Arai Zen, seorang pelajar normal yang menduduki bangku sekolah menengah keatas. Ia tak memiliki kelebihan tertentu yang membuatnya tak terlalu terkenal disekolahnya.
Ia lebih suka menyendiri sambil membaca novel di waktu luangnya. Bukan berarti dia anti sosial. Ia masih memiliki teman namun tak terlalu dekat karena sikapnya.
Namun ia memiliki suatu rahasia yang tak diketahui siapapun. Suatu hari, saat ia sedang jogging, ia secara tak terduga tertabrak oleh sebuah truk.
Dan saat ia membuka matanya, ia melihat seorang yang mengaku sebagai dewa, dan ia akan di hidupkan kembali ke dunia lain bersama dengan 2 permintaan yang Zen inginkan.
Bagaimana kelanjutan cerita Zen didunia lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kings Path, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chp 27 : Zen Vs Fire Appo
5 Jam Kemudian...
Terdengar suara guru yang mengumumkan bahwasannya hutan besar cakrawala sudah dekat.
"Perhatian semuanya! Kita sebentar lagi akan sampai di hutan besar cakrawala, jadi persiapkan diri kalian karena sebentar lagi ujian akan langsung dimulai setelah kita sampai disana."
Mendengar ucapan dari guru tersebut, Zen pun berdiri sambil melihat-lihat sekitar, dan ia melihat sebuah hutan yang sangat besar berada di depan mereka.
'Jadi itu kah, hutan besar cakrawala.' batin Zen melihat hutan yang sangat tertutup tersebut.
Saat berada tak jauh dari hutan, mereka pun mendarat dan para guru pun memberitahukan kalau ujian sudah dimulai, dan para murid dipersilahkan untuk pergi ke hutan jika memang sudah siap.
Batas waktu ujian hingga esok pagi, jika mereka tak kembali hingga jam 10 esok hari, maka akan dianggap telah tewas saat ujian berlangsung. Jadi para murid diharuskan untuk bertahan sekitar 1 hari kurang, karena sekarang telah pukul 12 siang.
Saat Zen mau pergi kearah hutan, ia dihentikan oleh Rina, Aaron dan Alicia, mereka mengajak Zen untuk berkerja sama, namun Zen harus menolak hal tersebut karena ia sudah memiliki plan untuk lolos ujian ini.
Rina dan yang lainnya pun tak bisa memaksa Zen dan membiarkan Zen pergi sendiri. Zen pun tanpa basa basi langsung pergi menuju ke arah hutan.
Sesampainya ia disana, Zen pun langsung masuk jauh lebih dalam kearah hutan. Beberapa saat kemudian, ia bertemu dengan seekor beast berbentuk serigala merah yang ukurannya 2 kali lipat dari ukuran serigala normal.
______
[Ras] : Serigala
[Str 20 Agi 23 Int 1 Vit 16]
[Class] : Red Wolf(Orange ↓)
[Skill] : Signal Roar(C), Bleeding(B)
______
"Saatnya mencoba pedang baru," Ucap Zen sambil mengeluarkan Azura Sword miliknya dari dalam inventory.
'Sebenarnya tak perlu banyak usaha untuk mengatasi ini, tapi aku ingin mencoba sesuatu.'
Swoshh! ... Slashh! Slashh! Slashh! Slashh! Slashh! Slashh! Slashh! Slashh!
"Huftt, aku hanya bisa membelahnya jadi 8 bagian kah dalam sekali gerakan. Sebenarnya tak terlalu buruk..."
Sebenarnya apa yang dilakukan Zen sudah sangat bagus untuk seumurannya, namun dulu Zen pernah diceritakan sebuah kisah mengenai teman dari gurunya.
Albert bilang kalau temannya itu bisa membelah monster setinggi 12 meter menjadi ratusan bagian hanya dalam waktu 1 detik dan 1 gerakan saja.
Suara dari tebasan nya juga berbeda dari umumnya, kata gurunya ia sekejap mendengar suara 'Bzzztz' seperti suara listrik. Dan sesaat kemudian monster tersebut telah terbagi menjadi potongan-potongan kecil.
Setelah membunuh serigala merah, Zen pun kembali melesat masuk lebih dalam.
10 menit kemudian, setelah bergerak dengan sangat cepat, Zen pun menemukan sebuah pembatas yang dibilang oleh para guru, yang terbuat dari pagar besi seukuran lutut. Zen pun melewati pagar tersebut dan mulai mencari mangsanya.
Dan sesaat setelah ia melewati pembatas, Zen mendengar suara yang aneh.
Dum! Dum! Dum! Dum!
Zen pun pergi kearah suara tersebut, dan saat ia berada di sumber suara, ia melihat seekor monster yang sangat besar, mungkin tingginya sekitar 15 meter. Ia memiliki tubuh seperti monyet namun berdiri layaknya manusia, dan ia juga memiliki bulu merah di sekujur tubuhnya.
