NovelToon NovelToon
DENDAM Cinta Dua Dunia

DENDAM Cinta Dua Dunia

Status: tamat
Genre:Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Horor / Tamat
Popularitas:41.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dayang Rindu

Setelah kekalahan Tujuh tahun yang lalu, dia kembali ke kampung halamannya bersama seorang wanita yang merupakan istrinya.

Walaupun demikian, dia masih saja memikirkan mantan kekasihnya. Menikah tak membuatnya puas, tak membuatnya melupakan masa lalu, masih saja memikirkan gadis yang dulu dicintainya.

Bunga desa yang kini sudah menjadi istri orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dayang Rindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sembuh

"Nyi!" panggilnya sungguh terdengar menyedihkan.

Namun tak ada tanda-tanda wanita jadi-jadian itu datang.

"Nyai Roro aku butuh bantuanmu." panggil Raka berkali-kali.

"Kemana perempuan itu." kesal Raka. Namun kemudian dia ingat hari itu adalah selasa.

Bahkan bangsa ghaib pun memiliki jadwal untuk datang. Pantas saja sebagian dukun mengatakan jika ingin berobat datanglah pada hari-hari tertentu.

"Bahkan Nyai Roro Ayu tak bisa datang di hari Selasa dan Sabtu."

Hanya berbaring di ranjang, Dewi tampak sibuk merawat Raka yang merasa remuk seluruh tubuhnya.

Matanya masih di perban agar proses penyembuhan luka di matanya lebih cepat.

"Makan ya Mas." ucap Dewi membantu tubuh gagah suaminya duduk.

Tak punya pilihan selain menurut, bahkan ke kamar mandi ia butuh bantuan Dewi.

"Aku tidak suka dengan keadaan seperti ini, lemah dan sungguh tak berguna." kesalnya seraya menyandar di dinding ranjang.

"Jika tidak suka maka berhentilah mengejar mantan kekasihmu itu Mas Raka, sebentar lagi aku akan segera melahirkan. Jangan sampai anakmu tahu bahwa ayahnya tidak menyayangi sepenuh hati, lantaran masih mencintai wanita yang jelas sudah meninggalkanmu."

Tangan Raka mendorong tangan Dewi hingga jatuh sendok berdenting di lantai.

"Jangan menceramahi aku." geramnya urung sarapan di pagi itu.

"Aku tidak ceramah, hanya kau rasakan sendiri bagaimana sengsaranya kau di hajar orang gara-gara berusaha mendekati janda itu. Kau bahkan membuang-buang uang dengan membeli dan mengisi toko tersebut hanya untuk mendekati Melati. Kau sudah di buat bodoh oleh masa lalu, kau di buat buta karena tak bisa melupakan kenangan bersamanya."

"Diam!"

"Aku tak akan diam, sudah waktunya kau mendengar dan mengetahui kebodohanmu yang sudah terlalu lama. Mengabaikan calon anakmu, menyakiti hatiku, seolah-olah hanya dia yang berharga dan aku tidak. Kau membuatku sakit hati Mas Raka. Sekedar mengingatkan, jangan sampai kau menyesal sudah membuat aku begini."

"Kau mengancamku?" teriaknya lagi.

"Tidak, hanya aku sudah lelah selalu kau acuhkan. Kehadiranku tidak kau hargai."

Dewi membawa piring berisi makanan itu keluar dari kamarnya, dapat di lihat jika sekarang Raka sedang marah, dan sebentar lagi akan mengamuk.

Terserah.

Begitu Dewi sekarang tak terlalu peduli, cintanya memang masih besar untuk Raka, tapi melihat Raka seperti itu hatinya mulai lelah.

"Joko!" teriak Raka memanggil jin sahabatnya yang semakin hari semakin aneh karena jatuh cinta pada bocah ingusan.

"Ada apa?" ucapnya mengorek-ngorek lubang telinga akibat panggilan Raka yang terlalu keras.

"Bantu aku agar segera sembuh. Aku tidak mau terus menerus di ceramahi Dewi, bahkan butir nasi yang masuk ke dalam mulutku, lebih banyak ocehan Dewi terhadapku." kesalnya mengadu kepada Joko.

"Aku bisa saja menyembuhkan mu, tapi akan terjadi kekacauan lagi setelah kau sembuh, dan aku tidak mau kehilangan kesempatan dekat dengan Tiara Andini kekasihku."

"Aku tidak mau tahu. Ingat, kau bisa bertemu dengannya karena aku yang membawamu keluar dari gubuk tua itu." dia mulai marah.

"Aku tidak lupa Raka, tapi tidak semua Jin selalu berambisi dan tertawa keras ketika melihat kehancuran dan kesedihan manusia. Sebagian dari kami tak mau di ganggu, tak mau tinggal di tempat kotor dan sebagian dari kami juga seperti manusia, tinggal di atap-atap rumah orang sholeh, lalu ketika mereka makan di pagi hari, kami juga makan bersama mereka. Hanya kami melihat kalian makan dan beraktivitas lainnya, tapi kalian tidak tahu."

