NovelToon NovelToon
Antara Masa Depan Dan Dia

Antara Masa Depan Dan Dia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:643
Nilai: 5
Nama Author: jestimjaber

mohon dikoreksi ya teman2 mungkin ada kata atau alur yang masih kurang bagus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jestimjaber, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Waspada

"Itu orang tuh gimana ya dikasih arahan malah mau ngarahin sendiri, kalo gitu kenapa minta tolong kita" ujar Sena kesal, karena klien nya mau nya Sena dan tim yang mengikuti arahan diri nya.

Sedangkan menurut Sena apa yang di ucapkan oleh klien nya sama sekali tidak logis dan bisa sangat menentang hukum dan membuat nasib dirinya beserta tim terancam.

"Mungkin nanti saya akan coba bicara pelan-pelan dengan pihak keluarga lainya, siapa tau mereka mau berdiskusi dahulu dan semoga nantinya mereka mau mengikuti arahan dari kita" ujar Reza Sena hanya bisa diam sembari memijat pelipis nya.

"Kalau sampai mereka tetap berpegang teguh dengan pendapat nya sendiri, besok sore kita harus segera pulang saya tidak ingin terlibat lagi" Reza dan Vara mengangguk.

Sore itu sekitar pukul lima lebih dua puluh menit Sena dan tim baru saja tiba dihotel mereka menyempatkan untuk makan terlebih dahulu sebelum beristirahat.

"Mba Vara riwayat panggilan yang semalam saya tunjukan ke mba itu, sudah tidak ada diponsel saya" Vara yang sedang menikmati makanan nya seketika berhenti, kaget mendengar ucapan Reza.

"Ha? Kok bisa pak kehapus mungkin" Reza menggeleng, ia memang tidak menghapus nya.

"Tapi emang udah janggal engak si pak dari semalam masa di ponsel bapak ada di ponsel saya engak ada" sena yang tidak paham dengan pembicaraan mereka hanya bisa menoleh sana sini sembari mengerutkan dahi nya.

"Ada apa si ini, riwayat panggilan apa?" tanya sena penasaran.

"Jadi semalam ada yang telfon saya pak, dan dikontak nya itu namanya mba Vara dan di telfon cewe itu bilang dia mau minta tolong suaranya itu mba Vara dan pas saya samperin kata nya bukan dia bahkan mba Vara kata nya baru bangun tidur" Sena langsung menatap tajam vara.

"Itu betul bukan kamu Vara?" Vara yang takut dikira membohongi langsung menggeleng.

"Sumpah pak bukan saya, bahkan pas sudah dua malam ini saya diteror ketukan pintu sebanyak dua kali, dan pas pagi dini hari itu ada ketukan lagi baru pas saya intip itu ternyata pak Reza" Sena terdiam ia seperti sedang memikirkan sesuatu.

"sumpah pak di telfon itu suaranya mba Vara, oh iya sebelum mba Vara telfon itu sempet ada cewe mondar mandir di depan kamar saya, saya tau itu cewe karna terlihat dari bayangan rambut nya yang panjang sebahu" jelas Reza untuk meyakinkan bos nya.

"udah engak usah dipikirin halusinasi kalian saja, udah lanjutin makan nya" ucap Sena, Vara sebetulnya sangat kesal kenapa bos nya malah begitu harusnya kan dia cari cara lain pindah hotel kek atau gimana.

Ia masih trauma takut nanti malam ada ketukan itu lagi, ia harus benar-benar waspada.

Pukul tujuh malam Vara sudah bersiap untuk tidur namun sebelum itu ia sempat menyiapkan senter yang ia bawa dari rumah, pisau ia takut ketukan itu ada lagi atau bahkan suara-suara lainya.

Sebenarnya Vara sampai sekarang masih mengira kalau itu bukan hantu tapi orang jahat, karena melihat kondisi hotel nya yang selalu sepi dan seperti hotel tua ia takut ada penjahat.

Namun tiba-tiba saja baru saja ia hendak menarik selimut terdengar notifikasi pesan dari ponsel nya.

_Pak Reza: mba coba keluar sebentar tolong cek depan kamar saya apa masih ada perempuan?_

setelah membaca notifikasi pesan dari sekertaris bos nya itu seketika bulu kuduk Vara berdiri ia semakin merasa takut.

"Aduh gimana ya aku mana berani keluar, gimana kalo perempuan itu tiba-tiba muncul" Vara hanya bisa mondar-mandir di dalam kamar nya sembari memikirkan cara agar ia bisa keluar.

_Pak Reza: mba sudah di cek belum? Ada tidak mba? Saya takut_

Reza mengirimkan sebuah pesan lagi kepada Vara, ia semakin cemas ia tidak Tau apakah dia harus keluar atau bagaimana disisi lain iya rasa nya sudah tidak punya keberanian untuk keluar.

Namun dengan sisa keberanian dia, Vara pun nekat untuk mengintip keluar melalui celah jendela lagi dan saat matanya menyusuri luar kamar nya ia tidak mendapati siapa-siapa disana, namun saat tatapan nya menuju ke depan kamar Reza ia melihat ada dua pria yang sedang berjalan ia langsung memotret nya.

Dan ia langsung mengirimkan fto itu kepada Reza namun tidak ada jawaban apa-apa, setelah Vara memastikan bahwa di luar tidak ada siapa-siapa ia pun kembali naik ke kasur nya dan berusaha untuk tidur meskipun dia dalam keadaan was-was.

Semalaman ia benar-benar tidak bisa tidur nyenyak cuma guling kesana guling kesini sampai badan nya pegal karena rasa takut nya. Hingga tak terasa adzan subuh pun terdengar Vara langsung bangun masuk ke kamar mandi dan segera melaksanakan sholat subuh.

...****************...

1
nana bubu
lanjut dong min 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!