NovelToon NovelToon
Cintai Aku

Cintai Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Orang Disabilitas
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Di balik senyum ceria Nadia, tersimpan ketangguhan luar biasa. Meski ia tidak bisa bicara dan berasal dari keluarga sederhana, kecerdasannya membawa Nadia meraih beasiswa di universitas swasta ternama.

Namun, dunianya yang begitu sempurna seketika runtuh saat kedua orang tuanya tewas dalam kecelakaan tragis. ​Demi masa depannya, Nadia membalut lukanya dengan senyuman. Sayangnya, badai kembali datang seolah tidak membiarkan Nadia hidup dengan tenang, hingga ia bertemu dengan seorang pria yang membantunya dari kejamnya dunia.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa yang terjadi pada Nadia? Siapakah pria yang membantu Nadia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

​Mendengar perkataan Papa Mahendra, kening Aksa berkerut makin dalam, sementara sepasang matanya menatap Papa Mahendra dengan pandangan yang sulit diartikan, perkataan absurd itu jelas-jelas membuat situasi menjadi sangat canggung bagi seorang Aksa.

​"Papa bicara apa sih? Pikiran Papa terlalu jauh," dengus Aksa dingin, menyembunyikan getaran tak menentu di balik nada suaranya yang selalu terkontrol.

​Mama Bella yang baru saja keluar dari area dapur sembari membawa nampan berisi potongan buah segar hanya bisa tertawa kecil melihat ekspresi putra tunggalnya, ia meletakkan nampan di atas meja kaca ruang tengah lalu berjalan mendekati suami dan anaknya.

​"Papa kamu benar, Sa. Kasihan Nadia, biarkan dia istirahat dengan tenang malam ini tanpa merasa tertekan," ujar Mama Bella lembut, memegang bahu Aksa seraya mengulas senyum keibuan.

"Kamu kan punya apartemen, nanti kalau kalian sudah menikah, baru kalian bisa tinggal bersama," lanjut Mama Bella.

​Aksa terdiam sejenak. Manik matanya yang pekat sempat melirik ke arah tangga lantai dua, tempat lorong kamar tempat tinggal sementara Nadia berada. Ada keengganan yang sukar dijelaskan merayapi dadanya, sebuah dorongan samar untuk memastikan gadis ringkih itu benar-benar merasa aman di rumah ini. Namun, logika dan gengsi tingginya segera mengambil alih.

​Pria itu berdehem keras, merapikan letak jam tangan mewahnya seraya memalingkan muka. "Terserah Papa dan Mama saja, Aksa juga tidak ada waktu untuk melayani pikiran aneh Papa," cetusnya datar.

​Tanpa mengucap patah kata lagi. Aksa berbalik, melangkah lebar keluar menuju pintu utama. Raungan halus mesin mobil sports hitamnya tak lama kemudian terdengar membelah heningnya pelataran parkir, melesat meninggalkan kediaman mewah keluarga Mahendra menuju apartemen pribadinya di pusat kota.

Disisi lain, di dalam kamar. Usai membersihkan diri dan membalur luka memar di pipinya dengan salep herbal yang disediakan oleh Bi Nita, Nadia berdiri di tepi jendela besar yang mengarah langsung ke taman belakang, cahaya lampu taman yang kekuningan memantul indah di atas permukaan air kolam renang yang tenang.

​Nadia menyentuh perlahan dada kirinya, detak jantungnya masih terasa sedikit terlalu cepat. Setiap kali ia memejamkan mata, kilasan kejadian hari ini berputar bagai gulungan rol film, kemarahan Bibi Ratih yang mengancam membongkar makam orang tuanya dan kehadiran Om Mahendra yang datang bagai penyelamat.

​'Tuan Aksa... kenapa takdir membawa kita sedekat ini?' batin Nadia.

​Suara ketukan pintu yang teratur dan halus membuyarkan lamunan Nadia, ​ia bergegas melangkah menuju pintu dan membukanya perlahan. Di luar, berdiri Mama Bella dengan senyuman hangat yang memancarkan ketulusan.

​"Nadia, Tante ganggu tidur kamu?" tanya Mama Bella lembut.