"Aku tidak peduli, buktinya kau mengikuti aku hingga ke sini. Artinya kau harus menurut kepadaku." ucapan egois yang membuat Joko menggeleng.

"Kau sembuh, tapi perkelahian kembali terjadi. Kali ini aku khawatir bukan lawan mu yang mati."

"Jangan meremehkan aku! Jika kau tidak mau, aku bisa memanggil yang lain dan kita bermusuhan." geram Raka lagi.

"Baiklah Raka, aku akan menyembuhkan mu."

Sekali ia menyentak kan kaki, semua jendela dan pintu kamar Raka tertutup rapat. Suasana gelap dan hening, seperti bukan di kamar Raka melainkan di sebuah tempat yang entah Raka sendiri tidak tahu.

"Bersiaplah, sakit dan perih kau harus tahan." Joko meminta Raka duduk bersila, tangan yang yang tadinya halus seperti manusia itu kini berubah besar dan kasar. Mulai menempelkan kedua telapak tangannya di punggung Raka, tanpa membuang waktu ia menyalurkan tenaga dalam penuh untuk memulihkan tenaga dan luka Raka.

Tak hanya sekali Raka, menjerit keras menahan sakit di semua sendi dan bagian yang lebam akibat pukulan Angga yang membabi buta.

Belum lagi luka dalam akibat urung mengeluarkan ilmu andalannya. Raka benar-benar tersiksa dengan pengobatan kilat dari tangan jin tersebut.

"Joko, berhenti!" teriaknya merasa dadanya seperti mau pecah.

"Tidak bisa Raka." jawabnya terus menyalurkan tenaga dalam, suara yang biasanya lembut kini terdengar menyeramkan dan penuh kuasa.

"Joko!" teriaknya lagi.

Raka pingsan.

Joko, menarik kedua telapak tangannya.

"Kekuatanku bertambah jika usiaku bertambah." ucapnya melihat kedua telapak tangannya yang kembali ke wujud manusia.

Hanya berselang beberapa puluh menit saja, Raka sudah kembali sadar dengan mata yang sudah kembali membuka.

"Kau belum bisa memakai tenaga dalam, kalau mau berkelahi sebaiknya diam di rumah selama dua Minggu." ucap Joko tengah duduk santai di kasur Raka.

"Kau memiliki ilmu yang luar biasa." ucap Raka menoleh Joko penuh selidik.

"Tentu saja, aku butuh kekuatan lebih untuk melindungi kekasihku Tiara." dia tersenyum lalu menghilang.

*

*

*

Hari-hari berjalan normal, toko di sebelah Bunga tutup dalam waktu yang lama membuat Bunga kembali menjaga toko miliknya.

Tak terkecuali kehadiran Angga membuatnya merasa aman lantaran banyaknya kejadian aneh beberapa waktu lalu.

Tak heran lagi, dulu saja Angga yang mengobati Gibran saat terluka karena Raka.

Teringat Raka, Bunga menoleh toko di sebelahnya. Biasanya dia sibuk mengincar Bunga yang akan pulang di sore hari.

"Jangan mengingat suami orang." suara Angga membuat Bunga terkejut.

"Tidak Mas, hanya heran saja mengapa bisa tutup cukup lama." jawab Bunga kepada Angga yang datang menjemput.

"Sudah sekarat mungkin, gagal melet kamu." jawabnya membuka pintu untuk Bunga.

"Mas Angga." jawabnya ingin membantah, tapi benar kenyataannya.

"Mending kamu nikah lagi, karena dia tidak akan menyerah sampai benar-benar mati." Angga mulai menghidupkan mesin mobil Iyan tersebut.

"Mas aneh, harusnya Mas Angga senang aku tetap sendiri. Lagi pula Mas Gibran meninggalkan nafkah yang cukup banyak untuk membesarkan dan menyekolahkan Tiara. Aku tidak butuh suami lagi." jawab Bunga mengingat Gibran suaminya.

"Kalau begitu, kamu ikut aku ke Kalimantan saja. Jujur aku tidak bisa meninggalkan kamu dan Tiara dalam keadaan seperti ini, jika mengharap Raka sadar itu sama sekali tidak mungkin, dia akan tetap mengejar kamu dengan segala cara. Kalau aku tidak segera pulang, dapat di pastikan sekarang kamu sudah dalam kendali Raka." jelas Angga lagi.

"Kalau aku ikut bagaimana dengan semua usaha Mas Gibran. Aku juga tidak punya ijazah yang tinggi untuk bekerja di Kalimantan." Bunga terlihat bingung di tengah perjalanan menuju rumah mereka.

"Kau tidak perlu bekerja, biar aku yang bekerja. Lagi pula kontrakan adikku tak perlu di jaga, mereka bisa mengirim uangnya kepadamu."

Bunga menatap Angga dengan bingung, mengapa harus merantau jauh hanya untuk menghindari Raka , tapi jika tetap di sini juga berbahaya untuk Tiara. Dan itu sudah terbukti dengan kejadian kemarin.

