NovelToon NovelToon
IBU MAFIA

IBU MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Single Mom
Popularitas:741
Nilai: 5
Nama Author: Princess Catalunya

Amara pernah memiliki keluarga yang ia cintai. Namun setelah bertahun-tahun mendukung suaminya dari nol, ia justru dikhianati.

Sebagai ibu tunggal dengan tiga anak, Amara berusaha bangkit dari luka dan kehancuran. Takdir kemudian mempertemukannya dengan seorang pria mafia yang memberinya sebuah kerajaan.

Kini, di mata dunia, Amara hanyalah seorang ibu sederhana yang bekerja sebagai careworker.

Tidak ada yang tahu bahwa di balik sosok pendiam itu, tersembunyi seorang penguasa dunia bawah tanah.

Amara membangun kerajaan demi ketiga anaknya. Ia ingin mereka memiliki masa depan, tetapi tidak pernah ingin mereka tumbuh menjadi manusia yang bergantung pada kekayaan.

Karena seorang ibu akan melakukan apa pun untuk melindungi anak-anaknya.

Bahkan jika ia harus menjadi seorang mafia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Princess Catalunya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Leon Muda

Jauh sebelum dunia mengenalnya sebagai Leon Volkov, dan jauh sebelum namanya membuat banyak orang menundukkan kepala, Leon hanyalah seorang anak laki-laki yang tumbuh di rumah besar tanpa kehangatan.

Rumah keluarga Volkov berdiri di pinggiran kota dengan pagar besi tinggi dan penjagaan ketat. Dari luar, tempat itu terlihat seperti kediaman keluarga kaya yang sempurna. Mobil-mobil mewah keluar masuk setiap hari. Para pelayan selalu berdiri rapi. Ruang makan dipenuhi perabot mahal dan lukisan-lukisan tua yang bernilai tinggi. Namun bagi Leon kecil, rumah itu tidak pernah benar-benar terasa seperti rumah.

Ayahnya, Viktor Volkov, adalah seorang pria yang memiliki pengaruh besar. Ia menjalankan berbagai perusahaan dan memiliki hubungan dengan banyak orang berkuasa. Tidak banyak orang berani menentangnya. Di depan masyarakat, Viktor dikenal sebagai pengusaha sukses dan kepala keluarga yang terhormat. Namun di dalam rumah, ia adalah seorang ayah yang keras.

Viktor percaya bahwa seorang anak laki-laki tidak boleh menangis, tidak boleh takut, dan tidak boleh menunjukkan kelemahan.

“Dunia tidak akan memberi tempat kepada orang lemah,” katanya berulang kali kepada Leon.

Saat Leon jatuh ketika berlatih berkuda, ayahnya tidak menghampiri untuk menolong.

“Berdiri sendiri,” perintah Viktor.

Saat Leon pulang dengan luka di wajah karena berkelahi di sekolah, ayahnya tidak bertanya apakah putranya baik-baik saja.

“Kenapa kau membiarkan dirimu dipukul?”

Leon hanya diam.

Sejak kecil, ia belajar bahwa rasa sakit adalah sesuatu yang harus disembunyikan. Ibunya, Irina Volkov, adalah satu-satunya orang yang membuat rumah itu terasa sedikit hangat. Perempuan itu lembut dan selalu berusaha melindungi Leon dari kemarahan suaminya.

Setiap malam, setelah Viktor tidur, Irina sering datang ke kamar Leon. Ia membawa segelas susu hangat atau membetulkan selimut putranya.

“Kau tidak harus selalu kuat,” katanya suatu malam.

Leon yang masih berusia sembilan tahun menatap ibunya.

“Tapi Ayah bilang aku harus kuat.”

Irina tersenyum sedih.

“Kuat bukan berarti kau tidak boleh merasa takut.”

“Lalu apa?”

“Kuat adalah tetap melakukan hal yang benar meskipun kau sedang takut.”

Kalimat itu tinggal lama di dalam ingatan Leon. Namun Irina tidak selalu mampu melindunginya.

Ketika Leon berusia dua belas tahun, ibunya mulai jatuh sakit. Kondisinya membuat Irina harus sering dirawat. Rumah yang sebelumnya masih memiliki sedikit kehangatan perlahan berubah menjadi tempat yang semakin dingin.