​Nadia menggelengkan kepala dengan cepat, mengulas senyum ramahnya yang manis dan memberi isyarat tangan agar Mama Bella masuk ke dalam kamar.

​Mama Bella melangkah masuk, meletakkan cangkir susu di atas meja nakas di samping tempat tidur king-size lalu duduk di tepi kasur, ia menepuk area kosong di sampingnya dan mengisyaratkan agar Nadia ikut duduk di dekatnya.

Nadia meraih buku tulis kecil serta penanya yang selalu siap di saku pakaiannya, jemarinya dengan lincah menggoreskan kalimat di atas kertas putih.

​[Tante, terima kasih banyak atas kebaikan Tante dan Om. Tapi sampai sekarang saya masih merasa seperti bermimpi, saya takut kehadiran saya hanya akan merepotkan dan menjadi beban bagi keluarga ini.]

​"Jangan pernah berpikir seperti itu lagi, Nadia. Orang tuamu adalah orang-orang yang sangat luar biasa, janji yang dibuat oleh Om Mahendra bukan sekadar balas budi, tapi juga rasa cinta kami kepada almarhum kedua orang tuamu," ucap Mama Bella penuh penekanan.

​Mama Bella mengelus pipi kanan Nadia yang tidak memar dengan sangat hati-hati, "Dan soal Aksa... Tante tahu anak itu kelihatan sangat dingin, kaku dan bicara seadanya. Tapi percaya sama Tante, di balik sikap keras kepalanya itu, Aksa adalah pria yang sangat bertanggung jawab, Tante bisa melihat bagaimana anak itu memperhatikanmu tadi," ucapnya.

​Nadia menundukkan kepalanya, menyembunyikan rona merah tipis yang mendadak muncul di kedua pipinya saat nama Aksa disebut.

​"Istirahatlah yang cukup, sayang. Besok Tante akan mengajakmu membeli beberapa pakaian baru dan kebutuhan pribadi yang lain," lanjut Mama Bella hangat, ia lalu mengecup dahi Nadia dengan penuh keibuan sebelum akhirnya berdiri.

"Selamat malam, Nadia," lanjutnya.

​Nadia menganggukkan kepalanya penuh rasa hormat, menyatukan kedua tangannya di depan dada seraya memberikan senyuman paling tulus yang ia miliki.

​Sementara itu, di sebuah apartemen mewah berlantai marmer di kawasan elit perkotaan, keheningan malam terasa begitu hampa.

​Aksa berdiri di balkon lantai atas, membiarkan angin malam menyapu kemeja hitamnya yang dua kancing teratasnya telah terbuka. Di tangan kanannya, sebuah gelas kristal berisi minuman dingin beradu pelan dengan es batu. Matanya menatap hamparan kerlap-kerlip lampu megapolitan Jakarta dari ketinggian, namun pikirannya sama sekali tidak berada di sana.

​Suara nada dering ponsel di atas meja kaca memecah kesunyian ruangan, Aksa melangkah masuk dan melihat ke layar ponselnya yang menampilkan nama sahabatnya yaitu Tian.

​Aksa menggeser ikon hijau dan menempelkan gawai itu ke telinganya tanpa mengucap sepatah kata pun.

​Tian: Woy, Sa! Lo ada di mana? Anak-anak lagi pada nongkrong di lounge nih. Jackson tadi siang beneran ngirim mobil derek sama cek ganti rugi ke kantor lo, mukanya babak belur parah! Lo nggak mau rayain kemenangan balapan lo?

​Aksa: Gue di apartemen.

Tian: Tumben amat jam segini udah ada di apartemen? Btw Gimana urusan calon bini pilihan bokap lo? Jadi ketemuan?

​Aksa: Jadi.

​Tian: Terus? Gimana? Lo langsung tolak kan sesuai rencana lo? Siap-siap dapet amukan bokap lo deh.

Aksa: Gue bakal nikahin dia.

​Hening...

​Suara tawa Tian di seberang sana seketika terhenti total, gelombang keheningan melingkupi sambungan telepon itu selama beberapa detik sampai Tian akhirnya berteriak histeris.