"Bicaralah kepada Ibu, juga orang tuamu. Aku tidak mau Tiara sampai menjadi korban. Karena dengan jelas Gibran meminta aku untuk menjaga kamu dan Tiara sebelum dia menghembuskan nafas terakhir." ucapnya menatap serius kepada wanita yang mulai ingin menangis mendengar nama Gibran di sebut.

1
Cella
menarik
Cella
berarti joko udah ng ada lagi ya thor?
Dayang Rindu: Iyah kak, musnah dari pandangan mata manusia, tapi Tidak mati dalam dunianya.
total 1 replies
Hana Nisa Nisa
🤣🤣🤣🤣🤣
estycatwoman
nice
estycatwoman
alhamdulillah happy ending wlau masi digantung 😊

Tapi ada bbrp koreksi yg bkin kurang nyaman , typo namanya bkin bingung thor cerita 👉Iyan -Melati kan dh end ,ni kan 👉Bunga-Gibran .
Aq kira ni lanjutan crta anak iyan melati tpi kok bukan 🤣

Smga next tme bisa lbih teliti lagi . 🙏

Ditggu crta horor laenya 😊
Semngt makasih 👍💯❤
estycatwoman: oh gtu tho malah baru tau soalnya jrang bca komenan gk smpet karna kdang bca nvel smbl krja jaga tko biar gk ngantuk klo rda sepi 😅
total 2 replies
Ika Riana
ceritanya bagus banget kak author suka banget sama Alur ceritannya
Biah Kartika
pernah merasakan seperti mba Dewi, sabar ya mba Dewi tapi jangan main dukun juga untuk mendapatkan cinta suaminya 😊
Biah Kartika: Hai juga, alhamdulillah baik
total 2 replies
MasWan
sangat bagus, bnyak pelajaran dan hikmah
Dayang Rindu: terimakasih @ MasWan sudah baca Karya receh ini sampai akhir
total 1 replies
MasWan
kok aku yg nyesek,, saat akhir cerita
Dayang Rindu: Perpisahan memang selalu sedih MasWan. 😁😁😁
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
berarti Arya ganteng maksimal ya kak thor.. 😚
Ai Emy Ningrum: sy ( pura pura ) paham 😂😂😂😂😂
total 13 replies
Ai Emy Ningrum
QS Ar - Rum ayat 21
Ai Emy Ningrum: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 6 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
iissshh.. Adit, daripada minta sama jin mending minta sama doraemon aja, minta kipas otomatis dari kantong ajaibnya, kl jin nanti minta macem2 looh, doraemon paling cuma minta dorayaki doang.. 😁😁😁
Ai Emy Ningrum: waw 😍😍
total 7 replies
Indriyani Pkl
kenapa otak tiara joko melulu dia kan jin, malah g' mikirin angga, adit g' suka dg sifatnya ini beda dg angga dan adit
Ai Emy Ningrum
haduuhh si Tiara ini,mas Joko mlulu yg dipikirin 🙈 ..buruan bantu tuh Kyai,Adit sama bapak nya Angga..😫😩😫😩
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ: siap2 di sentil mas Joko, mental bisa sampe sungai amazon looh 😂😂
total 12 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
yg super super itu cuma ada di film, Adit.. kalau dlm dunia nyata ada nya suparman doang 😸😸😹😹😹
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ: 😙😙😚😚😚
total 27 replies
Ai Emy Ningrum
Adit laper ...meriyang....merindukan makan siang ayah 😙😚😗
Ai Emy Ningrum: 🏇🏻🏇🏻🏇🏻🚵🏻‍♀️🚵🏻‍♀️🚴🏻‍♀️🚴🏻‍♀️🚴🏻‍♀️🚴🏻‍♀️🚴🏻‍♀️🏄🏻‍♀️🚣🏻‍♀️🏊🏻‍♀️🏄🏻‍♀️
total 17 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
aaaaa... Joko benar2 berkorban demi Tiara, rela hancur jadi debu 😐😑
Ai Emy Ningrum: sampe segitu nya yah.. 😐 jgn jd debu knp ga jd kupu2 ajah 🥴🥴
total 1 replies
Ai Emy Ningrum
Tenang Dit walo dr segi pengalaman, pngetahuan km hnya seujung kuku nya mas Joko...tp soal kegantengan ,Adit lebih tamvan 😍😍 mas Joko mah kliyatan ganteng pas udh tuwir..Adit dr kecil bhkan dr orok udh ganteng maksimal 🤪
Ai Emy Ningrum: udah kodrat nya terlahir ganteng Adit mah 😁
total 2 replies
Ai Emy Ningrum
yah bgitulah ...kalok ada mau dgn kakak nya..kudu baik2 dgn adik nya..seperti hal nya mas Joko yg memuji muji Adit 😗😙😚
Ai Emy Ningrum: mantaap 😍😍...cewek2 jaman now kan udh bedain mana Supra mana Ninja 🏍️😎😎
total 6 replies
Meci
suka tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!