Viktor semakin sibuk dengan pekerjaannya. Leon lebih banyak menghabiskan waktu sendirian. Ia mulai membaca buku-buku tentang sejarah, strategi perang, ekonomi, dan politik. Ia ingin memahami bagaimana dunia bekerja. Ia ingin tahu mengapa sebagian orang bisa mengendalikan hidup orang lain.

Semakin banyak ia belajar, semakin ia memahami satu hal. Dunia tidak selalu berpihak kepada orang baik.

Ketika Leon berusia lima belas tahun, Irina meninggal. Hari itu hujan turun sejak pagi. Leon berdiri di samping makam dengan wajah pucat. Ia tidak menangis. Bukan karena tidak sedih, tetapi karena selama bertahun-tahun ia telah diajarkan bahwa air mata adalah kelemahan.

Di sampingnya, Viktor hanya berkata,

“Sekarang kau harus menjadi laki-laki.”

Tidak ada pelukan, apalagi kata bahwa semuanya akan baik-baik saja. Hanya sebuah perintah.

Sejak hari itu, sesuatu dalam diri Leon berubah. Ia mulai menjauh dari ayahnya. Ia tidak lagi berusaha mendapatkan perhatian atau pujian. Ia fokus belajar mengurus dirinya sendiri. Ia belajar membaca orang dari cara mereka berbicara. Ia belajar memahami kapan seseorang berbohong dan kapan seseorang sedang menyembunyikan niat buruk.

Namun hidup Leon berubah lebih besar ketika ia mengetahui bahwa sebagian bisnis ayahnya tidak sebersih yang terlihat.

Di balik perusahaan-perusahaan besar itu, terdapat jaringan perdagangan gelap, penyelundupan, dan hubungan dengan kelompok-kelompok berbahaya.

Leon baru berusia tujuh belas tahun ketika Viktor mulai membawanya menghadiri pertemuan-pertemuan tertutup.

“Suatu hari semua ini akan menjadi milikmu,” kata Viktor.

Leon memandang orang-orang yang duduk di ruangan itu. Mereka tersenyum, tetapi mata mereka tidak ramah. Saat itulah Leon menyadari bahwa dunia keluarganya jauh lebih gelap daripada yang ia bayangkan. Namun Leon tidak langsung menerimanya.

“Aku tidak ingin hidup seperti ini,” katanya suatu malam.

Viktor menatapnya tajam.

“Kau pikir kau punya pilihan?”

“Aku bisa pergi.”

Ayahnya tertawa pendek.

“Nama Volkov akan selalu mengikutimu. Ke mana pun kau pergi, orang akan tetap melihatmu sebagai anakku.”

Kalimat itu terasa seperti rantai. Leon menyadari bahwa ia tidak bisa benar-benar melarikan diri. Dunia ayahnya sudah mengenalnya. Banyak orang mengetahui siapa dirinya. Jika ia meninggalkan semuanya, ia justru bisa menjadi sasaran.

Maka Leon memilih untuk belajar. Bukan karena ia ingin menjadi seperti Viktor. Ia hanya belajar agar suatu hari bisa mengendalikan hidupnya sendiri.

Pada usia delapan belas tahun, Leon mulai terlibat dalam urusan keluarga. Ia mempelajari cara menjalankan bisnis, membaca laporan keuangan, dan memahami jaringan kekuasaan. Namun ia juga melihat sisi gelap yang tidak pernah dibicarakan secara terbuka. Ia melihat orang-orang dikhianati demi keuntungan. Ia melihat teman berubah menjadi musuh hanya karena uang. Ia melihat bagaimana sebuah keputusan dapat menentukan hidup atau mati seseorang.

Awalnya Leon merasa takut. Namun perlahan, rasa takut itu berubah menjadi kewaspadaan. Kemudian menjadi ketenangan. Dan pada akhirnya menjadi kekuatan.

Orang-orang mulai menyadari bahwa Leon berbeda dari ayahnya. Ia tidak banyak bicara. Namun ketika berbicara, semua orang mendengarkan. Ia tidak mudah marah. Namun ketika membuat keputusan, ia tidak pernah ragu. Ia tidak mencari kekerasan. Tetapi jika seseorang mengancam keluarganya, Leon tidak pernah mundur.

