mohon dikoreksi ya teman2 mungkin ada kata atau alur yang masih kurang bagus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jestimjaber, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ikut tugas..
"Nanti disana makan dan tempat tinggal nya bagaimana nak?" Tanya mama khawatir.
Vara pun menoleh menatap wajah teduh mama nya, sembari tersenyum manis.
"Mama jangan khawatir, aku disana udah ditanggung semua sama pak Sena" jawab Vara
Namun terlihat masih ada rasa khawatir Dimata mama, apa lagi ini pertama kali nya aku jauh dari mama ya meskipun hanya satu Minggu.
Vara pun diantar menuju kantor oleh kakak nya, biasanya ia akan mengendarai sepeda motor sendiri namun karena hari ini Vara akan ikut dengan pak Sena ke Bali untuk mengurus suatu kasus disana.
Sekitar pukul sembilan pagi, setelah briefing pak Sena dan asisten nya beserta Vara pun bersiap memasuki mobil kantor untuk menuju ke bandara.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam 15 menit mereka sampai di bandar udara internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Mereka sampai disana pada pukul tiga sore hari.
"Vara, kita istirahat dulu di hotel ya. Semua sudah saya persiapkan dan nanti malam kita akan pergi pada jam delapan, jangan sampai ketiduran ya" Ujar Sena
Vara mengangguk patuh, tak lama sebuah mobil datang untuk menjemput mereka dan mengantar kan nya ke hotel yang telah di pesan oleh bos nya vara.
Sesampainya di hotel vara langsung merebahkan dirinya di kasur, terasa sangat pegal sekali seluruh badan nya. Padahal dari tadi ia sama sekali tidak ngapa-ngapain selain duduk dan makan.
Tak lupa ia memberi kabar orang tua nya lewat pesan WhatsApp untuk memberitahu bahwa ia sudah sampai dibali, setelah itu ia bersih bersih dan istirahat.
Malam hari nya sekitar pukul delapan kurang dua puluh menit Vara sudah keluar dari kamar nya dengan pakaian rapi, ia menoleh ke kanan dan ke kiri namun belum ada tanda-tanda bos nya maupun asisten nya keluar.
ia pun memilih untuk turun dan menunggu dilobi, namun belum sempat ia melangkah kan kaki menjauh terdengar panggilan dari arah belakang.
"Mba Vara!" panggil nya, dengan suara sedikit keras namun lembut
Vara langsung menoleh ke belakang, dan ternyata itu asisten nya bos Sena.
"Pak Reza" Vara berjalan mendekat ke arah orang yang ia panggil pak Reza itu.
"Mau kemana mba? Kita sebentar lagi akan berangkat" ujar nya, Vara tersenyum malu.
_Pasti pak Reza ngira aku mau jalan-jalan tuh, padahal kan mau ke lobi_ Gumam Vara.
"Itu pak saya mau ke lobi, soalnya tadi saya tidak melihat bapak disini" ujar Vera sembari tersenyum canggung.
"Kirain mau kemana mba, ya sudah ayo kita turun dulu tadi pak Sena suruh saya menunggu di depan" Vara mengangguk dan segera mengikuti Reza untuk turun.
Tak lama setelah menunggu mereka bertiga pun berangkat menuju ke sebuah tempat yang entah keberadaan nya dimana Vara tidak tau, ia hanya ikut-ikut saja.
Tak lama mobil pun berhenti tepat di depan pintu masuk kantor besar itu, mereka masuk dan menaiki lift menuju ke lantai tujuh, sebenarnya Vara heran ini mereka mau kemana apalagi malam-malam begini.
"Vara, nanti kamu bantu Reza untuk merangkum semua materi yang akan saya bahas malam ini. Dan untuk sekarang kamu tunggu di ruang tunggu dulu" Vara masih kebingungan namun ia mengangguk saja.
Tak lama ada seorang perempuan yang membawanya Vara keruang tunggu yang tentunya sangat privat itu, ia duduk dan disediakan beberapa cemilan serta minuman.
_Huh, ngapain ya aku disini kira kira mereka lama engak ya, bisa ngantuk aku disini sendirian_ Gumam Vara.
Dan benar saja Vara ketiduran hampir satu jam, namun ia langsung kebangun ketika mendengar suara ketukan pintu dari luar yang sedikit keras ditelinga nya.
Tok tok tok
Vara langsung berdiri dan mengucek ucek mata nya sembari berjalan untuk membukakan pintu.
"Pak Reza" Reza tersenyum simpul ke arah Vara, ia tau pasti Vara habis tidur.
"Pak Sena sudah selesai meeting mba, mba sudah dipersilahkan untuk masuk dan membantu saya" tanpa berfikir lama Vara mengangguk dan segera mengikuti langkah kaki Reza.
Saat masuk ke dalam ruangan tersebut Vara melihat ada beberapa orang yang duduk rapi di kursi yang meja nya berbentuk persegi panjang itu, dan ada beberapa polisi serta beberapa orang yang berpakaian rapi entah mereka siapa Vara tidak tau.
Yang pasti ia dipersilahkan duduk di samping Reza, lalu ia diberi beberapa berkas serta laptop untuk membantu Reza memasukan beberapa berkas, yang ia tau itu sebuah berkas yang berisi kasus pembunuhan seorang suami kepada istri nya.
Sekitar pukul dua belas dini hari satu per satu orang orang yang berada di ruangan tersebut mulai keluar dari ruangan tersebut, dan hanya tersisa ia, bos nya dan asisten nya serta dua orang pria yang berpakaian rapi ber jaz, yang Vara tau itu seperti CEO di drama film yang sering ia lihat.
"Perkenalkan pak ini anak magang saya, dan Vara perkenalkan ini pak Andre Advokat juga seperti saya" Vara langsung berdiri dan menjabat tangan pria paruh baya tersebut.
"Salam kenal bapak" pria tersebut tersenyum manis kepada nya sembari menerima uluran tangan Vara.
"Salam kenal, kamu dari kampus mana dek?" tanya pria tersebut
"Saya dari universitas bunga Bangsa bapak"
Mereka pun saling memperkenalkan diri satu sama lain, dan juga ada beberapa obrolan yang berkaitan dengan hukum pasti nya.
sekitar pukul 2 setengah tiga pagi mereka baru saja tiba dihotel dan mereka pun segera masuk ke kamar masing-masing dan bersih bersih lalu istirahat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...