NovelToon NovelToon
Obat Cinta Pak Dokter

Obat Cinta Pak Dokter

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Terpaksa Menikahi Murid / Dokter / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Puput

Karena kesalahpahaman, Devan dan Alesha dituntut warga untuk segera menikah. Devan yang seorang Dokter dan sudah berumur 29 tahun harus menikah dengan Alesha, seorang gadis SMA yang baru saja berusia 18 tahun.

Waktu itu Alesha baru saja mengalami patah hati karena pacarnya selingkuh dengan sahabatnya. Tak disangka mantan Alesha yang bernama Dirga adalah adik dari Devan.

Hidup Alesha semakin rumit karena setiap hari dia juga harus bertemu dengan mantan setelah tinggal bersama Devan.

Apakah akhirnya Devan bisa mengobati luka hati Alesha dan mereka saling jatuh cinta? Atau hubungan mereka akan dirusak oleh Dirga yang masih ingin memiliki Alesha?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

"Kak, aku minta maaf. Aku salah..." Dirga akhirnya memulai pembicaraan dan memecah kebisuan di antara mereka.

Devan tetap melihat jalanan yang mereka lalui dan tak menoleh sedikit pun. "Meskipun kamu sudah minta maaf tetap saja kepercayaan aku sama kamu sudah hilang. Kamu juga tidak bisa mengembalikan keadaan seperti semula. Kamu tidak bisa mengembalikan hancurnya hati Alesha."

"Iya Kak. Aku memang tidak bisa memperbaiki semua yang sudah terjadi."

Baru kini Devan menatap Dirga. "Aku tahu kamu masih labil, tapi kamu masih bisa berpikir kan. Mana yang baik dan mana yang buruk. Umur kamu sudah 18 tahun, hukum pidana sudah berlaku untuk kamu. Untung Ayah Alesha masih beri kamu satu kali kesempatan. Kalau seandainya Ayah Alesha menuntut kamu, aku juga gak akan membela kamu karena kalau kamu salah harus tetap mendapat hukuman."

"Iya, Kak. Aku memang salah." Dirga tetap fokus menatap jalanan sore hari itu yang lumayan ramai. Dia sekarang menyesal dengan apa yang telah dia lakukan.

"Kamu pulang ke rumah. Jangan pernah menemui Ayah lagi. Alesha juga sudah pulang ke rumahnya."

Dirga kini menghentikan mobilnya di tempat parkir rumah sakit. "Kak Devan bawa Alesha kembali ke rumah. Biar aku saja yang keluar dari rumah."

"Kamu mau tinggal dimana?"

"Aku mau kos saja. Aku juga sudah dapat pekerjaan paruh waktu, tapi aku pinjam uang buat bayar kos saja selama satu bulan."

"Terus makan kamu gimana? Gak usah, kamu pulang ke rumah saja." Bagaimana pun juga Devan tidak mungkin tega jika Dirga harus hidup seorang diri diluar rumah.

Dirga menggelengkan kepalanya. "Aku harus lakuin ini. Dulu waktu Kak Devan seumuran aku sudah bisa menghidupi diri sendiri dan membantu Ibu, aku akan mencoba hidup seperti itu. Agar aku tahu bagaimana rasanya hidup seperti Kak Devan yang tidak pernah menyerah melawan kerasnya hidup ini."

Seketika Devan memeluk Dirga dengan satu tangannya. "Ya sudah kalau itu mau kamu, tapi aku akan tetap mengawasi kamu. Kalau perlu apa-apa kamu bilang sama aku. Aku juga akan tetap kasih uang saku buat kamu. Tapi kamu bilang sama Ibu dulu, kalau Ibu tidak mengizinkan, kamu harus tetap di rumah."

Dirga menganggukkan kepalanya.

Devan menepuk punggung Dirga lalu dia melepas pelukannya. Mereka kini keluar dari mobil dan berjalan menuju IGD.

"Dokter Devan kenapa?" tanya rekan sejawat Devan.

"Saya jatuh di jalan. Sepertinya terkilir."

"Baik saya periksa dulu."

...***...

