NovelToon NovelToon
Apotheosis Of The Solitary Hunter: Highschool Of The Dead

Apotheosis Of The Solitary Hunter: Highschool Of The Dead

Status: tamat
Genre:Evolusi dan Mutasi / Reinkarnasi / Action / Zombie / Hari Kiamat / Antagonis / Tamat
Popularitas:857
Nilai: 5
Nama Author: mamang to get her....

"Kecantikan tak bisa memakan racun kiamat, dan jabatan tak bisa membendung gigitan mayat."

Bereinkarnasi satu tahun sebelum bencana wabah The Them pecah, Thomas—seorang pria asal Indonesia—memilih jalan kelam demi bertahan hidup. Bergabung dengan sindikat perdagangan manusia, ia membiarkan tangannya berlumuran darah, memburu wanita-wanita Jepang untuk dijual kepada para pejabat demi satu tujuan: mengumpulkan modal tanpa batas.

Seluruh uang haram itu ia sulap menjadi sebuah Fortress Mansion bernilai miliaran yen di puncak pegunungan dekat SMA Fujimi—benteng pertahanan baja mandiri yang dilengkapi teknologi tinggi, stok logistik melimpah, dan persenjataan lengkap yang dapat dioperasikan seorang diri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamang to get her...., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 Persiapan Untuk Ekspedisi

Fajar menyingsing di balik ufuk timur, membiaskan garis cahaya merah keemasan yang menembus kabut tipis pegunungan. Di dalam Fortress Mansion, Thomas menyelesaikan ritual pembersihan diri setelah semalaman melewati proses transisi genetika yang menyiksa. Setiap inci serat otot di tubuhnya kini terasa begitu padat, berisi, dan memancarkan kesiapan tempur yang sempurna. Peningkatan menuju Evolusi Tier 2 telah mentransformasi fisiknya menjadi sebuah instrumen pembunuh yang efisien.

Ia berjalan menuju ruang persenjataan utama. Langkah kakinya begitu senyap, nyaris tanpa suara, pertanda kontrol saraf dan keseimbangan tubuhnya telah meningkat pesat.

"Akuarium Raksasa & Kebun Binatang Laut Fujimi..." gumam Thomas sembari menatap peta digital interaktif di layar taktisnya.

Jarak dari benteng pegunungan menuju area pesisir berkisar sekitar tiga puluh kilometer. Dalam kondisi normal, perjalanan tersebut hanya memakan waktu setengah jam. Namun, di tengah peradaban yang telah hancur, setiap meter jalan raya adalah jebakan maut yang dipenuhi bangkai kendaraan dan kerumunan mayat hidup yang siap menerkam.

Untuk ekspedisi jarak jauh ini, Thomas tidak bisa hanya mengandalkan parang dan ketahanan fisiknya. Medan akuarium bawah laut tentu menyajikan potensi ancaman yang berbeda secara fundamental dibandingkan dengan zombie darat.

Ia membuka loker besi berlapis baja tebal di sudut ruangan. Dari dalam loker tersebut, Thomas mengeluarkan perlengkapan bertualang khusus yang telah ia siapkan jauh sebelum bencana pecah:

Baju Zirah Komposit Taktis (Neoprene-Kevlar): Pakaian ketat fleksibel berserat sintetis tahan gigitan, tajamnya cakar, serta memiliki ketahanan terhadap tekanan air tinggi dan korosi zat asam/racun.

Sepasang Machete Baja Perisai Hitam Ganda: Bilah baja tebal buatan perajin terbaik Indonesia yang telah disepuh ulang dengan lapisan karbon, membuatnya begitu ringan namun sanggup membelah cangkang terkeras sekalipun.

Pistol Speargun Pneumatik Modifikasi: Senjata peluncur anak panah baja bertekanan tinggi yang dirancang khusus untuk melumpuhkan target berukuran besar di dalam air maupun di darat.

Perangkat Pernapasan Rebreather Kompak: Alat penyaring oksigen sirkulasi tertutup berukuran kecil yang mampu bertahan selama empat jam di bawah air tanpa menghasilkan gelembung udara yang mencolok.

Thomas mengenakan seluruh perlengkapan itu dengan cekatan. Pakaian hitam dop berserat Kevlar melekat sempurna di tubuh kekarnya. Dua parang hitam terikat menyilang di punggungnya, sementara pistol peluncur anak panah baja terpasang rapi di paha kirinya.

Sebelum berangkat, Thomas mengakses konsol kontrol utama untuk memprogram sistem keamanan mandiri benteng. Seluruh pintu baja dikunci dengan mode isolasi total, sensor gerak perimeter ditingkatkan ke level maksimal, dan menara senapan mesin otomatis diatur untuk menembak jatuh apa pun yang mendekati radius lima puluh meter tanpa verifikasi biometriknya.

BZZZT... KLIK!

Pintu garasi bawah tanah terbuka perlahan. Sebuah kendaraan taktis beroda empat tipe Heavy Utility Vehicle (HUV) berspesifikasi militer dengan pelat baja pelindung kaca dan bemper pemukul tebal meraung halus saat mesin dieselnya dinyalakan.

Thomas menatap layar pengawas luar untuk terakhir kalinya. Di kamera pengawas arah lereng bawah, area bekas pondok kayu yang hancur semalam kini telah sepi. Yang tersisa hanyalah ceceran darah kering, pakaian yang robek, dan beberapa bangkai zombie biasa yang membusuk di bawah terik matahari. Tidak ada tanda-tanda kehidupan dari kelompok Takashi Komuro maupun Shido Koichi. Apakah mereka tewas, atau berhasil merangkak kabur ke pemukiman warga, Thomas tidak peduli sedikit pun.

Bagi Thomas, keberadaan mereka hanyalah debu di tengah badai kiamat.

Ia menginjak pedal gas. Kendaraan taktis berarmor tebal itu meluncur keluar dari benteng, membelah kesunyian bukit, dan melesat cepat menuruni jalur pegunungan menuju neraka baru di pesisir pantai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!