Zen pun bersembunyi sejenak di balik pohon, sambil melihat monster tersebut menggunakan mata kebenaran.
______
[Ras] : Monyet Raksasa
[Str 65 Agi 40 Int 50 Vit 65]
[Class] : Fire Appo(Hijau ↓)
[Skill] : Elemen api(B), Giganto Impact(A), Rock Body(B)
______
Zen melihat kalau monster tersebut adalah monster herbivora yang hanya memakan tumbuhan, di lihat dari perilakunya saat ini yang tengah memakan pohon-pohon disekitarnya layaknya memakan sebuah pisang.
"Dia jauh lebih kuat dari pada penguasa gunung salju ya," Ucap Zen, dan tiba-tiba terdengar suara notifikasi dari system.
[Ding, misi terdeteksi]
_______
Misi : Kalahkan Fire Appo
Reward : 10.000 coin, skill Fire resistance(C)
_______
"Heh, sepertinya ini memang akan menjadi pertarungan ku dengan monster tingkat hijau untuk pertama kalinya. Mari kita lihat seberapa kuat dia."
Zen pun langsung melesat menuju ke arah fire appo, dan menyelimuti pedangnya menggunakan elemen angin.
Swoshh!
Slashh! Slashh!
Zen menebaskan pedangnya ke udara kosong, dan tercipta sebuah bilah angin yang terus melesat hingga mengenai Fire appo.
Grrrrrr!
Fire appo menggerang karena waktu makannya diganggu oleh Zen.
'Seperti yang kuduga, qi tahap kedua tak akan melukai monster itu.'
Zen pun merubah qi yang tadinya berada di tingkat 2, berubah menjadi padat mengikuti bentuk pedang yang merupakan tahap ke-3 dari pelapisan qi.
Setelah itu, Zen pun melesat mendekati Fire Appo dan melompat hingga sejajar dengan wajah fire appo.
Slashh!
GRAAAGGGH!
Swoshh!
Tangan raksasa fire appo langsung menyapu Zen yang masih berada diudara.
Plasss! Bruakkkk!
Zen terbanting kebawah karena tamparan dari fire appo.
"Ughh, itu sakit tahu."
Fire appo yang tengah marah pun meninju Zen dengan tangan raksasanya.
Woshhhh!
"Kau mau adu tinju?"
***
Beberapa hari yang lalu...
Di kediaman Albert, saat Zen sedang pergi memburu penguasa pegunungan salju, Albert dan Loww, sedang berbincang.
"Baru pertama kali aku melihatmu membanggakan muridmu seperti itu. Aku penasaran sehebat apa dia."
"HAHAHAHA, dia memang sangat berbakat, meskipun tak terlalu bisa menggunakan sihir time and space yang ku ajarkan, tapi ia memang berbakat di banyak bidang, seperti ilmu berpedang, alkemis, dan sihir magic biasa.
Padahal aku tak pernah mengajarkan teknik berpedang padanya, tapi ketika ia memperlihatkan teknik berpedangnya, itu cukup membuatku merinding jika membayangkan saat ia sudah ada di tingkat yang sama denganku.
Juga jika hanya bicara mengenai segi fisik dengan anak seumurannya, mungkin ia adalah yang terkuat didunia."
***
Zen pun tak menghindari tinju dari fire appo, tapi malah membalas tinju tersebut dengan tinju dari tangan kirinya.
"Haaaa!"
Blarrrrr!
Terjadilah bentrok tinju antara Fire appo dan tinju dari Zen. Setelah bentrok tersebut terlihat sebagian seragam Zen yang ada di lengannya telah sobek dan hancur memperlihatkan tangan padat dengan otot yang sempurna
Sedangkan untuk Fire appo ia malah berteriak kesakitan, dan mundur kebelakang.
'Hemh, seperti yang diharapkan dengan tubuh pemberian dewa. Bahkan jika aku saat ini hanya membangkitkan 20% dari potensinya. Tapi sudah sangat kuat.'
Zen pun kembali melesat menuju Fire appo yang tengah kesakitan, dan berniat membunuhnya.
Namun tiba-tiba dari tubuh Fire appo muncul kobaran api yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Hingga menyebabkan pohon-pohon diarea sekitar terbakar.
Zen yang berada di dekat fire appo juga merasakan panas yang luar biasa. Dan Fire appo pun kembali bangkit dengan kobaran api besar disekujur tubuhnya.
"Grrrrrr!"
"Heh, jadi kau bisa menggunakan ini? Apa kau meremehkan aku dari tadi? Seperti namamu kau memang terlihat seperti kera api. Sekarang kau baru terlihat pantas disebut monster tingkat hijau."
Bersambung>>
udah lama aku nungguin nih
udara atau langit