​Tian: Apa! Lo gila ya, Sa? Bukannya kemarin lo ngamuk-ngamuk bilang nggak mau dijodohin sama cewek yang nggak bisu? Kenapa mendadak berubah pikiran, bangsat?

Aksa: Dia Nadia.

​Tian: Nadia...? Wait...Nadia... cewek pelayan di klub malam itu? Cewek bisu yang lo tolongin dari si Anjas?

​Aksa: Hem.

​Tian: Demi Tuhan, Aksa! Dunia selebar ini dan cewek yang mau dijodohkan bokap lo itu ternyata cewek yang sama! Bener-bener gila takdir lo!

​Aksa: Bukan urusan lo, gue tutup.

​Tian: Eh, Sa, tunggu dulu...

​Aksa mematikan sambungan telepon secara sepihak tanpa membiarkan Tian menyelesaikan kalimatnya, ia melempar ponselnya ke atas sofa lalu meneguk sisa minuman di gelasnya hingga kandas.

​Aksa menyandarkan punggungnya pada dinding kaca yang dingin, ego tingginya yang dulu menolak gadis dengan keterbatasan fisik kini runtuh total dihadapan takdir. Dan entah sejak kapan, rasa bersalah atas penderitaan Nadia telah berubah menjadi sebuah dorongan kepemilikan yang sangat kuat di dalam dirinya.

.

.

.

Bersambung.....

1
Raisha
kluarga dari pihak Nadia apa gak di kabari & undang ya Thor,kok gak di ceritain? bibinya apa kabar, jadi mo jual rumahnya Nadia? serasa dia ahli warisnya aja,main jual rumah ayahnya Nadia sembarangan, dah kena karmanya lom bik?
Aidil Kenzie Zie
lumayan katanya tapi sampai ludes🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
ada yang masih kangen nich 🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
ah akhirnya Aksa mau juga 🥰🥰🥰
erviana erastus
rajin pulang kerumah aksa eh 🤭
falea sezi
lanjut
falea sezi
anak kuliahan klo ada hutang minta bukti. hutang klo asal ngomong gk ada hitam di atas putih itu sama aj nipu😒
falea sezi
moga aja nadia
erviana erastus
ih aksa 🤣 tuh kan terpesona kamu sama nadia makax jgn sok² nolak gtu 🤭 demi apa coba tetiba mau tidur dirumah 🤣
Raisha
moduuuuuuss...kamu dah gak bisa tahan pengin dekat² Nadia kan meski otakmu menolak tp hatimu berkata lain😂😂...untungnya papamu tau & ngerti apa yg kamu inginkan,makanya kamu gak boleh tinggal di rumahnya lagi...sabar Aksa, tunggulah sampai waktunya tiba
Naufal Affiq
buat emosi bacanya
Naufal Affiq
lanjut kak
Naufal Affiq
lanjut kak,seru ceritanya
erviana erastus
kalo jodoh nggak kemana kan aksa🤣
Rizky Manik
Aksa, kau yg ngajak Nadia nikah ya awas aja kalo kau gkbisa cintai Nadia, bakal kukutuk kau jadi batu😏🤣
Raisha
kalimatnya typo lg Thor🙏🤭....bukan "...teman anak Papa..." harusnya "...anak teman Papa..." krn yg othor tulis itu artinya temannya anak Papa pdhal Nadia kan anak temannya Papa,gitu kan maksudnya? Maaf kalo salah 🙏😃
elaretaa: Siap Kak, nanti author revisi lagi ya🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Sartini 02
bagus ceritanya dan selalu ditunggu
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Raisha
sampai di bab ini,masih banyak typo Thor 🙏...seperti kalimat "....dg balapan kemeja hitam yg tergulung....", artinya kata "balapan" itu apa?🤔,aku kurang faham. Maaf ya Thor 🙏😃
Raisha: sama² Thor.... terimakasih untuk ceritanya ini, semangat nulisnya ya Thor 🙏😍😂
total 2 replies
Evi Rachmawati
wadidaw aska... uangku banyak....
Aidil Kenzie Zie
E e e Aksa dijodohkan sama perempuan bisu nggak mau ini malah jadi pahlawan terus 🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!