Pada usia dua puluh dua tahun, Leon kehilangan ayahnya dalam sebuah serangan. Viktor ditemukan tewas setelah menghadiri pertemuan rahasia. Banyak orang mengira kematian Viktor akan menghancurkan keluarga Volkov.

Namun mereka salah. Leon berdiri di depan orang-orang yang selama ini bekerja untuk ayahnya. Saat itu ia masih muda. Banyak yang menganggap ia belum siap.

Salah satu pemimpin organisasi bahkan berkata,

“Anak muda tidak bisa memimpin orang-orang seperti kami.”

Leon menatapnya tanpa emosi.

“Kalau begitu, jangan ikuti aku.”

Pria itu tersenyum meremehkan.

“Dan kalau kami menolak?”

Leon menjawab tenang,

“Berarti kau sudah memilih untuk menjadi musuh.”

Ruangan berubah sunyi. Sejak hari itu, Leon mulai membangun jalannya sendiri.

Ia mengubah sebagian cara organisasi bekerja. Ia menghentikan beberapa kegiatan yang menurutnya tidak perlu. Ia membangun jaringan bisnis resmi sebagai perlindungan dan memperkuat orang-orang yang benar-benar setia kepadanya.

Namun perubahan itu membuat banyak pihak tidak senang. Beberapa orang mencoba menjatuhkannya. Sebagian mencoba membunuhnya. Namun Leon selamat. Dan setelah itu, tidak ada lagi yang meragukan namanya.

Dalam waktu beberapa tahun, organisasi Volkov tumbuh menjadi salah satu kekuatan terbesar. Leon dikenal sebagai pria yang sulit ditebak.

Ia bisa bersikap tenang saat menghadapi ancaman. Ia bisa tersenyum ketika lawannya sedang mencoba menjatuhkannya. Namun di balik semua kekuasaan itu, hidup Leon tetap sepi.

Ia memiliki rumah besar, tetapi tidak memiliki tempat untuk pulang. Ia memiliki ribuan orang yang bekerja untuknya, tetapi tidak tahu siapa yang benar-benar bisa dipercaya. Ia memiliki kekayaan, tetapi tidak memiliki seseorang yang bisa duduk di sampingnya tanpa menginginkan sesuatu.

Leon masih menjaga keluarga kecilnya dari jauh. Ia memastikan mereka aman dan tercukupi. Namun ia tidak ingin mereka terlibat dalam dunia yang telah menghancurkan masa mudanya. Ia memilih menjadi pelindung dari kejauhan.

Bagi keluarganya, Leon adalah saudara yang jarang pulang. Bagi dunia, ia adalah pria berbahaya. Namun jauh di dalam dirinya, Leon masih menyimpan kenangan tentang ibunya. Tentang sebuah rumah yang hangat. Tentang seseorang yang pernah berkata bahwa kuat bukan berarti tidak boleh takut.

Suatu malam, ketika usianya memasuki tiga puluh tahun, Leon berdiri sendirian di balkon rumahnya. Kota terlihat terang di bawah sana. Semua orang mengenal namanya, menghormatinya. Dan sebagian besar orang takut kepadanya. Namun tidak ada satu pun yang benar-benar mengenalnya.

Leon memandang langit gelap cukup lama.

Untuk pertama kalinya, ia bertanya pada dirinya sendiri,

"Untuk apa semua kekuasaan ini jika pada akhirnya aku tetap sendirian?"

Leon tidak tahu bahwa bertahun-tahun kemudian, sebuah perang akan membawanya ke sebuah negara yang jauh.

Di sana, ketika hidupnya berada di ujung kematian, ia akan bertemu seorang perempuan yang tidak mengenal nama Volkov. Seorang perempuan yang tidak takut kepadanya. Seorang perempuan yang tidak meminta uang atau kekuasaan.

Perempuan itu hanya melihat seorang manusia yang terluka. Dan tanpa disadari Leon, pertemuan itu akan mengubah seluruh hidupnya. Karena sebelum Amara datang, Leon Volkov memiliki segalanya. Kecuali satu hal, yaitu sebuah rumah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!