu terluka karena aku lagi Ras, aku sumber masalah dari keluarga kita. Kamu juga ga bahagia, Nathan kehilangan Naya. Semua itu karena aku Ras, aku penyebab semuanya. Aku ga pantes miliki kalian, aku harusnya hidup sendiri agar tak menyakiti siapapun" kata Erlangga dengan suara yang bergetar

" Mas ga boleh ngomong gitu, aku dan Nathan masih butuh Mas Erlangga. Mas Erlangga harus bangkit, ga boleh kayak gini Mas. Apa Mas Erlangga ga kasian sama aku dan Nathan ? Apa Mas Erlangga lebih milih aku dan Nathan pergi ? Mas harus bangkit, ga boleh lemah kayak gini kasian Naya dari sana ngeliat Mas yang payah kayak gini " ucap Laras sembari menahan air matanya

Erlangga hanya mengangguk, ia mempererat pelukannya kepada Laras.

" Jangan tinggalin aku, Laras " kata Erlangga dengan Sendu

" Aku ga akan ninggalin kamu Mas Erlangga, aku janji " ucap Laras

***

Selepas Magrib semua keluarga bersiap untuk menggelar pengajian, akan banyak tetangga dan saudara yang mendoakan Naya.

Nathan yang bersama Rian dan Jeri pun sudah berganti pakaian, begitu juga dengan Erlangga yang kini sudah berganti pakaian kokonya.

" Pahh " panggil Nathan

Erlangga menggendong putra kecilnya itu, dan Nathan melingkarkan tangannya di leher Erlangga.

" Kenapa sayang ? " kata Erlangga yang juga mencium putranya

" Ih ga mau di cium papah, maunya sama Bunda aja diciumnya" kata Nathan yang menghapus bekas ciuman Erlangga

" Nathan ga boleh gitu, minta maaf sama Papah " kata Laras dan Nathan mengangguk

" Maafin Nathan Pah " kata Nathan ia pun mencium pipi sang Ayah

" Cium lagi biar Papah ga marah " kata Erlangga dan Nathan kembali menciumi Erlangga

" Nathan mau turun, Nathan mau ke Om Rian sama Om Jeri " kata Nathan dan Erlangga menurunkan Nathan

Dengan segera mungkin Nathan berlari kearah Rian dan Jeri, laki laki itu duduk dipangkuan Rian dengan segera.

" Aku seneng Nathan sudah bisa sedikit tersenyum" kata Laras menatap Nathan

" Aku juga " Erlangga merangkul lengan Laras dengan lembut

Fransiska dan Yola memperhatikan dari arah dapur, keduanya ikut senang melihat keluarga itu mulai bangkit..

" Erlangga beruntung mempunyai istri seperti Laras, aku menyesal Siska pernah meremehkan Laras " kata Yola dengan sedih

" Hemm biarkan yang berlalu tetap berlalu Yol, kini kita harus membuka lembaran baru untuk kehidupan kita " jawab Fransiska.

Yola mengangguk keduanya pun kembali melakukan kesibukan mereka

1
Wati Akbar Wati
Buruk
Elena Sirregar
laras anaknya Siska kah
Nur Adam
lnjjt
atik
Luar biasa
Nur Adam
lnjut
Putri Chaniago
sadar sadar pulih kembali ingatan Erlangga
Hanisah Nisa
lanjut
Nur Adam
lnjuy
Putri Chaniago
ahh jgn sampai Erlangga amnesia n lupa istrinya Laras
Nur Adam
lnjut
Ma Em
Erlangga kalau kamu ga mau di ceraikan sama Laras rubah lah kelakuanmu utamakan Laras jangan urusin tuh si ulat bulu Resti aku sebel banget sama Erlangga jadi lelaki kok ga punya pendirian plin plan.
Ma Em
Erlangga kalau kamu ceraikan Laras kamu bakal menyesal apalagi kalau kamu sampai rujuk sama Rasti perempuan cuma mau harta kamu doang.
Nindy Shakila
kapan up nya?
Uthie
Jangan kelamaan Thor up nya... hampir lupa dengan para tokoh dan alur nya kalau gak mempertajamkan ingatan ini 😆💪💪
Nindy Shakila
jangan kelamaan update nya, ntar yang baca lupa bab sebelumnya karena banyaknya novel yang dibaca
Fatma Kodja
lanjut thor😭😭
Fatma Kodja
Erlangga kamu harusnya tegas sama Resti, gimana Laras tidak sakit hati kalau mendengar Resti selalu menjelek"kan ibu tiri ke Naya yang jelas"masih polos dan belum mengerti apa" beda lagi dengan Nathan yang masih kecil tapi pikirannya jauh lebih dewasa dari umurnya, jadi dia bisa melihat kalau Laras benar " tulus menyayangi mereka beda dengan ibu kandungnya sendiri yang terkesan pura" baik" tapi nyatanya hanyalah topeng buat menutupi niat yang terselubung
Uthie
Duhhhh... kenapa Naya nya dibuat meninggal 😢😢
Ria
ceritanya menarik, semangat thor
Uthie
Cerita yg menarik disimak 👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!