Di rumah Alesha merasa bosan. Seharian dia hanya tiduran sambil menonton televisi. Dia kini menmgambil ponselnya, "Kak Devan udah pulang sedari tadi. Kok belum telepon aku." Kemudian Alesha menghubungi Devan. Beberapa kali panggilan video tak juga Devan angkat. Alesha mencobanya sekali lagi, barulah Devan mengangkat panggilan videonya.

"Kak Devan kenapa?" tanya Alesha dengan khawatir karenn dia melihat pipi Devan di plester dan tangan kanannya di balut perban dan digendong.

"Tadi aku jatuh. Tapi ini gak papa kok cuma luka kecil."

"Gak papa gimana? Itu wajah Kak Devan sampai luka, tangan juga."

"Iya, ini cuma terkilir. Gak parah cuma gak boleh gerak sehari aja."

"Di rumah sakit mana? Aku mau ke sana sekarang."

"Gak usah, Dek. Ini aku masih di IGD. Sebentar lagi aku ruang rawat Ibu sekalian jaga Ibu."

"Kak Devan gimana jaga Ibu, tangannya sakit gitu. Pokoknya aku akan ke sana. Sharelok sekarang ya."

Alesha segera turun dari ranjang. Dia memakai cardigannya lalu memasukkan ponsel ke dalam tasnya. Kemudian dia keluar dari kamarnya dan menemui Mamanya. "Ma, Lesha mau ke rumah sakit."

"Kenapa panik gini? Terjadi apa-apa sama Ibunya Devan?"

"Bukan, Ma. Kak Devan jatuh, tangannya sampai terkilir. Aku ke rumah sakit sekalian bantu jaga Ibu ya."

"Aduh, Mama dan Ayah ada acara malam ini. Kamu diantar sama Pak Anton saja ya. Suruh antar sampai dalam rumah sakit." Fara menggandeng tangan putrinya berjalan keluar rumah dan memanggil Anton. "Pak Anton, tolong antar Lesha ke rumah sakit. Jagain dia sampai di dalam rumah sakit, nanti kalau ada apa-apa langsung hubungi Mas Aslan ya."

"Iya, Nyonya."

"Makasih ya Ma, udah izinin Lesha bertemu Kak Devan." Alesha mencium tangan Mamanya sebelum pergi.

"Iya, nanti kalau ada apa-apa langsung hubungi Ayah atau Mama ya."

"Iya, Ma." Kemudian Alesha masuk ke dalam mobil dan beberapa saat kemudian mobil itu melaju menuju rumah sakit. "Pak, ke Rumah Sakit Medika."

"Iya, Non."

Alesha hanya menatap jalanan yang sudah diterangi lampu karena hari mulai gelap. Beberapa saat kemudian, mobil itu berhenti di tempat parkir rumah sakit. Alesha yang diantar oleh Anton berjalan menuju ruangan Bu Rahma.

Langkahnya berhenti di ambang pintu saat melihat ada Dirga di dalam ruangan itu. Bayangan mengerikan semalam seolah berputar kembali di otaknya.

.

💕💕💕

.

Like dan komen ya..

1
Ibu Anita
sipp,, memberikan pelajaran ttg keiklasan & semangat dlm menjalani kehidupan.
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Fitri Riyani
Luar biasa
+62
HUAAAAAA 🥺 kaka otor tenk yu tomat buat karyanya 🌚🌚🌚
+62
mendelik 😒
+62
kwkwkwkwkwkwkwk 😭 ga kuat
+62
bengek 😭😭😭
+62
ya amsyong 😭
Mei Mei
Luar biasa
zeus
Yang bego tuch Devan..kasian si lesa
Siti patma
tapi ceritamu bagus kok happy ending pokojnya buat orang jd jatuh cinta sama pak dokter 💗💗💗💗
Nismawati
Luar biasa
Febby Gibran
bagus ceritanya
tuti sriyono
Luar biasa
Rina Madona
Biasa
Rina Madona
Kecewa
Supriatun Khoirunnisa
Luar biasa
Rni Larasati
penjara seumur hidup aja, biar gak ganggu kluarganya
Rni Larasati
jarang ada yg mau terima silsilah bpknya Devan, apalagi sdh membunuh
Rni Larasati
lagian timbang ikut kerumah sakit aja gak boleh, udh tau adeknya ngincer bininys
Nayaka
betulll ,,setuju kak 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!